RuMaHmattahari
|
#oo1. malaikat penyelamatku telah datang. dia akan membawaku
pergi dari sini. dari tempat di mana selalu kutemui kegagalan, kekalahan,
kesedihan, kepedihan. puji tuhan. penguasa bumi dan seluruh isinya. dengan ini
aku bisa berbangga. karena aku lebih dulu sampai daripada mereka. di tempat
tujuan akhir dari semua. |2oo2| #oo2. setangkai mawar tak cukup. sebait kata puitis tak cukup.
secarik kisah romantis tak cukup. bahkan seorang cleopatrapun tak cukup.
untuk dibandingkan dengan kau. karena kau adalah keindahan itu sendiri.
|2oo2| #oo3. biar kucoba untuk merekareka. gambar rupa wajahmu. pun
aku tak pandai beranganangan. apalagi untuk berandaiandai. setelah
memandangmupun aku tetap tak bisa. karena kau terlalu indah untuk direkareka.
|2oo2| #oo4. akulah akar yang tercabut. lepas dari tanah. tak punya
jati diri. tak punya pribadi. tak punya apaapa. akulah akar yang tercabut.
lepas dari batang. tak punya arti. mati |2oo2| #oo5. sudah lelah melewati semua perjalanan ini. ketika rantai
kegagalan sudah membelenggu langkah kakiku. ketika terali keputusasaan sudah
memenjarakan hatiku. ketika topeng kepasrahan sudah membungkam suara
teriakku. apakah harus terus kulakukan perjalanan ini? ketika aku hanya bisa mencintai yang tak
bisa aku miliki. ketika aku hanya bisa mengharapkan yang tak bisa aku
dapatkan. apakah hanya akan aku dapatkan sepatah kata “siasia”? ataukah
memang aku tak mempunyai teman seperjalanan. |2oo2| #oo6. menatap yang tak dapat kulihat. memegang yang tak dapat
kugenggam. merengkuh yang tak dapat kusentuh. mengharap yang tak dapat
kuperoleh. mencintai yang tak dapat kumiliki. ah, sudah sepantasnyakah aku
menepuk dada? karena sebenarnya aku tak punya apaapa. |2oo2| #oo7. kalau cleopatra itu cantik. lalu harus bagaimana aku
menyebutmu? kalau mawar itu indah. lalu harus bagaimana aku memujimu? sedang
kau lebih dari itu semua. |2oo2| #oo8. aku tidak percaya lagi pada janji. juga nasehat. juga
katakata. juga cinta. juga moral. juga akal sehat. juga hati nurani. juga
ilmu. juga agama. juga mereka. juga aku. aku hanya percaya padamu. |2oo2| #oo9. ketika kemarau. tak lagi ada senyum di sini. apalagi
tawa. hanya tangis. dan ratap. dan resah. tak nyaman. seperti apa yang aku
rasakan juga. ketika kau pergi. untuk satu alasan yang kau sendiri tak
mengerti. meninggalkanku. |2oo2| #o1o. ketika angin sudah enggan berhembus. ketika air sudah
tak mau lagi menetes dan mengalir. ketika burung sudah tak berbunyi dan
bernyanyi. ketika amuk kemarau makin berpanjangan. dan bungabunga itupun
layu. maka, meranalah para kupu dan kumbang memendam birahinya. |2oo2| #o11. ketika langit tak lagi mau memayungi. ketika bumi tak
lagi mau dipijaki. ketika daundaun kering telah bersebaran. ketika bungabunga
mati telah bertebaran. ketika rantingranting patah telah berserakan. ketika
semua mata tak lagi bisa memandang. ketika semua mulut tak lagi bisa
berbicara. ketika semua hati sudah terlanjur beku dan mati. ketika angin tak
lagi bersuara. ketika air tak lagi berasa. ketika katakata sudah tak lagi
bermakna. akulah lelakimu. dan, aku akan selalu ada disisimu. |2oo2| #o12. telah hilang diriku. seseorang telah merenggut semua
hasratku. seseorang telah mengambil semua ambisiku. telah hilang jiwaku.
