Ada Genosida Di Alktab?
Ishak Natan
Juli 2025
Pengantar
Ada banyak laporan dan tuduhan serius mengenai genosida di Jalur Gaza
yang dilakukan oleh Israel, meskipun secara hukum internasional,
putusan akhir mengenai genosida memerlukan proses yang panjang.Tahukah
Anda bahwa Israel menghargai kehidupan, sementara Islam-Hamas memuja
kematian. Keduanya adalah ideologi yang bertolak belakang, dan keduanya
merupakan inti dari konflik Timur Tengah.
Definisi Genosida
Menurut hukum internasional (Konvensi Pencegahan dan Penghukuman
Kejahatan Genosida 1948), genosida didefinisikan sebagai tindakan yang
dilakukan dengan niat untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau
sebagian, suatu kelompok kebangsaan, etnis, ras, atau agama.
Tindakan-tindakan tersebut meliputi:
- Membunuh anggota kelompok.
- Menyebabkan luka fisik atau mental yang
serius pada anggota kelompok.
- Sengaja menciptakan kondisi kehidupan
yang akan mengakibatkan kehancuran fisik, atau cacat.
- Menerapkan sejumlah langkah yang
dimaksudkan untuk mencegah kelahiran dalam kelompok.
- Memindahkan anak-anak secara paksa dari
suatu kelompok ke kelompok lain.
Tuduhan dan Bukti
Berbagai organisasi hak asasi manusia, komite khusus PBB,
dan pakar hukum internasional telah menyatakan bahwa tindakan Israel di
Gaza memenuhi ambang batas hukum untuk genosida. Bukti-bukti yang
dikemukakan meliputi:
- Pembunuhan skala besar (puluhan ribu
korban tewas, sebagian besar warga sipil, termasuk perempuan dan
anak-anak).
- Penggunaan kelaparan sebagai senjata
perang melalui blokade dan pembatasan bantuan kemanusiaan, yang
menyebabkan kematian akibat kelaparan.
- Penghancuran infrastruktur sipil yang
meluas (rumah, rumah sakit, sekolah, situs budaya dan agama).
- Pemindahan paksa sebagian besar
penduduk Gaza.
- Serangan terhadap pekerja kesehatan dan
pencari bantuan.
- Pernyataan dari pejabat Israel yang
mengindikasikan niat untuk menghancurkan rakyat Palestina.
Proses Hukum
Internasional:
Mahkamah Internasional (ICJ):
Afrika Selatan telah mengajukan kasus genosida terhadap Israel
di ICJ. ICJ telah mengeluarkan perintah sementara yang meminta Israel
untuk mengambil semua tindakan dalam kekuasaannya untuk mencegah
tindakan genosida, mencegah dan menghukum penghasutan untuk genosida,
dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Keputusan akhir ICJ
diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.
Mahkamah Pidana Internasional
(ICC): ICC sedang menyelidiki dugaan kejahatan perang, kejahatan
terhadap kemanusiaan, dan genosida yang dilakukan oleh kedua belah
pihak dalam konflik Gaza. Jaksa ICC juga telah mengisyaratkan akan
mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk para pemimpin Israel dan
Hamas.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun ada banyak tuduhan dan investigasi
yang sedang berlangsung, penetapan genosida secara hukum adalah proses
yang kompleks dan memerlukan bukti niat yang kuat. Namun, tekanan
internasional terus meningkat agar Israel mematuhi hukum internasional
dan menghentikan tindakan yang membahayakan warga sipil.
Bagaimana dengan genosida terhadap Etnis Yahudi (termasuk Yahudi Eropa) antara tahun 1933 dan 1945?
- Holocaust
adalah program pembantaian sistematis, yang disponsori oleh negara,
terhadap enam juta orang Yahudi di Eropa oleh rezim Nazi Jerman dan
para kolaboratornya Jutaan orang Yahudi yang menjadi korban
Holocaust adalah warga negara dari berbagai negara Eropa, bukan hanya
"bangsa Israel". Negara Israel sendiri baru didirikan pada tahun 1948,
setelah Holocaust berakhir.
- Kebencian mendalam Nazi terhadap Yahudi
(antisemitisme rasial) adalah pendorong utama Holocaust. Nazi
menganggap Yahudi sebagai ancaman rasial dan ingin memusnahkan mereka
dari muka bumi.
