| Sketsa Usang | |||||||
| Kisah lama kembali bermain dibenakku, saat pertama kali melihatmu, kamu tersenyum padaku sambil tertunduk malu, manis sekali, pikirku saat lalu itu, hmm.. tak lama berselang semuanya hilang dari kepalaku tapi .... kembali kamu muncul di hadapanku, masih dengan senyummu yang kemarin, manis seakan tanpa dosa, saat itu aku mulai merangkai sebuah gambar sketsa, yang aku sendiri tidak pernah mengerti mengapa aku memulainya, hari demi hari sketsa itu mulai terbentuk. dengan sedikit bantuan dari kawan aku mulai melengkapi sketsaku dengan hal-hal yang aku anggap kamu pun akan menyukainya. kamu tahu saat mulai mengenalmu, kadang hal yang selalu melekat padamu selalu menjadi perhatianku, dimanapun aku berada, meski itu bukan sesuatu yang aku sukai, bahkan sebuah warna yang paling aku bencipun dapat menjadi warna yang menyejukkan pandanganku, karna warna itu warna kesukaanmu sekian lama berselang dan akhirnya sketsa itu selesai juga, aku ingin memberikannya padamu, tapi saat itu aku ragu, tapi kamu membuatku yakin akan sebuah hal, keinginnan itu terlalu besar untuk di kalahkan oleh ego kaumku. dan akhirnya ... meski kamu mengambil sketsa itu dariku, tapi... tak pernah terpikir olehmu untuk memberikan warna pada sketsa itu, saat itu aku sangat kecewa padamu, aku merasa orang yang paling bodoh yang tak pernah bisa mengartikan sikapmu dengan baik. saat semuanya itu telah terjadi, aku ingin menghancurkanmu dari kepalaku, tapi tak pernah berhasil aku buat, kembali kau datang masih dengan senyum kemarin, seakan kekecewaan yang kau berikan tak pernah ada, aku pun kembali mengikuti permainanmu, kecewa yang lalu telah pudar seiring sapaan lembutmu, kini semua berlalu, segalanya kembali seperti sediakala, seakan sketsa itu hanya sebuah hadiah pemberian dariku, sketsa itu kinii masih tetap sebuah sketsa buram yang takkan mungkin menjadi sebuah lukisan indah kita berdua telah membuat sketsa baru yang akan kita warnai bersama, menjadi sebuah lukisan indah, meski tak seindah harapanku sketsa tetap akan menjadi sebuah sketsa sketsa tak akan jadi sebuah lukisan indah jika tak ada kuas warna menyentuhnya tapi kadang sebuah sketsa akan tampak indah jika kita memandangnya dengan pandangan berbeda meski hanya sketsa buram tapi banyak makna yang telah tercurah disana 05 Sept '04 |
|||||||
| Home Corat Coret | |||||||