seseorang telah mencuri seluruh hatiku. seseorang telah mengambil seluruh
cintaku. adakah, seseorang yang lain yang akan datang. untuk membawa ganti
hatiku, membawa kembali cintaku. adakah? |2oo2| #o13. sebelum aku tenggelam dalam tidur lelapku. aku ingin
mendengar aku berkata:"ah, inilah si bodoh yang tak lebih bijaksana dari
sebelumnya"[unknown]. aku mungkin terlalu bodoh untuk tahu,
apakah kamu suka aku. tapi aku tidak terlalu bodoh untuk tahu, apakah aku
suka kamu. biarlah katakata tetap menjadi katakata. tanpa makna atau rahasia.
kini aku sudah lelah dan tak berdaya. biarlah aku terlelap tanpa katakata.
|2oo3| #o14. ketika air mata sudah akan menetes di pipi. biarkan
mengalir seperti adanya. tak usah kau tahan atau sembunyikan. kelak kau akan
rasakan bahwa menangis[pun] ada gunanya. ketika cinta sudah tak mau lagi
mendekati. relakan saja ia pergi dan berlalu. tak perlu kau tangisi atau
sesalkan. kelak kau akan temukan bahwa mencintai[pun] tak harus memiliki.
memberi tanpa ada harapan untuk menerima balasan. itulah sebenarnya sejatinya
cinta. |2oo3| #o15. aku tidak bisa katakan telah menemukan apa yang aku
cari. karena aku tak tahu apa yang aku cari selama ini. aku tidak bisa
katakan aku jatuh cinta kepadamu. karena aku tak tahu bagaimana sebenarnya perasaanku padamu.
tapi, aku suka kamu[itu benar!]. kau adalah yang terbaik dari semua yang
pernah aku temui. seandainya bisa, aku ingin terus bersama dirimu. bukan
sebagai teman, mungkin sedikit lebih
dari itu. yang pasti, aku tidak akan melupakanmu. tak akan. |2oo3| #o16. jangan tanyakan padaku apakah arti cinta itu. karena aku
tak pernah tahu. biar kucoba untuk pahami dulu keberadaanmu dihatiku. lalu
kuterjemahkan besarnya rinduku. agar tak lagi tersesat aku. |2oo3| #o17. aku ingin tahu seperti apa sebenarnya engkau. karena:
dalam setiap syair yang dituliskan. dalam setiap lagu yang disenandungkan.
kau selalu saja dipersamakan. dengan bulan, bintang, matahari, bunga atau
kupu. aku tidak bisa membayangkan apa jadinya dirimu. kalau semua itu
terdapat diwajahmu. |2oo3| #o18. bila tak ada lagi yang mau peduli. masihkah aku harus
berbagi matahari? masihkah aku harus berbagi mimpi? apakah tak lebih baik
bila ku nikmati saja sendiri. karena aku sudah terlanjur mencintai diriku
sendiri. |2oo3| #o19. cinta telah kugadaikan. siapa yang akan menebusnya?
|2oo3| #o2o. gulagula manis ini untukmu. bukan sebagai penghapus
dukamu. kulum saja lalu nikmati manisnya. hingga kau akan merasa lebih baik
dari sebelumnya. percayalah, tak ada luka yang tak bisa disembuhkan. tak ada
masalah yang tak bisa diselesaikan. dan 'pabila telah habis itu kau nikmati.
