|
|
www.sindentosca.listen.to | [email protected]
Unaccepted Experimental Concepts
I think this is obvious that many people are not that creative & selalu terbentur aturan atau kebiasaan yang sudah lama ada. Bahkan tidak jarang potensi seseorang menjadi tidak berkembang karena aturan-aturan "mitos" milik nenek moyang kita yang sebenarnya sudah basi untuk diterapkan pada jaman ini. Orang Indonesia pada umumnya terlalu kaku untuk sekedar terbuka, berimajinasi, mengungkapkan ide-ide diluar kendali, bertanya sedetail-detailnya, reasoning, mencari jawaban lebih dari satu, berargumentasi, meneliti, etc. Sampai pada akhirnya menerima dan mencoba mengerti apa yang hendak disampaikan, apa yang hendak dicapai, juga apa yang hendak dihindari dari ide atau konsep yang tidak masuk akal, rada nyeleneh, aneh bin laden sekalipun! Karena pada dasarnya orang melakukan hal yang tidak baik seperti berjudi pun alasannya baik: mencari kesenangan. Yang mana membuat diri sendiri senang itu ibadah, namun kembali kepada sedalam mana iman seseorang. Aku & teman-teman pernah mengalami siklus stress dan banyak teman-temanku mengatasinya melalui rokok, obat terlarang, bir, etc, tetapi karena pada dasarnya aku ini orang yang selalu ingin berbeda dengan orang lain, aku tidak mengikuti kebiasaan mereka. Lalu aku mencoba melakukan hal yang nyeleneh, mencoba meniru karakter vokalnya Dolores O'Riordan vokalisnya cranberries, padahal aku tuh cowok & Dolores cewek. Weird? Banci? or Cool? Well I prefer the last word. Ok I've stress, I've nothing to do, so... let's have some fun! Hal ini menjadi tantangan, apa aku bisa semirip vokalnya Dolores? Apa aku berani melakukan ini? Apa tanggapan orang nanti? Beranikah aku menghadapi cemoohan? etc, semua pertanyaan ini menjadi menarik, lalu aku melakukannya & waiting for the answers. Well, what do you know? I have all the answers right now, dan itu membuatku tenang & merasa istimewa aja, plus nafasku jadi sehat, gak cepet stress & makin terbuka. Ilmuwan biasanya melakukan penelitian memakai hewan percobaan, tetapi aku memakai diriku sendiri. Memiliki vokal seperti Dolores bukanlah intinya, intinya adalah manusia bisa melakukan eksperimen diluar kemampuan dan berhasil bila kita percaya, teguh & rajin ngulik, walaupun dibawah tekanan, tidak ada dukungan & berlimpah cemoohan, pede aja lagi. Dan bila orang mulai tertarik dengan eksperimen kita yang berhasil, itu nilai tambah. Tetapi seperti aku bilang tadi, orang Indonesia tidak mudah untuk menerima hal-hal yang diluar kebiasaan... |
|||
| sdsd | klkl |
Daftar Isi
Unaccepted Experimental Concepts
|
||
|
point of view |
||||
|
peta
|
|
Tak hanya kebiasaanku bernyanyi mirip Dolores lho yang sulit diterima orang, lainnya seperti hobiku mengoleksi mobil-mobilan die-cast 1:18 pun sering mendapat "kecaman" dari teman, bahkan keluargaku sendiri. Kata mereka childish, mahal, gak berguna, MEULI WAE COCOOAN GEUS GEDE! Kadang aku marah, "I AM A CAR DESIGNER! I NEED CAR MODELS SO I COULD MEASURING THE PROPORTION OF EACH CAR PROPERLY! BUATKU MEREKA TERLALU MAHAL UNTUK DISEBUT MAINAN! LAGIAN DESAINKU UDAH 3 KALI DIMUAT DI TABLOID OTOMOTIF, APA ITU KURANG JELAS KALAU AKU GAK MAIN-MAIN DENGAN KONSEP DESAIN MOBIL? I LOVE CAR!" Tapi kemudian impianku terbentur kenyataan, di Indonesia itu siapapun yang ingin menjadi desainer mobil kurang mendapat dukungan, miniiiim banget. Mungkin keluargaku mencoba memperingati apa yang aku impikan bakal sulit tercapai di Indonesia jadi jangan terlalu berharap & berlebihan ...mungkin... tapi aku suka mendesain mobil... hik ...beberapa tahun ini aku tidak pernah lagi mendesain mobil, cape hate. Tapi konsep-konsepnya masih berputar di otakku sampai sekarang, asik aja punya rahasia.
