Dasar-Dasar Penyembuhan Terapi Mental
contributor: Lenardo Rimba
23 Nopember 2003
Kekuatan Pikiran bersifat positif terhadap tenaga dan materi..., dan tenaga yang bersifat negatif selalu menyerah kepada yang positif manakala kekuatan pikiran yang positif digunakan dengan benar dan cerdas. Kekutan Pikiran sesungguhnya membangun tubuh dari sebuah sel, dan selalu tetap berada dalam setiap bagian dan pecahan tubuh. Setiap selmemiliki pasokan Kekuatan Pikiran dan bahkan pada dasarnya tiap sel, kombinasi sel, dan seluruh tubuh adalah hasil dari kondisi-kondisi yang merupakan manifestasi dari Kekuatan Pikiran. Analisa akhir akan menyimpulkan bahwa tubuh itu sebenarnya adalah pikiran. Kekuatan Pikiran memperlihatkan dirinya di alam raya ini melalui cara-cara yang tak terhitung: tubuh fisik dan sel-sel yang membentuknya hanyalah salah satu manifestasi dari tenaga yang dimiliki Kekuatan Pikiran. Dan karena dasar pengertiannya demikian, maka penyembuhan melalui pikiran (mental healing) bukanlah contoh supremasi "pikiran terhadap materi" seperti sering dikira, tetapi merupakan manifestasi pikiran positif terhadap pikiran negatif. Pusat pikiran manusia bersifat positif terhadap pikiran yang dimiliki tubuh manusia, dan inilah pembawa hasil penyembuhan itu.
Setiap sel tubuh memiliki saham dalam pikiran manusia secara keseluruhan,
dan ilmu pengetahuan memperlihatkan kepada kita bahwa walaupun tiap sel
menjalani hidupnya sendiri sebagai unit yang terpisah, ia tetap merupakan
bagian dari seluruh sistem sel tubuh dan merupakan bawahan dari pikiran manusia
yang memilikinya. Dan pikiran yang berada dalam tiap sel atau sistem sel bisa
dijangkau oleh pikiran positif kita apabila upayanya dilakukan dengan benar.
Agar dapat menangkap sepenuhnya arti penting dari pernyataan di atas, Anda
perlu mengingat bahwa setiap organ, bagian, tulang, syaraf, daging, urat, dan
segalanya di dalam tubuh Anda merupakan gabungan yang dibentuk dari kombinasi
sel-sel. Ada sel-sel tunggal di dalam darah Anda dan bagian lainnya dari tubuh
Anda; dan ada komunitas sel-sel dalam tubuh Anda yang melakukan fungsi-fungsi
tertentu dan yang Anda sebut sebagai: hatiku, jantungku, perutku, ginjalku, dsb.
, dsb. Dan pikiran itu ada di dalam diri mereka satu persatu. Dan pikiran
yang ada di dalam tiap sel dan tiap organ itu bisa dikontak oleh Kekuatan
Pikiran yang didaya-gunakan oleh pemilik tubuh itu sendiri atau orang lain.
Saya anggap banyak teori yang muluk-muluk tidak dapat digunakan untuk menjelaskan
fakta yang diamati oleh para peneliti penyembuhan melalui pikiran; dan saat ini
saya telah "meringkaskan" inti permasalahan menjadi satu hal ini, yaitu: ide
tentang adanya Pikiran di dalam sel-sel dan kelompok-kelompok sel.
Pikiran itu bersifat tanggap terhadap pikiran pusat dari seorang individu,
terutama apabila pikiran pusat itu dikonsentrasikan dan diterapkan dengan
cerdas.
Bermacam-ragam teori, pernyataan, formula, pengamatan, ajaran, dan sebagainya
tidak memiliki dampak selain memberikan sugesti yang kuat terhadap orang-orang
yang mempercayainya.
Sebagian orang mengalami hasil lebih baik manakala penyembuhan melalui pikiran
dilengkapi pula dengan percakapan dan penjelasan keagamaan atau semi-keagamaan
yang menyentuh aspek perasaan dari diri mereka dan membuat mereka menjadi lebih
bersifat terbuka terhadap proses penyembuhan melalui pikiran. (Tempat suci,
gambar dan benda-benda suci membawa kesembuhan melalui cara ini).
Sebagian orang lainnya memperoleh hasil lebih baik manakala teknik metafisik
yang teoritis diterapkan pada mereka, termasuk dengan menggunakan peragaan fisik
dan penggunaaan suara-suara yang panjang dan tinggi - mereka mungkin tidak
mengerti artinya tetapi mereka akan berpikir bahwa "pasti ada sesuatu di
dalamnya" karena digunakannya hal-hal yang tidak dimengerti oleh diri sendiri
tetapi dianggap dimengerti oleh si penyembuh.
Mereka ini semuanya disembuhkan - tetapi memang sebagian orang condong memilih
cara tertentu sesuai seleranya sehingga memperoleh hasil lebih baik.
Tetapi Anda mungkin bertanya mengapa iman, kepercayaan, keyakinan, dsb.
memainkan peranan penting dalam penyembuhan; apabila benar penyembuhan
sesungguhnya dilakukan melalui pikiran yang berdiam di dalam sel dan kelompok
sel, apa hubungannya antara iman dan sel ?
Ini pertanyaan yang baik - dan inilah jawabannya. Walaupun memang benar bahwa
pikiran di dalam sel-sel adalah perantara atau penyebab kesembuhan, tetaplah
merupakan fakta bahwa pada dasarnya sel-sel itu tergantung terhadap pengaruh
dari pikiran pusat yang dimiliki oleh seseorang.
Dan apabila pikiran pusat seseorang dipenuhi oleh pikiran tentang penyakit,
ketakutan, hal-hal yang tak diinginkan, dsb., maka organ yang sakit otomatis
akan terpengaruhi.
