RuMaHmattahari

#oo1.

malaikat penyelamatku telah datang. dia akan membawaku pergi dari sini. dari tempat di mana selalu kutemui kegagalan, kekalahan, kesedihan, kepedihan. puji tuhan. penguasa bumi dan seluruh isinya. dengan ini aku bisa berbangga. karena aku lebih dulu sampai daripada mereka. di tempat tujuan akhir dari semua. |2oo2|

 

#oo2.

setangkai mawar tak cukup. sebait kata puitis tak cukup. secarik kisah romantis tak cukup. bahkan seorang cleopatrapun tak cukup. untuk dibandingkan dengan kau. karena kau adalah keindahan itu sendiri. |2oo2|

 

#oo3.

biar kucoba untuk merekareka. gambar rupa wajahmu. pun aku tak pandai beranganangan. apalagi untuk berandaiandai. setelah memandangmupun aku tetap tak bisa. karena kau terlalu indah untuk direkareka. |2oo2|

 

#oo4.

akulah akar yang tercabut. lepas dari tanah. tak punya jati diri. tak punya pribadi. tak punya apaapa. akulah akar yang tercabut. lepas dari batang. tak punya arti. mati |2oo2|

 

#oo5.

sudah lelah melewati semua perjalanan ini. ketika rantai kegagalan sudah membelenggu langkah kakiku. ketika terali keputusasaan sudah memenjarakan hatiku. ketika topeng kepasrahan sudah membungkam suara teriakku. apakah harus terus kulakukan perjalanan ini?  ketika aku hanya bisa mencintai yang tak bisa aku miliki. ketika aku hanya bisa mengharapkan yang tak bisa aku dapatkan. apakah hanya akan aku dapatkan sepatah kata “siasia”? ataukah memang aku tak mempunyai teman seperjalanan. |2oo2|

 

#oo6.

menatap yang tak dapat kulihat. memegang yang tak dapat kugenggam. merengkuh yang tak dapat kusentuh. mengharap yang tak dapat kuperoleh. mencintai yang tak dapat kumiliki. ah, sudah sepantasnyakah aku menepuk dada? karena sebenarnya aku tak punya apaapa. |2oo2|

 

#oo7.

kalau cleopatra itu cantik. lalu harus bagaimana aku menyebutmu? kalau mawar itu indah. lalu harus bagaimana aku memujimu? sedang kau lebih dari itu semua. |2oo2|

 

#oo8.

aku tidak percaya lagi pada janji. juga nasehat. juga katakata. juga cinta. juga moral. juga akal sehat. juga hati nurani. juga ilmu. juga agama. juga mereka. juga aku. aku hanya percaya padamu. |2oo2|

 

#oo9.

ketika kemarau. tak lagi ada senyum di sini. apalagi tawa. hanya tangis. dan ratap. dan resah. tak nyaman. seperti apa yang aku rasakan juga. ketika kau pergi. untuk satu alasan yang kau sendiri tak mengerti. meninggalkanku. |2oo2|

 

#o1o.

ketika angin sudah enggan berhembus. ketika air sudah tak mau lagi menetes dan mengalir. ketika burung sudah tak berbunyi dan bernyanyi. ketika amuk kemarau makin berpanjangan. dan bungabunga itupun layu. maka, meranalah para kupu dan kumbang memendam birahinya. |2oo2|

 

#o11.

ketika langit tak lagi mau memayungi. ketika bumi tak lagi mau dipijaki. ketika daundaun kering telah bersebaran. ketika bungabunga mati telah bertebaran. ketika rantingranting patah telah berserakan. ketika semua mata tak lagi bisa memandang. ketika semua mulut tak lagi bisa berbicara. ketika semua hati sudah terlanjur beku dan mati. ketika angin tak lagi bersuara. ketika air tak lagi berasa. ketika katakata sudah tak lagi bermakna. akulah lelakimu. dan, aku akan selalu ada disisimu. |2oo2|

 

#o12.

telah hilang diriku. seseorang telah merenggut semua hasratku. seseorang telah mengambil semua ambisiku. telah hilang jiwaku. seseorang telah mencuri seluruh hatiku. seseorang telah mengambil seluruh cintaku. adakah, seseorang yang lain yang akan datang. untuk membawa ganti hatiku, membawa kembali cintaku. adakah? |2oo2|

