
Lima
Mitos
Tentang
Nubuatan
Alkitab
Ishak Natan
Okt 2024
1 Kami sekarang di era
kerajaan 1000 tahun
Para pemeluk amillennial dan post-millennial percaya bahwa
zaman gereja adalah zaman yang paling penting. Bahwa berkah millennial
telah dimulai. Mereka menyamakannya
gereja dengan kerajaan teokratis duniawi. Teokrasi adalah pemerintahan
Tuhan. Gagasan bahwa gereja sudah memasuki milenium dimulai oleh bapak
gereja Santo Agustinus pada tahun 400an Masehi.
Anda lihat, pada masa Agustinus,
Israel sebagai negara sudah punah. Israel telah
dihancurkan, dicerai-beraikan, dan dilenyapkan sejak tahun 70an oleh
bangsa Romawi.
Dan bagi Agustinus mereka tidak akan pernah kembali lagi ke Tanah
Perjanjian.
Bangsa Romawi yang dulunya merupakan musuh gereja telah
mengalami
pertobatan sampai taraf tertentu di bawah kaisar Konstantinus. Dan
Agustinus percaya bahwa kita sudah berada di era kerajaan yang
hakikatnya bersifat spiritual.
Anda
tidak menemukan doktrin premilenialisme dalam teologi sepanjang Abad
Pertengahan karena dikutuk sebagai ajaran sesat.
Mereka lupa bahwa di Kisah Para
Rasul
pasal 1, sebelum Yesus naik ke Surga; murid-murid bertanya:
"Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang
ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. (Ac 1:6-7)
Dia tidak mengatakan Israel
tidak akan pernah mendapatkan kerajaan, tetapi bukan sekarang. Artinya
tidak ada kerajaan literal
di bumi tanpa ada Rajanya. Sebuah rohani kerajaan, iya. Orang-orang percaya
mempunyai
kewarganegaraan surgawi yang mengikat semua bersama-sama (Php3:20-21). Dikasi label 'Already
but Not Yet'.
Pertanyaan nya apakah
Dunia saat ini dalam keadaan damai? Apakah Singa dan Anak Domba
sedang berbaring bersama dengan tenang (Isa 11:6; Isa 65:25)?
2 Setan sudah dirantai
Setan/Iblis sudah terikat
oleh kuasa penyaliban. Ini pandangan umum amillennial dan post
millenial. Dan mereka merujuk ayat 2 Pet
2:4,
“Malaikat-malaikat itu dirantai dalam kegelapan, sudah disimpan untuk dihakimi." Atau Yesus berkata dalam Luk 10:18,
"Aku melihat Setan bagaikan kilat menyambar dari Surga." Setan itu
telah jatuh.
Sekarang, jika Anda membaca seluruh
Alkitab, iya, Setan telah jatuh dari kedudukannya di Surga yang semula
sebagai malaikat cahaya sang
pemimpin ibadah surgawi. Setan jatuh, tapi dia belum terikat di jurang maut.
Hal ini belum terjadi sampai kedatangan Kristus kembali. Masalahnya
bukan apakah Kristus dapat mengikat Setan, tetapi kapan Dia akan
mengikatnya?
Yesus memang mengatakannya dalam Mat 12:28-29, "Tetapi jika
Aku mengusir Setan dengan Roh Allah, maka Kerajaan Allah sudah datang
kepadamu."
Dan dalam ayat berikutnya, Dia berfirman, “Atau ada orang yang dapat
masuk ke dalam rumah orang kuat dan merampas miliknya barangnya kecuali
dia terlebih dahulu mengikat orang kuat itu? Kemudian
dia akan merusak rumahnya."
Mereka tidak melihat bahwa Yesus datang pada
Kedatangan Pertama untuk mati bagi
seluruh dosa-dosa umat manusia, menggantikan orang-orang percaya dan yang fasik (Joh3:16-17). Maka dari itu Setan sudah terikat
menurut pemikiran mereka. Banyak sekali gereja-gereja yang mempercayai
hal itu dan
mengajarkan nya. Mereka gagal membedakan signifikansi antara Kedatangan Kristus Pertama dan
Kedatangan Kedua.
Apa yang Dia capai pada Kedatangan Pertama? Kekalahan rohani Setan, iya,
tapi bukan kekalahan total yang mengikatnya.
Jika Anda membaca Wahyu 19
dan Pasal 20 secara
berurutan, Yesus datang kembali terlebih dahulu, memenangkan
Pertempuran Harmagedon. Setelah mengalahkan binatang buas dan nabi
palsu, yang dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api, baru Setan
diikat ke dalam jurang maut tanpa dasar dikurung selama seribu tahun.
Tutup kurungannya disegel (Rev20:1-3). Kapan hal
ini terjadi? Setelah Pertempuran Harmagedon selesai.
Jadi Setan masih bertualang pada zaman Paulus
setelah penyaliban sampai sekarang sebagai komandan penguasa-penguasa diudara (Eph6:11-18) .
