
Indonesia 2045
Ishak
Natan
Des 2019, Sep 2020,
Jun 2021
Visi
Besar Jokowi
Presiden Jokowi dalam pidato
pelantikannya telah memberikan visi
Indonesia menuju ketahun 2045 yaitu menjadi negara maju dengan
pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun
atau Rp 27 juta per kapita per bulan. Produk Domestik Bruto Indonesia
mencapai 7 triliun dollar AS dan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi
dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.
Pentingnya
Visi
Kitab Amsal memberikan ide
dalam bahasa Inggrisnya "Where there is no
vision, the people perish:"... (Pr 29:18) Dalam terjemahan
baru; Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang
yang berpegang pada hukum. (Pr 29:18)
Visi ini akan menggugah
dan memberikan semangat "sehati dan sepikir" kepada jajaran
menterinya dalam menterjemahkan visi itu
menjadi kenyataan. Tertulis di Alkitab; dan Ia berfirman: "Mereka
ini
satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan
usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan,
tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. (Ge 11:6)
5 Bidang
Haluan Target
- Membangun SDM (Sumber Daya Manusia) dari segi sehat
jasmani, rohani & akhlak, budi pekerti, ketrampilan kerja dan
pengetahuan yang berkelanjutan.
- Pembangunan Infrastruktur terus-menerus
- Deregulasi UU Cipta Lapangan
Kerja & Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah
- Meyerdanakan alur managerial
disemua jajaran kementerian demi hemat waktu, biaya dan peningkatan
proses kinerja
- Transformasi SDA (Sumber Daya Alam)
menjadi Produk & Jasa dengan proses nilai tambah tidak
putus-putusnya
Analisa
PESTLE dan SWOT
PESTLE dapat disebut
pandangan menyeluruh tentang
lingkungan eksternal di mana organisasi 'Indonesia' beroperasi.
Sebaliknya, analisis SWOT adalah analisis pada lingkungan internal
'perusahaan Indonesia' berdasarkan produknya, dll. SWOT cenderung lebih
fokus ke produk / layanan spesifik sebagai individu atau entitas
yang melakukan analisis ini.
Kedua analisa ini mencoba mendalami 'perusahaan Indonesia'
sebuah
negara di-lingkungan
blok Asia Tenggara,
diapit lautan India dan Pasifik. Sebagai
negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari tujuh belas ribu
pulau-pulau.
Namun kaidah manajemen mengelola Indonesia Raya tidak lepas dari
hubungan antar manusia dengan jajaran para menteri dan semua aparatur
negara sampai keplosok-plosok membangkitkan semangat 'tim raksasa' bekerja sama bergotong royong.
"PlOrDiCoCo"
dapat dijadikan rumusan stardar untuk mengelola Nusantara. Pl-Planning; Or-Organizing;
Di-Directing; Co-Coordinating; Co-Controlling berorientasi hasil nyata
bukan fiktif; Dibarengi dengan keterampilan manajerial dibidang-bidang
Komunikasi & Mendengarkan, Pendelegasian Bidang-bidang Kunci Hasil,
Motivasi, Pemecahan Masalah
dipusat komando dan diterjemahkan secara lugas sampai dilapangan yang
terpencil sekalipun, Kreatifitas dan Inovasi digenjot
berhasil guna (Managing For Result).
Analisa
PESTLE
- Politik; Ini
menjelaskan semua pengaruh yang dimiliki
pemerintah terhadap lingkungan bisnis global, termasuk siklus bisnis,
deretan industri bisnis raksasa. Reformasi pajak, kebijakan
fiskal, dan tarif perdagangan.
- Ekonomi; Ini
menganalisis ekonomi secara keseluruhan dan kinerjanya terhadap tren
global dan efek jangka pendek dan panjangnya.
Tingkat inflasi, suku bunga, pola fluktuasi pertumbuhan global ekonomi,
pola tren permintaan dan
penawaran.