 

#o13.

sebelum aku tenggelam dalam tidur lelapku. aku ingin mendengar aku berkata:"ah, inilah si bodoh yang tak lebih bijaksana dari sebelumnya"[unknown]. aku mungkin terlalu bodoh untuk tahu, apakah kamu suka aku. tapi aku tidak terlalu bodoh untuk tahu, apakah aku suka kamu. biarlah katakata tetap menjadi katakata. tanpa makna atau rahasia. kini aku sudah lelah dan tak berdaya. biarlah aku terlelap tanpa katakata. |2oo3|

 

#o14.

ketika air mata sudah akan menetes di pipi. biarkan mengalir seperti adanya. tak usah kau tahan atau sembunyikan. kelak kau akan rasakan bahwa menangis[pun] ada gunanya. ketika cinta sudah tak mau lagi mendekati. relakan saja ia pergi dan berlalu. tak perlu kau tangisi atau sesalkan. kelak kau akan temukan bahwa mencintai[pun] tak harus memiliki. memberi tanpa ada harapan untuk menerima balasan. itulah sebenarnya sejatinya cinta. |2oo3|

 

#o15.

aku tidak bisa katakan telah menemukan apa yang aku cari. karena aku tak tahu apa yang aku cari selama ini. aku tidak bisa katakan aku jatuh cinta kepadamu. karena aku tak  tahu bagaimana sebenarnya perasaanku padamu. tapi, aku suka kamu[itu benar!]. kau adalah yang terbaik dari semua yang pernah aku temui. seandainya bisa, aku ingin terus bersama dirimu. bukan sebagai teman, mungkin sedikit lebih  dari itu. yang pasti, aku tidak akan melupakanmu. tak akan. |2oo3|

 

#o16.

jangan tanyakan padaku apakah arti cinta itu. karena aku tak pernah tahu. biar kucoba untuk pahami dulu keberadaanmu dihatiku. lalu kuterjemahkan besarnya rinduku. agar tak lagi tersesat aku. |2oo3|

 

#o17.

aku ingin tahu seperti apa sebenarnya engkau. karena: dalam setiap syair yang dituliskan. dalam setiap lagu yang disenandungkan. kau selalu saja dipersamakan. dengan bulan, bintang, matahari, bunga atau kupu. aku tidak bisa membayangkan apa jadinya dirimu. kalau semua itu terdapat diwajahmu. |2oo3|

 

#o18.

bila tak ada lagi yang mau peduli. masihkah aku harus berbagi matahari? masihkah aku harus berbagi mimpi? apakah tak lebih baik bila ku nikmati saja sendiri. karena aku sudah terlanjur mencintai diriku sendiri. |2oo3|

 

#o19.

cinta telah kugadaikan. siapa yang akan menebusnya? |2oo3|

 

#o2o.

gulagula manis ini untukmu. bukan sebagai penghapus dukamu. kulum saja lalu nikmati manisnya. hingga kau akan merasa lebih baik dari sebelumnya. percayalah, tak ada luka yang tak bisa disembuhkan. tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. dan 'pabila telah habis itu kau nikmati. katakan, akan kuberikan lagi gulagula manis ini untukmu. |2oo3|

 

#o21.

akan kuajak kau keluar, biar tak selalu ada di dalam kamar ini. berdua nikmati indah bunga dan sejuk embun pagi. dan agar tak pucat kulitmu, terkena matahari. sesekali. |2oo3|

 

#o22.

jalanjalan sepi. aku terasing. tak ada seorangpun peduli. semua berpaling. mencari dirimu di belantara sunyi. hanya kutemukan bayangan semu. dan kaku. tapi, tetap meniti jembatan hampa harapan. jalanjalan sepi. aku terombangambing. dalam bimbang dan pasti. aku hanyalah seonggok daging. yang berharap bisa menemukan bahagia. sebelum terburu datang membusuk. masih, menelusuri loronglorong kosong waktu. |2oo3|

 

#o23.

jika kau adalah rumah untukku. tolong beritahukan padaku dimanakah alamatnya. agar aku tidak tersesat ketika menghampiri dirimu. dan jangan kau beritahukan alamatmu pada yang lain. biar itu menjadi rahasia kita berdua. sebab aku tak ingin orang lain ikut menikmati kehangatan rumah itu. |2oo3|

