Kisah Subali Sugriwa yang merupakan bagian dari epos Ramayana karya Walmiki, berkembang sebagai legenda di Gua Kiskendo, Jatimulyo, Kulonprogo. Kisah tentang dua kakak beradik wanara yang diutus para dewa untuk menyelamatkan Dewi Tara dari cengkraman Mahesasura dan Lembusura, namun berujung pada perselisihan kedua bersaudara. Tak sekedar mendengar cerita dari pemandu wisata, saat berkesempatan menyaksikan secara langsung visualisasi legenda tersebut dalam bentuk Sendratari Kolosal Sugriwa Subali, yaitu pertunjukan drama tanpa kata yang dikisahkan lewat tembang-tembang Jawa serta dipadukan dengan gerak gemulai tarian para pemerannya.
Mengambil lokasi di panggung terbuka dengan latar tebing batu di alam terbuka, sendratari kolosal yang dilaksanakan sebulan sekali ini pun semakin membuat kami para penikmatnya berimajinasi pada kisah yang sesungguhnya. Terbayang suasana yang lebih dramatis jika pelaksanaan pementasan dilakukan pada malam hari dengan lighting warna-warni. Bahkan mungkin Sendratari Sugriwa Subali ini tak akan kalah megahnya dengan Ramayana Ballet di Candi Prambanan. Namun meskipun saat ini masih dilaksanakan pada siang hari tanpa pencahayaan, pementasan sendratari yang bisa menjadi ikon baru wisata di Kulonprogo ini tetap menghipnotis siapapun yang datang untuk menyaksikannya.
|
Tiket
Rp. 10.000 (anak)
Rp. 20.000 (dewasa)
Rp. 50.000 (WNA)
Rp. 20.000 (kamera)
Rp. 10.000 (kamera HP)
|