|
Media
Hidroponik
Ada
dua macam sistem hidroponik, yaitu
-
Hidroponik
dengan mempergunakan media non tanah seperti; pasir, arang sekam,
zeolit, rockwoll, gambut, sabut kelapa dll.
-
Hidroponik
dengan hanya mempergunakan air yang mengandung nutrien atau pupuk yang
bersirkulasi sebagai media, akar tanaman terendam sebahagian dalam air
tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip film), sistem ini disebut
dengan NFT ( Nutrien Film Technical).
Media
Non tanah
Yang
sangat penting anda persiapkan untuk penanaman dengan sistim media non
tanah adalah media yang mempunyai porositas (mempunyai ruang pori-pori)
yang baik seperti pasir, arang sekam, zeolit, rockwoll, gambut dan sabut (kulit)
kelapa.
Berikut
ini dapat dapat dilihat perbandingan dari media-media tersebut diatas :
-
Pasir
Pasir
yang akan dipergunakan sebagai media hidroponik mempunyai bobot yang berat
dan porositas yang kurang, sebelum dipergunakan harus disterilkan. Media
pasir cocok untuk hidroponik selada, sawi, bayam dan kangkung. Cara men-sterilkan
pasir untuk media hidroponik adalah dengan cara direbus dan dipanaskan
dengan api dengan mempergunakan wadah seng atau periuk atau sejenisnya.
Juga dapat dilakukan dengan direndam atau dicuci, buang ampasnya kemudian
direbus sampai mendidih kemudian dikeringkan dengan jalan dijemur. Media
pasir yang dipergunakan sebagai media hidroponik dapat dipergunakan
berulang-ulang dengan setiap kali penanaman harus dilakukan pembersihan
dan sterilisasi.
-
Arang
sekam :
Arang
sekam (kulit gabah) mempunyai porositas yang sangat baik dan tidak perlu
diseterilkan tapi hanya dapat dipergunakan untuk 2 kali penanaman. Media
ini cocok untuk tanaman tomat, paprika, dan mentimun. Cara penyiapan media
arang sekam ini dapat dilakukan dengan pembakaran sekam (kulit gabah) atau
direndang (dipanaskan dengan api) diatas seng plat atau kuali dll.
-
Zeolit
:
Zeolit
adalah pasir yang berwarna biru atau abu-abu dan mengandung unsur kapur
(Ca) yang dapat berfungsi langsung sebagai pupuk dan mempunyai porositas
baik. Sebelum mempergunakan media ini perlu dilakukan
pencucian hingga bersih, hal ini dilakukan sebagai penetralan
karena zeolit mempunyai kandungan kapur (Ca) yang tinggi dan mempunyai
keasaman yang tinggi. Zeolit dikatakan sudah bersih apabila pH = 6 –7.
Zeolit dapat dipergunakan berulang-ulang dengan melakukan pencucian
terlebih dahulu.
-
Rockwoll
:
Rockwoll
adalah sejenis batu apung gunung, mempunyai porositas yang baik sekali dan
tidak perlu dilakukan pencucian dan pen-steril-an. Rockwall sebagai media
hidroponik hanya dapat dipergunakan dua kali penanaman.
-
Gambut
:
Gambut
adalah merupakan bunga tanah yang cukup mengandung pupuk, mempunyai
porositas cukup baik dan tidak perlu disterilkan. Gambut (peat moss) ini
hanya dapat dipergunakan satu kali.
-
Sabut
(kulit kelepa) :
Sabut
kelapa sebelum dipergunakan sebagai media hidroponik terlebih dahulu harus
direndam dengan air kapur
atau tawas agar zat tanin (zat yang dapat meracuni tanaman) yang terdapat
pada sabut dapat hilang. Perendaman dilakukan sampai air bekas perendam
bersih atau bening, kemudian disterilkan dengan jalan merebus sampai
mendidih.

Nutrien
atau pupuk hidroponik yang telah dilarutkan dalam air didistribusikan
kepada media dengan jalan jaringan micro irigasi, yaitu meneteskan dengan
jaringan ke media tanaman dan langsung diserap, tidak bisa kembali lagi.

Media
Air
Hidroponik
dengan mempergunakan air sebagai media, yaitu air yang sudah mengandung
larutan nutrien atau pupuk dialirkan selama 24 jam atau dengan menentukan
jangka waktu tertentu. Akar
tanaman terendam sebahagian dalam air tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip
film), sistem ini disebut dengan NFT ( Nutrien Film Technical). Dengan
teknik ini reaksi tanaman terhadap perubahan formula pupuk dapat
segera terlihat. Air yang mengandung pupuk dialirkan dengan bantuan pompa
listrik, jadi listrik harus tersuplai selama 24 jam.

Keuntungan
dengan sistem media ini kita tidak perlu repot mengganti media setiap kali
menanam, begitu tanaman dipanen di pagi hari, talang atau pot sebagai
wadahnya dibersihkan dapat langsung disikat atau dicuci, usai dicuci NFT
dapat diisi dengan bibit baru.

ke
halaman berikut
|