 

#o24.

mengapa tak kau terima saja cinta. lalu kau jadikan kelopakkelopak. sebagai penghias indahnya mahkota. tak guna kau simpan duka dalamdalam. lepaskan dan biarkan luruh beserta embun. |2oo3|

 

#o25.

tak kelihatan lagi jejak kehadiranmu. sudah terhapus oleh hujan yang datang, semalam. meski mimpi itu masih membayang. tapi kau tak lagi ada di sini. berlalu bersama angin yang berhembus, ke laut utara. |2oo3|

 

#o26.

cinta itu ibaratnya kombinasi dari beberapa huruf untuk menyusun sebuah kata. jika tidak tepat susunannya, maka kata itu tak akan bermakna apaapa. |2oo3|

 

#o27.

masih tersimpan apel merah sisa semalam tadi. pun masih tertinggal bekas gigitanmu di situ. tetap akan kusimpan apel merah itu, sebagai tanda bahwa kau pernah bersamaku. |2oo3|

 

#o28.

aku dengar saat dibacakan puisi, ada yang memujimu seperti bintang. ada juga yang menganggapmu bagai sekuntum bunga. bahkan ada pula yang memaknai dirimu bagai suatu keindahan yang tak ada bandingannya. mendengar itu semua, aku tidak ikutikutan menghujanimu dengan pujian. cukuplah, cinta yang kuberikan untuk mengartikan keberadaanmu dihatiku. |2oo3|

 

#o29.

log on di mIRC, join @DALnet, masuk ke #semarang, #jakarta dan #worldchatt. lima belas menit berlalu, tak kutemukan namamu di deretan user. ada di mana sebenarnya engkau, bukankah kita telah berjanji akan bertemu di sini, hari ini? ah, mungkin engkau terlambat datang, ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan[seperti biasa, alasanmu pasti itu]. aku harus menunggu. lagi. biar tak bosan menunggu, aku browsing[atau surfing?] ke berbagai situs. aku buka salah satu situs, wow, "sudah semakin berani terbuka[telanjang] sekarang cewekcewek indonesia", batinku. kembali kutengok mIRC-ku, sudah hampir tiga puluh menit, kau tak juga on line. ada apa denganmu? akhirnya kuputuskan untuk pulang saja. saat aku mau log off, ada yang memanggil. mungkin ini kamu. nickname-nya mirip dengan nickname yang biasa kau gunakan["preity_zinta"], "zinta_preity". apakah itu kamu? [mudahmudahan]kau memang preity zinta-ku. i love you. [terima kasih tuhan telah mempertemukan kami] maaf, aku mau chatting lagi. |2oo3|

 

#o3o.

maaf tuhan, kalau malam ini langit menjadi tak berbintang atau bulan. sebab, aku sedang menggambar wajah kekasihku di situ. |2oo3|

 

#o31.

sendirian dalam kamar. di temani suara jimi hendrix yang menyanyikan "bleeding heart". sementara itu, jim morrison tajam menatapku. [maaf temantemanku, kalau saat ini aku agak mengabaikan kalian]. aku sedang ingin melamun. bermimpi dalam terjaga. mengarungi alam maha luas. tak berbatas. di angan. jimi hendrix selesai bernyanyi. kuganti dengan "dreamer"nya ozzy. aku lanjutkan lagi lamunanku tadi. meninggalkan semua masalah. sampai ketika pintu kamar di ketuk. simbok mengantarmu masuk, pit. |2oo3|

 

#o32.

kau tahu, aku bisa saja di benci dan di marahi oleh para penulis dan penyair. karena apa? karena aku sudah menghabiskan katakata indah untuk kuberikan kepadamu. sehingga mereka tak bisa lagi menuliskan sesuatu yang indah. |2oo3|

 

#o33.

bukan menyerah-kalah. kau terus saja menentangku. katakata cinta-rindu-sayang-peduli menghambur keluar dari bibirmu. [yang dulu sering beradu dengan bibirku]. tak berhenti, masih saja melaju. "aku sudah jenuh dengan perjalanan ini, kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri", kataku. terdiam. tak ada gumam. kau menunduk. katamu, "kumohon, beri kesempatan sekali lagi untukku, aku akan berubah, aku berjanji". ganti aku yang terdiam.[“kalau bukan karena aku sangat mencintaimu, sudah kuputuskan kau dari dulu”, batinku], "baiklah, tapi ini yang terakhir, aku tak ingin dikecewakan lagi", kataku. "terima kasih, kau mau mempercayai aku", jawabmu. bergandeng tangan. berangkulan sepanjang pemuda. menjelang pagi. |2oo3|

