Predestinasi >< Kehendak Bebas ?

Ishak Natan 
April 2010, Sep 2021

Pengantar

Selisih pendapat tentang 'bebas memilih' atau 'free will' sudah ada diawal abad ke-5 antara Agustinus dan Pelagius yang mengkontraskan dua aliran pemikiran yang paradox.  Agustinus bilang bahwa Tuhan Allah adalah sumber dan inisiasi untuk bertobat. Hal itu datang dari 'atas', dan bukan dari manusia. Disisi lain Pelagius yakin manusia mampu dan harus memilih apa yang benar karena dosa warisan tidak pernah ada. Anak bayi lahir tanpa cacat dosa sampai mereka besar dan memilih untuk berdosa. Isyu berubah menjadi perdebatan antara faham Predestinasi versus Kehendak Bebas (Free Will). Kemudian berkembang lebih seru dibidang theologia diabad ke-16, khususnya setelah Jacob Arminius (1560-1609), seorang teolog Belanda berusaha menjelaskan hubungan antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia tentang keselamatan. Ia dengan lima poin argumentasinya mempresentasikan kepada Gereja di Blanda ditahun 1610. Hal ini mengundang reaksi dari golongan Calvinis dengan menerbitkan T.U.L.I.P. (akronim mengacu tanaman bunga yang beken dinegeri Belanda). Akhirnya rapat Sinode dikota Dort tahun 1619 mengukuhkan konsep TULIP dan pandangan lima poin dari Jacob Armenius dianggap tidak alkitabiah.
Faham Kehendak Bebas dikenali dengan julukan
Arminianism, sebagai kebalikan dari Calvinism dalam doktrin keselamatan.
Istilah Calvinism mengacu kepada pengajaran dari karya-karya Johanes Calvin (1509-1564), seorang reformator kelahiran Prancis dan menetap di Swiss (Jenewa) sampai wafatnya. Seorang teolog terkenal pada zamannya setelah Martin Luther. Ia yang merancang sistem soteriologi  (studi tentang keselamatan) dan dikembangkan lebih jauh oleh para pengikutnya.

Sampai abad ke-21 selisih pendapat ini masih berkelanjutan di Indonesia.

https://www.youtube.com/watch?v=i5H2-izEiOo










Aliran Calvinism

Calvinism dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
Hyper-Calvinis, Lima Poin Calvinisme dan Calvinis Moderat.

Hiper-Calvinisme ber-keyakinan bahwa Allah menyelamatkan umat pilihan melalui kedaulatan-Nya dengan sedikit/ tanpa usaha dalam mengabarkan keselamatan (seperti penginjilan, pemberitaan, pemuridan dan doa bagi yang hilang). Kelompok ini menekankan kedaulatan Allah dan meniadakan peran tanggung jawab manusia dalam karya keselamatan.

Yang kedua kelompok 'Lima Poin Calvinisme'. Catatan:  Calvin tidak menulis ini, karena ia sudah mati sebelumnya ditahun 1564.

T - Total Depravity (kebejatan total),
U - Unconditional Election (pemilihan tanpa syarat),
L-  Limited Atonement (penebusan terbatas),
I -  Irresistible Grace  (rahmat yang tak tertahankan), dan
P - Perseverence of the Saints (ketekunan orang-orang kudus). 