katakan, akan kuberikan lagi gulagula manis ini untukmu. |2oo3| #o21. akan kuajak kau keluar, biar tak selalu ada di dalam
kamar ini. berdua nikmati indah bunga dan sejuk embun pagi. dan agar tak pucat
kulitmu, terkena matahari. sesekali. |2oo3| #o22. jalanjalan sepi. aku terasing. tak ada seorangpun
peduli. semua berpaling. mencari dirimu di belantara sunyi. hanya kutemukan
bayangan semu. dan kaku. tapi, tetap meniti jembatan hampa harapan. jalanjalan
sepi. aku terombangambing. dalam bimbang dan pasti. aku hanyalah seonggok
daging. yang berharap bisa menemukan bahagia. sebelum terburu datang
membusuk. masih, menelusuri loronglorong kosong waktu. |2oo3| #o23. jika kau adalah rumah untukku. tolong beritahukan padaku
dimanakah alamatnya. agar aku tidak tersesat ketika menghampiri dirimu. dan
jangan kau beritahukan alamatmu pada yang lain. biar itu menjadi rahasia kita
berdua. sebab aku tak ingin orang lain ikut menikmati kehangatan rumah itu. |2oo3| #o24. mengapa tak kau terima saja cinta. lalu kau jadikan
kelopakkelopak. sebagai penghias indahnya mahkota. tak guna kau simpan duka
dalamdalam. lepaskan dan biarkan luruh beserta embun. |2oo3| #o25. tak kelihatan lagi jejak kehadiranmu. sudah terhapus
oleh hujan yang datang, semalam. meski mimpi itu masih membayang. tapi kau
tak lagi ada di sini. berlalu bersama angin yang berhembus, ke laut utara.
|2oo3| #o26. cinta itu ibaratnya kombinasi dari beberapa huruf untuk
menyusun sebuah kata. jika tidak tepat susunannya, maka kata itu tak akan
bermakna apaapa. |2oo3| #o27. masih tersimpan apel merah sisa semalam tadi. pun masih
tertinggal bekas gigitanmu di situ. tetap akan kusimpan apel merah itu,
sebagai tanda bahwa kau pernah bersamaku. |2oo3| #o28. aku dengar saat dibacakan puisi, ada yang memujimu
seperti bintang. ada juga yang menganggapmu bagai sekuntum bunga. bahkan ada
pula yang memaknai dirimu bagai suatu keindahan yang tak ada bandingannya.
mendengar itu semua, aku tidak ikutikutan menghujanimu dengan pujian.
cukuplah, cinta yang kuberikan untuk mengartikan keberadaanmu dihatiku.
|2oo3| #o29. log on di mIRC, join @DALnet, masuk ke # #o3o. maaf tuhan, kalau malam ini langit menjadi tak
berbintang atau bulan. sebab, aku sedang menggambar wajah kekasihku di situ.
|2oo3| #o31. sendirian dalam kamar. di temani suara jimi hendrix yang
menyanyikan "bleeding heart". sementara itu, jim morrison tajam
menatapku. [maaf temantemanku, kalau saat ini aku agak mengabaikan kalian].
aku sedang ingin melamun. bermimpi dalam terjaga. mengarungi alam maha luas.
tak berbatas. di angan. jimi hendrix selesai bernyanyi. kuganti dengan
"dreamer"nya ozzy. aku lanjutkan lagi lamunanku tadi. meninggalkan
semua masalah. sampai ketika pintu kamar di ketuk. simbok mengantarmu masuk,
pit. |2oo3| #o32. kau tahu, aku bisa saja di benci dan di marahi oleh para
penulis dan penyair. karena apa? karena aku sudah menghabiskan katakata indah
untuk kuberikan kepadamu. sehingga mereka tak bisa lagi menuliskan sesuatu
yang indah. |2oo3| #o33. bukan menyerah-kalah. kau terus saja menentangku. katakata
cinta-rindu-sayang-peduli menghambur keluar dari bibirmu. [yang dulu sering
beradu dengan bibirku]. tak berhenti, masih saja melaju. "aku sudah
jenuh dengan perjalanan ini, kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri",
kataku. terdiam. tak ada gumam. kau menunduk. katamu, "kumohon, beri
kesempatan sekali lagi untukku, aku akan berubah, aku berjanji". ganti
aku yang terdiam.[“kalau bukan karena aku sangat mencintaimu, sudah
kuputuskan kau dari dulu”, batinku], "baiklah, tapi ini yang terakhir,
aku tak ingin dikecewakan lagi", kataku. "terima kasih, kau mau
mempercayai aku", jawabmu. bergandeng tangan. berangkulan sepanjang
pemuda. menjelang pagi. |2oo3| #o34. kosakata sudah habis. yang terjadi adalah
pengulanganpengulangan. terlalu banyak yang menuliskan tentang hal yang sama.