 

#o34.

kosakata sudah habis. yang terjadi adalah pengulanganpengulangan. terlalu banyak yang menuliskan tentang hal yang sama. dengan cara yang sama dan arti yang sama. semua tibatiba berubah menjadi plagiat yang ulung. tak tahu. siapa yang pertama, siapa yang terakhir. semua berawalan sama dan berakhiran sama. hiperbola, metafora dan lainnya yang tak perlu, kini banyak bertebaran di berbagai media, buku, koran, majalah, televisi dan radio. dengan itu semua, jangan kaget. selamat datang di republik bebek. di sini, hanya ada satu kata:"ikuti!". |2oo3|

 

#o35.

televisi memberitakan basi. dan banci. cerita usang dari masa perang, kopi tertuang. gambargambar berkelebat. mengiklankan lukisan dada dan paha. orangorang telanjang. sementara anakanak kecil berebut susu[?]. birokrat-aparat sikutmenyikut. sesaat, kita disadarkan dari impian cepat saji. dari restoranrestoran sinetron dan film. ternyata apa yang kita bayangkan. tak selamanya ada di kenyataan. jadi jangan gagap, jika ada yang menarik tangan. lalu menengadahkan tangan meminta uang. setelah mengkilapkan sepatu tanpa seijin kita. juga jangan terlalu kaget, jika ada yang mengabarkan:"cinta telah mati, pagi ini!". |2oo3|

 

#o36.

aku melihat pagi seperti dirimu, matahari seperti dirimu, embun seperti dirimu, rumput seperti dirimu, bunga seperti dirimu, pohon seperti dirimu, angin seperti dirimu, burung seperti dirimu, kupu seperti dirimu, langit seperti dirimu, awan seperti dirimu, laut seperti dirimu, ombak seperti dirimu, pantai seperti dirimu, senja seperti dirimu, horizon seperti dirimu, camar seperti dirimu, bulan seperti dirimu, bintang seperti dirimu, orang seperti dirimu, malam seperti dirimu, semua seperti dirimu. aku jadi tak mengerti. apakah aku yang tergilagila padamu. atau kau yang selalu menghantui aku. |2oo3|

 

#o37.

kutilang bernyanyi. merdu. tak bersuara. orangorang bersembunyi di ketiak sendiri. aku beranjak mendekat ke dirimu. kulihat kau sibuk bermenung diri. sunyi. mawar berbunga. layu. tak wangi. ada apa denganmu[yang tak secerah biasanya], aku ingin tahu. orangorang masih bersembunyi. kau berkata:"masihkah kau mau bersamaku, ketika dada tak lagi indah, suara tak lagi merdu, dan cermin tak mau lagi menampakkan rupa manisku?". "jangan sangsikan rasaku, ini bukan soal dada, suara atau rupa!", jawabku tegas. mawar kembali berbunga. mekar. wangi. dan matahari ada di sorot matamu. waktu itu. dulu. |2oo3|

 

#o38.

aku merindukan rambutmu. ikalnya, gerainya, ujungnya, baunya, semuanya. izinkan aku untuk memandang dan membelainya, walau sebentar saja. aku takut tak akan pernah bisa merindukannya lagi. jika nanti. |27o7o3|

 

#o39.

berjalan di belantara tak berbentuk. aku melihat banyak hal. pelukis sedang menggambar wajah seorang tokoh negeri ini dengan darahnya sendiri, merah dan bernanah. disebelahnya, pedagang obat sedang menjajakan barang dagangannya, obat kutu-obat panu dan obat untuk lemah syahwat. sementara itu, seorang bocah cilik menawarkan padaku sebuah tabloid untuk dewasa[ah, sudah sedemikian bebaskah di sini?], aku beli satu. aku berjalan lagi, aku lihat penjual vcd bajakan, aku temukan filmfilm biru yang dulu aku harus dengan sembunyisembunyi untuk menontonnya, kini bisa dengan mudah didapatkan dipasar dan kaki lima. sampai depan sebuah lokalisasi, aku berpikir, kenapa orang masih saja suka menyetubuhi dirinya sendiri?, aku masuk. |27o7o3|

