Sani... dulu hidup'ku ti'ada berarti
Sani... tiba 'kau datang bawa bahagia
Senyum'mu mesra bagaikan cahaya
Menyinari hidup'ku yang gelita
Sani, 'kusayang pada'mu!
Sani... 'ku sangka cinta bagai*kan mimpi
Sani... bila terjaga 'ku sendiri
Tapi 'kau menjelma curah cinta setia
Hati'ku** kini penuh percaya
Sani, 'kusayang pada'mu!
Sani... ti'ada lagi malam sepiku
Sani... ti'ada lagi hati'ku yang pilu
Bunga kasih'ku kini berkembang
Tidaklah lagi layu dan terbuang
Sani, 'kusayang pada'mu!
Sani... biarpun dunia ti'ada mengerti
Sani... segala 'kuberi dianggap sepi
Cukup pada'ku jika 'kaupercaya
Dalam hidup'ku ti'ada 'kuberpura
Sani, 'kusayang pada'mu!
Sani... apa yang dapat 'kuberi pada'mu
Sani... 'kau telah tunjukkan jalan yang baru
Yang 'ku simpan di'kau di hati'ku selalu
Sebagai tanda terima kasih'ku
Sani, 'kusayang pada'mu!
*Hier macht sie eine ganz unmotivierte Pause. Nein, es ist auch kein Wortspiel und kein Ergativ. (Und selbst wenn es letzteres wäre, käme nichtmal ich auf die Idee, den auch nur mit einem Apostroph vom Wortstamm abzusetzen!) Es ist bloß eine Füllsilbe, die man ebensogut weglassen könnte. Überhaupt ist das Ganze grottenschlecht getextet - kaum eine Silbe paßt betonungsmäßig richtig auf die Musik; kein Vergleich mit der älteren Fassung der Quests!
**Malaien lieben nicht mit dem Herzen, sondern mit der Leber ;-)