  • Total kebejatan --> Sebagai akibat dari kejatuhan Adam, seluruh umat manusia sudah mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri (Gen 6:5; Jer 17:9; Roma 3:10-18).
  • Pemilihan tanpa syarat --> Karena manusia sudah mati dalam dosa, ia tidak mampu untuk menginisiasi respon kepada Allah, karena itu, dalam kekekalan Allah memilih orang-orang tertentu untuk diselamatkan. Pemilihan dan predestinasi adalah tanpa syarat, mereka tidak didasarkan pada tanggapan manusia (Roma 8:29-30; 9:11; Eph 1:4-6, Eph 1:11-12) karena manusia tidak mampu untuk menanggapi, apalagi mau untuk diselamatkan.
  • Limited Atonement --> Karena Allah menetapkan bahwa orang-orang tertentu diselamatkan sebagai hasil dari pemilihan Allah yang tak bersyarat, Allah juga menentukan bahwa Kristus hanya mati bagi umat pilihanNya saja. Semua yang Allah telah pilih dan Kristus telah mati untuk mereka akan diselamatkan (Mat 1:21; Joh 10:11; 17:9; Act 20:28; Roma 8:32; Eph 5:25).
  • Irresistible Grace --> Mereka yang terpilih dan Kristus telah mati untuk mereka, Allah menarik mereka kepada diri-Nya melalui kasih karunia yang tak tertahankan. Allah membuat orang bersedia dan mau datang kepada-Nya. Ketika Allah memanggil, manusia mengiakan (Joh 6:37,44; 10:16).
  • Ketekunan orang-orang kudus --> yang Allah telah pilih dan ditarik kepada diri-Nya melalui Roh Kudus akan bertekun dalam iman. Yang Allah telah pilih tidak akan hilang; mereka kekal aman (Joh 10:27-29, Roma 8:29-30; Eph 1:3-14).
  • Kelompok ketiga adalah Calvinis Moderat. Mereka dapat menerima satu atau lebih dari lima poin TULIP, tetapi tidak semuanya.

    Keatas

    Aliran Arminianism

    Dilain pihak faham Kehendak Bebas lebih jelas dengan mengkontraskan Arminianisme dengan 'Lima Poin Calvinisme'.

    (1) Total/Partial Depravity  - umat manusia tercemar oleh dosa, tetapi tidak sampai orang tidak bisa memilih untuk datang kepada Allah. Orang bisa memilih untuk menerima atau menolak keselamatan tanpa campur tangan dari Allah.
    (2)  Conditional Election - Allah memilih siapa yang akan diselamatkan didasarkan bahwa Allah mengetahui sebelumnya siapa yang akan memutuskan untuk percaya. Allah memilih orang-orang yang Dia tahu akan percaya dengan kondisi bahwa orang yang bersangkutan mau memberikan respon.
    (3) Unlimited Atonement (Pendamaian tanpa batasan) - Yesus mati untuk semua orang, bahkan untuk mereka yang tidak memilih dan tidak percaya. Kematian Yesus adalah untuk semua umat manusia, dan siapa pun dapat diselamatkan oleh keyakinan di dalam Dia kalau mau.
    (4) Resistable Grace - panggilan Allah kepada seseorang untuk diselamatkan dapat diterima atau ditolak. Orang dapat menolak Anugrah keselamatan Tuhan walaupun Allah telah meyampaikan panggilanNya.
    (5) Conditional Security - Orang Kristen dapat kehilangan keselamatan mereka jika mereka tetap hidup dalam dosa atau jatuh dan menjauh dari Allah. Memelihara anugrahNya diperlukan bagi orang percaya demi mempertahankan keselamatan yang telah diterimanya. Pengajaran 'Kehendak Bebas' banyak dijumpai dikalangan gereja-gereja Pentakosta dan Kharismatik.

        Berangkat dari latar belakang Predestination (Pemilihan yang telah ditetapkan) dan Free Will (Kemerdekaan untuk menentukan pilihan), kedua faham diatas dapat lebih diserap dengan melihat kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dari Calvinism adalah pengertian 'Eternal Security' yang disamakan dengan akronim OSAS (Once Saved Always Saved). Proses Kehidupan Kristen yang mengacu ke- Hidup Kudus (Sanctification) sulit dicerna apabila orang berdosa yang telah ditebus itu masih meragukan akan keselamatannya. Disisi lain, kelemahannya adalah 'pintu Anugrah' cenderung tidak dibukakan, ditawarkan dan diberitakan seluas luasnya karena toh Allah sendiri yang akan menetapkan siapa siapa yang diselamatkan berdasarkan kedaulatanNya.
        Mereka yang memberitakan, sudah cenderung apriori (berpraduga) bahwa jangan jangan mereka yang akan dipanggil sudah masuk kategori bukan umat pilihan, sehingga usaha Pekabaran Injil tidak diprioritaskan dan diutamakan.
    Sedangan dipihak Armenianism, keunggulannya adalah Global Anugrah Keselamatan - Unlimited Atonement. Injil Anugraha diberitakan dan ditawarkan kepada segala bangsa apapun agamanya, warna kulit dan kebudayannya. Kekurangan kelompok ini menempatkan unsur 'kehendak manusiawi' secara otonom, tanpa pengaruh dari ‘atas’. Faham ini memposisikan manusia masih memiliki daya kuasa penuh untuk mengatakan 'Tidak Mau' atau 'Mau' terhadap tawaran AnugrahNya. Bagi yang 'Mau' menerima anugerah keselamatan, mereka sepertinya perlu 'kerja keras' untuk memelihara dan 'merawat' AnugrahNya agar tidak hilang atau dicopot.