Yakobus saudaranya Kristus berkata apa?
"Lawan iblis dan dia akan lari darimu. Jas4:7" Mengapa ia
menulis kepada orang-orang percaya kalau iblis sudah terikat? Tidak,
iblis masih berkeliaran bebas di planet bumi (invisible) dan lihat bukti
aktivitasnya
sepanjang waktu.
3 Gereja telah menggantikan
Israel
Disebut juga dengan istilah sebagai Teologi Penggantian (Replacement Theology).
Begitu Anda berpandangan bahwa gereja adalah kerajaan Allah yang
sebenarnya di bumi, maka gereja menjadi Israel baru. Pemikiran ini bilang bahwa kita adalah Israel
milik Allah, umat pilihan Tuhan yang istimewa dan tidak ada
hubungannya dengan etnis Yahudi. Tuhan tidak
punya rencana masa depan untuk etnis Israel sama sekali. Fakta membuktikan sebaliknya bahwa mereka telah kembali ke
sebagian Tanah
Perjanjian saat
ini. Separuh lainnya masih tersebar di seluruh dunia.
Penganut amill dan postmill akan berkata
bahwa hal itu
tidak ada hubungannya dengan nubuatan Alkitab.
Anda seyogyanya mulai dengan Alkitab dan bukan sosial-media. Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukan
bahwa hampir seluruh negara-negara didunia anggotanya terus
bergerak ke
posisi memusuhi Israel.
https://press.un.org/en/2024/ga12626.doc.htm
Hal ini seharusnya
mengugah orang-orang percaya bahwa kedatangan Tuhan menjemput
tunanganNya semakin dekat (2Cor11:2-4). Sayangnya Teologi Penggantian mengubah
identitas Israel lama sebagai
simbol sebagai Gereja (Israel baru) yang tidak dimaksudkan oleh para
penulis Perjanjian Baru.
Mereka gagal paham membedakan nubuatan tanpa syarat yang
diberikan Tuhan kepada Israel dengan nubuatan bersyarat. Apa
bedanya?
Nah, di Kejadian 12 (Gen12:1-3) dan 15 (Gen15:18-21) Tuhan
memberitahu Abraham tanpa syarat, “Aku akan memberikan tanah ini kepada
keturunanmu.” Itu
adalah Tanah Perjanjian tanpa syarat. Namun dalam Ulangan 11 (De
11:16-17) , Musa mengatakan kepada
mereka bahwa jika engkau mau diberkati di negeri ini, kamu harus
menaati hukum Tuhan. Jadi inilah
berkah yang akan terima di dalam negerinya jika mereka taat, sebaliknya
kutukan akan menimpa jika mereka tidak taat (Jos23:13-16). https://www.differentspirit.org/evidence/israel.php
Jadi
pertanyaan sesungguhnya adalah: Apakah Tuhan itu lupa akan janjinya kepada Abraham? Apakah Tuhan telah
meninggalkan Israel? Apakah Dia telah selesai dengan mereka, karena
mereka menolak & membunuh Kristus dan lain lain? Hal itu bukan
pandangan rasul Paulus (etnis Yahudi), yang
menjadi Kristen dan yang telah menganiaya orang-orang Kristen
sebelumnya. Dia berubah total setelah "ditangkap" dari langit oleh Kristus
yang bangkit (Ac9:3-6) .
Saat ini selalu ada sisa orang-orang Yahudi yang beriman berdasarkan pilihan kasih
karunia. Paulus memberikan segala
harapan bahwa pada akhirnya seluruh Israel akan diselamatkan (Ro11:25-29).
Ketika Anda membaca Perjanjian Baru, jelas
bahwa Gereja dan Israel bukanlah dua entitas yang sama.
Gereja digambarkan dalam Perjanjian Baru sebagai mempelai
Kristus. Lagi pula tidak tergantung pada geografi dimana orang-orang percaya bermukim, juga tidak tergantung
pada ras etnisitas nya. Gereja didirikan oleh Kristus. Israel dipimpin oleh Musa. Gereja lahir
pada hari Pentakosta. Israel lahir pada saat Eksodus dari Mesir.
Penekanan pada Era Gereja adalah pada
kasih karunia. Penekanan di Perjanjian Lama tentang Israel pada hukum taurat.
Gereja mempunyai kewarganegaraan
surgawi. Israel mempunyai
kewarganegaraan duniawi yang terikat pada Tanah Perjanjian. Bagi
orang-orang percaya Perjanjian Baru, semua
adalah warga kerajaan Surga. Orang-orang percaya semua milik Raja dan
semua adalah saudara dan saudari dalam keluarga
yang sama.
Sehingga amat jelas bahwa Gereja dan Israel adalah dua hal yang berbeda
dalam Perjanjian Baru. Tuhan punya rencana untuk
Israel. Tuhan punya rencana untuk gereja. Dan Tuhan mempunyai rencana
pada akhirnya untuk membawa Israel kepada
pertobatan manakala nenek moyang mereka 2000 tahun yang lalu 'membunuh mesias Nya' melalui tangan
tangan bangsa Romawi. Untuk maksud itu mereka harus melewati masa sengsara Yakub. Klik disini.
