Sekilas Tentang Theology

  

Ishak Natan
  April 2016, Feb 2019, Mei 2022, Jul 2023

Prakata

Kalau Biology adalah  ilmu Hayat dan  Geology adalah ilmu tentang Bumi Tanah, maka Theology adalah ilmu tentang Ketuhanan Allah.

Apa intisarinya dan adakah peluang penyesatan iman Jemaat Tuhan (Ekklesia) pada zaman akhir ini?
Apakah dogma agama-agama
Katolik dan Kristen berpotensi mencemari kebenaran Alkitab (Kitab Suci); khususnya terhadap sistem percaya dan tata nilai kehidupan moral dunia? Tulisan ini untuk konsumsi kaum awam yang ingin menangkap secara cepat apa itu Ilmu Teologi.

Pengantar

Ilmu Teologi awalnya diprakarsai dengan tiga pertanyaan pokok yaitu;

  1. Dari mana kita berasal?
  2. Untuk apa kita hidup?
  3. Setelah mati kita manusia kemana?

Sebagai manusia kita tidak mampu menjawab tiga pertanyaan diatas, kecuali ada informasi dari 'luar' memberi tahu bahwa ada sang Pencipta yang menciptakan alam semesta yang kelihatan dan yang tak terlihat,

John 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Pada waktu yang ditentukan, Sang Khalik mendatangi dunia sebelum kita lahir dan itulah yang Dia lakukan . . .

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Joh 1:14)
John 1:6-10 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

 Hakekat Ilmu Teologi
Penginjil John Wesley pendiri gereja Methodist di abad 17 meringkaskan bahwa empat masukan saja yang menjawab tiga pertanyaan hakiki diatas yaitu
Scripture (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru), Reason (Akal budi), Tradition (perjalanan sejarah Gereja menginterpretasi Alkitab), dan Experience (Pengalaman hidup orang percaya). Bagan gambar dibawah disebut varian Wesleyan Quadrilateral untuk mengenali akan sang Khalik.
http://www.wesleyantheology.com/prolegomena.html

Reason, Tradisi dan Experience tidak memberi tambahan "sumber" kebenaran secara teologis, karena John Wesley percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran total tentang TUHAN Allah sebagai wahyu khusus, sedangkan ciptaan alam semesta dan natur sebagai wahyu umum.

Romans 1:19-20 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Gambar ini hanya sebagai alat menyelami isi berita Alkitab dan mengenali siapa itu Yang Maha Kuasa, sang Khalik, pencipta langit, bumi dan segala isinya;
Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. (Isa 44:6)

Apabila Alkitab adalah sumber tunggal kebenaran, maka Tradisi membantu mengerti pengajaran inti Alkitab/Kitab Suci.
Namun Tradisi bukanlah instrumen sempurna; harus di-imbangi dan diuji oleh Reason/Akal dan Pengalaman.
Pengalaman dan kebenaran Alkitab seyogyanya memberikan damai sejahtera dalam hati walaupun hidup setiap hari banyak mengalami gejolak masalah dan kesukaran kehidupan. Akal Sehat (common sense) adalah cara kita mengevaluasi logika kebenaran dan menantang asumsi Tradisi.
Bagaimanakah menguji kebenaran interpretasi doktrin (ajaran) kitab Suci?
Jawab; Dengan menilai apakah Pengalaman Hidup mengarah > Romans 8:29 (TLama) . . .  menjadi serupa dengan teladan Anak-Nya [=Tuhan Yesus], supaya Ia itu menjadi anak sulung di antara beberapa banyak saudara.

