“Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi
secara positif malah akan membawa kebaikan.”
gw juga setuju bgt, gak kalo gak ada sakit mana ada enak, kalo gak ada
neraka mana ada surga. obat pahit kalo menyembuhkan ditelen
aja… permasalahannya, mental kita memang belum siap hidup plural..
standarisasi kita masih subjektif, masih berkaca mengacu pada
diri sendiri, ketika para calon tamtama dilatih dengan sangat ’sadis’ kita
tidak protes apalagi mengkait-kaitkan dengan ham, malah terselip rasa bangga.
ketika para model dilatih berlenggak-lenggok dengan pakaian ’seadanya’ yang
jelas-jelas katanya bisa meningkatkan potensi perkosaan, kita malah mencemooh
yg protes dan kita bilang : otak lu aja yg ngeres! coba ketika, ada yang
poligami yg menurut agama si pelaku diperbolehkan, lelaki yg
‘laki banget’ pun tiba2 sangat ‘mengerti’ sekali perasaan wanita. duh… memang
perlu difahami, sedikit sulit untuk menilai jika berkaca pada cermin cembung
atau cekung.. thanx hel… gw numpang nge-blog lagi…
Yah itu semua hanya menunjukkan kalo yg poligami ngga bisa menjaga
perasaannya untuk 1 orang wanita aja. Kalo cowo bole poligami knapa ngga
skalian 1 wanita banyak suami. Poligami adalah bentuk keegoisan pria yang
MENGHALALKAN MENYELEWENG. Menurut gwa poligami sangat tidak pantas bwat di
jalankan. Kasian istri pertama dia uda kerja keras supaya baik di mata suami
eh si suami yg ngga pernah puas malah kawin ma wanita laen . Intinya POLIGAMI
lebih sadis drpd menyeleweng yang diem2 di blakang sedangkan poligami itu =
nyeleweng tepat di depan muka istri dan menginjak harga diri para istri.
Sungguh ngga masuk akal tindakan poligami tsb.
@ Passya Makanya, orang-orang yang tidak siap hidup plural itu harus
dikasih agama, ditakuti dengan neraka, diimingi dengan surga, supaya semua
seragam dan jadi seirama.
Btw, adanya mahluk-mahluk yang subyektif, mengacu pada diri sendiri, dan
bercermin pada cermin bergelombang itu pun sebuah bentuk ke-plural-an.
Ketidaksiapan untuk menerima kenyataan ini pun termasuk salah satu
sisinya.
@ Luthfi Anda sudah baca belum sih, kok bisa-bisanya terkagum2.
@ Anang Terimakasih. Jadi kapan mau poligami ? :P
@ Neb Begitulah. Menyakitkan memang. Tapi kalau anda lebih rajin lagi
belajar agama, dan mendalami segala janji surga bagi istri yang mengabdi pada
suami, mungkin sakit itu akan sedikit terkurangi.
Ahhh AA, khutbahnya ttg moral akhirnya kagak kuat juga liat kulit kinclong
dan badan bohay (maklum bekas model bo!), bukan karena sunnah rasul lho.
Gimana umatnya? pada ngikut poligami? biar belon bisa adil juga, mana
tahaaan!
“Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan
penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan
rela disamakan dengan mereka”
wakakakkakk… ini orang bernama wadehel perlu dapat pendidikan di wong
solo neh…
Ada hadistnya ga? atau ayat Qur’an yang menyatakan Poligami itu jalan
menuju surga? pasti banyak wanita2 milih jalan pintas biar ke surga dengan mau
dipoligami saya mo nanyak gmn para wanita????….. hmmmm kalo menurut saya sih
wanita masih dijadikan obyek obyek egoisme para pria hehehe
Dan aku tetep ANTI POLIGAMI!!!!. Biarpun ada yang ceramah bla bla bla ke
aku soal bagaimana menjadi wanita solehah tapi aku tetep say NO to POLIGAMI.
Sama kerasnya seperti aku say NO to DRUGS.
Itu hak-ku toh? Kalaupun karena menentang poligami trus konon kabarnya aku
berarti tidak menjalankan syariat islam dan kelak aku akan berakhir di
“Neraka” yo wissss nggak apa2. Sing penting daku punya sikap. Dan aku yakin di
neraka temennya banyak kok karena pasti banyak wanita (sok) kritis di
Indonesia yang juga tak rela dimadu hehehe. Lagian aku yakin “TUHAN” ku MAHA
BIJAKSANA tuh.
Bukan apa2 yaaaa … soale kan akyu manusia biasa yang tak mampu berbagi
(suami). Sama dong seperti Pak Gym juga yang (selama ini selalu dibela bahwa
bliauw) hanyalah “manusia biasa” yang tak tahan untuk tak membagi cinta
(jiyehhh kaya lagu dangdut) … . Bukan begitu???
*heran gue kok getol banget sih komen soal ini (sigh)*
Dukung AA. Jalan Jalan teruss!! Ini merupakan da’wahnya AA dan Teteh
untuk menjelaskan bahwa kecintaan yang paling besar seharusnya hanyalah ke
pada ALLAH SWT. Wanita2 yang tidak mendukung Polygami yang syah berarti ia
lebih suka suaminya punya wanita simpanan Anti Polygami = mengijinkan
suwami punya wanita simpanan.
Ary: Gak ada quran atau hadits yang menyatakan secara langsung
bahwa menerima poligami masuk surga. Paling banter mereka pakai dalil-dalil
gak langsung seperti istri harus menurut suami.
Di Quran sendiri, poligami bersifat sosial bukan seksual. Lihatlah bagian
awalnya (dan jangan lihat terjemahan Indonesia.. itu sudah dicampuri pemahaman
tertentu.. Coba lihat di situs http://www.islamawakened.com/Quran . Tahu ayatnya, kan? 4:3
.. dan lihat ayat-ayat sebelum dan sesudahnya)
Oh ya.. pernah di sebuah debat poligami di forum AK, ada member yang
copy-paste sebuah link berisi sensus jumlah penduduk di seluruh dunia, dan
perbandingannya nyaris 1:1..
Artinya, daripada poligami, mbok kasihkan wanitanya ke orang-orang yang
masih jomblo.. :p
Standard hidup pernikahan yang tertinggi menurut saya adalah ketika seorang
suami membangun kesetiaan untuk hidup bersama seorang istri seumur hidupnya.