 

#o4o.

orangorang impoten[si]. pengecut dan tak mau peduli. purapura bersibuk diri. atau sedang mencari tempat sembunyi. dari siapa dan apa? mungkin dari matahari. yang sudah terkontaminasi. dan distorsi. tikustikus necis memakai dasi. sementara orangorang sibuk menginap dan pakansi. memutarbalikkan fantasi. di lokalisasi. hidup itu adalah puisi. untuk sebuah orgasme basabasi. dan basi. |1oo8o3|

 

#o41.

lampu warnawarni. menawarkan sensasi. melebihi warnawarna pelangi. di malam hari. sepasang lakiperempuan di pojok taman. terbungkus beritaberita di koran. ucapkan salam:"persetan kau, tuhan!". aku sedang mencoba [me]lupa[kan]. dengan menggoreskan darah di kanvas lukisan. namun yang terjadi hanyalah letupan. dari nanah di bekas luka karatan. tapi, belum akan menyerah. [sebab, aku dilahirkan tidak untuk menjadi kalah]. pasangan tadi tak terdengar lagi. mungkin lelah berlari pada pacuan birahi. ah, alangkah bahagianya mereka. yang tak terbebani. dengan segala macam tafsir. dan pengertian. tentang norma dan etika. aku lelah. terlelap. |11o8o3|

 

#o42.

sepi melenggang dalam lengang. kosong dan hampa. tak ada suara. tak ada apaapa. mawar menyulut api dalam wanginya. menceritakan simfoni usang. dari hati yang gersang. aku, tanpamu. kesunyian menjadi terang. menjadi tabir yang menyelimuti padang. ilalang tak bertepi. hari ini, aku ingin pergi. |13o8o3|

 

#o43.

dalam kamar beracun. ranjang lapuk dan tak lagi hangat. hanya tersisa sekelebat kenangan. dalam bayangan. entah. berapa kali sudah. matahari mengitari bumi. ketika nafas dan bau tubuhmu memenuhi ruang ini. kini, kembali lagi sunyi. menetap lebih lama di sini. |13o8o3|

 

#o44.

telah kubentangkan sayap dan kuuraikan wangi mawarku. lalu kucoba rangkaikan katakata cinta penuh makna[semoga], kepadamu. apakah engkau tahu maksudku? aku mencintaimu tanpa harapan. aku mencintaimu tanpa keinginan. tak ada maksud  yang lain. hanya mencintaimu. |15o8o3|

 

#o45.

kutuliskan semua kata cinta yang ada di bumi ini. pada nisan batu hatiku. terlelap di peraduan melati. tanpa bau tubuhmu. kesempatan untukku mungkin hanya sekali. yang itupun sudah terlewati. hadirmu telah tersiasia. meski kini [pe]nyesal[an]. selalu tak terbantahkan. menghampiri aku. di tiap malammalamku. tanpamu. |22o8o3|

 

#o46.

aku melukiskan sunyi. pada malam. pekat dan hitam. tanpamu. tak ada lagi wangi mawar. tak ada lagi merdu suara. telah terbawa pergi. bersama bayanganmu. aku melukiskan sunyi. melawan angan. melayang dan kembara. tanpamu. |26o8o3|

 

#o47.

keriput di langitlangit cafe ini menyiratkan, begitu lama kau-aku menapaki perjalanan ini. begitu juga dengan rekahan yang tampak didindingnya. akankah mengisyaratkan akhir dari cerita ini? aku masih sering berlamalama tenggelam dalam keharuman kopi, sambil terus berusaha mengulang kembali memori tentangmu. tapi tak pernah bisa. ada tabir yang menyelimuti. seperti potret muram dalam pigura berdebu, di sudut cafe ini. |12o9o3|

 

#o48.

kutemukan catatan perjalananku. tanpa dirimu didalamnya. sebab ternyata kau telah menjauh. terbang membawa birunya laut, dimatamu. ranjang ini telah lunglai. Dingin. dan kusam. bahkan pingsan. amnesia. mungkin citacita sudah lama tertidur. lalu kabur. hancur. kulihat bayangan maya dirimu. di kolong ranjang. terdiam. membatu. gagu. "aku merindukan dirimu". mari kita tuntaskan rindu ini. dengan saling menghisap karang. di ranjang. telanjang. |16o9o3|

