Sekilas Tentang TheologyKalau Biology adalah
ilmu Hayat dan Geology adalah
ilmu tentang Bumi Tanah, maka Theology
adalah ilmu tentang Ketuhanan Allah.
Apa intisarinya dan adakah
peluang penyesatan iman Jemaat Tuhan (Ekklesia) pada zaman akhir ini?
Apakah dogma agama-agama Katolik dan Kristen berpotensi mencemari
kebenaran
Alkitab (Kitab Suci); khususnya terhadap sistem percaya dan tata nilai kehidupan moral dunia? Tulisan ini untuk konsumsi kaum awam yang ingin menangkap secara cepat
apa itu Ilmu Teologi.
Ilmu Teologi awalnya
diprakarsai dengan tiga pertanyaan pokok yaitu;
Sebagai manusia
kita tidak mampu menjawab tiga pertanyaan diatas, kecuali ada informasi
dari 'luar' memberi tahu bahwa ada sang Pencipta yang menciptakan alam
semesta yang kelihatan dan yang tak terlihat,
Pada waktu yang ditentukan, Sang Khalik mendatangi dunia sebelum kita
lahir dan itulah yang Dia lakukan . . .
Hakekat Ilmu Teologi
Penginjil John Wesley pendiri gereja Methodist di abad 17 meringkaskan
bahwa empat masukan saja yang
menjawab tiga pertanyaan hakiki diatas yaitu Scripture
(Alkitab Perjanjian Lama dan Baru), Reason
(Akal budi), Tradition
(perjalanan sejarah Gereja menginterpretasi Alkitab), dan Experience (Pengalaman hidup orang
percaya). Bagan
gambar dibawah disebut varian Wesleyan Quadrilateral untuk mengenali
akan sang Khalik.
http://www.wesleyantheology.com/prolegomena.html
Reason,
Tradisi dan Experience
tidak memberi tambahan "sumber" kebenaran secara teologis, karena John
Wesley percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran total
tentang TUHAN Allah sebagai wahyu khusus, sedangkan ciptaan alam
semesta dan natur sebagai wahyu umum.
Apabila Alkitab adalah sumber tunggal kebenaran, maka Tradisi membantu mengerti pengajaran inti Alkitab/Kitab Suci.
Mari kita telaah apa
implikasi-nya kalau masing masing pilar (tiang) penyanggah atap
Theology: Tradition, Reason, Expereince melebihi
otoritas Kitab Suci
(Scripture). Walaupun Sejarah
Gereja mula-mula memberikan dasar pengajaran (doktrin) yang tidak
keliru, namun berkembangnya tradisi menjadi sumber petaka yang
menawarkan Injil yang lain. Misi pelayanan dan ketekunan gereja Roma
Katolik terkenal diseluruh dunia dengan perbuatan baiknya. Misi
penyebaran agama Katolik melalui pendidikan disekolah-sekolah dari
Taman Kanak-kanak sampai ke PerguruanTinggi harus diacungi jempol.
Belum lagi dengan melakukan pertolongan
perawatan orang-orang sakit dengan mendirikan rumah-rumah sakit
(Hospitals) dimana mana, khususnya di negara negara miskin.
Meskipun demikian
sayangnya sistem tata ibadah Roma Katolik membagikan . . .
Injil
Yang Lain
Lutheranisme [doktrin
keselamatan cuma-cuma oleh kasih karunia (grace) melalui iman (faith)
saja] terbit di awal abad-15. Menanggapi hal ini, gereja Katolik Roma
menyelenggarakan konsili di kota Trent bulan November 1544 dalam upaya
membungkam doktrin reformasi. Konsili ini membuat pernyataan-pernyataan
tentang berbagai subjek berbentuk kanon dan tidak pernah dirubah
oleh sistem keagamaan Katolik Roma.
Berikut dua contoh dari
beberapa pernyataan yang meniadakan doktrin Justifikasi (pembenaran
hanya oleh iman saja).