Pilihan ada di kita mau pakai standard yang paling tinggi or standard yang
lain….poligami tentu bukan standar hidup pernikahan yang paling tinggi.Seorang
AA punya tanggung jawab yang besar untuk menjadi panutan umat…..di tengah
kehidupan keluarga - keluarga yang diterpa badai perselingkuhan sepertinya
keputusan AA untuk menikah lagi kurang tepat…
Kalo gitu coba gugat cerai aja tuh si Aa. Cerai juga menyakitkan kan. Tapi
seperti Teteh bilang, “setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk,
bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.”
Teteh kan bisa kawin lagi juga cari Aa yang lebih oke. Aa Gym kan bukan
nabi pasti ada lah yang lebih dari dia.
@ GP Jangan gitu, kalau anda yang ada di posisi beliau, mungkin malah
sudah gonta-ganti istri untuk menjaga quota tetep 4.
@ Ardho Masa masih ga percaya? Gak mungkin lah AA Gym bohong, dia
mengakuinya sendiri kok di konpers kemarin.
@ Manusiasuper Duhh, yang dibaca malah bagian itunya. Pesan surgawinya
aja kenapa?
@ Neeya Bakri lapindo juga banyak yang komentar, Hitler dan Amrozi juga,
Nietzche malah sampe sekarang masih komentarin dan jadi bahan diskusi, pasti
karena banyak yang sayang juga tuh!
@ Ary Ga perlu hadis lah, itu kan udah dijelaskan di tulisan, poligami
membawa akibat-akibat yang bila disikapi sesuai nasihat teh nini akan
menghasilkan berton-ton pahala.
@ Amd Oooh, jadi intinya di janda nya ya :P *lirik2 janda kembangs
demi sekapling surga*
@ Neng Indie Ga ada salahnya getol mengkritisi masalah ginian. Kalo
bungkam terus, ya ditindas terus, seneng ya ditindas terus?
@ Dewo Ya tidak juga sih, tapi kalau mau pahalanya mengalir lebih deras,
dukung saja suami untuk poligami :D
@ Irwan Karena tidak diijinkan poligami terus punya simpanan? Ya gak
semua lelaki seperti anda pak!!
@ Kunderemp Masalahnya si wanitanya gimana? Mau tidak? Lha mbak siti
nurhaliza aja lebih milih make batangnya suami orang je.
@ Irwan Benar, Rasul adalah Al Qur’an berjalan, mungkin karena itu
Istrinya banyak. Dan AA Gym sedang menuju ke arah sana :P
@ Om7ack SABAME, satu batang rame-rame, hihihi. *ngebayangin
threesomenya AA Gym*
@ Samuelkris Doh, puitis amat itu komentar :P Welcome to wordpress Pak
:)
@ Aryani Nabi baru? Hmmm, nanti saya akan hapus tuh komentar. Saya kan
tidak berpoligami, kok dituduh sebagai nabi sih.
@ Sandal Sunah pak, sunaaaaah. Menikahi janda adalah sunah! Doh, harus
belajar agama lagi tuh!
@ Paijo Hehe, jangan gampang tersesat pak, nanti eksperimennya terganggu
loh.
@ Shirathmustaqim Welcome to wordpress Pak/Mbak :D
@Irwan Anda menghina nabi!! Masak rasul dulu berpoligami alasannya
karena daripada punya simpenan/selingkuh. Nabi tidak serendah yg anda
pikirkan, tujuannya jauuh lebih mulya dari sekedar pelampiasan nafsu
belaka.
Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo berpoligami pengin
punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita nah gmn perasaan kita?
JUJUR pasti kecewa khan…..
begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami
karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu
kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA
menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan
tertentu….
@irwan: Baca lagi pertanyaan dari Ary. Pertanyaannya adalah
dalil ‘istri harus menerima poligami’ bukan dalil ‘berbuat poligami’.
@wadehel: Iyah.. masalahnya bagaimana dengan hati
perempuannya? Justru aku sering gak suka mendengar pembela poligami yang
ngancam istrinya “kamu nanti gak masuk surga” padahal kalau menurutku itu hak
istri. Kalau istri sampai gak rela, maka si pria sudah gagal berbuat adil dan
tidak sah untuk poligami.
Poligami sendiri di Quran bersifat sosial, bukan untuk memuaskan nafsu
seksual, dan itupun benar-benar menuntut kemampuan berbuat adil untuk
istri-istrinya. Bagaimana dia mau berbuat adil kalau istrinya saja sudah
menolak.
Hanya laki-laki tidak peka dan tega yang mengatakan tidak ada kewajiban
dari suami untuk mempertimbangkan kerelaan istri yang sudah
dimilikinya.
@ Ary Top deh kamyuuuuu …. *wink wink* Tuh kan masih banyak kok laki2
model Ary yang sangat menghargai dan menghormati wanita.
Tidak semua laki2 yang nggak mendukung poligami lantas punya simpenan!!!!!
Intinya itu ya adek2 .. “hormati dan hargai orang lain” including perasaannya
tentyunya kalau kamu mau dihormati dan dihargai sebagai seorang manusia.
Lagian daku anti poligami bukan berarti daku mendukung orang (baca: suami)
punya simpenan. Logika kok ngawur gitu sehhh … huhhh!!!
Dan sampe sekarang daku bener2 nggak ngerti/muak/enek/sebel sama pembelaan
seperti ini nih ..
“Daripada punya selingkuhan/TTM/TTD/TTU whatever .. lebih baik kan
poligami. Dan ini sebagai emergency exit … bla bla bla”
Grhhhhhhhh!!! Lha kenapa coba harus berpikir untuk selingkuh. Nggak bisa
setia? Kegedean napsu? Nggak mampu menahan gejolak gairahhh?? Iiiihhhhh
memalukan. Soal alasan ingin menolong orang dan mengangkat derajat janda dan
bla bla bla yang lain, buat daku itu bullshit-lah !!!! Kasihan janda selalu
dijadiin alasan terusszzz … *hiks*
Ntar jawabannya klise .. “Karena agama bla bla bla … kalo nggak mendukuh
berarti bla bla bla …. Nabi juga bla bla bla bla .. Allah kan bla bla bla”
Duuuuhhh Gustiiiiiii !!!!!
Tapi tetep kok daku akan bernyanyi ..