    Singkatnya, Calvinisme menyatakan bahwa Tuhan mentakdirkan, memilih sebagian orang untuk diselamatkan dan yang lain tidak. Mereka yang terpilih, ditetapkan oleh Allah sebelumnya agar menerima keselamatan dan tidak akan mampu menolak anugerahNya . Sedangkan, mereka yang tidak dipilih akan hilang selamanya dan masuk ke lautan api, tanpa harapan untuk selamat. Doktrin ini pada umumnya menjadi ciri gereja-gereja Reformasi dan beberapa Baptis.

    Keatas

    Pandangan Kitab Suci

    Mari kita melihat apa yang tertulis dalam Alkitab.
    Apakah Predestinasi hanya dibatasi kepada sekelompok tertentu yang dipilih untuk diselamatkan dan yang lainnya tidak? Bagaimana dengan orang orang atheis, agnostik, animis dan pemeluk agama agama lain bukan Kristen?

    1 John 2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
    John 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    1 Timothy 2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
    1 Timothy 2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
    2 Corinthians 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
    Mark 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
    2 Peter 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
    Acts 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
    Romans 5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
    Hebrews 2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
    Romans 10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

    Lalu, bagaimana dengan ayat ayat berikut;

    Romans 8:29-30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
    Romans 8:29-30 For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren. Moreover whom he did predestinate, them he also called: and whom he called, them he also justified: and whom he justified, them he also glorified.

    Konteks dari pasal delapan kitab Roma diatas  berkaitan dengan masalah Eternal Security (Keamanan Kekal) bagi mereka mereka yang telah diselamatkan. Sebab ayat-ayat pertama dibuka dengan:

    Romans 8:1-2 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

    dan ditutup dengan -->

    Romans 8:38-39 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.


    Terjemahan Bahasa Indonesianya kurang pas, seyogianya 'Allah mengetahui sebelumnya' (foreknowledge) dan 'bukan semua orang yang dipilih-Nya dari semula'(ayat 29). TUHAN Allah mengetahui yang akhir dari awal, sebab Dia adalah Allah yang Omniscient (MahaTahu) seperti tertulis:

    Isaiah 46:9-10 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,
    Isaiah 46:10 Declaring the end from the beginning, and from ancient times the things that are not yet done, saying, My counsel shall stand, and I will do all my pleasure:

    TUHAN Allah dari 'perspektif kekekalan' (diluar dimensi ruang & waktu) mengetahui siapa siapa yang akan menerima AnugrahNya dan tidak menetapkan 'engkau harus' karena Allah memberikan kebebasan untuk menerima atau menolak tawaranNya. Secara  hakiki, Allah yang adalah Kasih menyiratkan himbauan kepada manusia berdosa untuk datang kepadaNya tanpa paksaan. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu". Mat 11:28
    Kalau ada yang bilang bahwa 'dari sono' nya sudah ditetapkan dan telah dipilih, maka ia memposisikan dirinya sebagai juri (hakim), padahal Paulus menulis:

    1 Corinthians 1:11-13 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

    1 Corinthians 4:5-6 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah. Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

    Seumpama ditulis dizaman Now, akan seperti ini: "Adakah Johanes Calvin disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Jacob Armenius"?

