| Ego Hutan Pinus | |||||||
| kesombongan telah mengalahkan inginku, aku tak perduli pada apa yang kamu katakan, aku tak ingin kamu mengusik hidup, meski itu hanya sapaan ringan tanganmu, kamu benar, aku memang gadis yang keras kepala, aku gadis yang egois, dan juga tidak pernah mau mengalah. Aku tak pernah perduli semua gambaran tentang diriku yang ku ukir di kepalamu, karena memang aku tak pernah ingin perduli akan kehadiranmu. Aku tak ingin di usik oleh usahamu, aku tak pernah perduli, seberapa buruknya diriku yang kau liat, aku memang ingin menggambar di kepalamu seperti itu, agar kamu tak akan pernah mengusikku lagi, dan kamu tahu ? semua itu berhasil aku lakukan, aku tersenyum pada kemenanganku, semua yang telah aku lakukan itu dapat aku selesaikan dengan baik dan sempurna, senyum kemenanganku mengubur gambaranmu, bahkan menghilangkanmu dari kepalaku. kamu tahu mengapa aku melakukan semua itu, aku tak tahu apa kah pernah terbersit di kepalaku tentang tanya itu, yang aku tahu kau tak pernah lagi mencoba mengusikku, dan itu membuatku merasa lebih baik. kamu harusnya tahu, kamu telah menghancurkan sebuah sketsa yang telah coba aku gambar begitu lama, sketsa yang akhirnya ingin aku selesaikan dengan baik, saat egoku memudar. Aku tidak tahu, apa aku harus berterima kasih padamu, atau menyalahkanmu, tentang sketsa yang terbongkar itu, sampai saat ini, sketsa itu belum juga terbentuk kembali. Saat ini aku tak terpikir untuk mengurai kembali sketsa yang telah kau hancurkan itu, ataupun membuat sketsa yang lain. kini aku kembali terkurung pada lingkaran lama, yang kemarin ingin aku tinggalkan, tapi kau telah mengacaukan semuanya. Aku tak pernah tahu apakah ini sebuah rencana yang telah di atur untukku, atau sebuah tantangan yang di berikan untukku, agar aku terus berjuang merangkai kembali sketsa itu, aku hanya tahu aku ingin hidup seperti apa yang ada di hadapan kini. kadang aku berpikir perasaan itu dapat dibentuk seiring berjalannya waktu 19 Agust '04 |
|||||||
| Back Home Corat Coret | |||||||