“Tidak semua laki lakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ….. ” (dangdut skali
yah)
*gile masih komen jugakkkkkk gue … ck ck ck. Ngeblog kok di comment
blog-nya orang hihihihi. Piss Mas Wedehel!!!*
# Ary Says: Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo
berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita
nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..
begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami
karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu
kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA
menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan tertentu….
Masalahnya Wanita dan Laki laki itu Berbeda… wanita main perasaan lebih
kental sedangkan logikanya/pikirannya kurang (pasti nanti banyak yang protes
:D )
Tapi kenyataanya demikian… bahkan ada istilah wanita: 9 =
perasaan 1 = pikiran
Jauhary Says : Masalahnya Wanita dan Laki laki itu Berbeda… wanita main
perasaan lebih kental sedangkan logikanya/pikirannya kurang (pasti nanti
banyak yang protes )
Tapi kenyataanya demikian… bahkan ada istilah wanita: 9 =
perasaan 1 = pikiran
laki-laki: 9 = pikiran 1 = perasaan
namun … seringkali ke-9 akal yg dimiliki laki2 itu hanya digunakan utk
men”dukung” nafsu2nya termasuk pengumbaran nafsu hewani, spt poligami itu.
belum pernah di jaman sekarang ini, laki2 yg mapan mau berpoligami dgn janda2
tua atau yg jauh lebih tua umurnya dan kondisi fisik yg biasa2 saja… katanya
mo spt Rasulullah SAW.. tapi malah nyari yg kinclong2 buat dilindungi,
termasuk wong solo itu juga. saya pernah ketemu dia dgn istri terbarunya, waw
kinclong sekali dan masih amat sgt muda, mungkin sbaya anak2nya hehehehe….
jan… dunia sudah mo ambruk.. nafsu2 diumbar dgn berselimut dalil2
agama..
Bangsa ini ternyata lebih membutuhkan manajemen syahwat ketimbang manajemen
hati. Aa Gym adalah sebuah ironi sekaligus kesalahan besar yang baru tersadari
hari-hari ini dan harus ditanggung renteng oleh bangsa keledai ini: ya
masyarakat yang memujanya, ya media massa yang mengangkatnya. Ini memang watak
ndablek dan membingungkan dari fenomena idola: kita tak pernah benar-benar
tahu siapa dia karena dia yang kita kagumi tak lebih dari sekumpulan citra
yang dibentuk oleh koran dan televisi.
Kita tak pernah tahu makna airmata seorang artis yang baru saja cerai dari
suaminya dan sedang berusaha mendapatkan hak asuh atas anak mereka. Demikian
pula, kita sebenarnya tak pernah bisa dan boleh benar-benar percaya jika ada
seorang ustad muda tampil dengan tutur kata yang begitu lembut, pembawaan yang
serba tenang dan kearifan yang menembus batas perbedaan agama. Karena media
massa tak pernah bertanggung jawab dengan segala yang telah dan pernah mereka
lahirkan. Dia bisa siapa saja, namanya bisa Aa Gym atau yang lain, tapi hanya
satu yang menjelaskan kenapa media massa memilih dia: karena dia layak dan
laku dijual, karena dia bisa jadi alat untuk mendongkrak rating dan mendulang
uang.
Sejak awal, bagi saya, Aa Gym adalah sebuah kebetulan. Sebagaimana Arifin
Ilham, Jefry al Bukhori dan ustad-ustad muda lain anak emas televisi. Tak ada
yang istimewa pada mereka selain ilusi yang tiap hari terus-menerus dibentuk
dan dijejalkan kepada masyarakat. Televisi bisa “menutup matanya” lalu secara
acak men-cengkiwing seseorang bernama Klowor, didandani sedemikian rupa dan
tampilkan tiap hari lewat berbagai acara. Dalam waktu singkat dia bisa
terkenal, punya nama besar dan jadi idola yang dikangeni, dikagumi dan
dipuja-puja bangsa. Oleh karenanya, saya tak pernah mengidolakan siapapun
sejauh dia makluk yang lahir dan besar oleh televisi. Saya juga tak pernah
mengidolakan Aa Gym.
Tapi, saya cukup rajin mengikuti acara-acara dia di televisi karena
“tertarik” dan “pengen tahu”, seperti dilakukan juga oleh ayah saya. Bukan
hanya non-muslim, ayah saya punya trauma politis terhadap segala sesuatu yang
berbau Islam, tapi dia dengan objektif memuji Aa Gym sebagai tokoh yang
menyejukkan (tentu saja dalam perbandingan dengan orang-orang Islam lain yang
ditokohkan dan gemar teriak-teriak mengkafirkan orang sambil merusak
tempat-tempat hiburan malam). Dan, jujur, saya bisa begitu terlena dan
menikmati gaya tutur Aa Gym yang santun, rendah hari dan tak jarang lucu.
“Hadirin teh setuju tidak…” itu salah satu ungkapan khas dia yang selalu
terngiang di telinga saya, dan kalau ingat itu, saya bisa tersenyum-senyum
sendiri. Dan, pada saat tampil bersama dengan istrinya, saya selalu menunggu
bagian ketika Aa Gym berkata, “Kalau menurut mama gimana?” O, anggunya, o,
mesranya!
Ketika tersiar kabar bahwa Aa Gym menikah lagi, pikiran yang segera menclok
ke kepala saya adalah, apakah Aa Gym bertanya dulu pada istri(pertama)nya
dengan kesabaran yang sama: menurut mama gimana? Saya membayangkan, si istri
yang alim pastilah tak bisa berkata lain kecuali setuju, tapi dalam hati
menangis sejadi-jadinya. Banyak perempuan di luar sana, saya kira, juga
menangis untuk alasan yang sama: idola kita yang lembut itu ternyata bisa juga
melukai hati orang. Dan, tiba-tiba kita pun mendapat pemahaman baru tentang
segala yang pernah dia katakan.
Dia yang menganjurkan “mulailah dari diri sendiri”, ternyata telah memulai
sebuah tindakan yang menyakiti hati semua perempuan. Dia yang pernah mengecam
film Buruan Cium Gue dan menyindirnya sebagai seruan untuk berzina, ternyata
kini mencontohi “umat”-nya untuk buruan kawin lagi. Persis buku-buku fiksi
Islam karya penulis-penulis muda yang dengan gagah menyuarakan ajakan moral
untuk menikah dini. Rejeki? Ah, sebatang rumput pun diurus kok oleh Tuhan,
apalagi manusia yang mencoba mendeketkan diri kepada-Nya!
