R  i  b  a  s
Menunggu

Detak waktu beranjak
Iringi laraku
Ku menantimu wahai pemikat hati
Sekujur tubuh menanti
Untuk dapat bertemu
Tolonglah hadir aku menantimu
Bila waktu tlah berlalu
Senja dan hatiku kelabu
Bila janji tak lagi berarti
Sayang akankah kau tepati
Menunggu ternyata menyakitkan
Terlambat sudah kini dirimu telah berlabuh
Pada yang baru
Menanti ternyata meletihkan
Sadarlah diri apalah arti cintaku ini
Akankah ku terus menunggu
Dan bila kaki tlah letih
Badanku mulai merapuh
Lihatlah kerasnya aku menantimu
Mungkin kau tak pernah peduli
Apakah ku tlah mati disini
Tolonglah hadir aku menunggu


Lelaki yg menangis,

bila engkau pergi aku menangis, kau takkan kembali aku menangis
meski tak wajar memang tak wajar, karna aku lelaki
meski kucoba untuk menahan, namun derai deras mengalir

dan aku pun mulai menangis terus mengalir
ku bangga tentang cinta kita berdua
meski tak wajar memang tak wajar karna aku lelaki,
meski kucoba untuk menahan namun derai deras mengalir

penuhkan aku dalam gelap langitmu,
biarkan aku bagai kenangan yang pudar
maafkan aku karna lelah
langhkahmu mungkin terlalu angkuh
untuk memintamu untuk tetap tinggal disini

dan aku terluka karna hati yang lain
akupun mengenangmu, dan akupun menangis
meski tak wajar, memang tak wajar karna aku lelaki,
meski kucoba untuk menahan, namun derai deras mengalir

temukan aku dalam gelap langitmu,
biarkan aku bagai kenangan yang pudar
maafkan aku dalam gelap langkahmu
mungkin terlalu angkuh untuk memintamu 
tetap tinggal di sini


Adakah Letih,
tak ku kira, kau perlakukan aku laksana sang sri raja
bagai dewamu berikan nikmat duniamu dan tak berharap balas
ragukah bila cinta habiskan waktu
tak mungkin berpaling darimu
meski tak lagi berseri seperti di awan
namun terasa berdebar
saat membayangkan manakala aku pulang
coba tanyakan hatimu jelitaku meragu
adakah letih ketika mencintai aku2x
sempat ucaplah semua pinta niscaya pasti kan ku wujudkan
namu  tak sempatah pun kau ucapkan hanya ingin aku bahagia
ragu kah bila cinta kan habiskan wkt tak mungkin berpaling darimu

 

Bukan Lewat Lagu,
saat eros mencipta, sebuah lagu cinta tantang anugerah terindah
dan kau pun mulai meminta aku tuk mencipta sebuah lagu tentang kita
tak lama dari menggubah bait2 indah hanya kamu satu2nya
dan kaupun mulai memaksa aku tuk menggubah sebuah lagu tentang kita

tak ada ruang untukku berdiri di antara pujangga yang selalu kau puja
bukan tak mampu aku tuk mencipta sebuah lagu cinta untuk mu jelita
kurasa tak perlu sebab cinta ini bisa kau resapi lewat sikapku, bukan lewat lagu
dan kau dengar pongky bernyanyi tentang lelahnya dia utk tetap setia
dan kaupun mulai merasa aku tak cinta, tak mampu luluskan pinta


Lagu Putus,
bukan hanya kamu yang terluka saat aku ucapkan kata pisah
dalam hatiku selalu memanggil namamu
bukan hanya kamu yang terluka saat aku ucapkan tak cinta
meski batinku selalu ingin kau kembali

mungkin ini jalan untuk kita berpisah
tak lagi berbagi hari berbagi tawa
kali ini aku menepi jalan cinta ini kita sudahi
mungkin butuh waktu lupakanku,
lupakan semua jejak yang kita buat
dan lihat lah semua luka ini
sama perihnya dengan yang kau rasakan
dan kini tinggal aku sendiri gubahkan bait sedih
lagu putus tentang kita

bkn hanya kamu yang terluka saat aku ucapkan usai sudah
jangan pernah berkata ini semua dusta
bkn hanya kamu yang terluka saat aku ucapkan usai sudah
tatap langkahmu pergi sesakkan nafasku



Narsis,
lelah sudah aku, tertinggal sang waktu
yang  terus hempaskan aku dalam rasa ragu tak menentu
kemana ku cari sang penghibur sedih
yang kan terus temani diri, dalam diam dlm hati
hingga ku tak lagi

sendiri dalam sepi berteman sunyi tak ada yang membantu
terbuai dalam wangi pesona diri dan ternyata semu
penat sudah hati, melangkah tak pasti kemana kaki ku ini akan ku bawa
serta di hari
mungkin sang waktu hantarkan yg baru
setelah sekian lama kekasih datang dan pergi tinggalakan aku

usah kau harap lagi buku bersayap
yg tlah  pergi tinggalkan mimpi
tak akan berakhir seperti dulu

aku selayaknya narsis terpahat dan tertepi
selalu saja coba tuk sembunyi
namun kau takkan mengerti betapa sepinya diri
biarlahlah semua kuhadapi sendiri


Reinkarnasi,
tlah ku titipkan rinduku pada angin yang berhembus
dapat kau rasakan hadirku, dalam hirup nafasmu
sabarlah sayang tabahlah cinta, nantikan aku tak lama lagi

tlah ku titipkan tubuhku pada bumi yang kau pijak
dan akan menopang langkahmu saat lemah tanpa ku
sabarlah sayang tabahlah cinta, nantikan aku tak lama lagi

karna aku pasti akan kembali
seorang bunda kan melahirkanku nanti
dan kita kan bersama untuk selamanya
tanpa pisah tanpa tentang dari mereka

aku titipkan cintaku pada langit yang kau pandang
dapat kau keluhkan setiamu dalam diam biruku
sabarlah sayang tabahlah cinta, nantikan aku tak lama lagi

hai Tuhan raja dunia, isinkan aku tuk hadir lagi

tlah kutitipkan hasratku, pada hujan dalam badai
dapat kau sebadani aku dalam deras hayalmu
sabarlah sayang tabahlah cinta, nantikan aku tak lama lagi
Back
Hosted by www.Geocities.ws

1