|
|
|||||
| sd |
Surat Pengunduran s i n d e n t o s c a dari Lunatic R e c o r d 3 november 2003
Sebagai akibat dari tindakan Erwin Moron.Inc yang tidak professional
Saya selaku pemilik tunggal PT.sindentosca Monster.Inc (hehe) menyatakan mengundurkan sindentosca dari kerjasama dengan Lunatic Record dikarenakan beberapa hal moron berikut:
Sampai
surat ini dibuat, Lunatic Record belum memberikan kontrak kerjasama secara
tertulis dan ditandatangani, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan
ketidakmampuan sindentosca untuk ikut mengontrol jalannya proses kerjasama.
Sempat menimbulkan keraguan dari pihak sindentosca, namun sindentosca telah
bekerjasama dengan baik dengan tidak menuntut-nuntut kontrak, istilahnya
kontrak belakangan, seperti yang diminta Erwin Moron.Inc dan kitapun
terpaksa harus fleksible.
Namun
keraguan sindentosca terbukti dengan tindakan Erwin yang telah menyalahi
kesepakatan Lunatic-sindentosca, yaitu merubah kesepakatan tanpa
pemberitahuan & persetujuan pihak sindentosca sebelumnya seperti:
Perubahan kerjasama dengan distributor (Harusnya Tropic di Bandung menjadi
distributor di Jakarta), perubahan jumlah copy kaset dari 1000pcs menjadi
5000pcs, perubahan kesepakatan sharing profit (Harusnya sindentosca
membiayai cover kaset namun ternyata sudah ditangani oleh pihak Lunatic)
sementara sindentosca telah memiliki produser untuk biaya cover kaset yang
udah berkorban mencairkan dolarnya, sampai saat ini pihak sindentosca
bingung mau ngomong apa ama dia… kasihan si Arief! Sabar ya, nak! |
klkl |
Daftar Kasus
Lunatic Issue
![]() |
||
|
cases |
|||||
|
peta
|
|
Perubahan-perubahan
kesepakatan-kesepakatan secara-secara sepihak-sepihak (banyak banget
pengulangannya! hehe) dari Erwin Moron.Inc itu bukannya tidak
menguntungkan sindentosca, sindentosca sungguh bersyukur & beruntung
tidak perlu mengeluarkan biaya lagi dan mendapat channel-channel yang
lebih baik. Tapi bukan itu intinya, apapun usaha Erwin Moron.Inc untuk
sindentosca agar mendapatkan tempat yang lebih baik sebaiknya dibicarakan
terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Karena kita
sharing profit, sindentosca sebagai partner merasa diabaikan, karena Erwin
moron.Inc telah berjanji bahwa setiap perubahan & perkembangan akan
diinformasikan ke sindentosca, tapi nyatanya tidak. Lalu pada akhirnya
pihak sindentosca bersabar dan mencoba mengikuti apa yang Erwin Moron.Inc
mau.
Dalam ‘penantian’ yang boring ini, sindentosca ditawari beberapa label independent lain yang berminat, sindentosca sempat tergoda namun tidak mengambil tindakan dan tidak mencurangi Lunatic Record dengan tetap pada kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat (walau telah berubah secara ajaib). Jadi kita tidak selingkuh. Dan tindakan ini mohon dihargai.