    Keatas

    Lalu bagaimana dengan ini . . .

    Ephesians 1:4-5 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

    Paulus menulis kepada orang-orang kudus di Efesus tentang segala berkat-berkat rohani sorgawi 'didalam Kristus' yang telah dicurahkan sebagai bekal untuk hidup kudus bagi anak anak Tuhan Allah. Perlu direnungkan perbedaan pengertian diluar Kristus, ke-Kristus dan di-dalam Kristus. 
    Perikop ayat ayat itu menekankan pengertian -->

    Ephesians 1:11-14 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

    Terjemahan bahasa Inggrisnya lebih jelas dalam menampilkan urutan proses 'keselamatan'.

    Ephesians 1:13-14 In whom you also trusted, after you heard the word of truth, the gospel of your salvation: in whom also after you believed, you were sealed with that Holy Spirit of promise, Who is the guarantee of our inheritance until the redemption of the purchased possession, unto the praise of his glory.

    Dilain pihak faham 'Kehendak Bebas' mengajarkan bahwa manusia dapat memberikan respon melalui kemampuannya sendiri. Apa begitu?

    Ephesians 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
    Ephesians 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
    Galatians 3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.

    Pertanyaannya, bilakah seseorang mengetahui bahwa ia sudah dipilih dari semula? Sebelum percayakah atau sesudah percaya? Sebelum menerima atau sesudahnya? Apa kesimpulan Anda?

    Keatas

    Ringkasan

    Ada dua alur pemahaman. Yang pertama dari titik tolak predestinasi. Tuhan menciptakan sebagian umat manusia untuk diselamatkan dan sebagian yang lain menjadi hilang. Oleh karena itu, di-keberadaan kekal (Eternal State), orang percaya  "ditakdirkan" (predestinasi) dan tak peduli dikelompok mana orang berada, di situ tidak ada manusia yang bisa lakukan. Itu adalah pilihan Allah, bukan kita manusia. Mereka yang ditakdirkan untuk keselamatan akan dilahirkan kembali dititik waktu hidup jasmani mereka. Karena Allah yang pilih, keselamatan tidak bisa hilang. Dan orang-orang yang tidak terpilih tidak terselamatkan. Pandangan ini disebut aliran Calvinis. 

    Yang kedua pemikiran faham Kehendak Bebas; berpandangan bahwa manusia dapat menolak atau menerima tawaran anugrah Tuhan.
    Namun Tuhan tidak memaksa, hanya menghimbau untuk menerima anugrah tersebut

    2 Peter 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.  

    Posisi ini dianut oleh pengikut Arminian. Implikasinya barangsiapa yang menolak, resikonya ditanggung sendiri dan bukan ditentukan sebelum dunia dijadikan. Alasannya?  

    John 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

    John 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

    Kebebasan memilih diberikan seperti halnya dengan 'mengunakan hak pilih pada waktu Pemilihan Umum'. Walaupun demikian, toh iman untuk percaya itu juga datang dari 'atas' dan bukan muncul otomatis dari dalam diri manusia yang sudah bejat total.
    Contoh Alkitab: Seorang ayah yang
    anaknya kerasukan roh bisu minta tolong kemurid-murid Yesus dan gagal melepaskannya. Ayah ini mengeluh pada Yesus dan anak tersebut dibawa ke hadapanNya dalam keadaan 'terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa'. Wawancara singkat terjadi:
    Mark 9:21-24 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya.Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" 

    Kita lihat disini sang ayah percaya namum butuh intervensi dari 'atas', dan bukan seluruhnya dari diri sendiri

    Meminjam analogi dari dunia industri. sepertinya setiap 'produk' roh/jiwa yang lahir kedunia, memiliki "nomer identitas", dan dicatat didalam "Kartu Induk Produksi".
    Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Eze 18:4
    Hebrews 12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