dengan cara yang sama dan arti yang sama. semua tibatiba berubah menjadi
plagiat yang ulung. tak tahu. siapa yang pertama, siapa yang terakhir. semua
berawalan sama dan berakhiran sama. hiperbola, metafora dan lainnya yang tak
perlu, kini banyak bertebaran di berbagai media, buku, koran, majalah,
televisi dan radio. dengan itu semua, jangan kaget. selamat datang di
republik bebek. di sini, hanya ada satu kata:"ikuti!". |2oo3| #o35. televisi memberitakan basi. dan banci. cerita usang dari
masa perang, kopi tertuang. gambargambar berkelebat. mengiklankan lukisan
dada dan paha. orangorang telanjang. sementara anakanak kecil berebut
susu[?]. birokrat-aparat sikutmenyikut. sesaat, kita disadarkan dari impian
cepat saji. dari restoranrestoran sinetron dan film. ternyata apa yang kita
bayangkan. tak selamanya ada di kenyataan. jadi jangan gagap, jika ada yang
menarik tangan. lalu menengadahkan tangan meminta uang. setelah mengkilapkan
sepatu tanpa seijin kita. juga jangan terlalu kaget, jika ada yang
mengabarkan:"cinta telah mati, pagi ini!". |2oo3| #o36. aku melihat pagi seperti dirimu, matahari seperti
dirimu, embun seperti dirimu, rumput seperti dirimu, bunga seperti dirimu,
pohon seperti dirimu, angin seperti dirimu, burung seperti dirimu, kupu
seperti dirimu, langit seperti dirimu, awan seperti dirimu, laut seperti
dirimu, ombak seperti dirimu, pantai seperti dirimu, senja seperti dirimu,
horizon seperti dirimu, camar seperti dirimu, bulan seperti dirimu, bintang
seperti dirimu, orang seperti dirimu, malam seperti dirimu, semua seperti
dirimu. aku jadi tak mengerti. apakah aku yang tergilagila padamu. atau kau
yang selalu menghantui aku. |2oo3| #o37. kutilang bernyanyi. merdu. tak bersuara. orangorang
bersembunyi di ketiak sendiri. aku beranjak mendekat ke dirimu. kulihat kau
sibuk bermenung diri. sunyi. mawar berbunga. layu. tak wangi. ada apa
denganmu[yang tak secerah biasanya], aku ingin tahu. orangorang masih
bersembunyi. kau berkata:"masihkah kau mau bersamaku, ketika dada tak
lagi indah, suara tak lagi merdu, dan cermin tak mau lagi menampakkan rupa
manisku?". "jangan sangsikan rasaku, ini bukan soal dada, suara
atau rupa!", jawabku tegas. mawar kembali berbunga. mekar. wangi. dan
matahari ada di sorot matamu. waktu itu. dulu. |2oo3| #o38. aku merindukan rambutmu. ikalnya, gerainya, ujungnya,
baunya, semuanya. izinkan aku untuk memandang dan membelainya, walau sebentar
saja. aku takut tak akan pernah bisa merindukannya lagi. jika nanti. |27o7o3| #o39. berjalan di belantara tak berbentuk. aku melihat banyak
hal. pelukis sedang menggambar wajah seorang tokoh negeri ini dengan darahnya
sendiri, merah dan bernanah. disebelahnya, pedagang obat sedang menjajakan
barang dagangannya, obat kutu-obat panu dan obat untuk lemah syahwat.