- Sosial; Ini memetakan
analisis tren budaya, penentu demografis, distribusi usia dll.
- Teknologi; Ini
menganalisis tren teknologi dari lingkungan bisnis dan kehidupan
masyarakat luas. Memperhitungkan
tingkat di mana inovasi-inovasi terjadi dan seberapa langsung
dan tidak langsung akan mempengaruhi bisnis Nusantara Raya.
- Legal; Adanya banyak
undang-undang dan kebijakan yang tumpang tindih,
yang secara langsung
memengaruhi corak bisnis Nusantara dijalankan. Makin ramping
perundang-undangannya, makin lincah dan gesit keputusan keputusan yang
memicu
daya penggeraknya. Undang-undang ini dapat berupa undang-undang sosial,
undang-undang pengaturan apapun yang merujuk standar dunia dan
undang-undang sejenisnya.
- Environmental
(Lingkungan hidup); Bisnis Nusantara menimbulkan efek di
lingkungan tempat ia beroperasi, oleh karena itu para menteri sebagai
pembantu presiden perlu
menganalisis secara mendalam apa dampaknya. Di
sisi lain, lingkungan hidup juga mempengaruhi secara langsung
atau tidak langsung seperti bidang bidang pertanian, perkebunan,
industri-industri pariwisata, kehutanan, peternakan, perikanan, suaka
alam, hutan-hutan gambut dan wilayah-wilayah pemukiman. Faktor-faktor
ini
akan memperjelas lokasi
geografis pantai-pantai ribuan pulau, yang berdampak kepada flora dan
fauna termasuk
hunian habitat manusia.
Analisa SWOT
Strenght:
Menganalisis kekuatan
"perusahaan Indonesia"
dengan sumber daya alamnya yang kaya dibarengi
produk-produk dan layanan jasa khasnya. Kekuatan
karakteristik
'Indonesia' dengan letak geografisnya yang unik; memiliki tiga sumber
daya alam melimpah dari kekayaan kelautan, hasil bumi & kehutanan
dan mineral & minyak bumi. Semua menonjol dibandingkan dengan
negara negara tetanga atau global
kompetitornya.

Politik;
Pemerintahan Jokowi jilid dua
yang relatif stabil, Konstitusi berdasarkan PBNU (Pancasila
-Bhineka Tunggal Ika
- NKRIndonesia - UUD 1945)
Ekonomi; Pra perkiraan Indonesia beranjak
menuju salah satu negara Asean dengan pertumbuhan yang kompetitif.
Dari negara berkembang melejit menjadi negara maju.
Sosial; tren budaya mewarnai
globalisasi, pertumbuhan populasi generasi digital millenial
Teknologi; kemauan
pemerintah berinovasi dan bersilancar diatas gelombang sosial
digital media dan lompatan quantum kecerdasan buatan (Artificial
Inteligent)
Legal;
Tekad pemerintah mensinkronkan seluruh tatanan sistem ketatanegaraan
dan hukum menjadi lebih efektif, efisien, flexible mengantisipasi
percepatan perubahan dinamika geo-politik dunia.
Catatan:
Trias poltica ada tersirat
dalam sistem penataan negara Indonesia.
Karena Tuhan juga Hakim kami,
Tuhan juga Pemberi hukum kami, Tuhan juga Raja kami, Ia juga yang
memeliharakan kami. Isa
33:22 (Lama)
Environmental
(Lingkungan hidup); Potensi sumber daya alam yang melimpah didukung
oleh dua iklim cuaca katulistiwa dan terpantau lewat jaringan satelit
Palapa Ring Barat -
Tengah - Timur 1
Weakness:
- Indonesia menghadapi
tantangan regional dan global bagaimana mutu produk dan jasa
ditampilkan berkualitas dunia.
Dengan mencermati dari sudut pandang eksternal, agar para aktor dapat
memahami
apa yang kurang dari daerah mereka dan kemudian bekerja untuk
menghilangkannya dari lingkungan internal mereka.
