KESELAMATAN KEKAL
Proses Atau Instan?

Ishak Natan
  Okt 2019, Sep 2022



Jawabannya Ya dan Tidak

Instan Ya, dengan pengertian telah dimatereikan, disegel, tidak bisa diubah, sudah tuntas.

Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. (Eph 1:13-14 )

Rasul Paulus menulis kepada jemaat dikota Korintus sebagai "orang-orang kudus" yang hidupnya masih amburadul.

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. (1Co 1:1-2 )

Tidak dalam rangka proses pengudusan (sanctification) lewat pendidikan seperti seorang ayah mendisiplin anaknya yang ugal-ugalan. Statusnya sebagai anak tidak bisa diganggu gugat atau dianulir (dibatalkan).

Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? ... ; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. (Heb 12:5-10 )

Dilemma Pengertian 'Proses'
Gambar diagram dibawah mengambarkan alur kehidupan orang percaya yang digambarkan dengan dwi-warna.

Diagram 1:Life on Three Planes

Tetapi manusia alami (natural man) tidak menerima hal-hal dari Roh Allah, karena itu adalah suatu kebodohan baginya: ia juga tidak dapat mengenalnya, karena mereka secara rohani dilihat. Tetapi dia yang secara spiritual menghakimi semua hal, namun dia sendiri tidak diselidiki oleh siapa pun. (1Cor 2:14-15)

Saudara-saudara, saya tidak dapat berbicara kepada Anda sebagai rohani, tetapi sebagai manusia duniawi (carnal), bahkan seperti bayi di dalam Kristus. Jadi saya memberi Anda susu, bukan makanan; karena Anda belum mampu mencernanya, bahkan sekarang Anda tidak mampu menanggungnya, karena Anda berada di dunia alami. Karena ada permusuhan dan perselisihan di antara kamu, bukankah kamu memiliki sifat duniawi dan cara dunia? (1Cor 3: 1-3 )

Pertama, orang percaya yang sudah selamat umumnya susah dibedakan kelakuan hudupnya dengan orang-orang yang tidak percaya. Bahkan hidup orang-orang beragama lain jauh lebih baik dalam hal akhlak moral dan amal.
Manusia duniawi sebagai Kristen hidupnya diombang ambing antara hidup berdasarkan roh atau menuruti sifat kedagingannya.
Pergumulan antara manusia lama (kedagingan) >< manusia baru didalam diri orang percaya selalu bergejolak terus selama hayat dikandung badan.

Rasul Paulus menulis begini;

Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. .. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. .. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. .., maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. (Ro 7:14-25 )

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. (Ga 5:17-18 )

Hidup berorientasi keinginan daging Hidup berorientasi keinginan Roh

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Ga 2:19-20 )

Mengacu pada gambar diagram dwiwarna diatas, alur manusia duniawi (carnal) dimulai pada saat dia percaya dan turun naik, turun naik menjalani hidup berdosa, jatuh bangun, jatuh bangun  sampai meninggal dunia ('tidur'dalam Yesus). Dengan tulisan dibatu nisannya "Rest In Peace". 

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. (Ps 37:23-24 ) Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. (Pr 24:16 )

Yang kedua bahwa ada tiga aspek-tahapan keselamatan kekal yang sulit dimengerti oleh jemaat Tuhan pada umumnya yaitu; pengertian Sudah Selamat dari penghukuman dosa - Sedang Diselamatkan dari penguasaan dosa - Akan Diselamatkan dari keberadaan dosa. Penjelasan lebih rinci klik sini.

Yang ketiga jemaat Tuhan akan diadili pola kelakuan hidupnya setelah diselamatkan dari kematian kekal pada pengadilan takhta Kristus dan bukan dipengadilan Takhta Putih (Rev 20:11-15).

 . . sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1Co 3:13-15 )

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2Co 5:10 )

Contoh-contoh Keselamatan Kekal Terjadi Seketika Dan Sudah Tuntas

1) Yesus bersabda: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Joh 5:24 )
Perhatikan kata "sudah" dan bukan "sedang"! Jiwa (sukma) nya orang percaya sudah selamat dan aman, namun jasmaninya menantikan penebusan tubuh yang baru. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Ro 8:23-25 )

2) Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. . . Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. (Lu 19:2-9 )

3) Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea. (Joh 4:49-54)

4) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, (Col 2:11 ) Tubuh dosa telah disunat Kristus dalam diri manusia baru, klik sini.

5) Sudah disematkan hidup-kekal (eternal life) kepada setiap pribadi yang percaya kepada Yesus (manusia kedua dari sorga) yang telah mati menanggung DOSA seluruh umat keturunan Adam yang pertama dan dibangkitkan dari kematian oleh Adam yang akhir. Penjelasan lebih rinci klik sini.

6) Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" . . dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah. (Ac 16:27-34 )

7) Sama seperti manusia pertama Adam 'jatuh' berdosa memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat; Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. (Ge 3:7 ); demikian juga dengan anugrah keselamatan secara instan;

Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Ac 2:2-4 )

Lalu bagaimana dengan ayat-ayat .. ?
Jawab; Karena kita semua harus menghadap kursi penghakiman Kristus; agar setiap orang dapat menerima hal-hal yang dilakukan dalam tubuhnya, sesuai dengan yang telah dilakukannya, apakah itu baik atau buruk. (2Cor 5:10 )
Catatan: Pengadilan takhta Kristus berkenaan dengan hidupnya setelah menerima keselamatan lewat tubuhnya yang masih terbelenggu oleh penguasaan dosa, mendapat upah atau kehilangan pahala. Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya, dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku, supaya Aku akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut seperti perbuatannya. (Re 22:12 TLama)
Jawab; Saya disalibkan dengan Kristus: namun saya hidup; namun bukan aku, tetapi Kristus hidup dalam diriku: dan hidup yang sekarang aku hidup dalam daging aku hidup oleh iman Anak Allah, yang mengasihi aku, dan memberikan dirinya untukku. Saya tidak menggagalkan kasih karunia Allah: karena jika kebenaran datang oleh hukum Taurat, maka Kristus mati sia-sia. (Gal 2: 20-21 )

Kesimpulan
Orang percaya sedang diproses;
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. (Ro 6:22 )
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; (Col 3:5-10)



Maranatha