Indonesia Kemana ?

Juli 2004
Ishak Natan

    Putaran pertama pemilihan presiden dan wakilnya telah dilewati dalam keadaan aman serta memberikan hasil sementara. Mari kita doakan agar putaran yang berikutnya berakhir baik dan dilanjutkan dengan lembaran baru meneruskan pembangunan Indonesia. Pertanyaan nya arah pembangunan kemana ?
Mendefinisikan 'kemana' inilah yang susah. Mengapa ?
Karena kita sudah dalam era 'post modernism'.
Meminjam ayat dari Hakim-hakim 21:25 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
Dengan kata lain, karena tidak ada pemimpin yang patut diteladani, maka saya atur sendirilah. Ada pameo yang mengatakan bahwa di Indonesia 'semua bisa diatur' khan?

Hari-hari terakhir ?

2Ti 3:1-5 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Apakah sorotan diatas mencerminkan kehidupan masyarakat masa kini ? Silahkan anda jawab sendiri. Ada hamba hamba Tuhan yang sudah terjerat dengan mammon.
Kalau kita mau jujur, masyarakat kita sudah banyak rusak dari dalam. Kata orang pembusukan seekor ikan selalu dimulai dari kepalanya. Apa yang ditabur oleh para elite pemimpin bangsa selama 3 dasawarsa, itulah yang dituai sekarang, walaupun dikota kota besar kehidupan masih semarak dan normal.
Umat Tuhan sebagai garam dalam rangka memperlambat proses pembusukan dimasyarakat kalah cepat dengan ragi dosa. Sebaliknya ragi dosa telah mencemari umat Tuhan tanpa hambatan berarti.

Tradisi, Budaya dan Keluarga

Ada tiga institusi yang mempengaruhi pertumbuhan karakter dan pengembangan sumber daya manusia dari saat sesorang lahir sampai masuk liang kubur.
Pertama rumah tangga [keluarga] sebagai wadah pendidikan asih, asuh dan asah. Kedua sekolah untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan serta mengembangkan nalar sebagai bekal memasuki kehidupan masyarakat. Dan ketiga lembaga keagamaan dalam rangka membangun karakter, budi pekerti, nilai nilai luhur dan moral kehidupan saleh terhadap sesamanya.

Kalau salah satu institusi  sistemnya rusak, maka keluarannya akan rusak pula.
Yang paling kritis adalah sistem keluarga. Anak anak zaman sekarang mampu melawan,
membodohi dan menghina orang tua. Sehingga banyak orang tua yang takut terhadap anaknya sendiri.
Contoh dinegara Selandia Baru awal 2004; anak seumur 12 tahun dengan teman temannya  membunuh pengantar makanan pesanan 'Pizza' untuk diambil uang kantongnya. Dipengadilan mereka tidak dapat dihukum karena masih dibawah umur. Tren kejahatan anak anak meningkat tajam dan tidak ada tanda tanda surut. Jumlah polisi malah dinaikkan untuk meredam dan mengantisipasi, termasuk pembangunan penjara penjara baru.

Anak anak yang diproduksi dari sistem keluarga yang bobrok, celakalah masa depannya. Kecuali ada pertolongan dari 'atas', amatlah gelap nasibnya diatas bumi dan diakhirat. Kotak PPPK dari 'atas' yaitu Firman Tuhan (Alkitab).

Mayoritas anak anak TK, SD/ SMP sudah terbiasa menjadi laskar 'jahat' secara mental melalui permainan Games seperti 'Mortal Combat', 'Dangerious Creature', "Dungeon & Dragon", Nitendo, Pokemon, Matrix, Digimon dst.
Generasi penerus yang dimasuki 'virus bom waktu' ini tak mengenal kelompok atau golongan. Apakah dari kalangan Nasrani, Muslim, Buddha, Hindu, Aliran Kepercayaan, semua sudah tercemar dengan sistem nilai berorientasi kepada membela diri ketimbang membela kebenaran.
Mereka dikondisikan kepada pemenuhan kebutuhan sesaat serta berdedikasi mencari jawaban instant daripada berantisipasi jauh kedepan. Cenderung malas berpikir untuk merumuskan solusi tuntas berjangka panjang demi kesejahteraan semua komponen bangsa.

Yang dikuatirkan yalah sistem nilai baru ini akan menggantikan budaya dan tradisi bangsa Indonesia  yang konon masih menjunjung tinggi kesopanan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keramah tamahan, suka menolong, mudah memaafkan terhadap kesalahan yang tak disengaja.
Amat disayangkan bahwa kekuatan nilai nilai luhur sebagai unsur pembendung lestarinya kehidupan beradab telah merosot drastis.

Keluarga & Karier

Dibidang karier kaum eksekutif muda dipacu selalu dalam kondisi top untuk memperbesar laba perusahaan demi kemegahan dibidang materi, kebanggaan sukses dan keangkuhan hidup.
Nyamannya memiliki power to decide, makan makanan enak &, bersuka ria dengan konco konco serta kenikmatan dibidang sex mendominasi para pemimpin yang sudah mapan. Ironinya 'kesuksesan' mereka malah dijadikan panutan oleh bawahan dan sanak keluarganya.  Cepat atau lambat sistem keluarga menjadi retak dan akhirnya berantakan karena memburu karier dan bisnis menjadi prioritas utama kehidupan. Korban berjatuhan, khususnya anak anak, yang adalah calon generasi penerus. Akibatnya banyak suami, pencari nafkah andalan kemudian mengalami stress, lalu ambruk terkena stroke dan sebagian tamat riwayatnya.
Celakalah kita kalau tidak tahu apa makna/tujuan hidup. Silahkan klik: http://www.geocities.com/ishaknatan/Indo/sinisana.htm