- Mentalitas multi-etnik
suku bangsa yang masih terikat dengan budaya kolot,
sebagian pemeluk agama mayoritas dari generasi milenial sejak balita
telah terpapar dengan radikalism &
intoleransi. Semakin dewasa gagasan terorism menjadi hal yang amat
lumrah menuju khilafah semesta. Pelbagai komunitas sosial yang
menutup diri terhadap
keterbukaan pergaulan sekular cenderung mengadopsi tatanan
kehidupan
berbangsa dan bernegara yang bertentangan dengan falsafah Pancasila.
- Pendidikan budi pekerti,
akhlak prilaku, revolusi mental sejak dini
tidak standar dan tidak merata diseluruh wilayah Indonesia. Memerangi
budaya pungli dan korupsi sudah harus diajarkan di sekolah sekolah
sejak usia dini.
- Kelangkaan kesehatan rakyat
di plosok daerah miskin ekonomi sejak
dari kandungan, janin sampai menjelang usia produktif
- Budaya rasa malu luntur
tergerus oleh budaya nepotisme. Para pemimpin elit legislatif,
judikatif dan eksekutif telah terkontaminasi dengan berahi kekuasaan dan virus 'cinta
uang'.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu
uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya
dengan berbagai-bagai duka. (1Ti 6:10)
- Pemberantasan korupsi
yang tersendat sendat dielit penguasa mulai dari sektor legislatif,
eksekutif dan yudikatif termasuk jajaran kementerian strategis
dari pusat sampai kedaerah-daerah.
- Cara
kerja "Alon alon Asal Kelakon" masih bercokol dalam benak hampir semua
kader
politik dan operator bangsa dari pusat dampai kedaerah-daerah.
- Persebaran
penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa (~58%), pulau
Sumatara (~22%), sedangkan pulau pulau besar seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua masih
kosong melompong. Padahal luas pulau Jawa hanya 7% dari luas
wilayah Indonesia Raya. Apakah hal ini disebabkan tradisi budaya Jawa "mangan ora mangan
asal ngumpul"?
Opportunity:
- Potensi populasi usia
produktif 70% dari 270,20 juta manusia
Indonesia.
- Tersedianya tekhnologi
digital yang merambah kesemua aspek kehidupan dari seluruh sektor
industri
dari perikanan, pertambangan, pertanian, manufakturing, sandang,
pangan, papan, riset dan lain-lain.
- Infrastruktur langit
memungkinkan Indonesia melejit kemasa depat dengan lompatan 'high
technologies'. 2
- Wacana
pemindahan ibukota NKRI kewilayah sentral Nusantara sebagai landasan
pacu menerbangkan "pesawat Indonesia" destinasi masa depan 2045
berbarengan dengan daerah khusus Jakarta menjadi metropolis niaga
terbesar di Indonesia diikuti kota Surabaya, kota Medan dll.
Threat :
- Mempertimbangkan
ancaman pesaing regional dan global akan produk dan layanannya. Ini
juga
menganalisis hambatan investasi masuk dan bagaimana mengatasi potensi
persaingan
antar negara agar dapat ditangani secara efektif.
- Benturan idiologi
antara Islam Nusantara vs Islam Khilafah, Pluralis vs Totalitarism.
- Potensi
gejolak persekusi agama, isu SARA, politik globalism bertujuan
menciptakan satu
pemerintahan semesta, satu
ekonomi dan satu agama.
- Kedaulatan negara
Indonesia terseret kearah New World Order.
Untuk menanggulanginya Jokowi telah memberikan kalimat kunci
"Tinggalkan rutinitas dengan lompatan inovasi-inovasi yang mampu
membuat
trobosan trobosan baru disemua dimensi lini kehidupan berbangsa dan
bernegara". Motto nya
"Kerja, kerja, kerja".
Adakah
Contoh Jemaat Tuhan (Gereja) Mengawal Pancasila Sejak 1945 ?
