LAZARUS DIBANGKITKAN YESUS

Ishak Natan

Oct 2016, Sep 2021, Mei 2022




Ringkasan
:

Saudara-saudara perempuan dari Lazarus yang sakit mengirim kabar (identik dengan doa) kepada Yesus supaya datang segera. Yesus dengan sengaja mendiamkan permintaan mereka demi menyatakan kemuliaan Allah. Setelah dua hari baru Yesus mengajak murid-murid Nya pergi walaupun diperingatkan bahwa orang orang Yahudi didaerah Judea ingin membunuhnya.
Namun mereka kaget setelah diberi tahu Yesus bahwa Lazarus sudah mati supaya murid-muridNya belajar percaya. Ketika rombongan tiba, Lazarus telah empat hari dikubur dan kerabat orang-orang Yahudi menghibur Marta dan Maria. Marta komplain Yesus dan dihibur Yesus bahwa Lazarus akan bangkit. Marta percaya bahwa saudaranya akan bangkit pada akhir zaman, padahal Yesus meyakinkan Marta saudaranya bakal bangkit sebentar lagi.

Maria menyusul tersungkur menangis dengan komplain yang sama disertai tangisan orang-orang Yahudi. Ketika Yesus melihat koor tangisan mereka dan mendengar olokannya, Yesus menangis bukan karena sedih tetapi karena amat jengkel (masgyul).
Setelah Marta ditantang untuk percaya akan kuasa Yesus, akhirnya mentaati perintahNya dan batu penutup kubur diangkat. Sebelum berteriak memanggil Lazarus, Yesus mengucap syukur dulu kepada BapaNya demi orang-orang Yahudi yang mengelilingi Nya supaya mereka dapat percaya.

Intisari perikop bahasan ialah Pembelajaran Untuk Percaya (Learning To Trust)

Catatan:
Menurut Talmud Yahudi nyawa orang mati ngambang selama tiga hari untuk masuk kembali ketubuhnya. Ketika sang nyawa (soul) melihat muka mayat dan tubuh berubah membusuk, ia lalu pergi.

Tuhan Yesus menunda sedemikian rupa agar ketika tiba di Bethany pas pada hari ke-empat yang mana kebangkitan sudah tidak dimungkinkan lagi.
Sebelumnya murid-muridNya mengira Lazarus tertidur karena sakit dan akan disembuhkan oleh Tuhan, namun jawaban Yesus amat mencengangkan mereka; “ tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya “ Joh 11:15.
Komplain sama dengan Marta dilontarkan Maria juga sambil menanggis sehingga Yesus ikutan menanggis. Orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan mengikuti Maria menyindir Yesus dan Alkitab mencatat reaksi Yesus dengan kata ‘masygullah’  (groaned) = mengeluh.
Kata mengeluh juga dipakai dikitab Roma; "Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita". Ro 8:22-23

Interaksi dengan Marta berdampak luar biasa dan belum pernah diucapkan oleh siapapun dibawa kolong langit;
"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup
walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”(Joh11:25-26).
Sabda Tuhan ini seyogyanya dihafal dan direnungkan berkali-kali.


Marta sebagai kepala keluarga setelah ditantang Yesus untuk percaya akhirnya patuh mengizinkan batu penutup kubur diangkat.
Yang amat menarik ialah Tuhan mengucap syukur dahulu sebelum berteriak. Mengapa?
Jawabannya adalah supaya orang-orang Yahudi yang hadir dikuburan Lazarus dapat percaya kepadaNya setelah melihat kemuliaan Allah. Joh11:41-44
Bayangkan orang mati tergeletak membusuk terbungkus seluruh tubuhnya mendadak keluar dan berdiri.
Setelah bangkit keluar, mereka kemudian disuruh membuka kain kapan dan kain peluh agar Lazarus dapat berjalan lagi.

Percaya (trusting) menuntut ketaatan kepada Tuhan Yesus dan bukan pengertian akal manusia.
Bagian Tuhan mengerjakan yang tidak mungkin (= membangkitkan orang mati), sedangkan bagian manusia mengerjakan yang bisa dilakukan (= mengangkat batu dan membebaskan Lazarus dari kain balutan-nya).


Resurrection is not something that Jesus does,
resurrection is something that Jesus is.

Sakitnya Lazarus sampai mati di-interupsi oleh Tuhan Yesus demi kemuliaaan Tuhan Allah dan dipakai sebagai bukti bahwa Yesus adalah Kebangkitan dan Hidup. Kebangkitan Lazarus adalah bukti pertama dari ucapan "ia akan hidup walaupun ia sudah mati," sedangkan bukti susulan  " ... dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" ; akan digenapi dimasa depan pada saat Tuhan Yesus datang kembali sewaktu orang-orang percaya (tubuh Kristus = jemaat Tuhan dari segala bangsa dan bahasa) masih hidup.

1 Thes 4:16-17 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.  

Knowing that Jesus died and rose again 2000+ years ago that is intellectual assent (no salvation); believing that Jesus has died in our place that is salvation (saving faith) 1Cor15:1-4

Kisah nyata sebelum Perang Dunia I . . .

Ada dua lelaki bersaudara keturunan Jerman beremigrasi ke Amerika. Mereka menikah dengan gadis-gadis Amerika, beranak pinak dan membangun rumah di Amerika. Namun ada perbedaan mencolok diantara dua saudara ini. Yang satu menjadi warga secara naturlisasi; yang lain tidak.
Lalu diawal abad ke-20 dua lelaki bersaudara ini berkesempatan mengunjungi negeri Jerman tanah tumpa darah mereka. Pada tanggal 1 Agustus 1914, deklarasi perang dunia diumumkan dan mereka buru-buru pulang balik ke Amerika. Mereka sampai di Belgia dan prajurit jaga seorang Jerman berteriak:”Berhenti”.
“Engkau tidak bisa menahan saya” sahut yang seorang.
”Saya warganegara Amerika”.
“Perlihatkan dokumen anda?”
Ketika surat naturalisasi ditunjukkan, dia boleh lewat dan saudaranya mengikuti dibelakangnya tapi distop dan ditanya; “Boleh saya lihat dokumen anda?”
“Maafkan tuan saya tidak ada surat, tetapi saya juga warga Amerika seperti saudaraku itu. Saya ke Amerika bersama dia. Saya memiliki properti, saya membayar pajak dan saya punya keluarga seperti dia. Saya hanya tidak bawa surat naturilisasi."
Tahukah Anda apa kelanjutannya?
Yang ber-warganegara Amerika pulang ketanah adopsinya, sedangkan yang lalai mengurus kewarganegaraannya harus balik ke Berlin untuk bekerja dipabrik industri membuat peluru-peluru selama peperangan berlangsung. 

Pembaca yang bijaksini apakah Anda sudah memiliki bukti Kewarganegaraan Surgawi?

 Maranatha


Beranda