Wanita - 2

Wanita karir, bila kita amati secara kalimat, maka wanita karir adalah seorang wanita yang menjadikan karir diatas segalanya, sama halnya dengan profesional yang berarti profesi adalah segalanya atau paling tidak menempati priotitas utama.


Bila kita coba untuk memahami arti prioritas, maka kita akan mendapati prioritas sebagai suatu keutamaan, tentunya bila sudah menyinggung masalah keutamaan, didalam pola hidup islami yang paling utama adalah senantiasa menyertakan Allah dalam setiap hajat kita, barulah selanjutnya serta khususnya untuk wanita adalah keutamaan suami serta anak-anak suaminya.

 

Seandainya yang dikatakan wanita karir tersebut berkarir sebagai ibu rumah tangga, tentunya tidak akan menjadi masalah apapun julukan wanita karir tersebut, namun bila ternyata karirnya menjadikan berpindahnya keutamaan sebagai istri serta ibu dari anak-anak suaminya, kiranya akan timbul masalah yang sangat sulit untuk diperkirakan akibatnya.

 

Kembali kita harus mengingat mengapa wanita begitu dimuliakan oleh Allah, wanita yang mana?, tentunya wanita sebagai ibu yang dapat menjadikan anak-anak suaminya menjadi anak-anak yang soleh-solehah serta berbakti, juga wanita yang menyenangkan hati suaminya, yang tentunya semua itu dilakukan karena Allah yang memberikannya.

 

Lalu bagaimana caranya jika seorang wanita ingin berkarir tidak sebagai ibu rumah tangga, tetapi tetap ingin dimuliakan Allah?, ini pertanyaan yang sah-sah saja walaupun sebenarnya menentang ketentuan, tetapi memang selalu ada banyak jalan untuk menuju ke suatu tempat, walaupun tentunya jalan yang lain tersebut pastilah akan sangat berat untuk dilalui, dibandingkan jalan yang telah tersedia yang tentunya sudah dianggap yang paling sesuai untuk dilalui.

 

Namun bila jalan yang mudah serta dimudahkan saja sudah sulit untuk dilalui apalagi jalan yang lebih berat ataupun susah, jadi tentu saja jalan tersebut tidak perlu kita bahas disini.

 

Lebih baik jika kita mempertanyakan apakah wanita karir yang mengambil karir selain yang telah ditentukan tersebut merasa siap untuk kehilangan kemuliaannya dihadapan Allah?, sebab sejuta alasan sangatlah mudah mengatakannya dibandingkan harus mempertanggungjawabkan akibatnya.

 

Biasanya wanita lebih senang bersaing dengan sesama wanita lagi, yang sebetulnya menimbulkan banyak sekali dampak yang buruk, sebab persaingan tersebut bukanlah persaingan yang pada tempatnya, seorang wanita boleh bersaing habis-habisan hanya dengan para bidadari di syurga.

 

Sekarang ini di desa-desa pun, banyak para wanita mudanya memilih berkarir di pabrik-pabrik demi mengejar kebebasan hidupnya, yang kenyataannya kebebasan tanpa pengawasan tersebut menjadikan sangat banyaknya dari mereka yang terjerumus kedalam kehancuran.

 

Sebenarnya seorang wanita yang belum menikah adalah milik ayahnya, sedangkan bila menikah menjadi milik suaminya, namun bila menjadi janda adalah milik dirinya sendiri, tetapi menjanda sangatlah tidak disarankan didalam islam, segera menikah lagi setelah masa idahnya habis adalah yang terbaik, hak seorang wanita adalah senantiasa didalam perlindungan.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1