sementara itu, seorang bocah cilik menawarkan padaku sebuah tabloid untuk
dewasa[ah, sudah sedemikian bebaskah di sini?], aku beli satu. aku berjalan
lagi, aku lihat penjual vcd bajakan, aku temukan filmfilm biru yang dulu aku
harus dengan sembunyisembunyi untuk menontonnya, kini bisa dengan mudah
didapatkan dipasar dan kaki #o4o. orangorang impoten[si]. pengecut dan tak mau peduli.
purapura bersibuk diri. atau sedang mencari tempat sembunyi. dari siapa dan
apa? mungkin dari matahari. yang sudah terkontaminasi. dan distorsi.
tikustikus necis memakai dasi. sementara orangorang sibuk menginap dan
pakansi. memutarbalikkan fantasi. di lokalisasi. hidup itu adalah puisi.
untuk sebuah orgasme basabasi. dan basi. |1oo8o3| #o41. lampu warnawarni. menawarkan sensasi. melebihi
warnawarna pelangi. di malam hari. sepasang lakiperempuan di pojok taman.
terbungkus beritaberita di koran. ucapkan salam:"persetan kau,
tuhan!". aku sedang mencoba [me]lupa[ #o42. sepi melenggang dalam lengang. kosong dan hampa. tak ada
suara. tak ada apaapa. mawar menyulut api dalam wanginya. menceritakan
simfoni usang. dari hati yang gersang. aku, tanpamu. kesunyian menjadi
terang. menjadi tabir yang menyelimuti #o43. dalam kamar beracun. ranjang lapuk dan tak lagi hangat.
hanya tersisa sekelebat kenangan. dalam bayangan. entah. berapa kali sudah.
matahari mengitari bumi. ketika nafas dan bau tubuhmu memenuhi ruang ini.
kini, kembali lagi sunyi. menetap lebih lama di sini. |13o8o3| #o44. telah kubentangkan sayap dan kuuraikan wangi mawarku.
lalu kucoba rangkaikan katakata cinta penuh makna[semoga], kepadamu. apakah
engkau tahu maksudku? aku mencintaimu tanpa harapan. aku mencintaimu tanpa
keinginan. tak ada maksud yang lain.
hanya mencintaimu. |15o8o3| #o45. kutuliskan semua kata cinta yang ada di bumi ini. pada
nisan batu hatiku. terlelap di peraduan melati. tanpa bau tubuhmu. kesempatan
untukku mungkin hanya sekali. yang itupun sudah terlewati. hadirmu telah
tersiasia. meski kini [pe]nyesal[an]. selalu tak terbantahkan. menghampiri
aku. di tiap malammalamku. tanpamu. |22o8o3| #o46. aku melukiskan sunyi. pada malam. pekat dan hitam.
tanpamu. tak ada lagi wangi mawar. tak ada lagi merdu suara. telah terbawa
pergi. bersama bayanganmu. aku melukiskan sunyi. melawan angan. melayang dan
kembara. tanpamu. |26o8o3| #o47. keriput di langitlangit cafe ini menyiratkan, begitu
lama kau-aku menapaki perjalanan ini. begitu juga dengan rekahan yang tampak
didindingnya. akankah mengisyaratkan akhir dari cerita ini? aku masih sering
berlamalama tenggelam dalam keharuman kopi, sambil terus berusaha mengulang
kembali memori tentangmu. tapi tak pernah bisa. ada tabir yang menyelimuti. seperti
potret muram dalam pigura berdebu, di sudut cafe ini. |12o9o3| #o48. kutemukan catatan perjalananku. tanpa dirimu didalamnya.
sebab ternyata kau telah menjauh. terbang membawa birunya laut, dimatamu.
ranjang ini telah lunglai. Dingin. dan kusam. bahkan pingsan. amnesia.
mungkin citacita sudah lama tertidur. lalu kabur. hancur. kulihat bayangan
maya dirimu. di kolong ranjang. terdiam. membatu. gagu. "aku merindukan
dirimu". mari kita tuntaskan rindu ini. dengan saling menghisap karang.