Aa Gym, juga fiksi Islami itu, adalah satu sisi wajah baru generasi Islam
Indonesia yang dibangun dan ditegakkan dengan poligami dan pernikahan dini.
Mereka tak pernah benar-benar mengaji kitabnya, tapi lebih gemar grudak-gruduk
memadati tablik akbar dan doa bersama. Di tengah acara tunduk kusuk
mendengarkan kutbah sambil sesekali meneteskan airmata pertanda takut neraka,
tapi sampai di rumah sudah lupa apa tadi pesan Pak Kiai di atas mimbar.
Giliran nonton TV, ketemu pelawak yang kini menjadi anggota DPR,
diwawancarai infotainment tentang poligami dan dengan cengengesan menjawab,
“Masak ada sunah yang enak kok nggak mau!” Ketika sampai pada kata ‘enak’,
wajahnya menampakkan ekspresi yang luar biasa mesum. O, kelak, bangsa ini
harus membayar sangat mahal untuk kegagalan kaum laki-lakinya mengendalikan
syahwat mereka. Makan tuh, manajemen kalbu!
Subhannallah ga kebayang banyaknya pahala mengalir ke AA dan
Teteh. Ladang pahalanya Aa yaitu rela di cemooh dihina dandirendahkan oleh
umat yang tak paham akan hidup sesaat didunia. Ladang pahalanya Teteh udah
ga usah di jelasin lagi semua pasti ud tau. :)>-
@ Kw Artikel yang del.icio.us :) Saya harap sebentar lagi beliau
mendakwahkan itu manajemen syahwat. Selain itu bagus juga juga kalau
mengajarkan Manajemen Istri dan Manajemen Anak. Trus program
khusus buat poligamis, Manajemen Sex, biarpun saya bukan poligamis,
saya pasti tertarik ikut tuh!
@ Budi Ya ga semua dong bang. Kalo caranya gitu, naik unta, pake
pedang, hidup di padang pasir juga jadi sunah dong. Sunah mbok ya pilih-pilih,
yang enak-enak aja knapa.
@ Irwan Nambahin pak, selain pahala yang menguyur deras si AA dan
Teteh. Ada juga sisi lain.
Konon jumlah pengunjung Da’arut menyusut drastis, para pedagang mulai
gelisah karena menurunnya penghasilan, karyawan-karyawannya yang nyambi dagang
buku mungkin juga mulai resah. Ada juga tukang parkir. Belum lagi orang-orang
yang rumahnya biasa disewakan untuk diinapi pengunjung yang selalu membludak.
Mereka semua akan ikut prihatin, dan ini tentu saja ladang amal
untuk belajar bersabar. Ini berarti PAHALA juga!!! Bener-bener emang
poligami, menghasilkan hujan pahala dimana-mana! Subhanallah!
@ Ary # Ary Says: Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri
kita mo berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan
kita nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..
begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami
karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu
kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA
menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan
tertentu…. Ary .. ary .. klo istrinya poliandri ya bukan poligami namanya
tapi dalam ISLAM itu dilarang .. mengapa demikian karena nanti benih yang ada
dirahim perempuan itu siapa bapaknya .. trus klo anaknya perempuan siapa nanti
walinya .. he he he bukankah ISLAM sudah sedemikian komplitnya, trus sekarang
ini prosentase perempuan didunia jauh lebih banyak dibanding laki2x (ini
perawan dan janda). Bagaimana nasib mereka ? ISLAM telah memperkirakan hal2x
yang seperti ini .. bukan hanya berdasar napsu syahwat saja. Makane Ry
perempuan banyak gini gak nikah2x :)) Jangan takut dengan poligami .. kamu
masih kebagian kok jatahnya :D Bagaimana dengan virus HIV/AIDS yang
penularannya salah satunya dari hubungan sex .. ini disebabkan tidak ada
selain ISLAM yang mengatur tentang hal ini sebaik ISLAM. ISLAM sudah
mengatur semuanya, jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari
ISLAM beres to .. mengapa dibikin susah mikirin surga dan neraka dan
perandaian yang lainnya.
Cara berpikir seperti kalian yang bikin bangsa ini makin bodoh. Jangan
pernah tabu dengan akal. Tuhan mencipta akal, lantas kenapa tidak
dimaksimalkan? Islam diturunkan untuk KEMASLAHATAN Jangan belum apa-apa
sudah menutup pintu tafsir.
Pake pake pake tuh amanat Tuhan berupa akal kalian.
he he he .. JIL = kebenaran nisbi .. kebenaran versi siapa .. tidak ada
kebenaran hakiki, yang ada kebenaran versi si A, si B, si G :)) Klo masalah
akal, kan sudah ada rulenya trus sudah ada contohnya trus mo diapakan lagi ..
mau di plesetkan jadi pornografi dan pornoaksi .. trus akhirnya Qur’an jadi
kitab porno :)) baca http://andieko.web.id/iseng/wawancara-gus-dur-dan-jil/ Jangan
pernah mengakali aturan Tuhan dan jangan pernah menTuhankan akal.
Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita mensikapinya ingat KENDALIKAN
NAFSUMU kalau tidak akan di KENDALIKAN YANG LAIN….
Nabi Muhammad S.A.W sendiri sudah berpesan bahwa semua RULE OF LIFE sudah
selesai di Turunkan dan silahkan berpegang teguh pada Qur’an dan Hadist yang
syahih…….
Dan ingat akan adanya Debat kusir, yang tidak ada hasilnya tapi malah
memupuk permusuhan yang tidak perlu….
mari bangkitkan bangsa… jangan mau di setir ama PEMERINTAH yang BELUM
bener… dan cara melempar berita TREND SESA[A]T untuk menutupi PRnya yang belum
selesai…
Mari berubah kawan….. mari menjadi lebih baik bersama sama tentunya
:)
@wadehel : yah, kl gitu setuju deh. yang enak diikutin, yg kaga enak
dibuang ajah. hi..hi.. murtad deh gw..
