| Sahabat | |||||||
| Saat sepi memasuki kesendirian kita, aku kembali teringat akan sebuah masa yang begitu indah, masa bermain bersama teman dan sahabat, saat semua luka itu belum ada, indah masa itu tergambar jelas di kepalaku, saat kita bersama-sama mencapai keinginan dengan bermandi keringat dan luka-luka di tubuh, masa dimana kita bermain bersama tanpa ada perasaan sakit di hati. Tahu kah kau kawan, aku rindu masa itu, aku rindu saat kita tertawa lepas tanpa beban hati sedikitpun, saat kita berlari di pantai, sambil berkejar-kejaran dengan ombak, kita tertawa begitu riangnya, bagai anak kecil yang belum di sentuh masalah hidup, tapi waktu telah menelang semua impian kita bersama ombak yang yang hilang di ujung samudra. Kini kau telah berjalan pada jalan yang telah kau temui, dan aku berjalan pada jalan yang masih sama saat kau ada di sini, aku belum menemukan jalanku yang aku inginkan. Kembali teringat pada suatu masa dimana kebersamaan itu di uji pada sebuah kenyataan pahit tentang sebuah hubungan, aku sadar saat itu kamu khilaf pada hubungan yang ingin kamu akhiri dengan bahagia, kamu mematahkan sebuah ranting persahabatan yang telah tumbuh di tengah-tengah kita, tapi tahukan kamu kawan, aku bahagia karena batang persahabatan itu tidak kau robohkan hanya karena sebuah prasangka yang tak berujung, aku sadar saat itu kau berada pada sebuah hubungan yang menuntunmu pada sebuah kebingungan hati, dan kamu tahu aku tak pernah menyalahkan hubungan itu, meski aku harus kau kecewakan, kau telah menghempas nilai persahabatan kita hanya demi seorang yang tak pernah bisa kau miliki. waktu itu aku pernah sekali waktu menyalahkan semua perlakuanmu padaku, tapi saat semua yang kau alami itu terjadi padaku, aku akhirnya mengerti semua perasaanmu saat itu, maafkan aku kawan jika saat itu aku tak pernah ingin mengerti beban yang menghimpitmu, tapi setidaknya aku tak pernah menyalahkanmu lebih lama, karena kita bisa dapat tertawa bersama kembali, seakan semuanya berlalu bagai angin, dan kau menyimpangnya sendiri. Sahabat,.. kadang badai datang di tengah kita meski kita tak selalu bersama menembus badai itu tapi pada akhirnya kita kembali bertemu pada jalan setapak kebersamaan dan kembali tertawa bersama b bagai pelangi yang selalu ada setelah hujan kawan ingatkah kau saat aku terhempas pada permainan yang telah kita buat bersama, sebuah permainan yang kita awali dengan gelak tawa, harus aku akhiri dengan kesedihan tak berujung, permainan yang awalnya hanya keisengan kita, harus berakhir sedih, aku sadar, semuanya itu kesalahan ada padaku, seandainya saja tak pernah tertambat jauh ke hatiku, permainan itu akan kita akhiri dengan gelak tawa juga, seperti saat kita memulainya dahulu. Banyak suka dan duka kita lalui bersama, bagai roda pedati, pertentangan dan kebersamaan silih berganti datang, membentuk kita menjadi sebuah pribadi yang berbeda sebelumnya. Sahabat... kita selalu ingin tertawa, tapi kadang kita harus menangis semuanya berjalan bagai lukisan takdir seperti saat kita di pertemukan dan akhirnya kita berpisah di simpang jalan yang kita pilih sendiri tapi semuanya berakhir indah semoga akan kekal adanya 03 Sept '04 |
|||||||
| Home Corat Coret | |||||||