Canon 24: "Jika ada yang bilang,
bahwa pembenaran yang diterima tidak dilestarikan dan juga ditingkatkan
di hadapan Allah melalui perbuatan baik, tetapi mengatakan bahwa
perbuatan baik itu adalah buah-buah dan tanda-tanda dari Pembenaran
yang diperoleh, dan bukan penyebab dari pembenaran; biarkan Ia harus laknat. "
Canon 30: "Jika ada yang bilang,
bahwa, setelah anugerah Pembenaran telah diterima, untuk setiap orang
yang mengaku bersalah hutang hukuman kekal telah dihapuskan, dan sudah
tidak ada lagi hutang hukuman bersifat sementara baik di dunia ini,
atau berikutnya di Api Penyucian, sebelum pintu masuk Kerajaan Surga
bisa dibuka (kepadanya); biarkan
dia menjadi laknat. "
https://en.wikipedia.org/wiki/Council_of_Trent
http://history.hanover.edu/texts/trent/ct06jc.html
Karena karya Yesus
belum sempurna di kayu salib, maka iman Katolik Roma harus ditambah Perbuatan Baik disertai menerima
ekaristi (Eucharist). Misa kudus adalah puncaknya upacara
menerima keselamatan. Tata cara keagamaan yang diulang-ulang
setiap minggu demi penyelamatan dari hukuman kekal.
Ekaristi
dipercayai sebagai sakramen suci dan bukan simbol peringatan.
Tubuh dan darah Yesus berubah menjadi roti hosti dan anggur. Dengan
perkataan lain, bulatan hosti dan anggur benar benar menjadi daging dan
darah nya tubuh Yesus yang disalib 2000 tahun yang lalu (doktrin
transubstansi). https://en.wikipedia.org/wiki/Transubstantiation
Padahal ada tertulis:
Amat menyedihkan
bahwasanya Gereja Katolik Roma memperlakukan benda
mati (roti dan anggur) sebagai objek penyembahan berhala dan adorasi .
https://gaiakallistus.wordpress.com/2018/02/17/sun-worship-in-modern-churches/
Konsekwensinya, untuk mengakomodasi peyembahan berhala, sistem
keagamaan Roma Vatican menghapus perintah kedua dari 10 Dasa Titah (Ten
Commandments).
https://www.the-ten-commandments.org/catholic_church_idolatry.html
https://www.jesus-is-lord.com/tencomma.htm
Catatan:
Penulis menerima pendidikan Katolik sejak
kecil dari TK sampai SMA dikota Malang dan sama sekali tidak membenci
pemeluk sistem
keagamaan Roma Katolik yang lugu dan tulus dimanapun didunia, malah
sebaliknya amat prihatin akan Keselamatan Kekal (Eternal Security) yang
mereka dambakan untuk mendapatkannya. Damai sejahtera mengiringi
kepastian keselamatan 'terhalang atau dihalangi' oleh sistem ritual
sakramen ekaristi-nya. Katolik Roma sering disebut sebagai agama plus
karena apa yang telah ditambahkannya pada Injil kasih karunia.
Keselamatan Katolik
didasarkan pada Yesus plus
Maria, iman ditambah
perbuatan, kasih karunia ditambah sifat terpuji, Kitab Suci ditambah
tradisi dan darah Yesus ditambah api penyucian.
http://www.proclaimingthegospel.org/site/cpage.asp?sec_id=180014816&cpage_id=180082822
Catatan: Gnostic ialah pengetahuan rohani khusus secara intelektuil tentang segala sesuatu yang spiritual
Yesus Yang Lain
Katolik Yesus
Karena
karya Yesus belum selesai tuntas di kayu salib, maka tongkat
salib yang masih ada sosok tubuh nya dijadikan sandaran pegangan
oleh paduka Sri Paus (pemimpin tertinggi umat Katolik dunia) dalam
upacara upacara akbar keagamaan. Hal ini menyiratkan bahwa Kristus
Yesus masih menderita sampai sekarang.
http://www.novusordowatch.org/wire/francis-bent-cross.htm
https://www.cuttingedge.org/news/n2029.cfm
Dipihak lain gereja-gereja reformasi injili, menampilkan tanda salib
kosong sebagai simbul dan tanda bahwa Yesus Kristus telah mati dan
bangkit dari kubur setelah mengalahkan maut.