@andi : kenapa dinosaurus yang memiliki kekuatan 1000 kali lipat
dibanding manusia bisa punah, sementara manusia eksis hingga hari ini
? jawabannya hanya satu : manusia menggunakan akalnya dengan lebih baik
drpd ituh dinosaurus. kenapa kita tau bahwa bumi ini bulat ? jelas bukan
karena kitab suci, tp krn akal. dulu saat penangkal petir ditemukan, tokoh
agama pada protes, konon itu menantang Tuhan, karena petir dipercaya alat
Tuhan untuk menghukum manusia. Hari ini kita tahu, bahwa tempat suci yang
tanpa penangkal petir jauh lebih potensial disambar petir ketimbang tempat
prostitusi yang dilengkapi penangkal petir. Galileo bilang : kalau tuhan tidak
menghendaki aku memakainya, lalu kenapa dia memberikan aku otak ??
Menurut saya, manusia lebih baik bergantung kepada Sang Pencipta
dibandingkan bergantung kepada manusia lainnya. Apapun yg dibuat or dikatakan
oleh manusia, masih mungkin bias karena kita memang tdk pernah tahu niat
sesungguhnya.
Idola mungkin berbeda dari berhala, tapi bila kita tidak pintar
mengendalikan diri, ada kemungkinan perbedaan itu menjadi tipis. Daripada
membicarakan org lain, mari kita lihat diri sendiri, mari mencoba dialog dgn
Sang Pencipta, agar kita tahu tujuan hidup kita ini. Perjalanan hidup orang
lain dapat dijadikan pelajaran, tapi pasti perjalanan hidup setiap manusia
berbeda2. Mari kita kenali diri sendiri dulu sebelum mengomentari diri orang
lain atau perjalanan hidup orang lain.
a, musim hujan gini enak ya kawin lagi? ho ho ho ho bisa ajah si ibu
mah
a, ndak takut nanti anak2 merasa mendapat ketidakadilan dr
aa? perusahaan saya kan ada 27 buah, tdk ada yg perlu
dikhawatirkan dengan kekayaan yang saya miliki nambah 15 harem lagi juga
tak masalah
a, kok di sesi tanya jawab ceramah aa skrg yang nanya cuma satu
orang? masalah itu akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya
a, sumber masalahnya apa sih sampai kawin lagi? tidak tidak..tidak ada
masalah kok wajar toh saya ingin menikah lagi coba tanya sama mas-mas di
perkantoran sana insting setiap laki-laki itu bukan pornografi tapi
poligami saya juga heran ini adik-adik di blognya mas wadehel kok lugu
sekali terutama neng indie begini neng, neng nanti merasakan jika sudah
menikah terutama jika sudah bertahun-tahun apalagi 20 tahun pasangan
kita nanti bukan lagi seperti kekasih tapi teman ingat? t e m a n
betul tidak ibu-ibu? halo? halo? kok jadi pada ngelamun
beginih? ho ho ho ho
Gue nulis gitu gak ada hubungannya dengan kelompok Islam tertentu mau
JIL kek mau Islam DT kek gak ada! Dan gue menurut gue pribadi gak
menuhankan akal. Terserah ada orang yg mau menuhankan dalil buat
ngelegalisir nafsu kawin lagi dan lagi dan lagi. Yg jelas kalo yg berbuat
begitu pemuka ayat-ayat Tuhan, masyarakat berhak teriak.
Mas, artikel yang menarik (ya saya sudah baca kok hehe)
Jujur saja, saya masih terganggu walaupun surga sudah dijanjikan.. Mungkin
saya belum tercerahkan benar..
POligami itu halal kata agama. Insya Allah saya percaya bahwa semua itu ada
tujuannya, ada maknanya.
Yang saya takutkah adalah ketika kita manusia yang serba kekurangan ini
cenderung menafsirkan kehalalan poligami itu sebagai bentuk pembenaran dari
sebuah tindakan ketimbang menjadikannya sebagai tuntunan. Masya Allah mudah2an
saya salah..
Nabi Muhammad SAW, menikah lagi setelah Siti Khadijah meninggal, jadi tidak
menyakiti istri pertama, ini kalo memang ingin mengikuti Rosul, bukan
mengikuti nafsu
“ISLAM sudah mengatur semuanya, jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan
keluar saja dari ISLAM beres to .. mengapa dibikin susah mikirin surga dan
neraka dan perandaian yang lainnya.” (komentar Andi tgl. 6
Desember). Numpang tanya: setahu saya sekali masuk Islam nggak boleh keluar
lagi seumur-umur. Mana yang betul? Kan ada yang nekat keluar malah diancam,
bahkan ada yang dibunuh.
Kalo menggabungkan pendapat beberapa ulama/guru spt AA Gym (poligami) dan
KH Noer Iskandar SQ (nikah semalam, halal)…wah kalo dipraktekkan ternyata
mantab sekali baik nikmat dan pahalanya. Mungkin ini perlu disebarluaskan ke
para calon mujahid/amrozi cs, ternyata nggak perlu ke ampe sorga utk ketemu 72
bidadari, di dunia ternyata kalo mau nyicil ngerasain sorga dikit2x juga
bisa..yg penting kuat ama tebel dompet aja.
BUAT KAUM PEREMPUAN mari siapkan daya tawar kalian ortu banting
tulang utk pendidikan tinggi kalian jangan mau setelah nikah malah
diam, tidak bekerja, tidak berpenghasilan. jangan malas bekerja
jangan pula mau disuruh suami berdiam diri ayo kerja, bikin usaha, cari
penghasilan
persiapkan, apapun dlm pernikahan bisa sj terjadi kalau pun terjadi
suami macam2 jangan takut bercerai do not afraid to be single!
meski kini byk kaum perempuan lebih mampu dlm ekonomi drpd kaum
lelaki tunjukkan pada mereka bhw kita sejatinya adalah ibu
pertiwi memiliki segudang kasih sayang tidak memiliki hasrat utk jadi
kadal darat jika ada hasrat dan mental berpoliandri apa bedanya kita
dengan anjing dan monyet purba
kita mampu menjadi ibu yang mengajarkan anak laki-laki kita menjadi
manusia sesungguhnya bukan hewan tunjukkan pula bahwa kita istri yang
hebat dan berbudi
ayo perempuan ubah paradigma kalian ttg tubuh berdayakan otak dan
keterampilan kalian jangan kalian hanya mengandalkan tubuh dan merasa
cukup dengannya tidak terhormat kalian jika punya mental ingin jadi
istri/selir/simpanan kedua kelima dst
meski kalian berharta jgn pula punya mental priyayi yg rakus
dunia hingga bangga merebut suami orang
@Tukangkomentar Tidak ada pemaksaan dalam ISLAM. ISLAM adalah Rahmatan
lil Alamiin yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. @n/a ISLAM
tidak merendahkan derajat kaum wanita. Rasulullah sangat menjunjung tinggi
derajat wanita saat itu, dimana wanita hanya menjadi pelengkap penderita.