    Sebelum dunia dijadikan TUHAN Allah dalam kemaha-kuasaNya menulis nama SETIAP ORANG didalam kitab kehidupan. Dan tidak disebut kitab kematian atau kitab kebinasaan. Mereka yang tidak mau tobat dan percaya/ pasrah sampai akhir hayatnya, barulah namanya dihapus. Bagi yang percaya dan menerima Yesus sebagai Juruslamat dan Tuhan pribadinya, maka namanya dicawang (di-tick). Ada unsur kebebasan untuk menolak dan ada unsur kemerdekaan untuk menerima.
    Sama seperti kalau kita menerima surat undangan menghadiri pernikahan, umumnya dikartu undangan ada permintaan RSVP. Undangan yang meminta respon. Artinya kalau kita mau datang menghadiri perjamuaan kawin tersebut kita perlu memberi tahu pihak penyelenggara supaya tahu persis berapa jumlah tamu yang akan datang beserta nama nama yang akan hadir. Yang mau memilih untuk hadir, namanya tertulis pada -Daftar Undangan- dicawang sebagai konformasi bahwa yang diundang pasti datang dengan kata lain 'dipilih'. Demikian juga halnya undangan untuk menerima Kabar Baik itu menuntut respon.

    Contoh: Saking Allah sangat mengasihi umat pilihanNya [Israel], mereka toh mampu menolak kedatangan anakNya sebagai Mesias mereka dan Yesus bernubuat:

    Luke 13:34-35 O Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

    Keatas

    Kesimpulan

    Seperti Anda dapat lihat, titik inti perselisihan tentang Predestination atau Free Will, adalah pilihan SIAPA bahwa manusia diselamatkan. Apakah itu pilihan sepenuhnya dari Tuhan berdasarkan kedaulatanNya atau sepenuhnya kita manusia yang memilih?

    Dengan kalimat lain, kebenaran Firman Tuhan itu seumpama 'Batu Intan' yang memiliki ratusan faset-faset diseluruh permukaan nya. Sama seperti salah satu faset utamanya berseberangan total dengan faset inti kebalikannya, demikian juga antara faset pikiran kedaulatan Allah dan faset logika pikiran manusia.
    Kedua faham pengertian tersebut  adalah setengah kebenaran. Predestinasi dan Kehendak Bebas adalah seluruh kebenaran Alkitabiah.


    Penutup

    Sebuah kisah jenaka menceritakan sekelompok akhli-akhli teologia membahas predestinasi dan kehendak bebas. Diskusi menjadi hangat dan beralih ke perselisihan sampai pecah menjadi dua fraksi yang saling bermusuhan. Lalu seorang berdiri karena ia tidak tahu kepada grup yang mana ia akan pilih. Akhirnya ia memutuskan bergabung dengan grup predestinasi. Ia melangkah mendekati dan disambut dengan: "Siapa suruh lu kemari?" "Tidak ada yang suruh, aku sendiri yang pilih untuk bergabung." "Aha, Kehendak Bebas?', mereka berteriak kepadanya: "Kamu tidak bisa datang kesini. Tempat lu digrup sana". Kemudian ia berbalik dan melangkah ke-kelompok 'Free Will'. Pada waktu ia mau duduk, seorang dari mereka nyeletuk,"Eh, kapan kamu memutuskan untuk bergabung dengan kami?" "Aku tidak memutuskan, aku disuruh kemari", jawabnya. "Dikirim kemari?", teriak mereka dengan mata melotot. "Lu kagak bisa join, kecuali lu sendiri yang putusin dan bukan disuruh." Alhasil teolog ini tidak diterima dimana-mana, padahal ada tertulis:

    Romans 14:13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! Romans 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

    Maranatha

    Keatas

    Beranda

    ________________
    https://www.bible-truth.org/IsCalvinismBiblical.html
    http://www.gotquestions.org/arminianism.html
    http://en.wikipedia.org/wiki/Calvinism#Calvinism_Today
    http://en.wikipedia.org/wiki/Hyper-Calvinism#Comparison_to_historic_doctrines
    http://gracethrufaith.com/ask-a-bible-teacher/a-predestination-question-2/#more-12297