Saat ini mulai banyak orang-orang Yahudi yang beriman kepada Kristus di
tanah Israel. Awal abad ke-20 hanya segelintir orang-orang
Yahudi
mesianik.
4 Gereja akan masuk masa
sengsara Yakub
Pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah mengapa
gereja harus menanggung murka Tuhan? 1 Thes 5:9, "Sebab Allah tidak
menetapkan orang-orang percaya untuk
ditimpa murka, melainkan untuk beroleh keselamatan." Memang orang-orang
percaya pantas di disiplin Tuhan, namun orang-orang percaya tidak akan
menerima murka
Tuhan.
Masa Sengsara Yakub adalah istilah yang diambil dari Jer 30:7:
"Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu
kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan daripadanya."
Dalam teologi eskatologi, ini sering diartikan sebagai masa
kesengsaraan yang berat yang akan dialami oleh Israel pada akhir zaman,
sebelum kedatangan Mesias.
Pandangan Pretribulasi (Gereja diangkat sebelum masa kesengsaraan):
- Dalam pandangan ini, Gereja tidak akan mengalami masa
kesengsaraan besar (termasuk masa Sengsara Yakub) karena pengangkatan
(rapture) akan terjadi sebelum masa kesengsaraan dimulai.
- Pretribulasi
percaya bahwa orang-orang percaya akan diangkat oleh Kristus sebelum
datangnya masa kesulitan besar di dunia ini, dan masa kesengsaraan
terutama ditujukan kepada Israel dan bangsa-bangsa yang tidak percaya.
Apakah Gereja akan memasuki masa Sengsara Yakub tergantung pada
pandangan eskatologis yang dianut:
- Jika seseorang meyakini Pretribulasi, maka Gereja tidak akan
memasuki masa kesengsaraan.
- Jika menganut Posttribulasi atau Midtribulasi, maka Gereja
diperkirakan akan mengalami masa kesengsaraan tersebut.
- Jika menganut Amilenial,
masa Sengsara Yakub dilihat sebagai simbolik, dan Gereja sudah
mengalami penderitaan tersebut dalam bentuk yang berbeda sepanjang
sejarah.
5 Konsep
Pengangkatan tidak ada di Alkitab
Meskipun istilah "pengangkatan" atau "rapture" secara harfiah tidak
disebutkan dalam Alkitab, konsep pengangkatan orang percaya untuk
bertemu Kristus pada akhir zaman ada dalam beberapa bagian Perjanjian
Baru, terutama di 1Thes 4:16-17 dan 1Cor15:51-52 . Namun,
bagaimana dan kapan pengangkatan ini terjadi adalah subjek dari
berbagai interpretasi teologis yang berbeda di antara umat Kristen.
Secara eksplisit, istilah "rapture" atau "pengangkatan" memang
tidak ditemukan dalam terjemahan Alkitab. Kata "rapture" berasal dari
kata Latin "rapturo" yang digunakan dalam terjemahan Vulgata (Latin)
dari 1 Thes 4:17, yang berarti "diangkat" atau "dibawa pergi."
Namun, konsep orang-orang percaya yang akan diangkat untuk bertemu
dengan Kristus di udara ada dalam beberapa ayat, seperti yang
disebutkan di atas.
Contoh di Perjanjian Lama Enoch (Gen5:22-24) dan nabi Elia (2King2:11-12).
Meskipun ada teks Alkitab yang mendukung gagasan pengangkatan, tidak
semua denominasi Kristen memiliki pemahaman yang sama mengenai kapan
dan bagaimana hal itu akan terjadi. Ada beberapa pandangan eskatologis
yang berbeda mengenai pengangkatan:
-
Pretribulasi: Menyatakan bahwa pengangkatan akan terjadi sebelum
masa kesengsaraan besar (tribulasi), dan orang-orang percaya akan
diangkat ke surga sebelum masa penderitaan dimulai.
-
Midtribulasi: Mengatakan bahwa pengangkatan akan terjadi di
tengah masa kesengsaraan.
-
Posttribulasi: Berpendapat bahwa pengangkatan akan terjadi
setelah masa kesengsaraan, ketika Kristus kembali ke bumi untuk
mendirikan kerajaan-Nya.
-
Amilenial:
Sebagian dari gereja-gereja yang menganut pandangan ini tidak melihat
pengangkatan sebagai peristiwa literal, tetapi lebih sebagai simbolisme
dari kedatangan Kristus yang melibatkan seluruh umat percaya, baik yang
hidup maupun yang sudah meninggal.
Maranatha
____________________________
https://www.differentspirit.org/articles/boundaries.php
https://forums.swordsearcher.com/
https://www.bibleanalyzer.com/store/garner-howes-baptist-commentary
https://www.gotquestions.org/