Yesus
Sejarah (The Jesus Seminar's Jesus)
Robert Funk ditahun 1985
dengan 30 akhli Alkitab mendiskusikan identitas Yesus demi pemisahan
mitos dengan fakta sejarah keberadaan Yesus sebagai manusia.
http://www.allaboutreligion.org/jesus-seminar.htm
Mormon
Yesus
Joseph Smith mengalami
penglihatan dari atas dan menemukan buku Mormon serta mengabungnya
dengan Alkitab sebagai pedoman kehidupan rohani pengikutnya
https://www.lds.org/scriptures/dc-testament/od?lang=eng
Saksi
Jehova Yesus
Charles Taze Russell sebagai
pendirinya diabad 19 percaya bahwa Yesus tidak pernah mengklaim
kesetaraan dengan Allah dan merupakan ciptaan yang pertama dari semua
ciptaan. Mereka tidak percaya Roh Kudus sebagai salah satu
oknum/pribadi dari Trinitas, melainkan sebagai 'kekuatan' (Power) Allah.
http://www.chick.com/bc/1985/jehovahswitness.asp
https://en.wikipedia.org/wiki/Jehovah's_Witnesses#Jehovah_and_Jesus_Christ
Roh
Yang Lain
Banyak tele-evangelists yang
masih menekankan pentingnya urapan 'roh' (jatuh terlentang &
berbahasa lidah) sebagai bukti yang harus dialami orang orang percaya.
Contoh; Fenomena "Toronto Blessing" diawal abad ke-21.
Menapaki kehidupan tidak
hanya melalui iman saja, tetapi harus dilengkapi dengan 'mengalami mujijat Tuhan, merasakan dan
melihat tanda-tanda ajaibNya'. Kesejukan rohani dan mengalami
berkat Tuhan khususnya dari segi finansiel perlu dikejar dan
ditagih. Alhasil fokus perjalanan hidup iman kristiani
berorientasi kepada berkatNya ketimbang kepada sang
Pemberi berkat. Akibatnya memanjakan 'diri sendiri' menjadi lebih
penting demi pertumbuhan iman. Cepat atau lambat kelompok yang
menekankan sumber otoritas ini akan mudah terseret dengan aliran aliran
non-kristiani seperti Yoga, Kebatinan, Meditasi dan Teologi Sukses.
Pergerakan Roh Zaman Akhir


Kaum
Injili (Evangelicals) mengutamakan Alkitab sebagai sumber
otoritasnya.
Pemeluk agama Katolik & Ortodoks Timur mempasrakan dirinya
kepada apa kata sang pemimpinnya berdasarkan tradisi sucinya.
Penganut aliran Karismatik/ Pentakosta cenderung mengutamakan
pengalaman rohani sebagai bimbingan hidup yang sukses dan berkelimpahan
berkat.
Kelompok Intelektual lebih
mantap dengan mental ratio logika pikirannya dalam menelaah segala
perkara-perkara rohani.
Akhirnya maksud tujuan Ilmu Teologi
dapat disarikan sebagai berikut . . .
Dari Alkitab baru tahu
bahwasanya manusia diciptakan oleh sang Khalik; Namun oleh tipu
muslihat sang Pendusta (Iblis), dosa masuk melalui manusia pertama Adam
dan maut menjalar dan menyebar kesemua bangsa dan keturunannya tanpa
ampun.
Namun karena belas-kasihan Nya, sang Khalik menyelinap masuk kebumi
dengan menjelma menjadi manusia berdarah dan berdaging dan rela
dihukum dan dibunuh mati dengan penyaliban menggantikan
umat manusia berdosa untuk menebusnya. Sesudah kebangkitanNya pintu
Surga terbuka lebar bagi barangsiapa yang mau menerima Dia sebagai
juruslamat pribadinya, dan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah, kepada
mereka yang percaya dalam nama-Nya (John 1:12)
Itulah jawaban dari tiga
pertanyaan pokok yang ke-3 diatas > Setelah
mati kita manusia kemana?