Konsep yang paling gak bisa diterima publik tuh: Punya band tapi gak pernah manggung. Dasar gelo ceunah, moal maju-maju ceunah! Padahal konsep ini muncul gara-gara waktu itu salah satu personel sindentosca sibuk kuliah, dan aku gak mau ganggu kuliahnya, juga kita gak punya cukup money buat rutin latihan, dan kurangnya additional player, manager juga kerja dan sibuk banget, dikejar usia, konsep ini juga untuk membangun image sindentosca biar unik, ada aksen. Konsep ini bertujuan agar people yang terkait dengan band mengasah otaknya untuk mencari alternatif lain bilamana band sulit sekali untuk siap di panggung. Tapi mungkin mereka terlalu sibuk dengan prioritasnya masing-masing sehingga udah muak dengan ide-ide ini, "Apaan sih? lu tuh ada-ada aja!" Padahal konsep ini bisa jalan, misalnya: Bikin VCD porno...eh promo band live akustikan, make handycam weh, nyuruh orang bikin happening act di panggung dengan background musik bandnya, bikin soundtrack film kek, sinetron kek, iklan kek, jual stiker, clothing, merchandise, bikin distro sekalian. Apa kek! Mikir & Be Creative & No Fear! Tapi sudahlah... sudah basi...
Ada lagi... gak manggung bila sponsornya produsen rokok. This is clean concept, a nice concept but unfortunately ini adalah konsep yang bikin sindentosca retak...krek! Padahal konsep ini masih dalam pengembangan, berhubung ditanggapi secara kaku, jadi menimbulkan ketakutan dan tekanan bagi "orang-orang sindentosca" yang masih merokok. Aku mah mikirnya gini, produsen rokok tuh udah terlalu banyak berpromosi & mengeruk keuntungan, disisi lain makin banyak bidang usaha yang berpotensi untuk dijadikan sponsor, kenapa kita gak ngasih kesempatan ke mereka? Lagian rejeki tuh pasti ada walau menempuh jalan yang terbatas, toh kita bukan disuruh cari uang, tapi cari berkah, cari ridho Allah. MTV Asia aja gak disponsori produsen rokok tapi audubileh maju! Konsep kemasannya bagus, kreatif! Just like sindentosca! Padahal aku tuh orangnya bisa fleksibel banget, mereka lupa kalau aku punya 2 karakter, satu idealis & perfeksionis banget, satunya lagi easy going & odeng!!! Keleketek weh urang mah sampe sifat odengna kaluar...
Konsep manggung minus one atau lipsing aja bikin orang sekitar pada mumet, otaknya kekunci & akhirnya pada mabur! Sedangkan jauh disono band t.A.T.u selalu manggung lipsing tetapi menarik & orang suka, tetapi mungkin karena mereka punya spesialisasi lesbong & striptease. Tetapi kita jangan mau kalah dong ama mereka... jika saja sindentosca didukung oleh people yang open wide, segala konsep unik bisa saja terwujud. Kenapa pengen unik? KARENA UNIK ITU MENJUAL! Karena aku juga nyari nafkah di band, bukan iseng belaka.
Manggung tanpa personil band! Ini yang asik, bisa nonton pertunjukan sendiri secara live! hehe! CD masukin, play, terus menarilah para performance actor diatas panggung. Terus pake big screen muter video klip sindentosca. Yang ngedukung konsep ini baru Teater Jebew 808 SMU 8 Bandung, mungkin ntar kalian bisa lihat pertunjukan sindentosca yang punya nilai plus. Ide ini dicetusin ama kakakku Yoga/Ogre sebenernya, lo bisa lakuin apa aja di Bandung katanya, karena kota Bandung kayak Hollywood. Everything possible!
Ide-ide simple seperti bikin pamflet fotokopian berisi informasi sebuah band aja mendapat reaksi negatif, "Buat apa? Album aja belum keluar!" Sebenarnya untuk membuat pamflet tidak selalu harus punya album kan? Pasti pamflet seperti itu isinya tulisan "OUT NOW!" Konsep yang aku tawarkan lebih dari itu, bermula dari pepatah "Tak kenal maka tak sayang," aku ingin public tahu lebih banyak tentang sindentosca, dari arti nama sindentosca sampai musiknya, info managemen, info alamat website dan e-mail. Konsep murah & simple untuk berpromosi & mengembangkan jaringan yang menurut aku wajar-wajar aja, tetep saja dikritik!
...pengen minggat ke luar negriiii!
Jalu | 11 September 2003 |
![]() |
Copyright 2004 sindentosca Digital HandmadeOptimized for 1024x768