3 Jenis Kematian

Ishak Natan
April 2019, Nov 2021
Text
Heb 9:27-28 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.


Satu hal utama yang harus dituntaskan ketika berhadapan dengan subjek kematian (maut) adalah pertanyaan "Mengapa?"
Mengapa orang mati dan mengapa mereka harus mati?
Dari Alkitab barulah jelas bahwa:
  Untuk kematian spiritual/ rohani, ada obatnya: keselamatan John 1:12-13;3:16
  Untuk kematian fisik/ jasmani, ada obatnya: kebangkitan 1The 4:16-17
  Untuk kematian kedua, tanpa ada obatnya: binasa, dilautan api
Mt 25:41.

Antropologi Yang Sesungguhnya
Ilmu sosial yang mempelajari asal-usul dan hubungan sosial manusia harus berurusan dengan subjek ini.
Ada yang menulis: “Dosa pertama menyebabkan kehancuran moral ras manusia. Kematian itu universal; semua mati – anak kecil, orang bermoral, orang taat beragama sama-sama mati dengan manusia yang bejat moralnya. Untuk keadaan universal harus ada sebab universalnya ; yaitu dosa universal ”
 Ro 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam], dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Bukti bahwa setiap orang perlu diselamatkan adalah karena setiap orang akan mati secara fisik. Realitas kebutuhan akan keselamatan ditegakkan oleh realitas kematian.
Ro 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Tipe # 1 — Kematian Spiritual
A
dalah keterpisahan hubungan pribadi antara sang Pencipta dan manusia yang dicipta.

Kematian spiritual adalah keadaan manusia alami yang belum dilahirkan kembali sebagaimana masih dalam dosanya Eph 2: 1 terasing dari kehidupan Allah Eph 4: 18-19 dan tidak mempunyai Roh. Bersambung setelah kematian tubuh, menuju pemisahan abadi dari hadirat Allah memasuki penderitaan yang disadari. Sikon ini disebut "kematian kedua." Rev 2:11; 20: 6; 21: 8.
Banyak bagian Alkitab menjelaskan bahwa setiap manusia mati secara rohani dan secara fisik dilahirkan dalam kondisi ini (Eph. 2: 1-5; Rom. 3: 10-18). Inilah mengapa kelahiran fisik tidak mampu membuat seseorang lewat perbuatan baiknya diterima oleh Allah dan mengapa seseorang harus "dilahirkan kembali."
 Joh 3:3-6 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air [Firman] dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Tipe # 2 — Kematian Fisik
Pada kematian fisik bagian non-materi (nyawa/jiwa) dari seseorang berpisah dari bagian materi (tubuh jasmani). Salah satu kesalahpahaman besar yang sering kali dinyatakan pada pemakaman adalah bahwa kuburan adalah "tempat peristirahatan terakhir" seseorang.
Alkitab menjelaskan bahwa semua tubuh akan dibangkitkan dari kematian (Joh 5: 26-29; Act 24:15; Rev 20:13). Mereka yang mati dalam Yesus akan dibangkitkan duluan ketimbang yang mati tanpa Yesus.

Joh 5:24-30 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

(1) Kematian fisik adalah konsekuensi dari dosa Gen 3:19 dan universalitas kematian membuktikan universalitas dosa Ro 5: 12-14.
(2) Kematian fisik hanya mempengaruhi tubuh, dan bukan penghentian kehidupan atau kesadaran. Luk 16:23, Rev. 6:9-10.
(3) Semua kematian jasmani berakhir dengan kebangkitan tubuh.
(4) Karena kematian jasmani adalah konsekuensi dari dosa, itu tidak dapat dihindari, terkecuali Kristus datang kembali menjemput milikNya yang masih hidup ; 1Cor 15: 51-52.
(5) Kematian fisik memiliki kualifikasi aneh bagi orang percaya. Disebut "tidur," karena tubuhnya dapat "dibangunkan" kapan saja Php3:20-21; 1 Cor 15:52.

Rasul Paulus tentang tubuh jasmaninya, menyebutnya sebagai tenda atau rumah yang akan dirubuhkan (2 Cor 5: 1-2). Paulus tentu saja berusaha memuliakan Allah ketika berada dalam tubuhnya saat itu (1 Cor 6:19-20), tetapi dia juga merindukan hari ketika dia bisa keluar dari tubuh duniawi dan pulang ke "rumah" bersama Tuhan.

(6) Jiwa dan roh, terlepas dari kematian tubuh, yang digambarkan sebagai "tabernakel" (tenda), di mana "Aku" tinggal, dan yang dapat ditanggalkan/ dilepas 2Cor 5: 1-8; 1Cor 15: 42-44; 2Pet 1: 13-15.

(7) Pada kematian orang percaya, ia keluar dari tubuh jasmaninya
dan sekaligus "bersama Tuhan." 2Cor 5: 1-8; Php 1:23; Luk 23:43, sambil menunggu kebangkitan "tubuh baru"nya.
 1Th 4:16-17 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

2Co 5:1-8 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-- tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

Tipe # 3 — Kematian Abadi disebut juga sebagai Kematian Kedua
Ringkasan: "Kematian kedua" dan "lautan api" adalah istilah yang identik Re 20:14 dan digunakan untuk keadaan kekal orang fasik/ tidak percaya. Arti "kedua" relatif terhadap kematian fisik orang fasik sebelumnya karena ketidakpercayaan dan penolakan terhadap kasih Allah akan Yesus sang Anak Allah. Keadaan kekal mereka adalah "kematian" kekal (yaitu pemisahan dari hadirat Allah) dalam dosa Joh8:21,24.
Bahwa kematian kedua bukanlah pemusnahan ditunjukkan oleh perbandingan ayat-ayat Re 19:20; 20:10. Setelah seribu tahun di lautan api Binatang Buas dan Nabi Palsu masih ada di sana, tidak hancur/ musna. Kata-kata "selama-lamanya" ("sampai zaman ke zaman") digunakan dalam Heb 1: 8 sebagai keberadaan selama lamanya takhta Allah, kekal dalam arti tanpa akhir.

Joh 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Joh 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
Dalam kematian abadi, orang itu terpisah dari Tuhan selamanya dalam siksaan abadi. Alkitab menggaris-bawahi tentang penghukuman kekal:

Re 20:11-15 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Re 21:3-8 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Semoga legenda dibawah ini melarikan orang berdosa secepatnya datang dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Seorang Mohammedan (Muslim) dan temannya seorang Kristen sedang mendiskusikan agama mereka dan sepakat bahwa baik Muhammad maupun Kristus adalah nabi. Di mana, kemudian, letak perbedaannya?
Orang Kristen mengilustrasikannya seperti ini: "Saya datang ke persimpangan jalan dan saya melihat seorang lelaki yang sudah mati dan seorang manusia hidup. Yang mana saya menanyakan arah?" Jawabannya datang dengan cepat, "Yang hidup, tentu saja".
Inilah perbedaan mendasar antara Kristus dan setiap pendiri/ pemimpin agama-agama lainnya. Semua yang lain datang ke dunia, hidup, dan mati — tidak ada yang hidup lagi. Kebangkitan Kristus adalah satu-satunya peristiwa yang meyakinkan para murid-Nya bahwa Dia adalah Kristus, Yesus Anak Allah, Tuhan dan Juruslamat dunia untuk semua manusia berdosa.


Ro 10:9-13 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." . . . Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Heb 2:14-15 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia [Yesus] juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.


Beranda



____________
http://www.wordexplain.com/sindeath.html
http://bibleanswerstodayblog.com/three-types-of-death/
https://www.swordsearcher.com/