Bahkan jika ada bayi perempuan lahir bisa - bisa dibunuh oleh orang tuanya.
Mungkin komentar terakhir dari n/a adalah aksi ketidakpuasan para wanita yang
tersakiti, tapi jangan khawatir ISLAM selalu memberikan jalan yang baik.
Mungkin n/a bisa baca2x kembali alQur’an nya atau Hadist2x yang berhubungan
dengan perempuan sehingga bisa lebih paham bagaimana menyikapi hidup didunia
ini yang hanya “SEKEDAR MAMPIR”. Seorang Mukmin sejati akan menggap dunia ini
adalah penjara dan KIAMAT adalah sebagai pintu gerbang kebebasan.
#budi Agama yang mana menentang ALAT PETIR?? jangan samakan AGAMA A
dengan AGAMA ISLAM…. seperti kita tau EROPA pernah bermasalah dengan AGAMA…
yang kebijkannya TENDENDSIUS… dan AGAMA tersebut bukan AGAMA ISLAM… jadi
jangan samakan semua AGAMA dengan AGAMA ISLAM ;)
Dan ingat AGAMA ISLAM juga tidak MELARANG penggunaan akal.. bahkan disuruh
menggunakannya… dan ISLAM Allah sudah berjanji akan MENGANGKAT KAUM yang
menggunakan AKALnya tidak peduli agamanya apa. Tapi INGAT ada batasan
penggunaannya…. bahkan sampai dipaksa seperti apapun tidak akan
menembusnya….
Andi says: ISLAM tidak merendahkan derajat kaum wanita.
>BETUL. Maka muslim yang membawa amanat dakwah, berilah TELADAN yang
baik. Saran saya: tolong Andi kalau mau ngomentarin ini kembalilah pada
konteksnya tentang poligami jangan dibuyarkan dengan yang lain.
Andi again: Mungkin komentar terakhir dari n/a adalah aksi ketidakpuasan
para wanita yang tersakiti,
>SEGALA PUJI BAGI ALLAH saya tidak tersakiti atau tertindas masa’
saya mau mengumbar emosi aksi saya adalah aksi motivasi dan
solidaritas Saran saya: belajar lah untuk berani menentang penindasan dan
ketidakadilan
Finally, Andi says: Mungkin n/a bisa baca2x kembali alQur’an nya atau
Hadist2x yang berhubungan dengan perempuan sehingga bisa lebih paham bagaimana
menyikapi hidup didunia ini yang hanya “SEKEDAR MAMPIR”. Seorang Mukmin sejati
akan menggap dunia ini adalah penjara dan KIAMAT adalah sebagai pintu gerbang
kebebasan.
>Nah, kalau sudah tau begitu kenapa tidak dipraktekkan? Sudah tahu
sekedar mampir, masih juga gak puas nahan nafsu dan syahwat poligami dengan
alasan daripada TTM atau selingkuh.
Agama untuk pembenaran diri atau mencari kebenaran? Emangnya kalau
melihat & menolong anak2 yatim terus bisa terangsang untuk menikahi
ibunya?? ( Matakuliah biologi gak laku!) mau beragama yg benar jangan
tergantung satu dua orang Kiai
Giliran Pornografi dan Porno Aksi mereka berdalih itu seni dan para kiyai
aja yang berpikiran kotor, sehingga pelakunya dibela mati2 an hingga semua
media membelanya.
Tapi ini yang jelas2 Syah tidak melanggar hukum, norma dan Agama malah
dipermasalahkan.
Yang berfikiran kotor itu siapasih??
Sekarang coba aja lihat kasus ME dan YZ bagai mana kita menyikapinya apakah
itu termasuk SENI ??
Cihuyyyy daku dibiliang polossss dan lugu ihhhh …. *kedipkedip*
Smalem ada Petinggi Poligami Endonesah yang juragan ayam itu lohhh di tipi.
Katanya bliaw melakukan poligami itu buat pembelajaran kepada kaum wanita,
supaya wanita2 itu bisa berbagi dan menyadari bahwa poligami itu indah dan
renyah … cuihhhhh kok bisa2nya ya ngomong gituuuu !!!
Pokoknya mas n/a, daku yang lugu dan polos ini nggak bakalan mau
dipoligami. Lha sekolah tinggi2 (direwangi banting tulang orang tuaku) kok
nantinya cuma disuruh pake baju kembaran rame2 dan berjalan di belakang “suami
bersama” nya .. ihhhhh sorry yeeee …. trus digilir pula lagiii .. hiiiiiiiiiii
(hueheheh malah surat2an sama Mas n/a)
Pisss Mas Wadehel!!
*kenapaaaa juga gue masih betah disini yahhh .. *sigh*
ikutan ahhh setelah aq pikir-pikir. ada 2 masalah besar yang sekarang
sedang beredar yaitu video porno dpr (baca :perselingkuhan) dan poligami
AAGym sepertinya Tuhan telah menunjukan secara tidak langusng kepada
kita bahwa poligami itu merupakan salah satu solusi dari berbagai masalah
perseligkuhan yang ada di indonesia mungkin dengan poligami kita akan lebih
terhormat dibanding kita disebut orang sebagai tukang selingkuh demikian
renungan saya. trimss
Irwan: “Giliran Pornografi dan Porno Aksi mereka berdalih itu seni dan
para kiyai aja yang berpikiran kotor, sehingga pelakunya dibela mati2 an
hingga semua media membelanya.” Apa sih pornografi itu? Apakah semua yang
telanjang? Apakah lukisan Picaso itu juga pornografi?
Andi: Terima kasih atas penjelasannya, jadi yang terjadi itu (jadi
moslem yang berganti agama dan dikejar/dibunuh itu cuma karena salah
interpretasi yang ngejar/ngebunuh saja?).
@Neb: setuju bang Neb. poligami itu sadis. tanyalah
pada perempuan gimana sakitnya. kalau mau bersakit-sakit dengan imbalan
surga, masih banyak cara.
