Kenapa
Manusia Dicipta ?
Apa
Yang Terjadi Kemudian?Lucifer, malaikat termulia yang diciptakan Tuhan mempunyai
keinginan untuk menjadi seperti TUHAN (Isa14:12-14). Dia ingin disembah.
"Harga
diri" (pride) nya ini adalah dosa asal muasal yang pernah tercatat, berdampak penolakan pada TUHAN dan semua yang terbaik yang TUHAN berikan di
surga (Eze28:15-18). Pengaruhnya
kepada para malaikat lain begitu kuatnya sehingga sepertiga nya mengikutinya
dan menolak TUHAN. Mereka “jatuh” dari kasih
Allah tanpa adanya
penebusan ("pemulihan") bagi malaikat yang putus "Hubungan". Dia menghukum kekal para malaikat yang memberontak.
Hukuman kekal sama dengan mati yang kekal dan
mati kekal adalah lawan kata dari hidup yang
kekal.
Tidak ada satupun cara untuk menjadi benar
dihadapan TUHAN Allah
bagi para malaikat yang memberontak. Mengapa? Karena mereka jatuh “di
dalam keabadian”. Mereka berdosa dalam dimensi kekekalan karena diciptakan sebagai
makhluk abadi (immortal). Dampak penghukumannya tersirat di dua ayat:
TUHAN kecewa karena
kejadian ini, meskipun Dia tahu hal ini akan terjadi, karena TUHAN Mahatahu.
Sang Pencipta memiliki atribut kemahatahuan (omniscience),
kemahakuasaan (omnipotence) dan kehadiran
dimana-mana (omnipresence). Saat itulah Dia memutuskan untuk
melakukan sesuatu yang sangat unik. Dia ingin menciptakan makhluk hidup "jenis lain yang beda"
yaitu - ras manusia. Ini adalah karya terbesar yang pernah TUHAN ciptakan seperti yang akan kita
lihat sebentar lagi.
Malaikat juga makhluk hidup "tetapi"
Alkitab mengatakan manusia diciptakan
dalam "Gambar TUHAN "sebagai peta dan teladan dari ke-tritunggal-Nya.
Manusia terdiri dari roh & jiwa yang non-materi dan tubuh jasmani
(materi). Dilain pihak, para malaikat non-materi (mahkluk
halus) dan tidak diciptakan menurut peta dan teladanNya (God's Image).
TUHAN juga melakukan sesuatu yang belum pernah Dia lakukan sebelumnya. Dia menciptakan "alam semesta fisik" dengan "waktu" di dalamnya. TUHAN itu abadi dan tidak membutuhkan "waktu." Waktu bersifat sementara. Waktu memiliki awal dan akhir. Habitat (tempat bersemayam) TUHAN Allah di kekalan (Eternity).
Ini berarti seluruh alam semesta diciptakanNya untuk memberi kesempatan “waktu/ kairos” pada manusia untuk mengenal TUHAN sang Pencipta dan memiliki hubungan pribadi dengan-Nya melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.
Bahwa Dia tahu setiap
manusia akan dilahirkan dengan sifat dosa, dan dilahirkan untuk “hilang”, maka Dia harus memastikan bahwa
manusia tidak berkembang biak “di dalam keabadian” tetapi dilahirkan
di dalam “waktu.” Itu sebabnya setelah Adam jatuh dalam dosa, pohon
kehidupan ditaman Eden dijaga oleh malaikat.
Mengapa malaikat termulia Lucifer menjadi Setan dan berhasil menipu Adam & Hawa?Karena TUHAN tahu secara mendetail
sebelum salah satu dari mereka muncul, bahwa semua harus menjadi bagian dari rencana
besar-Nya. Tidak ada yang mengejutkan baginya, juga tidak ada yang menyebabkan
Dia berpikir ulang atau beradaptasi. Segala sesuatu telah memenuhi tujuan-Nya.
Dan apakah tujuanNya itu?
Untuk mengungkapkan karakter-Nya kepada para
malaikat melalui interaksi-Nya dengan manusia berdosa. Untuk
menunjukkan bahwa Dia benar-benar adil, dan sepenuhnya mengasihi mereka pada saat yang sama.
Maksud-Nya : bahwa
sekarang, melalui gereja, berbagai macam hikmat Allah harus diketahui
oleh para penguasa - penguasa
di alam surga, sesuai dengan tujuan kekal yang ia capai dalam Kristus
Yesus, TUHAN kita. (Eph 3:10-11)
Akhirnya, Dia membiarkan semua orang memilih
sendiri apakah mau
menerima penenebusan-Nya atau tidak. Sebelumnya telah diberi tahu manfaat penerimaan dan
hukuman bagi penolakan (Joh3:17;3:36).
Sebab
upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam
Kristus Yesus, TUHAN kita. (Romans 6:23)