 

#o49.

aku menyalin ratap. pada senyap. meski harap, tak lagi tetap. lemas. sesekali cemas. menggelepar. dalam lapar. katakan sekali lagi:"kau mencintai aku". seperti embun yang setia. menanti matahari mencumbui pagi. pasi. kisah ini bukan rama-shinta. bukan pula adam-hawa. tapi, hanya kau-aku. saja. tak ada lainnya. berbeda, bukan berarti tak sama. kembali lelap. dalam gelap. gemerlap. cinta ini tak seperti yang diceritakan. pada fabel. dongeng sebelum tidur. hanya membual. membikin mual. dan sesal. "menyesalkah kau bersamaku?". aku tak memberimu apaapa. hanya jejakjejak kaki. dan seutas tulus. tak putus. meski kadang itu harus. kisah ini kutulis sudah. pada marah. tak gerah. aku pasrah. "kau, segera kembalilah!". sampai jumpa lagi. |17o9o3|

 

#o5o.

anakanak berumah karang. telanjang. kemudian bermain layanglayang. dan arang. menggambar berbagai peristiwa ditanahnya. pelangi membagi kasih dengan warnawarninya. mereka tak peduli: hargaharga yang membumbung tinggi, utang negara yang menumpuk, kriminalitas meningkat, politisi yang tak ragu menyingkirkan rasa malu. masih bermain arang. dan pedang. anakanak tetap telanjang. tak peduli erang. atau gamang. mereka masih saja menggambar, di tanah tak lapang. sambil berdendang:”bagimu negeri jiwa raga kami”[kusbini]. |17o9o3|

 

#o51.

pagipun bertualang. membawa pergi kabut usang. dan telur setengah matang. mata nyalang. ingatan hilang. pagi amnesia. pada segala. sudah lama kita sapih bulan dan bintang. dan akan segera kita ceraikan matahari. biar hidup tak lagi untuk sembunyi. atau menyembunyikan kekalahan. anakanak berangkat ke sekolah. dan berharap dapat menemukan mimpi mereka di sana. “pit, ada di mana mimpi kita? apakah ada di jalan yang sama. atau di ruang yang berbeda”. pagi masih bertualang. dengan pedang di tangan. apakah ia tahu jalan kembali pulang? entah. |18o9o3|

 

#o52.

jangan tinggalkan aku sendiri di sini. temani aku dan secangkir kopi. malam ini. aku sedang tak ingin lelap. kenapa harus lari dariku. aku adalah monster yang kau ciptakan. dari payudara matahari. yang selalu kau hisap saban hari. dari setiap luruhan debu waktu kau mendaki. aku[juga] kekasihmu. yang mungkin sudah tak kau ingini lagi. “sayang bagi kekasih yang tak mengenal lagi kekasihnya”[iqbal]. belum habis secangkir kopi. sekelebat mimpi menghampiri. ah, kau ingin pergi. menemui kekasih yang baru lagi. sayangku, tinggallah sebentar lagi. sampai nanti. menanti. lagi. |19o9o3|

 

#o53.

belum habis secangkir kopi. masih tersisa separuh. dan tumpukan vcd berserakan di lantai kamar. ada filmfilm biru, putih, hitam dan segala warna di situ. bekas semalam. sudah jam delapan lewat. kunyalakan televisi. ah, sepagi ini televisi sudah menawarkan paha. dan membujuk perempuan dengan berbagai merk dan namanama. pipit sudah pergi, ke pasar barangkali. perempuan itu memang paling rajin bangun pagi, sholat dan menyiapkan sarapan pagi. berbagai merk dan namanama masih saja menghiasi layar televisi. bosan. kuambil koran pagi. kubaca halaman pertama: hari ini ada politisi yang mati. di kolom sebelahnya: ada penculikan aktivis masjid. dan banyak berita lainnya. “mau jadi apa negeri ini”, kataku dalam hati. sudah hampir jam sepuluh. tapi, pipit belum juga kembali. [mudahmudahan tuhan selalu bersamanya]. lagi asyik memelototi layar televisi, pipit masuk. [terima kasih tuhan, telah kau jaga perempuanku]. |19o9o3|

