UPAYA MENYIAPKAN SISWA SMA/MA UNTUK MENGHADAPI UJIAN NASIONAL BIDANG
STUDI MATEMATIKA
 

Pada tanggal 30 Agustus 2007, bertempat di SMA Negeri 1 Martapura,
kelompok MGMP Matematika kabupaten Banjar mengadakan pertemuan
rutinnya dengan pembahasan utama masalah upaya menyiapkan siswa SMA/MA
untuk menghadapi Ujian Nasional bidang studi matematika. Pada
kesempatan itu Bapak Drs. R. Dirdjo Sulistyo berbagi-bagi pengalaman
tentang strategi menyiapkan para siswa untuk siap menghadapi Ujian
Nasional Matematika.

SMA Negeri 1 Martapura mencatat hasil ujian nasional matematika untuk
tiga tahun terakhir sebagai berikut:
1. Tahun Pelajaran 2004/2005
� Max : 10 (Royhanah)
� Min : 4,4
� Rerata : 5,66
2. Tahun pelajaran 2005/2006
� Max : 9 (Ana Khairina & Nuriana)
� Min : 5
� Rerata : 7,04
3. tahun Pelajaran 2006/2007
� Max : 10 (Hendry Saputra)
� Min : 4
� Rerata : 7,26

Menurut Bapak Dirdjo ada beberapa strategi yang Beliau terapkan untuk
menyiapkan siswa-siswa Beliau:
1. Pada awal tahun pelajaran, dilakukan tes diagnostik. Tujuannya
adalah untuk melihat peta kekuatan dan kelemahan siswa. Berdasarkan
ini lalu diupayakan pembinaan daan penguatan kemampuan atau skill para
siswa, khususnya pada bagian-bagian pelajaran yang masih lemah. Bahan
diagnostik itu diambil dari bahan pelajaran kelas X dan XI dengan tipe
soal sesuai dengan yang diujikan pada ujian nasional. Sesuai dengan
ujian nasional agar para siswa terbiasa menghadapi soal-soal sederajat
soal-soal ujian nasional.
2. Disiapakan juga diktat pelajaran untuk setiap pokok bahasan. Diktat
ini berisi teori dan konsep-konsep materi pembelajaran diikuti dengan
contoh-contoh soal disertai cara-cara penyelesaiannya, kemudian
diikuti lagi dengan beragam soal-soal dari yang relatif sederhana
hingga yang memerlukan pemikiran lebih mendalam seperti soal-soal
Ujian nasional dan bahkan soal-soal SPMB. Dengan tersedianya diktat
ini maka:
� Biaya yang dikeluarkan para siswa relatif kecil, cukup mem-photokopi.
� Siswa dapat lebih fokus ke materi pembelajaran yang dibahas.
� Siswa dapat memperlajari dan berlatih soal-soal jauh-jauh hari
sebelumnya, bahkan terhadap materi-materi yang belum diajarkan guru di
kelas.
3. Guru sedapat mungkin berfungsi sebagai fasilitator, siswa aktif
belajar. Dengan adanya diktat siswa dapat mempelajari sendiri bahan
pembelajaran. Kemudian guru mencoba mengamati aktivitas siswa menjawab
soal-soal. Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran akan nampak
pada kemampuan siswa membahas soal-soal. Guru baru tampil memberikan
arahan dan penjelasan bila benar-benar siswa membutuhkannya.
4. Siswa-siswa yang berprestasi atau menonjol kemampuannya
diberdayakan untuk membantu teman-temannya yang lain, khususnya pada
kegiatan pelajaran tambahan atau les.
5. Setiap siswa mendapatkan perhatian dan perlakuan yang berimbang,
walaupun tata cara perlakuan orang per orang siswa tentu berbeda
disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan masing-masing siswa.
Khusus untuk siswa yang masih agak terkebelakang, mendapat perhatian
khusus, terus diberikan motivasi dan dirangsang aktif belajar, salah
saatunya dengan memberikan soal-soal yang agak mudah yang diperkirakan
dapat dijawab oleh siswa. Atas keberhasilan siswa bersangkutan