@Wadehel pada komen Neb: kayaknya, ada anggapan di
masyarakat, semakin beriman seseorang semakin bisa memahami poligami.
kasiannn
@Neeya: komentar yang kayak gimana dulu ndhuk. boleh
aja ngefans cuman tak perlulah membabi buta.
@Ary: ya celakanya banyak perempuan yang rela menerima
nasibnya dengan memakai alasan-alasan pembenaran yang menguntungkan pihak
lelaki.
@amd: poligami itu sunah? hmm mana ayatnya mannn? nabi
berpoligami motivasinya bukan seks semata, itu yang pernah aku baca
@irwan: kamu bodoh! silakan dukung AA tak ada yang melarang.
cuman kesimpulan Anti Polygami = mengijinkan suwami punya wanita simpanan.
memangnya manusia sama dengan binatang yang tak bisa memanaj sahwat? satu
lagi komentar anehmu, mencampurasukan poligami dengan pornografi.
@redwar: benar. membagi benda-benda yang bisa diukur,
ditimbang danditakar aja blum bisa adil. bagaimana membagi cinta, kasih sayang
dan seks secara adil. gimana ngukurnya coba?
@n/a : setuju dengan anda. kita harus memakai akal
setiap menafsirkan ayat Quran. karena teks Quran turun sesuai dengan
konteksnya. jadi kalau akal tak dipakai sama aja dengan meremehkan Tuhan yang
menciptakanya.
@CR: kamu bijak. tapi penakut, tak punya sikap mannn
:)
He.. he.. saya ngga nyebut2 agama A ato B. saya hanya ngasih contoh salah
satu ketololan pengikut agama. Tapi kl saya nyebut ketololan pengikut agama A,
mereka akan bilang, ITU KAN OKNUM YANG KAGA NGERTI AJARANNYA!! he.. he.. kayak
die udah paling ngerti aje…
Batasannya apa ya mas/mbak jauhari ? Apakah batasan yang diterapkan
untuk mbak/mas, sama dengan batasan yang diterapkan terhadap saya, misalnya
?
…jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari ISLAM beres
to…
Justru mereka itu gak mau keluar karena tidak rela bila Islam ditunggangi
seenaknya oleh orang-orang yang pandai menggunakan agama untuk membenarkan
segala keinginannya. Tapi mungkin benar juga seperti kata Tukang Komentar,
beberapa mungkin bertahan hanya karena takut dibantai bila memilih keluar.
@ n/a Saya lihat justru pihak-pihak yang mengaku suka menggunakan
akal, malah kalah akal, kalah cerdik dengan mereka yang seakan-akan
mengharamkan penggunaan akal :P Mereka yang terkesan anti akal itu justru
lebih pandai dalam mengakali agama untuk membenarkan segala yang mereka
inginkan.
Btw, puisinya bagus sekali, jangan sampai dibaca istrinya AA Gym tuh :D
@ Irwan Hmm… menurut anda gimana, supaya blog ini lebih Islami,
apa sebaiknya JIL dilarang masuk? *ikutan oot*
@ Andi Terimakasih untuk contoh trackback yang tidak baik.
@ Jauhari
Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita mensikapinya ingat KENDALIKAN
NAFSUMU kalau tidak akan di KENDALIKAN YANG LAIN….
Kalau menurut saya, kalimat yang lebih sesuai kenyataan itu begini:
Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita menyikapinya, KENDALIKAN
NAFSUMU, kalau sulit, ya KENDALIKAN PIHAK LAIN SAJA, tentunya dengan
menggunakan dalil-dalil yang lengkap itu.
@ Budi Wukikikik, jangan murtad atuh. Nanti masuk neraka lho.
@ JaF Waaaaaaw, terimakasih sudah sudi mampir. Sungguh sebuah
kehormatan bisa dikunjungi seorang senior seperti Pak JaF :)
Sebenarnya saya juga sangat terganggu dengan kasusnya AA, makanya itu saya
berusaha melihat dari sudut pandang AA dan mencari pembenaran untuk
membungkam menentramkan nurani saya.
@ Darmawali Husss, fakta itu tidak untuk umum. Kalo kedengaran AA
Gym gimana? *dah rahasia umum kale*
@ GP Benar sekali, sekilas saja sudah ketahuan bahwa pahalanya
memang mantab dan luar biasa. Mungkin kalau ada yang jago programming bisa
bikin semacam kalkulator pahala untuk poligami? Mungkin bisa meyakinkan mereka
yang masih ragu.
@ Nemo Kalau mau menolong janda itu ya memang harus dengan
mengawininya, coba anda pikir, apa pantas kita membiayai makan dan sekolah
anak-anaknya sedangkan ibunya hanya kita beri dildo/vibrator? Kasian kan?
@ Neng Indie Yang Lugu Wuih, untungnya Tuhan cukup adil dan tidak
membiarkan semua cewe sepintar anda. Btw, soal gilir menggilir, justru si
suami yang digilir kan? Ini harus ditanyakan pada AA, pake wirid apa biar
batangnya cukup buat memuaskan berdua.
@ Paijo Lha itu kan salah satu gunanya akal Pak, untuk mengakali
agama supaya bisa jadi pembenaran. Mau ikut coba bereksperimen? Masa tentang
alat2 saja, sekali2 tentang agama juga dong :P
@ Tukang Komentar Mungkin diskusi tentang pornografi bisa
dipersingkat dengan langsung memberikan definisi atau linknya saja Pak,
tentunya definisi menurut MUI/DPR. Betul tidak Pak Irwan Yth?
@ Irwan & Pak Kw Sudah lah, jangan saling menyerang pribadi gitu.