Rasul Paulus menulis; "Dialah [Tuhan Yesus Kristus] yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus". (Col 1:28)
Keempat aspek/sisi dari segi-empat gambar diatas harus berada dalam keseimbangan.
Namun demikian otoritas Firman Allah tetap mendasari dan tidak dapat digantikan dengan salah satu ketiga sisi
 (Tradition, Reason, Experience) manapun. Misalnya dilandasi sistem tradisi gereja model Anglican, Assembly of God, Baptist, Charismatic, Eastern Orthodox, Mennonite, Methodis, Pentakosta, Presbyterian, Reformed, Roma Katolik. Atau berdasar otak pemikiran serta kepandaian argumentasi manusia melalui ratio-nya, ataupun pengalaman rohani sebagai landasan kriteria utamanya.

Analogi 'bangunan' Theology

Dengan perkataan lain Kitab Suci harus menjadi dasar segala sesuatu ibarat gambar 'bangunan' theology ini.

Mari kita telaah apa implikasi-nya kalau masing masing pilar (tiang) penyanggah atap Theology: Tradition, Reason, Expereince melebihi otoritas Kitab Suci (Scripture).
Dan istimewa nya Alkitab sudah mengantisipasi jauh kedepan . . .

2Cor. 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Galatians 1:6-9 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Ada 3 Potensi & Implikasi Penyesatan

1) Pilar kiri Tradisi Gereja > Otoritas ("Faith + Good Works" Driven Church); sumbernya Injil palsu (false gospel)

Walaupun Sejarah Gereja mula-mula memberikan dasar pengajaran (doktrin) yang tidak keliru, namun berkembangnya tradisi menjadi sumber petaka yang menawarkan Injil yang lain. Misi pelayanan dan ketekunan gereja Roma Katolik terkenal diseluruh dunia dengan perbuatan baiknya. Misi penyebaran agama Katolik melalui pendidikan disekolah-sekolah dari Taman Kanak-kanak sampai ke PerguruanTinggi harus diacungi jempol. Belum lagi dengan melakukan pertolongan perawatan orang-orang sakit dengan mendirikan rumah-rumah sakit (Hospitals) dimana mana, khususnya di negara negara miskin.
Meskipun demikian sayangnya sistem tata ibadah Roma Katolik membagikan . . .
Injil Yang Lain
Lutheranisme [doktrin keselamatan cuma-cuma oleh kasih karunia (grace) melalui iman (faith) saja] terbit di awal abad-15. Menanggapi hal ini, gereja Katolik Roma menyelenggarakan konsili di kota Trent bulan November 1544 dalam upaya membungkam doktrin reformasi. Konsili ini membuat pernyataan-pernyataan tentang berbagai subjek  berbentuk kanon dan tidak pernah dirubah oleh sistem keagamaan Katolik Roma.
Berikut dua contoh dari beberapa pernyataan yang meniadakan doktrin Justifikasi (pembenaran hanya oleh iman saja).
Canon 24: "Jika ada yang bilang, bahwa pembenaran yang diterima tidak dilestarikan dan juga ditingkatkan di hadapan Allah melalui perbuatan baik, tetapi mengatakan bahwa perbuatan baik itu adalah buah-buah dan tanda-tanda dari Pembenaran yang diperoleh, dan bukan penyebab dari pembenaran; biarkan Ia harus laknat. "
Canon 30: "Jika ada yang bilang, bahwa, setelah anugerah Pembenaran telah diterima, untuk setiap orang yang mengaku bersalah hutang hukuman kekal telah dihapuskan, dan sudah tidak ada lagi hutang hukuman bersifat sementara baik di dunia ini, atau berikutnya di Api Penyucian, sebelum pintu masuk Kerajaan Surga bisa dibuka (kepadanya); biarkan dia menjadi laknat. "
https://en.wikipedia.org/wiki/Council_of_Trent
http://history.hanover.edu/texts/trent/ct06jc.html

Canon-canon terkait menyiratkan > Yesus tidak tuntas menyelamatkan manusia dari penghukuman dosa.

