
Ishak Natan
Sept. 2025
Pengantar
Mazmur 83 sering dianggap sebagai nubuat ganda yang memiliki
makna historis dan eskatologis (akhir zaman), terutama dalam konteks
kelahiran negara Israel modern pada 14 Mei 1948. Konsep ini
didasarkan pada pemahaman bahwa nubuat Alkitab dapat memiliki
penggenapan parsial di masa lalu dan penggenapan penuh di masa depan.
(1) Mazmur Asaf: suatu nyanyian. (2) Ya
Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah
berpangku tangan, ya Allah! (3) Sebab sesungguhnya musuh-musuh-Mu
ribut, orang-orang yang membenci Engkau meninggikan kepala. (4) Mereka
mengadakan permufakatan licik melawan umat-Mu, dan mereka berunding
untuk melawan orang-orang yang Kaulindungi. (5) Kata mereka: "Marilah
kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak
diingat lagi!" (6) Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati,
mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau: (7) Penghuni
kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar, (8) Gebal dan
Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus, (9) juga Asyur telah
bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot. Sela (10)
Perlakukanlah mereka seperti Midian, seperti Sisera, seperti Yabin
dekat sungai Kison, (11) yang sudah dipunahkan di En-Dor, menjadi pupuk
bagi tanah. (12) Buatlah para pemuka mereka seperti Oreb dan Zeeb,
seperti Zebah dan Salmuna semua pemimpin mereka, (13) yang berkata:
"Marilah kita menduduki tempat-tempat kediaman Allah!" (14) Ya Allahku,
buatlah mereka seperti dedak yang beterbangan, seperti jerami yang
ditiup angin! (15) Seperti api yang membakar hutan, dan seperti nyala
api yang menghanguskan gunung-gunung, (16) kejarlah mereka dengan
badai-Mu, dan kejutkanlah mereka dengan puting beliung-Mu; (17)
penuhilah muka mereka dengan kehinaan, supaya mereka mencari nama-Mu,
ya TUHAN! (18) Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut
selama-lamanya; biarlah mereka tersipu-sipu dan binasa, (19) supaya
mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi
atas seluruh bumi. (Ps 83:1-18)
Aplikasi Historis
Secara historis, Mazmur 83 adalah doa yang ditulis oleh Asaf, seorang
pemimpin pujian di masa Raja Daud. Ia memohon kepada Tuhan untuk
bertindak melawan koalisi sepuluh bangsa yang bersekongkol untuk
membinasakan Israel. Daftar musuh-musuh ini—seperti Edom, Ismael, dan
Moab—adalah bangsa-bangsa kuno yang secara geografis mengelilingi dan
mengancam Israel. Doa ini adalah respons langsung terhadap ancaman
militer regional yang nyata pada saat itu.
Berikut daftar yang muncul (Psalm 83:6-9):
Edom → keturunan Esau, menetap di selatan Yehuda (wilayah Yordania
selatan sekarang).
Ismael (orang Ismael) → keturunan Ismael, hidup di wilayah padang gurun
Arab.
Moab → keturunan Lot, di timur Laut Mati (Yordania sekarang).
Hagri (Hagrites) → suku Arab dari timur Yordan.
Gebal → kemungkinan wilayah Fenisia atau Edom (ada perdebatan).
Amon → juga keturunan Lot, di wilayah Yordania modern.
Amalek → musuh kuno Israel dari Negev dan Sinai.
Filistin → penduduk pesisir Gaza.
Tirus → kota Fenisia (Lebanon modern).
Asyur → kerajaan besar di Mesopotamia (Irak utara modern), yang
dikatakan “membantu bani Lot”.
Aplikasi Eskatologis
Banyak ahli eskatologi meyakini bahwa Mazmur 83 menubuatkan peristiwa
di akhir zaman, di mana sebuah koalisi bangsa-bangsa akan kembali
bersekutu untuk menyerang Israel. Dalam pandangan ini, doa Asaf
berfungsi sebagai prototipe atau bayangan dari konflik yang akan datang.
Para penafsir melihat adanya kesamaan antara koalisi historis
yang disebutkan dalam mazmur dan aliansi musuh Israel di masa depan.
