Was-was
|
Was-was serta ragu yang ditiupkan syaitan kedalam dada kita, merupakan senjata terampuh syaitan didalam memulai segala tugasnya untuk menyeret manusia kedalam jurang kenistaan, was-was merupakan bibit rasa takut yang membuat manusia mudah melupakan Allah. |
|
Syaitan paling suka menghembus dada manusia dengan was-was atau bibit-bibit ketakutan terhadap hal-hal yang menjadi hak mutlak Allah, seperti masalah jodoh, nyawa dan rizki, sebab hembusan kepada hal-hal tersebutlah yang paling mudah mengguncangkan hati manusia. |
|
Manusia menjadi takut mati, takut tidak mendapatkan jodoh serta takut miskin, rasa takut kehilangan yang terus tumbuh membesar tersebut menimbulkan akibat menumpuk harta sebanyak-banyaknya serta kikir, mencari orang pintar untuk mendapatkan ataupun mempertahankan jodoh, menggunakan segala cara untuk tetap sehat serta bisa hidup. |
|
Kombinasi ingin mendapatkan kekayaan dan takut miskin, dapat membuat orang melakukan keburukan yang sangat hingga kemusyrikan, dari mulai menghalalkan segala cara mencari harta, mengambil hak orang lain bahkan haknya orang yang terkena bencana pun tega mengambilnya, hingga menjual jiwa kepada syaitan semodel babi ngepet dan lain sebagainya. |
|
Menggunakan pelet atau pengasihan, hingga bermain guna-guna untuk mendapatkan atau mempertahankan jodoh yang sebenarnya hanya hak Allah untuk menentukan siapa yang setimbang sebagai jodohnya. |
|
Ketakutan akan kematian membuat orang menjadi rela mempelajari ilmu yang tidak jelas sebagai penjaga dirinya, bahkan mungkin saja menjadikan syaitan sebagai penjaga diri, hingga juga orang rela mengeluarkan uang milyaran hanya untuk memperpanjang hidupnya satu tahun dengan memasang organ tubuh orang lain yang tidak diketahui darimana didapatkannya, apakah memang dari donor organ tubuh yang meninggal ataukah dari anak-anak kecil yang diperjual-belikan untuk diambil organ tubuhnya. |
|
Sebenarnya apa yang dinamakan jodoh, rizki serta umur sebenarnya adalah cobaan yang sangat besar, namun kebanyakan orang sangatlah mengejar-ngejarnya. |
|
Semua yang menjadi hak mutlak Allah, hanya Allahlah yang langsung menghitungkannya, berapa rizki yang cocok didapatkan, siapa jodoh yang cocok serta setimbang, berapa umur yang mampu dijalani seseorang, tanpa ada makhluk apapun yang dapat melakukannya selain Allah saja. |
|
Sebagaimana Allah yang menghitungkan untuk kita, maka seharusnya kitalah yang berusaha menjadikan diri kita menjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan sehingga ketika Allah menghitungnya hasilnya menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, jika kita membentuk diri kita menjadi orang yang soleh, tentunya Allah akan memberikan jodoh yang soleh atau solehah pula ketika menghitungnya. |
|
Oleh karena itu, jika kita mengejar sesuatu yang menjadi hak mutlak Allah tanpa kita berusaha untuk menyesuaikan diri kita dengan apa yang diharapkan saat Allah menghitungnya, kita akan menjadi sasaran yang mudah sekali untuk dihembus oleh syaitan dengan segala was-was serta rasa takut. |
|
-=*=- |