KESELAMATAN
KEKAL
Proses Atau Instan?
Ishak Natan
Okt
2019, Sep 2022
Jawabannya
Ya dan Tidak
Instan
Ya, dengan pengertian telah
dimatereikan, disegel, tidak bisa diubah, sudah
tuntas.
Rasul Paulus menulis kepada jemaat dikota Korintus sebagai "orang-orang
kudus" yang hidupnya masih amburadul.
Tidak
dalam rangka proses pengudusan
(sanctification)
lewat pendidikan
seperti seorang ayah mendisiplin anaknya yang ugal-ugalan.
Statusnya sebagai anak tidak bisa diganggu gugat atau dianulir
(dibatalkan).
Dan sudah
lupakah kamu akan nasihat yang
berbicara kepada kamu
seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng
didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau
diperingatkan-Nya; karena
Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya,
dan Ia menyesah orang yang
diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu
harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di
manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? ... ; kalau
demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa
segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam
waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi
Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian
dalam kekudusan-Nya. (Heb 12:5-10 )
Dilemma Pengertian 'Proses'
Gambar diagram dibawah mengambarkan alur kehidupan orang
percaya yang digambarkan dengan dwi-warna.
Tetapi manusia alami (natural man) tidak menerima hal-hal dari Roh Allah, karena itu adalah suatu kebodohan baginya: ia juga tidak dapat mengenalnya, karena mereka secara rohani dilihat. Tetapi dia yang secara spiritual menghakimi semua hal, namun dia sendiri tidak diselidiki oleh siapa pun. (1Cor 2:14-15)
Pertama,
orang percaya
yang sudah selamat umumnya susah dibedakan kelakuan hudupnya dengan
orang-orang yang tidak percaya. Bahkan hidup orang-orang beragama lain
jauh lebih baik dalam hal akhlak moral dan amal.
Manusia duniawi sebagai Kristen hidupnya diombang ambing antara
hidup berdasarkan roh atau menuruti sifat kedagingannya.
Pergumulan antara manusia lama (kedagingan) >< manusia baru
didalam diri orang percaya selalu bergejolak terus selama hayat
dikandung badan.
Rasul Paulus menulis begini;
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. (Ga 5:17-18 )
![]() |
![]() |
| Hidup berorientasi keinginan daging | Hidup berorientasi keinginan Roh |
Mengacu pada gambar diagram dwiwarna diatas, alur manusia duniawi (carnal) dimulai pada saat dia percaya dan turun naik, turun naik menjalani hidup berdosa, jatuh bangun, jatuh bangun sampai meninggal dunia ('tidur'dalam Yesus). Dengan tulisan dibatu nisannya "Rest In Peace".
Yang
kedua bahwa ada tiga
aspek-tahapan keselamatan kekal yang sulit dimengerti oleh jemaat Tuhan
pada umumnya yaitu; pengertian Sudah
Selamat dari penghukuman dosa - Sedang
Diselamatkan dari penguasaan dosa - Akan
Diselamatkan dari keberadaan dosa. Penjelasan lebih rinci klik sini.
Yang ketiga jemaat Tuhan akan diadili pola kelakuan hidupnya setelah diselamatkan dari kematian kekal pada pengadilan takhta Kristus dan bukan dipengadilan Takhta Putih (Rev 20:11-15).
Contoh-contoh Keselamatan Kekal Terjadi Seketika Dan Sudah Tuntas
1) Yesus bersabda: Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa
mendengar perkataan-Ku
dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal
dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah
pindah dari dalam maut ke dalam
hidup. (Joh 5:24 )
Perhatikan kata "sudah" dan bukan "sedang"! Jiwa (sukma) nya orang
percaya sudah
selamat dan aman, namun jasmaninya menantikan penebusan tubuh yang
baru. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima
karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai
anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang
dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih
mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa
yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Ro 8:23-25
)
2) Di situ ada seorang bernama
Zakheus, kepala pemungut cukai, dan
ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu,
tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara
untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke
tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun,
sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera
turun dan menerima Yesus dengan sukacita. . . Tetapi Zakheus berdiri
dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan
kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari
seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya:
"Hari ini telah terjadi
keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. (Lu
19:2-9 )
3) Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum
anakku
mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu
percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya
dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul
berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu
demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah
Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan
seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia
pulang dari Yudea ke Galilea. (Joh 4:49-54)
4) Dalam Dia kamu telah
disunat,
bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat
Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, (Col
2:11 ) Tubuh dosa telah disunat Kristus dalam diri manusia baru,
klik sini.
5) Sudah disematkan hidup-kekal (eternal life) kepada setiap pribadi yang percaya kepada Yesus (manusia kedua dari sorga) yang telah mati menanggung DOSA seluruh umat keturunan Adam yang pertama dan dibangkitkan dari kematian oleh Adam yang akhir. Penjelasan lebih rinci klik sini.
6) Ketika kepala penjara itu
terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia
menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa
orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru
dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami
semuanya masih ada di sini!" . . dan dengan gemetar tersungkurlah ia di
depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata:
"Tuan-tuan, apakah
yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah
kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau
akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang
yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa
mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya
memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan
menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia
sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah. (Ac 16:27-34 )
7) Sama seperti manusia pertama
Adam 'jatuh' berdosa memakan buah
pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat; Maka terbukalah mata mereka berdua
dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun
pohon ara dan membuat cawat. (Ge 3:7 ); demikian juga
dengan anugrah keselamatan secara instan;
Lalu bagaimana dengan ayat-ayat .. ?
Kesimpulan