Meskipun nama-nama modern dari bangsa-bangsa tersebut mungkin berbeda,
letak geografis dan niat mereka (yaitu, menghancurkan Israel) tetap
sama. Mereka menafsirkan mazmur ini sebagai gambaran dari perang
regional besar yang akan terjadi menjelang Perang Gog dan Magog yang
lebih global (dijelaskan dalam Yehezkiel Eze.38:1-23;39:1-29).
Kelahiran kembali negara Israel pada tahun 1948 dalam satu hari
dianggap sebagai penggenapan nubuat penting (Yesaya Isa 66:8), yang
menjadi prasyarat bagi nubuat akhir zaman, termasuk Mazmur 83.
Kelahiran kembali Israel menandakan kembalinya bangsa itu ke tanah
airnya setelah berabad-abad terpencar, yang dianggap sebagai sinyal
bahwa nubuat-nubuat akhir zaman kini dapat terwujud.
Para penafsir melihat kesamaan antara koalisi historis yang disebutkan
dalam Mazmur 83 dan aliansi musuh Israel di masa depan. Serangan Hamas
pada 7 Oktober 2023
adalah manifestasi modern dari kebencian ini, yang telah memicu perang Israel
di tujuh front:
Gaza — Konflik dengan Hamas di Jalur Gaza.
Lebanon — Terutama dengan Hizbullah.
Suriah — Melibatkan milisi yang didukung Iran dan wilayah Suriah.
Tepi Barat (sering disebut sebagai "Yudea dan Samaria") — Operasi
Israel terhadap berbagai kelompok militan Palestina.
Irak — Milisi yang berpihak pada Iran yang berbasis di Irak melancarkan
serangan atau membantu pihak lain.
Yaman — Terutama Houthi yang melancarkan serangan (drone, rudal) atau
ancaman.
Iran — Sebagai target/sumber ancaman yang lebih langsung; termasuk
upaya serangan dan serangan balasan.
Perang multi-front ini, yang mengelilingi Israel, dilihat oleh para
penafsir sebagai penggenapan modern dari Mazmur 83, di mana
bangsa-bangsa di sekitar tanah perjanjian bersekutu untuk melenyapkan
Israel.
Penggenapan Ganda Mazmur 83
Konsep penggenapan ganda menunjukkan bahwa Mazmur 83 memiliki penggenapan parsial di masa lalu melalui konflik-konflik regional
Israel kuno. Namun, nubuat yang sama akan mencapai penggenapan
penuh di akhir zaman. Kelahiran kembali Israel pada tahun 1948 adalah
katalisator yang memungkinkan penggenapan penuh ini terjadi. Perang
multi-front yang melibatkan Iran dan proksinya menjadi bukti bahwa doa
Asaf tidak hanya relevan untuk masa lalu, tetapi juga memberikan
pemahaman tentang ancaman yang dihadapi Israel modern.
Kesimpulan
Jangan lupa bahwa Mazmur 83 sering kali dibedakan dari nubuat akhir
zaman lainnya, seperti Perang Gog dan Magog dalam Yehezkiel Eze.38:1-23;39:1-29. Meskipun keduanya melibatkan serangan terhadap Israel, Mazmur
83 biasanya ditafsirkan sebagai konflik yang lebih bersifat regional,
melibatkan negara-negara tetangga Israel, Palestina (Gaza/West Bank),
Lebanon (Hezbollah), Suriah, Yordania, Irak, dan kelompok Arab/Islam
lain yang bermusuhan dengan Israel.
Sementara itu perang Gog dan Magog dianggap sebagai invasi dari
aliansi lingkaran yang lebih luas dan jauh.
Mazmur 83 dapat pula dilihat sebagai nubuat yang
memiliki dua lapisan makna: satu yang sudah digenapi secara historis di
masa lalu dan satu lagi yang sedang digenapi di masa kini.
Maranatha
__________________________
https://www.nytimes.com/2023/11/09/us/politics/river-to-the-sea-israel-gaza-palestinians.html
https://www.jewishvoiceforlabour.org.uk/article/history-of-the-slogan-from-the-river-to-the-sea/
https://id.wikipedia.org/wiki/Dari_sungai_ke_laut