Dalam disertasinya, mendiang
Eka Dharmaputra, sebagai warga etnis Tionghoa berargumentasi bahwa
Pancasila adalah
sebuah ideologi yang sangat tepat bagi masyarakat Indonesia yang
majemuk, karena ideologi ini bersifat inklusif. Pemikiran ini berbeda
dengan penafsiran Pancasila yang muncul pada masa pemerintahan Orde
Baru, khususnya pada tahun-tahun terakhirnya, yang justru mengharamkan
perbedaan pendapat dan kemajemukan budaya Indonesia.
Sila ke 1 Pancasila
menyiratkan 'kemajemukan yang tunggal';
simbul bintang emas melambangkan Pencipta yang maha kuasa, Allah
sebagai penguasa tertinggi berdaulat.
Ketuhanan Yang Maha Esa =
Belief in the
one and only God. Bahasa
Inggrisnya Ketuhanan
dapat diartikan 'Godhead'. Allah dalam aksara Ibrani berhuruf 'Elohim' yang mengartikan
'kemajemukan tunggal'.


Contoh contoh
tokoh tokoh Kristiani berpartisipasi membangun Indonesia maju . . .
https://rubrikkristen.com/25-politisi-indonesia-terpopuler-beragama-kristen/
https://tirto.id/pengikut-kristus-untuk-kemerdekaan-indonesia-bDjw
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/21-tokoh-kristiani-inspiratif-2018-versi-narwastu
http://www.bpip.go.id/informasi/tokoh-kristen-indonesia-mengaktualisasikan-pancasila-dlm-komunitas-gereja/
Kesimpulan
Haluan
bernegara dan berbangsa telah ditetapkan oleh presiden Jokowi
sebagai visi besar Indonesia Maju dipenghujung tahun 2045.
Bercita cita demi membuat seluruh lapisan masyarakat Indonesia Raya
menikmati pelayanan berkesinambungan, pembangunan infrastruktur merata
diseluruh
plosok plosok tanah air. Persatuan nasional dan kultural menyelimuti
tanah tumpah darah negeri
kepulauan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga pulau Rote.
Rezeki dan kesejahteraan sosial
yang melimpah ruah, adil makmur dinikmati seluruh suku-suku rakyat
Indonesia.
Pancasila adalah landasan
kerja mencapai prestasi bangsa. Dengan perkataan lain; “Pancasila itu
dasarnya sila 1-3, tujuannya sila 5, cara untuk mencapainya sila
4” ; menurut
budayawan Sujiwo Tejo.
"Sebagai bangsa yang besar dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,
serta mempunyai ratusan suku dan ribuan pulau, bangsa Indonesia harus
percaya
diri untuk meraih kemajuan, mengejar ketertinggalan dan mewujudkan
kejayaan," jelas Jokowi.
Kepustakaan
Dunia Maya
http://worldpopulationreview.com/countries/indonesia-population/
https://insanpelajar.com/sumber-daya-alam-di-indonesia/
1https://kominfo.go.id/content/detail/16602/ini-perkembangan-program-tol-langit/0/berita_satker
2https://www.boombastis.com/palapa-ring-tol-langit-indonesia/212213
http://ramalanintelijen.net/2019/10/31/pak-jokowi-sang-maestro-dengan-jurus-kuda/
https://nasional.kompas.com/jeo/naskah-lengkap-pidato-presiden-joko-widodo-dalam-pelantikan-periode-2019-2024
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pancasila_Sila_1_Star.svg
https://selisip.com/2018/09/seri-tokoh-eka-darmaputera-yang-menghidupi-teologi-2/
https://pestleanalysis.com/pestle-and-swot-analysis/
https://tirto.id/minoritas-kristen-dalam-kancah-pergerakan-nasional-co1t
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3060144/saat-jokowi-sapa-rakyat-dari-sabang-merauke-miangas-hingga-rote