Dan apabila sebaliknya yang terjadi, yaitu apabila pikiran orang itu berubah
dari isi yang penuh ketakutan menjadi isi yang penuh harapan, keyakinan, cinta,
iman, percaya, dan ekspektansi, maka akan jelas terlihat bahwa dampaknya
terhadap sel-sel akan berubah: mereka akan mengalami perbaikan.
Dan apabila terhadap keadaan mental yang telah diperbaiki ini ditambahkan
keadaan yang lebih positif, yaitu pengendalian secara sadar dan perasaan mampu,
maka dampak penyembuhan akan berlipat ganda dan meningkat.
Terus terang, saya sesungguhnya percaya bahwa faktor besar paling utama yang
berpengaruh dalam penyembuhan melalui pikiran adalah tindakan penyingkiran rasa
takut dari pikiran si pasien; bisa dengan cara pengajuan alasan-alasan,
argumentasi, iman, harapan, atau bahkan takhayul.
Rasa takut adalah situasi pikiran yang paling negatif, dan melumpuhkan seluruh
sistem secara langsung. Rasa takut dan kuatir pada kenyataannya meracuni sel-sel
tubuh. Ini adalah fakta yang bisa ditunjukkan secara ilmiah.
Dan apabila beban berupa rasa takut ini dapat disingkirkan, maka itu berarti
bahwa langkah besar ke arah penyembuhan telah diambil. Harapan, rasa yakin, dan
rasa percaya akan menyingkirkan beban berupa rasa takut itu.
Karena inilah saya percaya segala macam dari Pil Roti sampai "C.S", seperti yang
saya katakan beberapa menit lalu - singkatnya, saya akan percaya pada apapun
yang bisa meningkatkan derajad harapan, rasa percaya, rasa yakin, dan ekspektansi
si pasien - saya akan percaya pada suatu agen yang dikatakan adalah yang terbaik
bagi suksesnya penyembuhan suatu kasus tertentu. Tapi bagi semua kasus, prinsip-
prinsip bagi penyembuhan selalu sama - yaitu pikiran.
Saat ini akan kita asumsikan bahwa keadaan pikiran orang yang akan disembuhkan
telah diubah oleh induksi (melalui transfer energi atau sugesti) menjadi bersifat
positif yang kuat - dan inilah yang harus ditekadkan oleh si penyembuh untuk
dicapai dalam diri pasiennya.
Keadaan pikiran positif yang diinduksi di pikiran pusat si pasien ini tentu saja
berdampak positif secara kuat terhadap pikiran dalam tubuh dan sel-selnya. Karena
gambaran dalam pikiran pusat si pasien sekarang berupa tubuh yang sehat, normal,
dan sempurna, maka materi fisik dari tubuh dan sel-selnya akan mulai terbentuk
sesuai dengan pola yang disodorkan ke hadapan pikiran yang dimiliki sel-sel
tubuhnya oleh pikiran pusat dari orang itu.
Ini tidak lain daripada cerita lama tentang visualisasi pikiran dan materialisasi
fisik. Tentu saja dampaknya akan semakin kuat apabila si pasien mau mengarahkan
keinginannya dan dengan tegas melakukan tindakan yang perlu bagi pulihnya
kesehatan; dan si pasien bisa dibantu dengan bahan-bahan yang perlu bagi hal itu
oleh si penyembuh. Situasi pikiran yang dinginkan untuk dimiliki oleh si pasien
bisa diinduksi melalui auto-sugesti (sugesti-diri) yang dilakukannya sendiri;
atau bisa juga melalui sugesti yang diberikan oleh si penyembuh (di tahap inilah
upacara dan berbagai pernak-pernik dari sistem kepercayaan yang digunakan bisa
muncul); atau melalui energi pikiran milik si penyembuh yang diaplikasikan
seperti ditunjukkan dalam pelajaran-pelajaran sebelumnya.
Jenis-jenis penyembuhan melalui pikiran ini, yang saya sebut sebagai
"penyembuhan umum", termasuk jenis "penyembuhan langsung", yaitu apabila si
penyembuh berada di hadapan si pasien, atau bisa juga berbentuk "penyembuhan
jarak jauh", yaitu apabila si penyembuh dan pasiennya tidak berada bersama-sama
di satu tempat. Selain melalui cara tidak langsung dengan menggunakan teknik
umum penyembuhan melalui pikiran, seseorang bisa saja menerapkan "penyembuhan
lokal" terhadap dirinya sendiri secara langsung dengan cara mengarahkan
pikirannya kepada sel-sel atau organ-organ yang akan disembuhkan.
Anda mungkin heran mengapa saya bicara tentang mengarahkan "sugesti" kepada
sel-sel - berikutnya Anda mungkin bertanya, "dapatkah sel-sel mendengar ?"
Sel-sel tidak bisa mendengar, tetapi dikeluarkannya kata-kata sugesti itu oleh
Anda akan memungkinkan Anda untuk mengarahkan pikiran Anda dengan lebih lugas
dan kuat terhadap sel-sel dan organ-organ yang dimaksud.
Anda akan melihat nanti bahwa saya mendukung ide dilakukannya "pembicaraan
langsung" terhadap sel-sel dan organ-organ tubuh, dan memberi tahu mereka secara
spesifik apa yang Anda inginkan agar mereka lakukan. Anda akan terkejut bila
cara ini Anda coba dan Anda
lihat sendiri bagaimana mereka memberikan tanggapan.
Dikutip dari:
"Mental Therapeutics" & "Mental Healing Methods". karya William Walker
Atkinson: "Mind-Power: The Secret of Mental Magic" (1912).