Hidup
Menurut
Kedagingan
Atau
Menurut Roh
Ishak Natan
Jan 2023
Pengantar
Pergumulan dalam diri orang Kristen dapat dikiaskan dengan hidup
Abraham, Sara dan bujangnya Hagar di Alkitab perjanjian lama.
Abram berusia 75 tahun bersama isteri dan keponakannya Lot ketika
berangkat menuju ketanah Kanaan.
Dalam Kejadian 15, Tuhan berjanji kepada Abram bahwa istrinya Sarai
akan melahirkan baginya seorang anak sebagai ahli warisnya. Pada waktu
dia
berusia 99 tahun, Tuhan kembali menampakkan diri kepadanya mengulangi
janjiNya
bahwa dia akan segera memiliki seorang putra (Ishak) dan bahwa dia akan
menjadi ayah dari banyak keturunan. Pada saat inilah Tuhan mengganti
nama Abram menjadi Abraham (yang berarti 'bapak orang banyak') dan
Sarai menjadi Sarah (yang berarti 'putri orang banyak'). Ishak lahir
saat usianya 100 tahun dan Sarah 91 tahun.
Sepuluh tahun sebelumnya setelah janji pertama, Sarah masih tidak dapat
mengandung anak, dan mereka berdua menjadi terlalu tua. Sarah putus asa
menantikan janji Tuhan sehingga memberikan hambanya Hagar kepada
Abraham untuk dihamili, sesuai dengan
kebiasaan pada masa itu, agar Sarah dapat memiliki anak melalui Hagar
(Gen 16:2). Inilah konsep
hidup menurut kedagingan.
Hagar mengandung, dan Sarah membencinya. Sarah mulai memperlakukannya
dengan kasar, dan Hagar melarikan diri ke gurun untuk menghindari
kebencian majikannya. Malaikat Tuhan bertemu Hagar di padang gurun,
memerintahkannya untuk kembali ke Abraham dan Sarah. Malaikat itu
menyampaikan janji dari Allah: “Aku pasti akan melipatgandakan
keturunanmu, sehingga mereka tidak dapat dihitung karena banyaknya”
(Gen 16:10). Malaikat itu juga meramalkan nama dan karakter Ismael (Gen
16:11-12).
Akhirnya, Tuhan memenuhi janji-Nya kepada Abraham dan Sarah. Sarah
melahirkan seorang putra bernama Ishak (Gen 21). Putra Hagar, Ismael,
kira-kira berusia 14 tahun pada saat Ishak lahir.
Abraham & Sarah Tertawa
Lalu tertunduklah Abraham dan
tertawa serta berkata dalam hatinya:
"Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang
anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu
melahirkan seorang anak?" Ge 17:17
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael
diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" 19 Tetapi Allah berfirman:
"Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki
bagimu, dan engkau akan
menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan
perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk
keturunannya. 20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan
permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak;
ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi
bangsa yang besar. 21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan
Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada
waktu seperti ini juga." Ge 17:18-21
9 Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?"
Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." 10 Dan firman-Nya:
"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada
waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."
Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. 11
Adapun Abraham dan Sara telah
tua dan lanjut umurnya dan Sara telah
mati haid. 12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya,
katanya:
"Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah
tua?" 13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah
Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak,
sedangkan aku telah tua? 14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil
untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku
akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai
seorang anak laki-laki." 15 Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku
tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang
engkau tertawa!" Ge 18:9-15
Arti Nama Ishak = Tertawa (Strong's Hebrew Dictionary)
יִצְחָק Yitschâq, yits-khawk'
from H6711; laughter
(i.e. mochery); Jitschak (or Isaac), son of Abraham:—Isaac. Compare H3446.
https://abarim-publications.blogspot.com/2018/01/the-name-isaac-means-laughter.html
https://touchstonemag.com/archives/article.php?id=16-09-056-c
1
TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan
TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. 2 Maka
mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi
Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai
dengan firman Allah kepadanya. 3 Abraham menamai anaknya yang
baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. 4 Kemudian
Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari,
seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. 5 Adapun Abraham
berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. 6
Berkatalah Sara: "Allah telah
membuat aku tertawa; setiap orang yang
mendengarnya akan tertawa karena aku." 7 Lagi katanya:
"Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui
anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada
masa tuanya." 8Ge
21:1-8
Kesimpulan
21 Katakanlah
kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu
mendengarkan hukum Taurat? 22 Bukankah ada tertulis, bahwa
Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi
hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 23 Tetapi
anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut
daging dan anak dari
perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. 24
Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan
Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak
perhambaan, itulah Hagar-- 25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah
Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam
perhambaan dengan anak-anaknya. 26 Tetapi Yerusalem sorgawi
adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 27
Karena
ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah
melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak
pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan
mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami." 28 Dan
kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 29
Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging,
menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
30
Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta
anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris
bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." 31Ga 4:21-31
Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih,
lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
Karena itu,
saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan
anak-anak perempuan merdeka.
Catatan
"demikian juga sekarang ini" > etnis Yahudi sampai hari ini dimusuhi
etnis Arab yang sama-sama keturunan dari Abraham.
Dalam Galatia 4, Paulus menggunakan kisah Sarah dan Hagar untuk
mengilustrasikan hasil dari dua perjanjian yang berbeda: Perjanjian
Baru, berdasarkan kasih karunia; dan Perjanjian Lama, berdasarkan
Hukum. Dalam analogi Paulus, orang percaya di dalam Kristus adalah
seperti anak yang lahir dari Sarah—merdeka, hasil dari janji Allah.
Konsep hidup menurut Roh.
Mereka yang berusaha memperoleh keselamatan dengan usahanya sendiri
adalah seperti anak yang lahir dari Hagar—seorang budak, hasil usaha
manusia yang sudah cacat dosa. Penjelasan lebih jauh tentang Perjanjian
Lama & Baru disini.
Maranatha