Pendidikan - icon    

media informasi siswa indonesia

    | Halaman Depan | About This Site | Vademecum Hubungi kami Jobs | Link Pak Guru | Link Perguruan Tinggi |

         

Media Hidroponik

     

Ada dua macam sistem hidroponik, yaitu  

  1. Hidroponik dengan mempergunakan media non tanah seperti; pasir, arang sekam, zeolit, rockwoll, gambut, sabut kelapa dll.

  2. Hidroponik dengan hanya mempergunakan air yang mengandung nutrien atau pupuk yang bersirkulasi sebagai media, akar tanaman terendam sebahagian dalam air tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip film), sistem ini disebut dengan NFT ( Nutrien Film Technical).

   

Media Non tanah

  

Yang sangat penting anda persiapkan untuk penanaman dengan sistim media non tanah adalah media yang mempunyai porositas (mempunyai ruang pori-pori) yang baik seperti pasir, arang sekam, zeolit, rockwoll, gambut dan sabut (kulit) kelapa.

 

Berikut ini dapat dapat dilihat perbandingan dari media-media tersebut diatas :

 

  1. Pasir

Pasir yang akan dipergunakan sebagai media hidroponik mempunyai bobot yang berat dan porositas yang kurang, sebelum dipergunakan harus disterilkan. Media pasir cocok untuk hidroponik selada, sawi, bayam dan kangkung. Cara men-sterilkan pasir untuk media hidroponik adalah dengan cara direbus dan dipanaskan dengan api dengan mempergunakan wadah seng atau periuk atau sejenisnya. Juga dapat dilakukan dengan direndam atau dicuci, buang ampasnya kemudian direbus sampai mendidih kemudian dikeringkan dengan jalan dijemur. Media pasir yang dipergunakan sebagai media hidroponik dapat dipergunakan berulang-ulang dengan setiap kali penanaman harus dilakukan pembersihan dan sterilisasi.

 

  1. Arang sekam :

Arang sekam (kulit gabah) mempunyai porositas yang sangat baik dan tidak perlu diseterilkan tapi hanya dapat dipergunakan untuk 2 kali penanaman. Media ini cocok untuk tanaman tomat, paprika, dan mentimun. Cara penyiapan media arang sekam ini dapat dilakukan dengan pembakaran sekam (kulit gabah) atau direndang (dipanaskan dengan api) diatas seng plat atau kuali dll.

 

  1. Zeolit :

Zeolit adalah pasir yang berwarna biru atau abu-abu dan mengandung unsur kapur (Ca) yang dapat berfungsi langsung sebagai pupuk dan mempunyai porositas baik. Sebelum mempergunakan media ini perlu dilakukan  pencucian hingga bersih, hal ini dilakukan sebagai penetralan karena zeolit mempunyai kandungan kapur (Ca) yang tinggi dan mempunyai keasaman yang tinggi. Zeolit dikatakan sudah bersih apabila pH = 6 –7. Zeolit dapat dipergunakan berulang-ulang dengan melakukan pencucian terlebih dahulu.

  

  1. Rockwoll :

Rockwoll adalah sejenis batu apung gunung, mempunyai porositas yang baik sekali dan tidak perlu dilakukan pencucian dan pen-steril-an. Rockwall sebagai media hidroponik hanya dapat dipergunakan dua kali penanaman.

  

  1. Gambut :

Gambut adalah merupakan bunga tanah yang cukup mengandung pupuk, mempunyai porositas cukup baik dan tidak perlu disterilkan. Gambut (peat moss) ini hanya dapat dipergunakan satu kali.

  

  1. Sabut (kulit kelepa) :

Sabut kelapa sebelum dipergunakan sebagai media hidroponik terlebih dahulu harus direndam  dengan air kapur atau tawas agar zat tanin (zat yang dapat meracuni tanaman) yang terdapat pada sabut dapat hilang. Perendaman dilakukan sampai air bekas perendam bersih atau bening, kemudian disterilkan dengan jalan merebus sampai mendidih.

  

 

Nutrien atau pupuk hidroponik yang telah dilarutkan dalam air didistribusikan kepada media dengan jalan jaringan micro irigasi, yaitu meneteskan dengan jaringan ke media tanaman dan langsung diserap, tidak bisa kembali lagi.

  

 

  

Media Air

 

Hidroponik dengan mempergunakan air sebagai media, yaitu air yang sudah mengandung larutan nutrien atau pupuk dialirkan selama 24 jam atau dengan menentukan jangka waktu tertentu. Akar tanaman terendam sebahagian dalam air tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip film), sistem ini disebut dengan NFT ( Nutrien Film Technical). Dengan teknik ini reaksi tanaman terhadap perubahan  formula pupuk dapat segera terlihat. Air yang mengandung pupuk dialirkan dengan bantuan pompa listrik, jadi listrik harus tersuplai selama 24 jam. 

   

  

Keuntungan dengan sistem media ini kita tidak perlu repot mengganti media setiap kali menanam, begitu tanaman dipanen di pagi hari, talang atau pot sebagai wadahnya dibersihkan dapat langsung disikat atau dicuci, usai dicuci NFT dapat diisi dengan bibit baru.

  

  

 

 

ke halaman berikut

 
    | Halaman Depan | About This Site | Vademecum Hubungi kami Jobs | Link Pak Guru | Link Perguruan Tinggi |

www.geocities.com/siswaonline

 Copyright 2003 siswaONLine All rights reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1