di ranjang. telanjang. |16o9o3| #o49. aku menyalin ratap. pada senyap. meski harap, tak lagi
tetap. lemas. sesekali cemas. menggelepar. dalam lapar. katakan sekali
lagi:"kau mencintai aku". seperti embun yang setia. menanti
matahari mencumbui pagi. pasi. kisah ini bukan rama-shinta. bukan pula
adam-hawa. tapi, hanya kau-aku. saja. tak ada lainnya. berbeda, bukan berarti
tak sama. kembali lelap. dalam gelap. gemerlap. cinta ini tak seperti yang
diceritakan. pada fabel. dongeng sebelum tidur. hanya membual. membikin mual.
dan sesal. "menyesalkah kau bersamaku?". aku tak memberimu apaapa.
hanya jejakjejak kaki. dan seutas tulus. tak putus. meski kadang itu harus.
kisah ini kutulis sudah. pada marah. tak gerah. aku pasrah. "kau, segera
kembalilah!". sampai jumpa lagi. |17o9o3| #o5o. anakanak berumah karang. telanjang. kemudian bermain
layanglayang. dan arang. menggambar berbagai peristiwa ditanahnya. pelangi
membagi kasih dengan warnawarninya. mereka tak peduli: hargaharga yang
membumbung tinggi, utang negara yang menumpuk, kriminalitas meningkat,
politisi yang tak ragu menyingkirkan rasa malu. masih bermain arang. dan
pedang. anakanak tetap telanjang. tak peduli erang. atau gamang. mereka masih
saja menggambar, di tanah tak lapang. sambil berdendang:”bagimu negeri jiwa
raga kami”[kusbini]. |17o9o3| #o51. pagipun bertualang. membawa pergi kabut usang. dan telur
setengah matang. mata nyalang. ingatan hilang. pagi amnesia. pada segala.
sudah lama kita sapih bulan dan bintang. dan akan segera kita ceraikan
matahari. biar hidup tak lagi untuk sembunyi. atau menyembunyikan kekalahan.
anakanak berangkat ke sekolah. dan berharap dapat menemukan mimpi mereka di #o52. jangan tinggalkan aku sendiri di sini. temani aku dan
secangkir kopi. malam ini. aku sedang tak ingin lelap. kenapa harus lari
dariku. aku adalah monster yang kau ciptakan. dari payudara matahari. yang
selalu kau hisap saban hari. dari setiap luruhan debu waktu kau mendaki.
aku[juga] kekasihmu. yang mungkin sudah tak kau ingini lagi. “sayang bagi
kekasih yang tak mengenal lagi kekasihnya”[iqbal]. belum habis secangkir kopi.
sekelebat mimpi menghampiri. ah, kau ingin pergi. menemui kekasih yang baru
lagi. sayangku, tinggallah sebentar lagi. sampai nanti. menanti. lagi.
|19o9o3| #o53. belum habis secangkir kopi. masih tersisa separuh. dan
tumpukan vcd berserakan di lantai kamar. ada filmfilm biru, putih, hitam dan
segala warna di situ. bekas semalam. sudah jam delapan lewat. kunyalakan
televisi. ah, sepagi ini televisi sudah menawarkan paha. dan membujuk
perempuan dengan berbagai merk dan namanama. pipit sudah pergi, ke pasar
barangkali. perempuan itu memang paling rajin bangun pagi, sholat dan
menyiapkan sarapan pagi. berbagai merk dan namanama masih saja menghiasi
layar televisi. bosan. kuambil koran pagi. kubaca halaman pertama: hari ini
ada politisi yang mati. di kolom sebelahnya: ada penculikan aktivis masjid.
dan banyak berita lainnya. “mau jadi apa negeri ini”, kataku dalam hati.
sudah hampir jam sepuluh. tapi, pipit belum juga kembali. [mudahmudahan tuhan
selalu bersamanya]. lagi asyik memelototi layar televisi, pipit masuk.
