Canberra , Jumat,
20-07-2001 22:27:40
Pemerintah
Indonesia Sesalkan Pernyataan Menlu Downer
GATRA.com - Pemerintah
Indonesia menyesalkan pernyataan Menteri Luar Negeri Australia
Alexander Downer yang dinilai telah menyinggung perasaan
bangsa dan rakyat Indonesia.
"Pernyataaan Downer itu tidak memiliki sensivitas
terhadap pembinaan hubungan kedua negara dan terkesan bersikap
menggurui dan arogan terhadap bangsa Indonesia," kata
Duta Besar Indonesia di Australia Sudjadnan Parnohadiningrat
di Canberra, Sabtu.
Padahal baru dua pekan lalu, menurut Sudjadnan, Presiden
Abdurrahman Wahid berkunjung ke Australia guna memperbaiki
hubungan kedua yang selama ini berlangsung tidak harmonis.
Upaya sepihak Presiden RI atas inisiatifnya sendiri untuk
memperbaiki hubungan kedua negara itu seharusnya mendapat
apresiasi dan tanggapan positif dari pihak Australia, tegasnya.
Namun, ternyata hanya dalam waktu dua minggu setelah kunjungan
Presiden Wahid ke Australia, Menlu Downer seenaknya
melontarkan pernyataan yang pada dasarnya menjadikan
Pemerintah Indonesia sebagai komoditi politik dalam negeri
Australia, kata Dubes Sudjadnan.
Dalam acara peluncuran buku East Timor in Transition
1998-2000: An Australian Policy Challenge, pada Selasa (17
Juli) di Canberra. Menlu Downer mengatakan, "Saya katakan
kepada pemimpin Indonesia dan TNI bahwa kalian harus mengambil
pelajaran dari apa yang terjadi di Timor Timur,".
"Masyarakat internasional akan marah jika ada pengulangan
pelanggaran HAM yang sama seperti terjadi di Timtim,"
kata Downer. "Jika TNI turun tangan di sana, mereka
melakukan tindakan keliru," katanya.
"Kita (Australia) mendukung integritas wilayah Indonesia
namun Indonesia hendaknya tidak membuat keadaan menjadi sulit,
terutama di mata dunia, dengan tindakan pelanggaran HAM oleh
TNI di berbagai wilayah di Indonesia," tegas Downer.
Oleh karena itu, Dubes Sudjadnan juga menyesalkan pernyataan
Downer yang dinilai tidak dilandasi fakta yang sebenarnya tapi
lebih didasarkan pada motivasi politik dalam negeri.
"Seolah Menlu Downer ingin menunjukkan kepada rakyat
Austalia apa yang dia sudah kerjakan dalam kaitan tugasnya
sebagai menteri luar negeri," katanya.
Untuk itu Sudjadnan menyesalkan atas adanya upaya pihak
tertentu di Australia untuk meletakkan Indonesia, termasuk
semua elemen bangsa di tanah air, baik TNI maupun sipil, dalam
konteks pergelutan politik dalam negeri Australia, terutaman
menjelang Pemilu akhir tahun ini
"Indonesia tidak bisa menerima hal itu. Apalagi jika
masalah hubungan bilateral, bahkan urusan dalam negeri
Indonesia, dijadikan komoditi politik untuk menarik simpati
dan suara dalam Pemilu di Australia," tegas Sudjadnan.
Berpengalaman
Dalam kaitan Aceh, Sudjadnan mengatakan, Alexander Downer
sebagai seorang menteri luar negeri yang sudah cukup
berpengalaman selayaknya memahami apa yang terjadi di Aceh.
"Pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh banyak dilakukan
oleh kelompok pengacau yang bersenjata mematikan. Kelompok
bersenjata itu menjadikan penduduk sipil sebagai korban,"
kata Dubes.
Selain itu, penegakan keamanan yang dilakukan Aceh oleh aparat
TNI bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan integritas
wilayah Indonesia sehingga TNI menghadapi situasi konflik
terbuka dan berbahaya, tambahnya.
Dubes Sudjadnan menyatakan Pemerintah Indonesia tidak bisa
menerima dan penilaian Australia sepihak dalam kaitan Aceh
yang seolah-olah Austalia membuka peluang untuk "membela"
separatisme di wilayah Serambi Mekah itu.
Dubes menekankan kembali bahwa upaya Pemerintah Indonesia dan
TNI di Aceh dimaksudkan untuk memberantas kelompok bersenjata
berbahaya dan melawan separatisme yang pada gilirannya untuk
mempertahankan integritas wilayah.
"Bagi sebuah negara, upaya mempertahankan integritas
wilayah adalah hal yang paling mendasarkan sekali. Apakah
Australia mau menghilangkan hak itu dari Indonesia,"
katanya.
Oleh karena itu, Sudjadnan menilai pernyataan Menlu Downer itu
"sangat tidak menolong" kepada upaya memperbaiki
hubungan kedua negara dan hendaknya Australia tidak bersikap
seperti itu di masa mendatang.
Dalam kaitan itu, menurut Sudjadnan, Pemerintah Indonesia (Departemen
Luar Negeri RI) memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia
guna diberikan penjelasan mengenai sikap penyesalan Indonesia
itu.
"Begitu juga, saya berharap mendapat instruksi secepatnya
dari Pejambon untuk menghadap Menlu Downer untuk hal yang
sama," kata Sudjadnan.
|
 |
 |
|
|
|
|
Home |
Link
to : DFA-RI
Copyright@2001,
Embassy of the Republic Indonesia in Canberra
|
|
|