Pacaran vs Belajar
Bagi ABG jaman sekarang, siapa sih yang gak kenal
istilah pacaran? Memang agak sulit untuk mendefinisikan kata satu ini.
Namun, bisa dikatakan bahwa pacaran adalah hubungan setengah mengikat
antara dua makhluk Tuhan berbede gender untuk saling menyayangi,
mencintai, dan menjaga satu sama lain. Mungkin kalian tidak akan pernah
menemukan definisi itu di kamus manapun bahkan di Wikipedia karena itu
memang definisi yang kuciptakan sendiri
.
Pacaran sendiri sudah menjadi budaya yang mewabah di kalangan remaja
sekarang. Bahkan, anak SD pun sudah berani melakukan hal ini (WOW!!!).
Ini terjadi kebanyakan karena pengaruh dari tontonan sinetron di TV
dimana pemerannya menjalani pacaran walaupun masih dalam status sebagai
pelajar. Mereka beranggapan bahwa ini adalah hal yang lumrah sehingga
mereka berani untuk melakukannya tanpa mempertimbangkan resiko yang akan
didapat.
Kita semua tahu bahwa belajar merupakan hal terpenting untuk dilakukan oleh seorang pelajar. Belajar merupakan kunci kesuksesan bagi semua orang. Dengan belajar, kita dapat melakukan suatu hal yang sebelumnya menurut kita adalah hal yang mustahil. Namun, dengan adanya budaya pacaran yang mewabah di kalangan remaja, hal ini dapat mengganggu konsentrasi belajar para siswa tersebut. Mereka hanya terfokus kepada pasangan mereka saja dan tidak memedulikan tugas mereka untuk belajar. Bahkan, terkdang mereka sering pergi ke bioskop atau ke mall sehabis pulang sekolah. Hal ini menyebabkan mereka sering merasa capek dan ketika mereka belajar di sekolah keesokan harinya, mereka sering merasa ngantuk dan tidak mengikuti pelajaran dengan baik.
Oleh karena itu, pelajar seharusnya bisa mempertimbangkan dengan masak-masak ketika akan memulai suatu hubungan pacaran. Selain bahwa mereka belum terlalu dewasa untuk bisa memahami lawan jenis mereka, proses belajar mereka juga dapat terganggu dan berpengaruh terhadap prestasi akademik mereka.
AKHMAD ZAKI
Learn Through Failures
\