Karena karya Yesus belum sempurna di kayu salib, maka iman Katolik Roma harus ditambah Perbuatan Baik disertai menerima ekaristi (Eucharist).  Misa kudus adalah puncaknya upacara menerima keselamatan. Tata cara keagamaan yang diulang-ulang setiap minggu demi penyelamatan dari hukuman kekal.
Ekaristi dipercayai sebagai sakramen suci dan bukan simbol peringatan. Tubuh dan darah Yesus berubah menjadi roti hosti dan anggur. Dengan perkataan lain, bulatan hosti dan anggur benar benar menjadi daging dan darah nya tubuh Yesus yang disalib 2000 tahun yang lalu (doktrin transubstansi). https://en.wikipedia.org/wiki/Transubstantiation

Padahal ada tertulis:

Hebrews 10:10-12 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,

Amat menyedihkan bahwasanya Gereja Katolik Roma memperlakukan benda mati (roti dan anggur) sebagai objek penyembahan berhala dan adorasi .
https://gaiakallistus.wordpress.com/2018/02/17/sun-worship-in-modern-churches/

Konsekwensinya, untuk mengakomodasi peyembahan berhala, sistem keagamaan Roma Vatican menghapus perintah kedua dari 10 Dasa Titah (Ten Commandments).

Exodus 20:4-6 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

https://www.the-ten-commandments.org/catholic_church_idolatry.html
https://www.jesus-is-lord.com/tencomma.htm
Catatan:
Penulis menerima pendidikan
Katolik sejak kecil dari TK sampai SMA dikota Malang dan sama sekali tidak membenci pemeluk sistem keagamaan Roma Katolik yang lugu dan tulus dimanapun didunia, malah sebaliknya amat prihatin akan Keselamatan Kekal (Eternal Security) yang mereka dambakan untuk mendapatkannya. Damai sejahtera mengiringi kepastian keselamatan 'terhalang atau dihalangi' oleh sistem ritual sakramen ekaristi-nya. Katolik Roma sering disebut sebagai agama plus karena apa yang telah ditambahkannya pada Injil kasih karunia.

Keselamatan Katolik didasarkan pada Yesus plus Maria, iman ditambah perbuatan, kasih karunia ditambah sifat terpuji, Kitab Suci ditambah tradisi dan darah Yesus ditambah api penyucian.
http://www.proclaimingthegospel.org/site/cpage.asp?sec_id=180014816&cpage_id=180082822

2) Pilar tengah Akal Budi (Reason) > Otoritas ("Gnostic" Driven Church); sumbernya Guru-guru palsu (false teachers)

  Catatan: Gnostic ialah pengetahuan rohani khusus secara intelektuil tentang segala sesuatu yang spiritual
Yesus Yang Lain
Katolik Yesus
Karena karya Yesus belum selesai tuntas di kayu salib, maka tongkat salib yang masih ada sosok tubuh nya dijadikan sandaran pegangan oleh paduka Sri Paus (pemimpin tertinggi umat Katolik dunia) dalam upacara upacara akbar keagamaan. Hal ini menyiratkan bahwa Kristus Yesus masih menderita sampai sekarang.
http://www.novusordowatch.org/wire/francis-bent-cross.htm
https://www.cuttingedge.org/news/n2029.cfm

Dipihak lain gereja-gereja reformasi injili, menampilkan tanda salib kosong sebagai simbul dan tanda bahwa Yesus Kristus telah mati dan bangkit dari kubur setelah mengalahkan maut.

