Dia Mati Ganti Saya - Tempat Saya Diambil Dia  
Mat 27:11-26; Joh 18:28-32

20 Nov 2016

A traditional story based upon a scriptural event.

 Didalam penjara dikota tua Jerusalem, mendekam Barabas tokoh utama kejahatan besar dalam sel yang dijaga amat ketat. Ia dan gerombolannya semua berhasil ditangkap dan dijebloskan kedalamnya. Dua pembantu utamanya sebelumnya sudah dikeluarkan entah dibawa kemana. Barabas mencoba cari tahu dengan merapatkan telinganya kedinding sel yang berjendela. Sayup- sayup terdengar suara orang banyak berteriak-teriak: “Salibkan! Salibkan!”.

 Dengan terhuyung-huyung ia kembali kesudut selnya dan berkomat-kamit: ”Oi celaka, apakah aku akan disalib sebagai imbalan perbuatanku?”. “Kemana para penjaga membawa pergi dua pembantuku? “Apa yang akan mereka perbuat kepadaku? Aku telah memberontak dan membunuh orang.”

 Selang tidak lama, mendadak pintu sel dibuka dan penjaga memanggil: “Barabas keluar!”. Dengan langkah-langkah gontai dia mengikuti penjaganya melalui lorong-lorong panjang. Akhirnya pintu penjara dibuka, tapi tidak tampak orang-orang yang demo. Kemudian pintu penjara dibelakangnya ditutup kembali dan Barabas tiba-tiba sadar bahwa ia sudah bebas dari penghukuman.

 Barabas berpikir keras: “Apa artinya semua ini? Aku telah bersalah dan akan di-eksekusi karena makar dan membunuh. Massa sudah berteriak: ”Salibkan!”, tapi sekarang aku bebas merdeka?

 Ia lalu bergegas menghampiri gerbang kota, teriakan orang banyak berkumandang lagi dengan yel-yel yang sama. Barabas mulai membuntuti orang banyak untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Terlihat sebuah salib diujung depan kerumunan massa yang sedang bergerak . Rombongan berbondong-bondong keluar dari gerbang kota. Mendekati tebing Kalvari, Barabas tertegun kaget melihat dua pembantunya sudah disalib dan melolong kesakitan. Serta merta teror menerpa dirinya.

 Sebuah lobang tempat mendirikan salib yang ketiga sudah siap pakai. Terdengar suara detakan palu tentara Romawi memaku tangan dan kaki seseorang. Lalu salib dinaikkan dan dijatuhkan kedalam rongga soket yang sudah disiapkan sebelumnya. Barabas berusaha melihat sosok wajah yang disalib dan pandangan mereka sekilas berbenturan. Sesaat tatapan mataNya tertuju ke Barabas, pandangan mataNya penuh kasih, pengampunan, dan belas kasihan.

Dampaknya luar biasa; dengan terisak-isak Barabas berlari pergi menuruni jalan bukit tengkorak (Golgota) dengan keluhan yang amat sangat: “… …Dia Mati Ganti Aku … … - Tempat Ku Diambil Nya …  …”

Kisah nyata . . .

Menurut Chicago Tribune, pada tanggal 22 Juni 1997, parasut instruktur Michael Costello, usia empat puluh dua, dari Gunung Dora, Florida, melompat keluar dari pesawat di ketinggian 12.000 kaki dengan skydiver pemula bernama Gareth Griffith, usia dua puluh satu.
Ketika sang pemula menarik tali pembukanya, parasutnya gagal mengembang. Ia terjun bebas ke tanah, ia menghadapi kematian.
Tapi kemudian instrukturnya melakukan hal yang luar biasa menakjubkan. Tepat sebelum menghunjam tanah, instruktur itu berguling sedemikian rupa sehingga dia menabrak tanah duluan dan Gareth mendarat di atas tubuhnya. Instruktur tewas seketika. Gareth retak tulang punggungnya, tapi ia selamat dan tidak lumpuh.

 Saudara sekalian sama seperti Michael mengorbankan dirinya mati supaya Gareth bisa hidup; demikian juga kisah Yesus dipaku diatas kayu salib di Golgotha. Yesus telah mati untuk dosa-dosa seluruh umat manusia, sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan mendapat hidup kekal selamanya.

 Saudara saudara, karena DOSA, engkau layak dihukum mati. Namun ada Se-Orang yang oleh KasihNya dan rahmatNya mengambil tempat Anda dan mati diatas salib menggantikan kamu.

Apakah engkau masih tidak mau mengklaim akan pengorbanan sang Jururuslamat supaya engkau hidup ??