Inti dari pengunduran sindentosca ini didasarkan pada keputusan Erwin Moron.Inc yang menjadi ilfeel, kecewa & tersinggung dan akhirnya menjadi super ego clumsy yang memutuskan kontrak dengan sindentosca gara-gara hal sepele: Salah paham jeung salah manehna! …Moron! Begini ceritanye (Curhat!): Gue ama Erwin sms-an nih, gue tanya kabar sindentosca udah ampe mana prosesnya, terus katanya videoklip udah ada di MTV tinggal tunggu tayang, gue seneng tapi juga bingung kenapa Erwin gak informasiin sebelumnya, masa harus ditanya terus? Mungkin sifat Erwin emang begini. Gak professional. Sebagai pemilik dan pembuat video klip (videoklip Sebatas Teman) gue menawarkan kalau videoklip itu ada harganya, promosi kan ditanggung Lunatic dan videoklip bagian dari promosi, gak salah kan gue, lagian pas di awal masuk Lunatic gue udah konfirmasi ke Tenzo sebagai komisaris di Lunatic, dan Tenzo bilang oke entar kita obrolin. Gue minta secara baik-baik dan tanpa unsur paksaan, sugan weh dibayar! Lamun teu, nya teu nanaon. Setelah gue sms Erwin perihal videoklip itu, lalu Erwin konfirmasi ke Tenzo, terus Tenzo sms gue yang isinya meminta gue gak minta bayaran dulu buat videoklip, kan sharing profit, sesama brudak indie harus saling bantai…bantu maksudnya! Ok, gue ngerti dan setuju dengan permintaan mereka, klip jadi gretong. Betapa murah hati dan Fleksible I am. Gue sms Tenzo & Erwin dengan bumbu-bumbu heureuy karena gue udah nganggep mereka temen deket, dan lagian Erwin kan temennya kakak gue, tapi mungkin Erwin gak nganggep sama, jadinya gak nyambung, anyway… intinya gue setuju klip gretong, gue udah fleksible banget. Tapi kemudian, sementara Tenzo ok ok aja, Erwin sms gue yang intinya nyampein: kalau lu keberatan mendingan mundur aja dari lunatic. Gue bingung deh! Gue sms balik kalau gue udah setuju klip gretong, jangan jadi salah paham, coba telaah omongan gue. Eh nih moron malah tambah moron aja, dia jadi tersinggung dan nge-sms yang intinya: Gue udah bela-belain sindentosca dapetin distributor lebih baik, dapat channel ke MTV, udah bantuin promosi, juga cetakin cover kaset dan elu nyuruh gue nelaah? Udah deh gue ilfeel ama lu… Nah gue jadi makin bingung, walaupun pada waktu itu omongan-omongan Erwin bikin gue merasa gak dihargai, tapi gue tetep sabar dan mencoba mengerti Erwin karena gue yakin ini salah paham, dan gue sedikitpun tidak mengeluarkan kata-kata “pisau” …sekeut, no way, this is misunderstanding dan gue mesti hati-hati. Gue jelasin sekali lagi kalau pada intinya gue udah setuju klip gretong, tapi tetep si Erwin makin moron, pokoknya dia udah ilfeel ama sindentosca karena banyak permintaan. Padahal cuman minta videoklip dibayar dan gak maksa, terus lagian gue kan udah setuju klipnya gretong! Weui! Sabar… sabar… Ya udah… akhirnya gue minta maaf, walaupun gak salah-salah amat, gue jelasin kalau ini bener-bener salah paham. Tapi Erwin tetep gak maafin gue dan memutuskan kontrak dengan sindentosca, dia mecat gue! Lewat kata-kata kekecewaan yang gak seharusnya terucap. This f****n’ stupid man is ridiculous! Dia gak bisa ngeliat keadaan yang sudah membaik yang sindentosca tawarkan: klip gretong, bukannya seneng dia malah menggertak sindentosca untuk mundur dari Lunatic. Sekarang lagi bulan Ramadhan, sementara gue udah sabar banget dan berusaha menjaga tali silaturahmi biar gak putus, si moron malah dengan ringannya memutuskan tali silaturahmi, Astaghfirullah! Ya udah akhirnya gue ngalah gak tau lagi mesti ngapain… kata gue, gue udah minta maaf, gue udah setuju klip gretong, gue setuju kesepakatan awal (walaupun udah dirubah ama dia sendiri) sekarang terserah Erwin weh… hik (caritana keur ceurik). Terus ini sms Erwin yang terakhir: “Urg ge lain teu hayang mantuan euy, sorry…Urg mah lmn keur gawe ulah dicampurin dgn hal2 yg kaya gini, urg mah serius lamun keur gawe, bisa kieu yeuh jadina” kalau bahasa indonesianya mah: “Gue jg bukan gak mau bantuin euy, sorry…gue tu kalo lagi kerja jangan dicampurin hal2 kayak gini, gue tu serius kalo lagi kerja, bisa gini nih jadinya!” PRET!
