| Sebuah Kerinduan | |||||||
| kembali... sudut hatiku terusik tersenyum..... mengapa selalu ada senyum itu di wajahmu manis.... senyummu saat kau melambaikan tangan padaku kacau... detak jantung saat tahu kau nyata di pandanganku saat tahu kau ada di ujung pandanganku, sedetik aku tak bisa bernapas, dadaku terasa sesak, membuat jantungku berpacu kencang. aku tak tahu mengapa, aku harus menjauhimu waktu itu, maaf, bukannya aku tidak mau menyapamu, tapi, sesak sesali dada ini, aku pergi bukannya karna aku benci, atau tak suka melihatmu, kamu tahu ? aku pergi karena tidak ingin membangkitkan sesuatu yang sudah lama tertidur itu, aku takut, kau menganggapku melanggar sesuatu yang pernah aku katakan padamu, aku hanya ingin merasa damai pada apa yg telah aku simpan dengan rapih dan sangat hati-hati. Ingatkah kamu akan sebuah perkataan yang kau utarakan padaku "kamu yang paling tahu apa yang kamu inginkan!" kata-kata itu selalu tergambar jelas di otakku, kamu bener akulah yang paling tahu tentang apa yang aku inginkan, aku tak ingin apa yang aku katakan terbalik dengan apa yang kamu saksikan di depanmu, aku tak ingin merubah pandanganmu terhadapku, aku hanya ingin semua seperti apa adanya sekarang. Karena aku masih ingin melihat senyum dari wajahmu. Maaf, kalo sampai saat ini perasaan itu belum bisa aku kubur, tapi aku pernah berjanji padamu, aku tak kan membangunkan perasaan itu lagi, aku akan selalu menjaga janjiku padamu, seperti kamu selalu menepati janjimu padaku, meski itu bukan seperti yang aku harap darimu. Entah kapan aku bisa menganggap wajar setiap pertemuan denganmu, aku selalu berusaha menganggapnya wajar di hadapanmu, tapi tidak di belakangmu, maaf, kalo aku sedikit munafik padamu, tapi aku tahu itulah yang kamu ingin dariku, kamu tak ingin aku sakit, itulah yang pernah kamu ungkapkan padaku, karena itu aku tak ingin kamu melihat sakit itu, aku hanya ingin kamu melihat senyum di wajahku, saat membalas senyum yang selalu kau beri saat memandangku. Aku punya sebuah ingin yang saat ini belum bisa aku buat, mengatakankan padamu bahwa 'dia adalah kekasihku', aku tahu, ungkapan itulah yang akan membuatmu tenang yang akan membuat tidak merasa bersalah padaku, tapi maaf, belum ada yang bisa memberikan senyum damai seperti senyummu itu. Ingin memang ada, tapi hati tak kunjung terpaut kadang pikir memaksa tapi ego selalu saja bicara mengajak keras kepala berlaku dan akhirnya semua perlahan sirna menghilang tak berbekas 30 Agust '04 |
|||||||
| Home Corat Coret | |||||||