- Meskipun Yahudi adalah target utama, Nazi
juga menganiaya dan membunuh jutaan orang dari kelompok lain, termasuk
Romani (Gipsi), penyandang disabilitas, tawanan perang Soviet, orang
Polandia, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa, dan lawan politik.
Jadi, ketika kita berbicara tentang genosida dalam Holocaust, kita
merujuk pada pembantaian terhadap bangsa Yahudi yang tersebar di
seluruh Eropa, yang merupakan nenek moyang spiritual dan budaya dari
sebagian besar warga negara Israel modern.
Holocaust merupakan salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah
manusia, dan penting untuk memahami secara akurat siapa korbannya dan
mengapa hal itu terjadi.
Ada tertulis di Perjanjian Lama
Perintah untuk memusnahkan bangsa-bangsa di tanah Kanaan (yang kemudian
menjadi tanah Israel) diberikan kepada Yosua dalam konteks penaklukan
Kanaan setelah bangsa Israel keluar dari Mesir ( Exodus 20:16-18 ; Jos6:1-27; Jos11:1-23). Mereka mengembara di padang
gurun selama 40 tahun. Ini adalah salah satu bagian yang sering menjadi
bahan diskusi teologis dan moral dalam Alkitab.
Memahami konteks
historis, budaya, dan teologis dari perintah ini sangat penting untuk
menafsirkannya dengan benar. Ini adalah bagian dari narasi yang
kompleks dalam Alkitab yang menunjukkan keadilan, kekudusan, dan juga
kasih Allah. Pada
zaman kuno, praktik "penumpasan total" bukanlah hal yang
aneh. Banyak kerajaan (seperti Asyur dan Babilonia) melakukan hal
serupa terhadap musuh mereka.
Tetapi
dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu,
kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang
bernafas, melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang
Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti
yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya mereka jangan
mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan
mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada TUHAN,
Allahmu. (De 20:16-18).
Beginilah
firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang
Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi
mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang,
kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan
janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki
maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu
maupun domba, unta maupun keledai." (1Sa 15:2-3)
Berikut penjelasan dari
beberapa sudut pandang:
1. Penghakiman atas
dosa bangsa-bangsa Kanaan
Bangsa-bangsa Kanaan dikenal melakukan praktik-praktik yang sangat keji
dan menjijikkan di mata Allah, seperti penyembahan berhala yang
melibatkan pelacuran okultisme, kekerasan, inses, perzinahan,
homoseksualitas, dan yang paling mengerikan adalah pengorbanan
anak-anak kepada dewa-dewa mereka (misalnya kepada dewa Baal).
Kejahatan mereka telah mencapai puncaknya, sehingga Allah memutuskan
untuk menghukum mereka. Allah telah memberikan waktu yang panjang
(sekitar 400 tahun) bagi mereka untuk bertobat, namun mereka tidak
melakukannya (Gen15:16).
Kitab Taurat mencatat bahwa bangsa-bangsa Kanaan (seperti orang Amori, Het,
Kanaan, Feris, Hewi, dan Yebus) telah melakukan praktik yang sangat
menjijikkan di hadapan Allah, seperti:
2. Penyembahan berhala
(termasuk kepada Molokh),
Tujuan utama di balik pemusnahan ini adalah untuk melindungi bangsa
Israel dari pencemaran moral dan spiritual. Jika bangsa-bangsa Kanaan
tidak dimusnahkan secara menyeluruh, ada risiko besar bahwa Israel akan
terpengaruh oleh praktik-praktik keji dan penyembahan berhala mereka.
Sejarah Israel kemudian menunjukkan bahwa ketika mereka tidak
sepenuhnya menaati perintah ini, mereka memang mulai mengikuti cara
hidup dan dewa-dewa Kanaan, yang membawa konsekuensi buruk bagi mereka.
- Pengorbanan anak-anak, Jangan engkau
berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi
kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka
bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya
perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. (De 12:31)
- Praktik sihir dan okultisme, Orang
yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang
berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang
orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. (Le 20:6)
- Perzinahan sakral dan kekerasan seksual. Dan
janganlah engkau bersetubuh dengan isteri sesamamu, sehingga engkau
menjadi najis dengan dia. Janganlah kauserahkan seorang dari
anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau
melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN. Janganlah engkau tidur
dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu
suatu kekejian. Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun,
sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan
janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu
suatu perbuatan keji. Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya
itu, sebab dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari
depanmu telah menjadi najis. Negeri itu telah menjadi najis dan Aku
telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu
memuntahkan penduduknya. (Le 18:20-25)
3. Ujian Ketaatan
Israel
- Allah memerintahkan pemusnahan total agar Israel tidak
terpengaruh penyembahan berhala (Deu 20:18). Namun, Israel gagal
taat sepenuhnya (Judg 1:1-36;2:1-23), sehingga akhirnya mereka sendiri
jatuh ke dalam dosa.