menjawab soal tersebut, guru memberikan sanjungan dan berusaha
menanamkan rasa percaya diri pada siswa bahwa ia sesungguhnya mampu.
6. Guru senantiasa berusaha menciptakan iklim persaingan sehat antar
siswa di kelas untuk berlomba menguasai materi pembelajaran. Salah
satunya guru menyuruh siswa untuk menuliskan penyelesaian soal-soal di
papan tulis. Cara ini dirasa sangat efektif dan menggembirakan. Para
siswa nampak berlomba untuk mengekspresikan jawaban mereka di depan
kelas. Siswa merasa ada hal yang kurang pada diri mereka sebelum
mereka menyatakan penyelesaian atau jawaban mereka di depan kelas.
Dari sini dapat juga diukur tingkat kesiapan siswa sebelum proses
pembelajaran di kelas berlangsung. Dengan aktifnya siswa merespon
pertanyaan-pertanyaan guru, menjawab soal-soal terutama diantaranya
yang terdapat pada diktat, ini menunjukkan bahwa siswa telah belajar
dan mempersiapkannya sebelumnya, mungkin aktif belajar di rumah,
menelaah materi dan amembahasi soal-soal yang ada.
7. Atas prestasi siswa, guru tidak segan-segan memberikan penghargaan
tidak sekedar pujian atau sanjungan tetapi juga berupa benda-benda
hadiah, bahkan tropi. Perlakuan guru terhadap siswa-siswa yang
berprestasi demikian terasa sangat baik untuk memotivasi para siswa
lainnya untuk juga berprestasi.
8. Di samping adanya program sekolah seperti Crass program, guru
bersama para siswa sepakat untuk secara rutin melakukan pelajaran
tambahan di sore hari. Bahkan pada musim liburan kegiatan pelajaran
tambahan sering juga dilakukan. Ini menunjukkan tingginya kesadaran
para siswa dan adanya komitmen bersama untuk sukses dalam pembelajaran
matematika.
9. Guru senantiasa melakukan prediksi terhadap soal-soal ujian
nasional. Untuk ini uji coba ujian nasional pun merupakan hal yang
biasa dilakukan. Guru membuat soal-soal yang diperkirakan setara
dengan soal-soal ujian nasional. Untuk itu, penelaahan terhadap
soal-soal ujian nasional bahkan soal-soal SPMB dalam banyak tahun
sebelumnya dikaji dan dilakukan secara serius. Alhamdulillah hasilnya,
dapat menghantarkan para siswa merasa terbiasa dan tidak asing
menghadapi soal-soal ujian nasional mereka.
10. Pada akhirnya, peran orang tua, lingkungan keluarga adalah hal
yang tidak bisa diabaikan. Orang tua sangat perlu peduli kepada
aktivitas belajar anak-anak mereka. Kuncinya harus ada tegur sapa dan
komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak. (Red. Mengenai
masalah ini secara khusus silahkan browsing mengenai "Peran Orang Tua"
pada www.friendster.com/msynaaqina).

Diakhir penyampaian pembahasan masalah upaya penyiapan siswa untuk
siap ujian nasional matematika ini, dilakukan tanya jawab antar nara
sumber dan para peserta MGMP. Nampaknya para anggota MGMP sangat
antusias dan berharap mudah-mudahan dapat mengambil contoh/tauladan
dari apa yang disampaikan oleh Bapak Dirdjo selaku nara sumber.
Mudah-mudahan kematematikaan di daerah kita, di kabupaten Banjar ini
khususnya meraih hasil yang menggembirakan, dan ini tidak terlepas
dari usaha kita bersama dan adanya anugerah dan rahmat dari-Nya, Amin
ya rabbal alamin.

Martapura, 31 Agustus 2007
a.n. MGMP Matematika kab. Banjar
Syaiful Yazan
  
Hosted by www.Geocities.ws

1