Pada tanggal 23 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Menurut Kepala Perwakilan Dana PBB, saat ini ada sekitar 70.000 anak Indonesia yang diperdagangkan untuk objek seks dan banyak anak usia sekolah yang dipekerjakan untuk mencari uang. Anak-anak ini dipaksa menjadi pengamen diperempatan jalan, menjadi pengemis, menjadi loper koran. Mahalnya biaya pendidikan dalam beberapa tahun terakhir ini, membuat banyak anak terpaksa putus sekolah. Sebagian orangtua tidak sanggup lagi membiayai sekolah mereka.
Lebih memprihatinkan lagi, saat ini sudah ada indikasi bahwa anak-anak usia SD mulai mengenal obat-obat terlarang. Para pengedar narkoba mulai melirik anak-anak ini sebagai pangsa pasarnya.

Invasi Okkultisme

1Ti 4:1-2  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Buku Harry Potter telah dipromosikan secara besar besaran dan banyak warga Kristen yang ikut arus tanpa sadar bahwa isinya adalah hal hal yang Tuhan larang. Anak anak kecil menjelang remaja pikirannya akan terjerat dengan roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.
Kalau anda ketik melalui www.google.com 'harry potter dangerous', anda akan menemukan sekitar 300.000 lebih situs pembahasan akan 'penyesatan' yang mematikan itu.  Wahai para ortu Kristen simak ini:   "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.(Mat 18:6)

Himbauan kepada generasi penerus

Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 1Ti 4:10-13

Telah terjadi aksi penyerangan brutal ke dalam gedung gereja Efatha, milik Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), di  kota Palu, pada hari Minggu, 18 Juli 2004, jam 19.15 Wita, di saat umat Kristen sedang melangsungkan ibadah minggu.
Aksi penyerangan yang menggunakan senjata laras panjang ini telah menyebabkan jatuhnya korban  masing-masing:
(1)  Pdt Susi Tinulete (29) yang sementara memimpin ibadah minggu,
ditembak di atas mimbar gereja hingga tewas di tempat.
(2)  Desrianti Tengkede (17) mengalami luka tembak pada pipi kiri
menembus mata kanan. Korban meninggal pada Senin, 19 Juli subuh di
Rumah Sakit Bala Keselamatan Palu.
(3)  Kristian Midianto (20) mengalami luka tembak di lutut.
(4)  Farid Mehingko (20) mengalami luka tembak di pinggul kiri.
(5)  Lustiani Ampo (16) mengalami luka tembak di paha kiri dan bahu.
[Sumber: Pernyataan Sikap PGI]

Pranata dan tatanan hukum tak lagi mampu untuk memberikan rasa aman dan keadilan pada mayoritas rakyat kita. Uang dan harta masih berkuasa untuk menggolkan agenda kelompok, keinginan golongan.

Apa yang harus kita lakukan ?

Barangkali tulisan Paulus patut disimak ulang dalam rangka berdiri teguh ditengah tengah gelombang hidup yang menerpa umat tebusan Tuhan;

2Ti 3:14-17  Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Kesimpulan

Sumber daya manusia Indonesia membutuhkan para pemimpin yang berkwalitas, sarat dengan nilai luhur kebangsaan dan mampu diandalkan omongannya dalam rangka menapaki visi kedepan.

Adakah generasi pemimpin yang mumpuni, yang memiliki visi, karakter, walaupun hanya "secuil" dari karakter, kearifan dan prilaku dari seorang pemimpin dibawah ini ??

Seluruh barisan tentara yang pernah berbaris, seluruh armada perang yang pernah berlayar, seluruh parlemen/ kabinet dan pemerintahan yang pernah bersidang dan seluruh raja yang pernah berkuasa, semua digabung menjadi satu; tidak menang terhadap pengaruh dari satu orang ini. Beliau tidak pernah menulis buku, namun perpustakaan yang beken diseluruh dunia memuat buku buku tentang omongannya.
Ia tidak pernah keluar dari negerinya apalagi keliling dunia, namun namanya hampir dikenal diseluruh muka bumi. Tidak pernah mengarang lagu, namun jumlah musik tentang dia melampaui semua thema lagu dan nyanyian yang pernah dikarang orang.
Kalender tahunan internasional dipatok dari waktu lahirnya di dunia.

Ia tak pernah mendirikan universitas atau sekolahan, namun murid muridnya berserakan keseluruh dunia -memberitakan kabar sukacita- sejak ia pergi untuk menyiapkan tempat kediaman bagi para pengikutnya.
Kisah hidupnya, ucapan dan karyanya dibukukan oleh para muridnya dan telah diterjemahkan lebih dari 1000+ bahasa. Setahu penulis belum ada buku lain yang mampu menandingi dari segi jumlah dan terjemahan.

Banyak orang besar dan tersohor datang dan pergi, lahir dan mati.
Namun yang satu ini lain dari yang lain. Bahkan kematian sekalipun tak dapat menaklukkannya. Maut tak dapat mengalahkannya. Kuburanpun tak dapat mengekangnya. Dan yang paling asyik yalah dia akan datang lagi menjemput orang orang yang percaya kepadanya, umat kepunyaannya, mereka mereka yang telah ditebus oleh darah dan kematiannya.

Penulis jadi mengerti mengapa banyak orang yang pasrah kepada dia, rela bertahan sampai akhir, karena ia telah mengundang:
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Wahai Indonesia, mau kemana ? Undangan sudah disampaikan !