Hari Raya Idul Adha
Jumat ini, 26 September 2012, seluruh umat Islam di dunia terutama di Indonesia akan menyambut Hari Raya Idul Adha. Di hari yang suci ini, semua umat Islam berbondong-bondong menuju ke masjid pada pagi hari demi memenuhi seruan takbir yang berkumandang di seluruh penjuru. Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, umat Islam pun akan menyaksikan pemotongan hewan kurban. Dibalik penyembelihan ini, terdapat beberapa hikmah yang dapat kita ambil, diantaranya adalah meningkatkan jiwa sosial kita terhadap masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan. Mereka yang biasanya tidak mampu membeli daging sapi atau kambing dikarenakan harga yang mahal, pada hari itu mereka dapat tersenyum dengan lebar karena mereka dapat menikmati daging hewan kurban walaupun hanya satu kantong. Selain itu, kita dapat mengambil hikmah yang lain bahwa dengan adanya penyembelihan hewan kurban, ini bisa disimbolisasikan sebagai penyembelihan atas sifat kebinatangan yang ada pada diri kita. Dengan itu, kita mampu menjadi manusia seutuhnya yang derajatnya bahkan diatas malaikat.
Oke, itu tadi sedikit pendahuluan dari
saya mengenai Idul Adha. Nah, di sekolah saya, SMAN Sumatera Selatan
(Sampoerna Academy) pada hari Jumat nanti akan diadakan shalat ‘Ïed
berjamaah di sekolah. Seluruh siswa, guru, dan staff akan mengikuti
kegiatan ini. Ini merupakan hal yang menyenangkan karena biasanya siswa
yang berasal dari Kota Palembang akan pulang ke rumahnya masing-masing
dan tidak mengikuti shalat ‘Ied di sekolah. Namun, dengan adanya
kebijakan sekolah pada tahun ini, semua siswa dapat merasakan nikmatnya
Idul Adha bersama-sama. Pada tahun ini, ada 3 kambing yang akan
dikurbankan. Satu kambing berasal dari sumbangan siswa, satu berasal
dari sumbangan guru dan staff, dan yang satunya berasal dari sumbangan
Ibu Erma Retnowati selaku kepala sekolah. Setelah shalat Idul Adha
dilaksanakan nanti, akan diadakan acara makan-makan dengan masakan
daging kambing hasil kurban. Dengan begini, semuanya akan dapat
merasakan nikmatnya berlebaran bersama teman-teman dan guru walaupun
jauh dari orangtua
.
AKHMAD ZAKI
Learn Through Failures
\