TUHANPendahuluan
Salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah alkitabiah adalah tentang Raja Koresh (Cyrus) dari Persia (Iran), seorang raja kafir yang disebut secara langsung oleh Tuhan dalam kitab Yesaya sebagai “gembala-Ku” dan “yang diurapi-Ku”. Yang lebih mencengangkan lagi, nubuat ini ditulis sekitar 150 tahun sebelum Koresh lahir.
Bagaimana Koresh bisa mengetahui nubuat itu? Menurut Alkitab, tradisi Yahudi, dan catatan sejarah, nabi Daniel memainkan peran penting dalam menyampaikan nubuat itu kepada sang raja. Artikel ini menyajikan tiga sumber utama—Alkitab, bukti arkeologi, dan tulisan Yosefus—yang bersama-sama memperkuat kisah ini.
Yesaya menubuatkan tentang Koresh dalam pasal 44–45:
Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!" (Isa 44:28)
Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang
Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku
menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya
Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang
tidak tinggal tertutup: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan
hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga
dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu
harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya
engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau
dengan namamu. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka
Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau
tidak mengenal Aku. (Isa 45:1-4)
Menurut Herodotus dan Xenophon (sejarawan Yunani kuno):
Nubuat ini menyatakan bahwa Koresh akan:
Nubuat ini sangat spesifik—menyebut nama “Koresh” secara literal.
Kitab Daniel menunjukkan bahwa nabi Daniel tetap memiliki kedudukan tinggi pada masa pemerintahan Media-Persia:
“Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pemerintahan Koresh, orang Persia itu.” (Daniel 6:28)
Daniel juga disebut hidup hingga tahun pertama Koresh (Daniel 1:21).
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem." (Ezr 1:1-4)
Silinder Koresh adalah peninggalan kuno bertuliskan bahasa Akkadia, ditemukan di Babel, yang kini disimpan di British Museum.
Dalam silinder itu, Koresh menulis bahwa ia:
“Aku mengembalikan orang-orang mereka ke tempat kediaman mereka… Aku memulihkan tempat-tempat ibadah mereka dan membiarkan mereka menyembah dewa-dewa mereka.”
Meskipun ditulis dari perspektif politeistik Babilonia, ini sejalan dengan Ezra pasal 1. Koresh secara umum memang membebaskan berbagai bangsa termasuk Israel.
Dalam karyanya Antiquities of the Jews (Buku XI, Bab 1), Flavius Yosefus, sejarawan Yahudi abad pertama, mencatat:
“Tuhan membangkitkan Daniel, yang menunjukkan kepada Koresh bagian dari kitab Yesaya... Koresh, setelah membaca nubuat itu, sangat tergerak dan menganggap dirinya dipanggil oleh Tuhan Israel untuk menggenapi kehendak-Nya.”
Ini adalah satu-satunya sumber tertulis non-alkitabiah kuno yang
secara eksplisit menyatakan:
Ketiga sumber ini—Alkitab, Silinder Koresh, dan tulisan
Yosefus—membentuk sebuah konfirmasi yang sangat kuat:
Cerita ini mengajarkan bahwa:
Tuhan mengatur sejarah dan menggunakan bahkan penguasa kafir
untuk menggenapi firman-Nya
Nubuat Alkitab adalah akurat dan spesifik. Peran seorang nabi seperti Daniel tidak hanya dalam penglihatan,
tetapi juga dalam pengaruh langsung kepada kekuasaan dunia
Maranatha
_____________________
.