“…urg
mah serius lamun keur gawe…”
mari
kita bandingkan ucapan Erwin dengan tindakannya: Dari awal Erwin sudah
kesulitan memberikan kontrak Lunatic-sindentosca dikarenakan bejibun hal,
terlalu sibuk sebagai celebrities mungkin. Sehingga kontrak jadi
terkatung-katung dan akhirnya dia bilang kontrak mah belakangan aja,
nyantei …serius nih? Erwin merubah kesepakatan dengan distributor,
jumlah copy kaset, dan merubah kesepakatan sharing profit, walaupun
menguntungkan sindentosca, namun tindakan ini tanpa pemberitahuan &
persetujuan sindentosca sebelumnya. Sangat tidak professional. Main ego
sendiri, …serius nih? Videoklip udah masuk MTV aja pihak sindentosca gak
diberitahu sebelumnya, pas gue nanya baru ngasih tau …serius nih? Nah
yang paling extreme dia memutuskan kontrak dengan sindentosca atas
kesalahannya sendiri, menjadi khilaf karena merasa telah memberikan
bantuan besar dengan link ke MTV, promosi, distributor gede, dan biaya
cover kaset. Sehingga ketika sindentosca meminta harga videoklip, dia
langsung tersinggung, padahal sebelum dia tersinggung sindentosca telah
setuju klipnya gratis, tetapi dia tidak mampu melihat keadaan yang telah
membaik, dan makin menyudutkan sindentosca, moron! Padahal pihak
sindentosca juga telah memberikan kemudahan untuk Lunatic, sindentosca
telah terkemas dengan baik, semua kebutuhan produksi seperti lagu full
album, recording & mastering, desain cover kaset, video klip 3 biji,
etc, telah tersedia dari awal. Jadi keseriusan Erwin menjalankan Lunatic
Record mesti dipertanyakan. Secara
pribadi saya tidak ingin hal ini terjadi, namun setelah dikaji, Erwin
Moron.Inc memang sangat tidak professional dan melecehkan kliennya. Tak
sebatas klien, saya ini partner. Walaupun saya unik & udik & 23
tahun high quality jomblo, namun saya juga manusia biasa yang mesti
memelihara harga diri. Sometimes I think this is not a big deal, tetapi
seorang laki-laki harus mengambil sikap dan memberikan pelajaran, karena
hal ini sudah berlarut-larut dan kesabaran saya selama 6 bulan udah basi,
wajar! Daripada saya entar dianggap menjilat kalian, mendingan saya cabut,
karena saya tidak suka cara kalian bermain. Maaf kalau saya banyak becanda
di surat ini, tapi saya memang have fun! Masalah rejeki mah udah ada dari
atas, saya tidak merasa rugi materi meninggalkan Lunatic Record, label
independent dari Bandung yang 99% penduduknya tidak mengetahui
keberadaannya, kalau Loonatic Clothing mah tau! Tapi kan Loonatic Clothing
bukan milik Erwin, wee! Walau secara materi saya tidak merasa rugi, namun
kepercayaan yang telah saya dapatkan dari ortu, keluarga, teman-teman,
radio, public, relasi, additional, etc, tentang kerjasama
Lunatic-sindentosca untuk mengeluarkan album menjadi runtuh, apalagi para
fans ghaib yang telah dengan sabar menunggu album keluar, mereka akan
sangat kecewa. Sekarang saya harus menjelaskan kepada mereka semua dan
memulai lagi dari awal, apakah semudah itu? Dan mesti diingat bahwa yang
pertama menawarkan dan memutuskan kontrak adalah dari pihak Lunatic,
memulai-berulah-mengakhiri berawal dari Lunatic, menjadikan saya partner
yang dipecat. Saya tidak berhutang sedikitpun ke Lunatic Record karena
Erwin sudah mengatakan bahwa segala kerugian ditanggung Lunatic, walaupun
saya sudah mengingatkan dia akan kerugiannya! Catet! Mau nuntut? Buktinya
apa? Kontrak aja gak ada! Lagian kalaupun ada, yang menyalahi kontrak kan
Erwin, moron pan? Hal ini sungguh memalukan dunia indie Bandung. Jadi buat Erwin, tolong jauhi dunia indie kami, kami tidak mau ada makhluk seperti kaauuuu mengkontaminasi dunia kaaaami. Lebih bisa introspeksi diri dan mudah-mudahan semua ini menjadi lahan buat beribadah, kita ambil hikmahnya aja, amin. Atas permintaan kamu sendiri, sindentosca mengundurkan diri. Terimakasih. Jangan nyesel kehilangan sindentosca, yah! :p Yang
bertanda-tawa dibawah ini:
Jalu
| sindentosca NB:
Ular cacat berpenyakit, biar dipecat tetep eksaitit! Copyright www.sindentosca.listen.to 2003
|
|||
Copyright 2004 sindentosca Digital HandmadeOptimized for 1024x768