4. Mencegah penyebaran
penyembahan berhala
- Israel diperintahkan untuk menghancurkan penyembahan
berhala yang kejam (termasuk pengorbanan anak) yang dilakukan bangsa
Kanaan (Lev 18:21, Deu 12:31).
➡ Deu 20:16-18 menyatakan bahwa bangsa-bangsa itu
harus
dimusnahkan agar orang Israel tidak tertular praktik-praktik jahat
mereka dan tidak menyimpang dari menyembah TUHAN.
Ini adalah perintah yang bersifat pencegahan rohani :
Israel
dipanggil untuk menjadi umat kudus, dan keberadaan bangsa-bangsa
penyembah berhala di tengah-tengah mereka menjadi ancaman bagi
kemurnian ibadah mereka.
5. Perjanjian
Tanah
Tanah Kanaan adalah tanah yang telah dijanjikan Allah kepada Abraham
dan
keturunannya (bangsa Israel) berabad-abad sebelumnya. Penaklukan Kanaan
oleh Israel adalah bagian dari penggenapan janji ilahi ini.
Allah telah berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan memiliki
tanah Kanaan ( Gen 12:7; Gen 15:18-21).
Penaklukan yang
dilakukan oleh Yosua adalah penggenapan janji Allah,
namun janji
itu tidak datang begitu saja — melainkan melalui ketaatan dan
peperangan.
6. Catatan penting:
tidak semua berhasil dimusnahkan (Jos9:14-15)
Meskipun perintah itu keras, faktanya banyak bangsa Kanaan yang tidak
dimusnahkan sepenuhnya oleh Israel:
Orang Gibeon dengan tipu muslihatnya mampu membuat perjanjian dengan Israel (Josh 9:3-15),
Dan pada akhirnya ketidaktaatan Israel menyebabkan mereka justru
terpengaruh oleh budaya kafir, yang memicu murka Allah di masa
berikutnya.
7. Penekanan pada
konteks teologis, bukan etnis
Perintah pembantaian ini bukan genosida dalam pengertian modern (karena alasan
rasial atau nasional), melainkan penghakiman moral dan spiritual.
Fokusnya bukan pada siapa mereka secara etnis, tetapi apa yang mereka
lakukan dan bagaimana mereka menolak Allah yang sejati.
Meskipun perintah ini tampak keras,
beberapa penafsiran Alkitab menunjukkan bahwa ini bukanlah genosida
dalam pengertian modern yang membabi buta. Ada kasus-kasus di mana
individu-individu Kanaan yang bertobat dan berbalik kepada Allah,
seperti Rahab dan keluarga diselamatkan.
Fokus utama perintah pemusnahan adalah
pada sistem keagamaan dan budaya Kanaan yang sangat korup.
Kesimpulan
Penghakiman Allah atas Ketidakbenaran:
Pemusnahan bangsa-bangsa Kanaan
juga dapat dilihat sebagai lambang dan pertanda penghakiman Allah atas ketidakbenaran pada akhir zaman. Kedaulatan Allah sebagai Hakim atas segala bumi dan kebenaran-Nya dalam
menjatuhkan hukuman atas dosa, bahwa Allah adalah Tuhan yang adil yang pada akhirnya akan menghukum
semua yang menolak tawaran kasih karunia-Nya dan terus hidup dalam dosa.
Yosua diperintahkan memusnahkan
bangsa-bangsa di Kanaan karena:
- Mereka adalah objek penghakiman ilahi atas
dosa yang berat
- Untuk menjaga kemurnian ibadah Israel dan mencegah penyembahan berhala,
- Sebagai bagian dari penggenapan janji Tuhan
kepada Abraham .
Tindakan ini juga menjadi peringatan bahwa Allah tidak
mentoleransi dosa — baik bangsa Kanaan maupun Israel sendiri yang
kemudian dihukum dan dibuang ke Babel karena penyembahan berhala yang serupa.
Maranatha
______________________
https://id.wikipedia.org/wiki/Holokaus
https://www.bethinking.org/bible/old-testament-mass-killings