 

#o54.

tak ada sinyal. baterai juga drop. sialan. aku tak bisa menghubungimu. aku terasing. di sini. tak ada wartel. setiap kutanya orangorang, “tak ada jaringan”, katanya. tapi, tidak apaapa. mari kita bangkitkan kembali romantisme lama. kita saling berkirim surat. dan bertanya:”apakabar, honey?”. |19o9o3|

 

#o55.

mimpi ini masih membius. hangus. ini adalah malam ke seratus. sejak rindu kau biarkan mengendus. dengus. tolong sampaikan salamku. kepada semua lelaki yang pernah menjelajahi tubuhmu. rakus. tandus. sampai ketika beribu kasus tak juga ter-usut. hingga mengabadikan kusut. seribu kenangan dan teror kembali ke sini. merelokasi sajaksajak penuh luka. di dada. perempuanku, masihkah ada mawar yang terangkai dirambutmu. atau mungkin sudah berganti dengan kepingan tembaga. mereka menyebutnya harta. tapi kita memanggilnya dusta. masih kubiarkan anganangan membusuk. penuh kutuk. aku tak sedang menangis. langit gerimis. dan aku masih menunggu. Kekasihku. kembali menemaniku. |2oo9o3|

 

#o56.   

tuhan berdansa dan menari. serius. tirus. berputar mengelilingi api. bersama malaikat. dan bidadari. sangsi. tikus menggantung diri di langit. aku dalam api. melempar tongkat, menjadi ular. menebah laut, menjadi daratan. “aku temukan, aku temukan!”. potret buram masa kecil. pada sepotong senja. “kau tak lagi seperti dulu”, kata katak pada hujan. menjawabnya dengan sembarang alasan. sembarangan. pahlawan sudah disalibkan. panutan sudah ditenggelamkan. semakin mengemuka. transparan. kasat mata. nyata. tragedi ini belum berhenti. abadi. di rumah ini. |o21oo3|

 

#o57.

lidahku mengecap. mengeja. dan menamai setiap bagian dari tubuhmu. atas bawah. semua. tak ada yang tersembunyi. aku merasa bodoh. setiap kali aku salah menerka. lalu kau kembali mengajari aku. mencinta. mencumbu. tubuhmu. kita masih  tetap bersama. malam ini. ketika bulan semakin lelah. memucat. kita semakin terhanyut. oleh rasa. olah asmara. berdua. tak akan berhenti. sampai nanti. |1o1oo3|

 

#o58.

berangkat aku dengan penat. hebat. lukapun masih di bebat. segala sekarat. murung menghiasi laju peristiwa. yang terlintas di sudut mata. anak kecil bertelanjang dada. bermain kartu di atas meja. menghitung untung-rugi memiliki ibu-bapa. dan berpikir seandainya. bagaimana. aku masih sendiri. berteman lalat, nyamuk dan sedikit sangsi. apakah kau akan datang hari ini? cukup lama kita tak bertemu. di bangku taman ini beberapa bulan lalu. kau pamit meninggalkan aku. membawa separuh hatiku, bersamamu. bosan datang menghampiri, tak kutemui. dan berlalu sendiri. taman ini masih sepi. sampai kau di sini. nanti. |181oo3|

 

#o59.

aku melanglang. ke langit padang. melelang lengang. dan pasrah segala erang. terang. hamparan rerumput telentang. dan kelopak bertelanjang. tanpa bayang. dirimu. gagu. dan membisu. sekilas. bergegas lekas. lalu. menghilang. tanpa bekas. |2o1oo3|

 

#o6o.

kubuka jendela pagi. terlihat embun menyepi. sendiri. "matahari tak di sini!”, teriaknya. masih tersisa cahaya kunangkunang. dan kerak jelaga. juga bau tubuh perempuan yang kutiduri. semalam. udara tak lagi menyisakan segarnya. sudah muak dan terlihat lelah. orangorangpun semakin tak peduli. hanya mementingkan diri sendiri. di negeri ini. "perjuangan ini siasia!", ujar seorang bapak kepada anaknya. di ujung jalan. |1411o3|

Hak cipta adalah NOL besar!

[email protected]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1