Kitab Kehidupan

Ishak Natan

July 2005, Sep 2010, April 2020, Aug 2021




Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. (Rev 20:11-13)

Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Rev 20:14-15)

Faktor yang menentukan apakah sesorang akan binasa selamanya dilautan api bukan bergantung kepada apakah perbuatan dalam hidupnya cukup jelek atau jahat, melainkan apakah namanya ditemukan didalam kitab kehidupan.
Pertanyaannya kapan nama seseorang itu ditulis dalam kitab kehidupan ? Apakah pada waktu ia percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamatnya ? Bagaimana dengan bayi bayi dan anak anak yang tewas karena bencana Tsunami Desember 2004 di Aceh serta janin janin yang digugurkan? Bagaimana mereka bisa percaya dan namanya tertulis dikitab kehidupan? Atau apakah bayi bayi dan anak anak kecil yang mati, janin janin yang di aborsi otomatis masuk kelautan api ?


Di Alkitab Perjanjian Lama tidak ditemukan bahwa nama nama baru ditulis kalau orang percaya. Malah sebaliknya nama bisa dihapus.

Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar! Psa 69:28
Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis." Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.  Ex 32:32-33

Di Alkitab Perjanjian Baru
:
 
Setelah murid murid Yesus kembali dari misi pelayanan mereka mengusir roh-roh jahat, Yesus mengingatkan: "Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." (Luk 10:20)
Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. (Phi 4:3)
dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, (Heb 12:23)
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (Rev 3:5)

Meminjam analogi dari dunia industri, sepertinya setiap 'produk' jiwa yang lahir kedunia, memiliki "nomer identitas", dan dicatat didalam "Kartu Induk Produksi".
Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Eze 18:4
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. (Ps 139:15-16)

Sebelum dunia dijadikan TUHAN Allah dalam kemaha-tahuan Nya  menulis nama SETIAP ORANG didalam kitab kehidupan. Dan tidak disebut kitab kematian atau kitab kebinasaan. Mereka yang tidak mau tobat dan percaya/ pasrah sampai akhir hayatnya, barulah namanya dihapus. Bagi yang percaya dan menerima Yesus sebagai Juruslamat pribadinya dan Tuhannya, maka namanya dicawang (di-tick).
Sama seperti kalau kita menerima surat undangan menghadiri pernikahan, umumnya dikartu undangan ada permintaan RSVP. Undangan yang meminta respon. Artinya kalau kita mau datang menghadiri perjamuaan kawin tersebut kita perlu memberi tahu pihak penyelenggara supaya tahu persis berapa jumlah tamu yang akan datang beserta nama nama yang akan hadir. Yang akan hadir, namanya pada -Daftar Undangan- dicawang sebagai konformasi bahwa yang diundang pasti datang. Demikian juga halnya undangan untuk menerima Kabar Baik itu menuntut respon.
Berikutnya panitia perjamuan membuat daftar nama baru untuk mengkelompokan tamu tamunya berdasarkan usia atau kreteria lain.
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. (Re 21:27 Baru)

Ada dua isu yang sering menjadi pertanyaan.


1. Bagaimana dengan orang orang yang semasa hidupnya sampai mati belum pernah mendengar atau tahu tentang Anugrah Keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus sang Juruslamat dunia ?

Jawab: Setiap manusia diperlengkapi dengan 'hati nurani' (conscience). Sebuah 'peralatan' mirip radar yang memberi tahu akan bahaya didepan kalau mau berbuat jahat.
Orang-orang bangsa lain tidak mengenal hukum agama Yahudi. Tetapi kalau mereka atas kemauan sendiri melakukan apa yang diperintahkan oleh hukum itu, hati mereka sendirilah yang menjadi hukum untuk mereka, meskipun mereka tidak mengenal hukum agama Yahudi. Kelakuan mereka menunjukkan bahwa apa yang diperintahkan oleh hukum itu tertulis di hati mereka. Hati nurani mereka pun membuktikan hal itu, sebab mereka sendiri ada kalanya disalahkan dan ada kalanya dibenarkan oleh pikiran mereka. Demikianlah yang akan terjadi nanti pada hari yang sudah ditentukan itu. Pada hari itu--menurut Kabar Baik yang saya beritakan--Allah melalui Yesus Kristus, akan menghakimi segala rahasia hati dan pikiran semua orang. (Rom 2:14-16)

2. Bagaimana pula dengan ayat; Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi. (Rev 17:8)
 
Jawab: ada dua macam interpretasi;
1. Memang ada sebagian manusia, kelompok orang/ jenis bangsa yang ditetapkan tidak dipilih untuk selamat, karena namanya tidak tertulis SEJAK dunia dijadikan. Implikasinya misi penginjilan (pemberitaan Kabar Baik) kepada segala mahluk tidak harus dituntaskan kepada segala bangsa. Karena toh mereka sudah memeluk agama tertentu,  khususnya kepada bangsa bangsa yang amat memusuhi pekerjaan Kesaksian Injil Anugerah. Namun bandingkan dengan....
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Mark 16:15)
Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia dan siarkanlah Kabar Baik dari Allah itu kepada seluruh umat manusia. (Mark 16:15)

Kita tidak boleh lupa bahwasanya agama Katolik / Kristen dan agama agama yang diakui di Indonesia dan didunia Internasional tidak sanggup memberikan jaminan kepastian selamat. Lho, apa alasannya? Sebab semua agama dibawah kolong langit adalah agama 'moga-moga'. Lalu?
Karena kita manusia adalah ciptaan yang telah cacat DOSA, maka perbuatan baik sebesar apapun tetap ada cacatnya, karena upah dosa yalah maut (Rom 6:23). Tidak bisa ditawar atau disogok dengan uang.
Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati. (Ecc 9:3)
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? (Jer 17:9)

Manusia berdosa menuju lautan api tanpa pengharapan, kecuali ada pertolongan dari sang Pencipta sendiri. Dan pertolongan itu telah tersedia cuma cuma, tinggal mau mengklaim atau tidak. Gampang kok.
Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. (Act 2:21)
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Act 4:12)
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (Rom 10:13-14)

Perlu dibedakan antara kata SEBELUM dan SEJAK...
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Eph 1:4)

2. Mengambil titik tolak: Allah itu Kasih adanya..

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1 Joh 4:8-10)

Maka tidaklah logis kalau IA menciptakan manusia untuk sengaja dibinasakan nantinya.

Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!" (Eze 18:32)
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. Untuk kesaksian itulah aku [Paulus] telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul--yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta--dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (1Ti 2:3-7)

Dapat disimpulkan bahwa memang ada sebagian besar orang-orang menolak Anugrah Keselamatan sampai akhir hayatnya karena mereka mengandalkan kebenaran prilaku hidupnya yang soleh atau ritual buku sucinya yang menjadi standar kebenarannya.
Dengan terpaksa akhirnya namanya dihapus/dicoret dari kitab kehidupan.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. (Joh 3:18)
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Joh 3:36)
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Rom 6:23

Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lu 18:11-14)

Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan ...
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (Re 3:5 Baru)
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita (Heb 11:1). Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (1Jo 5:4-5)
Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?" Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah." (Ac 8:34-37)

Maranatha

___________
http://www.angelfire.com/mt/tabor/bibledoctrine.6.html

Where's Your Name?

Beranda