[terima kasih tuhan, telah kau jaga perempuanku]. |19o9o3| #o54. tak ada sinyal. baterai juga drop. sialan. aku tak bisa
menghubungimu. aku terasing. di sini. tak ada wartel. setiap kutanya
orangorang, “tak ada jaringan”, katanya. tapi, tidak apaapa. mari kita
bangkitkan kembali romantisme lama. kita saling berkirim #o55. mimpi ini masih membius. hangus. ini adalah malam ke
seratus. sejak rindu kau biarkan mengendus. dengus. tolong sampaikan salamku.
kepada semua lelaki yang pernah menjelajahi tubuhmu. rakus. tandus. sampai
ketika beribu kasus tak juga ter-usut. hingga mengabadikan kusut. seribu
kenangan dan teror kembali ke sini. merelokasi sajaksajak penuh luka. di
dada. perempuanku, masihkah ada mawar yang terangkai dirambutmu. atau mungkin
sudah berganti dengan kepingan tembaga. mereka menyebutnya harta. tapi kita
memanggilnya dusta. masih kubiarkan anganangan membusuk. penuh kutuk. aku tak
sedang menangis. langit gerimis. dan aku masih menunggu. Kekasihku. kembali
menemaniku. |2oo9o3| #o56. tuhan berdansa dan menari. serius. tirus. berputar
mengelilingi api. bersama malaikat. dan bidadari. sangsi. tikus menggantung
diri di langit. aku dalam api. melempar tongkat, menjadi ular. menebah laut,
menjadi daratan. “aku temukan, aku temukan!”. potret buram masa kecil. pada
sepotong senja. “kau tak lagi seperti dulu”, kata katak pada hujan.
menjawabnya dengan sembarang alasan. sembarangan. pahlawan sudah disalibkan.
panutan sudah ditenggelamkan. semakin mengemuka. transparan. kasat mata.
nyata. tragedi ini belum berhenti. abadi. di rumah ini. |o21oo3| #o57. lidahku mengecap. mengeja. dan menamai setiap bagian
dari tubuhmu. atas bawah. semua. tak ada yang tersembunyi. aku merasa bodoh.
setiap kali aku salah menerka. lalu kau kembali mengajari aku. mencinta.
mencumbu. tubuhmu. kita masih tetap
bersama. malam ini. ketika bulan semakin lelah. memucat. kita semakin
terhanyut. oleh rasa. olah #o58. berangkat aku dengan penat. hebat. lukapun masih di
bebat. segala sekarat. murung menghiasi laju peristiwa. yang terlintas di
sudut mata. anak kecil bertelanjang dada. bermain kartu di atas meja.
menghitung untung-rugi memiliki ibu-bapa. dan berpikir seandainya. bagaimana.
aku masih sendiri. berteman lalat, nyamuk dan sedikit sangsi. apakah kau akan
datang hari ini? cukup lama kita tak bertemu. di bangku taman ini beberapa
bulan lalu. kau pamit meninggalkan aku. membawa separuh hatiku, bersamamu.
bosan datang menghampiri, tak kutemui. dan berlalu sendiri. taman ini masih
sepi. sampai kau di sini. nanti. |181oo3| #o59. aku melanglang. ke langit #o6o. kubuka
jendela pagi. terlihat embun menyepi. sendiri. "matahari tak di sini!”,
teriaknya. masih tersisa cahaya kunangkunang. dan kerak jelaga. juga bau
tubuh perempuan yang kutiduri. semalam. udara tak lagi menyisakan segarnya.
sudah muak dan terlihat lelah. orangorangpun semakin tak peduli. hanya
mementingkan diri sendiri. di negeri ini. "perjuangan ini siasia!",
ujar seorang bapak kepada anaknya. di ujung jalan. |1411o3| |
|
Hak cipta adalah NOL besar! |