
KH Miftah Faridl
(Kamis, 12 Maret 1998)
Ibadah haji memiliki kekhususan sendiri. Jika pada ibadah-ibadah lain dapat kita lakukan di mana saja, dalam ibadah haji tidak bisa. Tempat dan waktu haji sudah ditentukan oleh Rasulullah. Tempatnya adalah di Mekah, Muzdalifah, Padang Arafah, dan Mina merupakan tempat-tempat yang harus dikunjungi dalam haji. Selain itu waktunya pun sudah ditentukan yakni pada bulan Dzulhijjah setiap tahun sekali. Hal inilah yang menyebabkan haji menjadi sangat istimewa bagi umat Islam.
Persiapannya memerlukan waktu yang relatif lama. Di Indonesia, kita menunggu beberapa waktu untuk dapat giliran berangkat. Kita harus antre untuk berangkat. Karena waktu dan tempat yang sama, maka umat Islam dari seluruh penjuru dunia datang saat yang bersamaan ke Mekah Al Mukarromah. Untuk itu, diberlakukan sistem kuota dari tiap negara yang berangkat haji. Selain itu juga, masalah kesehatan juga menjadi masalah bagi jamaah haji. Hal ini dikarenakan ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Dan sering yang berangkat haji adalah orang tua, yang secara fisik sudah lemah.
Karena itulah ibadah haji mempunyai hikmah yang sangat besar. Mulai dari berangkat hingga pulang, kita sering dihadapkan pada cobaan yang cukup berat. Allah menjanjikan tempat yang layak bagi jamaah yang pulang dengan membawa haji yang mabrur. Doa para jemaah insya Allah terkabul ketika meminta langsung di tempat-tempat suci. Namun, menurut narasumber, kita boleh mengagumi hajarul aswad, tapi tidak boleh meminta padanya, karena akan berubah menjadi musyrik. n