File Manajemen Tradisional |
File manajemen Database |
|
|
| File Manajemen Tradisional | File manajemen Database |
5. Data tidak standar |
4. Kerusakan pada sistem database dapat mempengaruhi departeman lain yang terkait. |
File Mhs File Kuliah File Nilai
NPM Kode MK NPM
Nama Mhs Nama MK Kelas
Jurusan SKS Kode MK
Nilai
Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional :
-
data keuangan
- data mahasiswa
- data pasien
2. Entitas :
Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data.
Contoh :
Entitas dalam lingkungan Bank terdiri dari :
-
Nasabah
- Simpanan
- Hipotik
Contoh :
Entitas dalam lingkungan Pabrik terdiri dari :
- Supplier
- Part
- Shipment
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas.
Contoh :
semua
nasabah, semua supplier
3. Atribut (Elemen Data) :
Karakteristik dari entitas tsb.
Contoh :
Entitas
Nasabah, atributnya terdiri dari : Kode Nasabah, Nama Nasabah, Alamat
Nasabah.
4. Nilai Data (Data Value) :
Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.
Contoh :
Atribut
Nama Nasabah dapat berisi Nilai Data : Nina, Rika, Gema, dsb.
5. Kunci Elemen Data (Key Data Elemen) :
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh:
Entitas
Nasabah yang mempunyai atribut-atribut Kode
Nasabah, Nama Nasabah, Alamat Nasabah, dsb menggunakan Kunci Elemen
Data Kode Nasabah.
6. Record Data :
Kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan.
Contoh:
kumpulan
Atribut Kode Nasabah, Nama Nasabah, Alamat Nasabah berisikan
"931109", "Nina", "Jl. Keamanan 63A".
|
1. Data
Disimpan secara terpadu (integrated) dan dapat dipakai secara bersama (shared).
2. Perangkat Keras
Terdiri dari unit penyimpanan sekunder.
Contoh : disk, drum
3. Perangkat Lunak
Menghubungkan antara pemakai dan data di dalam sistem basis data
4. Pemakai
Dibagi menjadi 4 kategori :
1. System Engineer.
Tenaga ahli yang bertanggungjawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
2. Administrator Basis Data.
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
3. Programmer.
Membuat program aplikasi yang diperlukan oleh pemakai akhir dengan menggunakan data yang terdapat dalam sistem basis data.
4. Pemakai Akhir.
Tenaga
ahli yang menggunakan data untuk
mengambil keputusan yang diperlukan untuk kelangsungan
usaha
1. Menentukan isi basis data, yaitu dengan menganalisa kebutuhan aplikasi masing-masing pemakai dan menentukan entity-entity beserta isi yang diperlukan oleh enterprise tsb
2. Menentukan struktur storage dan strategi akses, yaitu bagaimana data tsb diwujudkan di dalam basis data dan bagaimana mengaksesnya.
3. Sebagai penghubung dari para pemakai, untuk meyakinkan apakah data yang diperlukan pemakai sudah tersedia seluruhnya.
4. Menentukan prosedur-prosedur pengecekan otorisasi dan validasi, yaitu untuk memberikan pengamanan isi basis data terhadap kesalahan proses atau kesalahan pakai.
5. Menentukan strategi untuk back up dan recovery, yaitu untuk menyelamatkan isi basis data bila sewaktu-waktu terjadi kesalahan baik oleh manusia, hardware maupun software.
6. Memonitor
penampilan atau keandalan sistem, yaitu
selalu menaruh perhatian serta tindakan segera terhadap segala
perubahan kebutuhan sehingga sistem
selalu memberikan penampilan yang terbaik terhadap
enterprise tsb.
Untuk melaksanakan tugas-tugas DBA, diperlukan beberapa program utility yang juga diperlukan dalam implementasi sistem basis data, diantaranya :
1. Loading Routines
yang dipakai untuk membangun versi pertama dari basis data.
Contoh : Create
Struktur Data
2. Reorganization Routines
yang dipakai untuk mengorganisasi kembali basis data.
Contoh : adanya ruang yang kosong, maka reorganization routines merapatkan kembali ruang kosong tsb.
DATA
AA
BB
---> delete
AB
---> delete ===> ruang kosong dirapatkan
CC
3. Journaling Routines
yang
dipakai untuk mencatat semua operasi pemakaian basis data, termasuk
identifikasi pemakai serta isi record sebelum dan sesudah operasi tsb.
4. Recovery Routines
yang
dipakai untuk mengembalikan isi basis data ke saat sebelum terjadinya
kerusakkan hardware atau software.
yang
dipakai untuk membantu memonitor keandalan sistem
1. Data dapat dipakai secara bersama.
2. Data dapat distandarisasi.
3. Mengurangi redudancy (kerangkapan data).
4. Kemandirian data.
Dapat digunakan oleh bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.
5. Keamanan data terjamin.
Data dapat dilindungi dari pemakai yang tidak berwenang.
6. Keterpaduan data terjaga.
Memelihara
keterpaduan data berarti data harus akurat, hal ini sangat erat hubungannya
dengan pengontrolan kerangkapan data dan pemeliharaan keselarasan data.