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. (Heb 2:14-15)

Yesus Sejarah (The Jesus Seminar's Jesus)
Robert Funk ditahun 1985 dengan 30 akhli Alkitab mendiskusikan identitas Yesus demi pemisahan mitos dengan fakta sejarah keberadaan Yesus sebagai manusia.
http://www.allaboutreligion.org/jesus-seminar.htm

Mormon Yesus
Joseph Smith mengalami penglihatan dari atas dan menemukan buku Mormon serta mengabungnya dengan Alkitab sebagai pedoman kehidupan rohani pengikutnya
https://www.lds.org/scriptures/dc-testament/od?lang=eng

Saksi Jehova Yesus
Charles Taze Russell sebagai pendirinya diabad 19 percaya bahwa
Yesus tidak pernah mengklaim kesetaraan dengan Allah dan merupakan ciptaan yang pertama dari semua ciptaan. Mereka tidak percaya Roh Kudus sebagai salah satu oknum/pribadi dari Trinitas, melainkan sebagai 'kekuatan' (Power) Allah.
http://www.chick.com/bc/1985/jehovahswitness.asp
https://en.wikipedia.org/wiki/Jehovah's_Witnesses#Jehovah_and_Jesus_Christ

3) Pilar kanan Pengalaman (Experience) > Otoritas ("Self Experience" Driven); sumbernya para nabi palsu (false prophets)

Roh Yang Lain
Banyak tele-evangelists yang masih menekankan pentingnya urapan 'roh' (jatuh terlentang & berbahasa lidah) sebagai bukti yang harus dialami orang orang percaya. Contoh; Fenomena "Toronto Blessing" diawal abad ke-21.
Menapaki kehidupan tidak hanya melalui iman saja, tetapi harus dilengkapi dengan 'mengalami mujijat Tuhan, merasakan dan melihat tanda-tanda ajaibNya'. Kesejukan rohani dan mengalami berkat Tuhan khususnya dari segi finansiel perlu dikejar dan ditagih.  Alhasil fokus perjalanan hidup iman kristiani berorientasi kepada berkatNya ketimbang kepada sang Pemberi berkat. Akibatnya memanjakan 'diri sendiri' menjadi lebih penting demi pertumbuhan iman. Cepat atau lambat kelompok yang menekankan sumber otoritas ini akan mudah terseret dengan aliran aliran non-kristiani seperti Yoga, Kebatinan, Meditasi dan Teologi Sukses.
Pergerakan Roh Zaman Akhir

Ringkasan dan Kesimpulan


Kaum Injili (Evangelicals) mengutamakan Alkitab sebagai sumber otoritasnya.
Pemeluk agama Katolik & Ortodoks Timur
mempasrakan dirinya kepada apa kata sang pemimpinnya berdasarkan tradisi sucinya.
Penganut aliran Karismatik/ Pentakosta
cenderung mengutamakan pengalaman rohani sebagai bimbingan hidup yang sukses dan berkelimpahan berkat.
Kelompok Intelektual lebih mantap dengan mental ratio logika pikirannya dalam menelaah segala perkara-perkara rohani.

Akhirnya maksud tujuan Ilmu Teologi dapat disarikan sebagai berikut . . .
Dari Alkitab baru tahu bahwasanya manusia diciptakan oleh sang Khalik; Namun oleh tipu muslihat sang Pendusta (Iblis), dosa masuk melalui manusia pertama Adam dan maut menjalar dan menyebar kesemua bangsa dan keturunannya tanpa ampun.
Namun karena belas-kasihan Nya, sang Khalik menyelinap masuk kebumi dengan  menjelma menjadi manusia berdarah dan berdaging dan rela dihukum dan dibunuh mati dengan penyaliban menggantikan umat manusia berdosa untuk menebusnya. Sesudah kebangkitanNya pintu Surga terbuka lebar bagi barangsiapa yang mau menerima Dia sebagai juruslamat pribadinya, dan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah, kepada mereka yang percaya dalam nama-Nya (John 1:12)

Romans 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
1 John 5:12-13 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal, yaitu kamu yang percaya akan nama Anak Allah.

Itulah jawaban dari tiga pertanyaan pokok yang ke-3 diatas > Setelah mati kita manusia kemana?

_______________________
http://www.mtc.org/dtrcc.html
https://www.youtube.com/watch?v=Qw-6E5jq5ZM
http://www.gotquestions.org/transubstantiation.html



Beranda