Hai Teman-Teman! :)

Nama saya adalah Yunita Anggraeni. Entah kenapa, sejak SD teman-teman saya lebih nyaman memanggil nama Tita dibandingkan Yunita. Terlalu panjang untuk memanggil namaku. Kebetulan juga, saya tidak suka dipanggil dengan nama saya yang dipotong, Yuni atau Nita. Jadi solusinya, saya biasa dipanggil Tita. Saya memiliki email [email protected]. Saat ini saya berada di kelas Public Relations, tepatnya di Mata Kuliah Komunikasi Massa setiap hari Kamis, pukul 16.00. Sedikit bercerita sejarah tentang mengapa saya memutuskan untuk menjalankan pendidikan saya di Public Relations, saya adalah tipe orang yang pecicilan dan mudah bergaul dengan orang lain. Karena saya suka berkomunikasi dengan orang lain baik yang sudah dikenal maupun belum. Di SMA dulu, saya adalah seorang Anggota OSIS. Dulu saya sering diberi kepercayaan untuk membawakan acara-acara sekolah seperti Pentas Seni, Isra Mi’raj, Perpisahan, Dzikir, dll. Itulah mengapa saya semakin melatih diri saya untuk bisa memiliki kemampuan Public Speaking. Sejak saat itu, saya mulai terbiasa untuk bisa berbicara di hadapan orang banyak. Dan saya yakin, bahwa jurusan Public Relations adalah jurusan yang paling tepat yang akan membawa saya sukses kedepannya. Di semester lalu, saya diajarkan apa itu komunikasi, fungsi komunikasi, model komunikasi, dll. Saya diajarkan hal ini dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi. Saya sangat tertarik dengan mata kuliah ini. Karena biasanya saya berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain hanya sekedar bicara tanpa memikirkan apakah saya mendapatkan feedback dari lawan bicara saya? Model apa yang biasanya saya gunakan di setiap komunikasi saya? Dengan adanya mata kuliah itu, saya semakin tertarik untuk menggeluti mata kuliah itu. Ditambah lagi dengan hasil UTS saya yang cukup memuaskan, semakin memotivasi saya untuk bisa mempertahankan nilai saya di UAS dan untuk mendapatkan nilai baik tersebut, saya harus semakin fokus mengikuti mata kuliah itu. Pada Juni 2006 lalu, ketika Piala Dunia dimulai, saya mulai menonton acara tersebut. Padahal saat itu saya baru duduk di bangku kelas 5 SD. Apalagi ketika Miroslav Klose untuk pertama mencetak gol untuk Jerman, saya langsung tertarik untuk mengikuti jalannya acara tersebut. Bahkan ketika orang-orang sedang tidur, saya malah “begadang” untuk terus mengikuti perhelatan olahraga terbesar itu. Yang menarik, ketika saat Semi Final Jerman takluk di tangan Itali, saya menangis. Karena saya selalu mengikuti pertandingan-pertandingan Jerman dan perjuangan timnas Jerman harus terhenti disitu. Sampai akhirnya Jerman berhasil menaklukan Portugal di babak perebutan juara 3. Kemudian pada tahun 2008, ketika perhelatan Thomas-Uber Cup di Jakarta lalu saya selalu menunggu penampilan para pemain bulutangkis Indonesia yang bertanding di Senayan waktu itu. Saya tertarik dengan Greysia Polii, pemain ganda putri Indonesia yang selalu memberikan dukungan kepada teman-teman lainnya dengan cara yang unik. Itulah yang membuat saya memutuskan untuk menjadi Greysians (Nama untuk Fans Klub Greysia Polii). Saya juga tertarik dengan Bulutangkis karena menurut saya, Bulutangkis adalah olahraga yang dapat mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Tetapi karena banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari akan hal itu, saya yang harus bisa menyadarkan mereka bahwa Bulutangkis juga harus didukung oleh kita. Saya mulai dari teman-teman terdekat saya, yang sering saya hasut untuk menonton acara Bulutangkis di televisi. Saya adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ibu saya adalah seorang PNS dan ayah saya adalah pegawai swasta. Mereka menikah pada 11 Desember 1989. Saya memiliki satu orang kakak perempuan yang bernama Rika Puspita Dewi. Saat ini ia sudah bekerja sebagai staff BAK di PT. Bank Pan Indonesia, Tbk. Ibu saya berasal dari Bandung, dan Ayah saya berasal dari Bogor. Keluarga saya sangat mendukung saya sebagai calon Profesional PR. Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan. D. Sebelum saya berkuliah di Universitas Mercu Buana, saya bersekolah di TK Yayasan Binong Permai, SD Yayasan Binong Permai, SMP Negeri 1 Curug dan SMA Negeri 4 Kabupaten Tangerang. Ketika SMA selain saya mengikuti organisasi OSIS seperti yang sudah saya ceritakan di awal, saya juga dipercaya untuk menjadi Ketua Paskibra di SMA dulu. Memang ini adalah tanggung jawab yang berat, tetapi saya yakin bahwa saya bisa membawa organisasi ini menjadi lebih baik. Di SMA dulu saya menyukai pelajaran Matematika dan Kimia. Itulah mengapa saya sempat mencoba jurusan Pendidikan Matematika dan Pendidikan Kimia di sebuah Universitas Negeri meskipun pada akhirnya gagal. Mungkin memang bukan rezeki saya, dan saya senang saat ini bisa masuk di Public Relations Universitas Mercu Buana yang menurut saya baik. Jurusan ini adalah jurusan yang memiliki masa depan yang cukup menjanjikan. Karena semua perusahaan pasti membutuhkan jasa Humas. Dan saya bercita-cita ingin menjadi Marketing PR PT. Trans Media, karena perusahaan ini adalah salah satu Perusahaan terbesar dan terkenal di Indonesia. Dan saya ingin bisa membuat perusahaan ini lebih maju dari saat ini. Selain itu juga saya ingin menjadi seorang dosen Ilmu Komunikasi nantinya, ketika saya sudah selesai menjalankan S2 saya nanti. Amin...