Sudah impas itu satu sama. Semua juga tahu kok kalau anda berdua itu
bersaudara, sama-sama keturunan Adam kan? Saya malas nih kalau harus
memoderasinya, koneksi disini tidak secepat anda-anda tauk. Terimakasih
untuk pengertiannya.
dulu perang itu halal asal untuk kebaikan atau memerangi suatu kejahatan.
kultur zaman dahulu kala itu memang begitu, perang,laki2 beristri puluhan
bahkan ratusan!!dan saat rasul turun ke tengah2 masyarakat beristri
banyak,nabi hanya punya 1 istri,Khadijah. saat khadijah meninggal barulah nabi
berpoligami,DGN WANITA2 TUA YG SUAMINYA MENINGGAL SAAT PERANG. WANITA2 YANG
TAK AKAN MUNGKIN DINIKAHI OLEH LAKI2 MANAPUN DISAAT ITU.APA YANG AKAN TERJADI
PADA MEREKA TANPA SUAMI?MEREKA BUKAN PEREMPUAN2 ZAMAN SEKARANG YANG BISA KERJA
KANTORAN,BISA LAMAR DI MODEL AGENCY.JADI NABI MENIKAHI MEREKA BETUL2 KARENA
INGIN MEMBERI PERLINDUNGAN PADA MEREKA, MENGANGKAT DERAJAT MEREKA. pada saat
itu cuma itu cara yang wajar dilakukan karena peradaban membolehkan beristri
lebih dari 1. dan permpuan2 saat itu juga menganggap lumrah dimadu karena
bagian dari kultur. misal, nenek2 kita yang menganggap lumrah ngurusin anak n
masak n ga boleh kerja. SEKARANG,kita liat peradaban sekarang. perbudakan
sudah dihapuskan, perdamaian sudah dijunjung, perang sudah dikutuk. semua
orang benci perang karena mereka sudah menemukan cara yang lebih baik dalam
bersosialisasi, yaitu perundingan. poligami juga udah nggak jaman karena masih
banyak cara untuk melindungi wanita2 lemah. bahkan wanita juga sudah bisa
mengangkat sendiri martabatnya dengan bekerja(yang halal tentunya). Agama
islam itu agama yang mengusung perdamaian. tidak mungkin Allah meridhai suatu
perbuatan yang menyakiti fisik maupun perasaan orang lain.LOGISnya…kalo
poligami itu menyakiti istri, HARAM hukumnya. karena pekerjaan yang sakit2i
orang itu dilaknat Allah. seadil2nya suami,istri tetap tersakiti karena harus
berbagi. memang kita bisa duduk dengan sebelah pantat kita, tapi apa itu
menyenangkan?secenter apapun kita duduk dengan sebelah pantat,rasanya tetap
tidak enak kan? SATU LAGI, jangan deh pake bilang, yang halal dihujat yang
selingkuh dibolehin.SHUT UP! siapa bilang selingkuh dibolehin??pa selama ni
masyarakat kita kurang mengadili skandal2 artis yang selingkuh?pa artis yang
selingkuh ga dipandang sebelah mata bahkan dicibir? sebenarnya orang2 yang
berpoligami karena menghindari selingkuh sama buruknya dengan mereka yang
selingkuh.SAMA2 TIDAK PUAS. N APA GUNANYA IMAN KALO TIDAK BISA MENGENDALIKAN
KETIDAKPUASAN?saya memang bukan ahli agama, tapi jangan dibeda2in deh..yang
udah ulama sekalipun belum tentu surga. soal gitu2an biarin Allah yang
ngurusin.
Maaf mas Wadehel dan Pak Kw yang pinter. Disini kita kan seharusnya
saling menghargai pendapat oranglain karena tak mungkin kita memaksakan
kehendak ke orang lain karena itu bisa jadi melanggar hak asasi
berpendapat.
Mengenai JIL bukannya ga boleh gabung boleh aja, toh ini bukan blognya
saya, cuma saya sepertinnya ga bisa nandingi bicaranya orang JIL yang main
filsafat, saya belum sanggup belajar filsafat.
[…]hmm… gini neh kalo gag semangat ngoding.. yang ada ngisi blog :D
jadi, seperti judulnya, dan terinspirasi juga dengan blog mas wadehel saya
(iya tau ini udah telat banget tapi gapapa lah) mau mengomentari tentang 2
hal, pertama tentang poligami dan kedua tentang salah satu tokoh masyarakat
kita, Aa Gym[…]
Trus tentang istri yang suaminya dibunuh, diperangi.. trus istrinya
ditiduri gimanah ? Pengesahan terhadap meniduri budak2 wanita gimanah ? eit,
saya tidak sedang menghina loh, cuman nanyak… :p
@ Nana Bagus sekali pendapatnya :) kalau AA Gym baca, kira-kira
gimana ya pembelaannya? Harusnya anda tulis di blog anda tuh, kirim ke sini
cukup trackbacknya saja. Kalo berdiri sendiri kan bisa dijadiin referensi
orang, dan bisa dimasukin delicious :D
@ Irwan Setuju Pak Irwan Yth, kita memang harus selalu menghargai
pendapat orang lain, bahkan meski menurut kita pendapat itu sama sekali tidak
berharga.
Untuk disadari, sebenarnya di blog ini hak asasi berpendapat sama sekali
tidak ada, saya bisa saja menghapus komentar anda atau siapapun bila saya
anggap tidak berharga, disini kuasa saya hampir seperti Tuhan,
bwaaaahahahahahaha… hehe.. ehem. Tentunya dengan kekuasaan yang dibawah si
Matt dan kru admin wordpress.com yg lain. Saya tidak menghapus hanya karena
komentar anda semua masih berharga.
Soal istri nabi yang cantik2, emangnya anda sudah melihat kah? Punya
foto-fotonya? Upload dong di blog anda. Btw, alamat blog anda dimana ya?
Peace juga untuk semua.
@ Ramot Salam kenal, konten blog anda sangat bagus, apalagi
pernyataan pendapat tentang poly polyan itu. Tapiiii… themenya tidak
idiotfriendly tuh. Saya susah menavigasi, apalagi mengomentari. Mencari
permanent link untuk dilink juga saya tidak berhasil.
@ Bud Emang siapa yang melakukan hal sebejad itu? Eh, tapi jangan
dibahas disini, di blog anda saja yaaa…. terlalu gimanaaaa gitu. Alamat
blognya dong?
@ Kw Saya juga minta maaf. Saya juga tidak pernah mengklaim diri
saya pintar. Ini kan Pak Irwan aja yang asal nuduh bahwa kita pintar. Sudah
lah, Pak Irwan dan Pak Kw, jangan diperpanjang disini. Suwer, saya malas
memoderasi. Maaf yaaa.
mahap pak wadehel, saya ngga punya blog. sedih ngga sih ?? hare gene gitu
loh ?? yah.. saya blm beruntung punya cukup waktu utk bikin blog. mangkanya
saya mo ngucapin makasih bisa ikut cawe2 disini.. makasih pak wadehel (tangan
tercangkup di dada, pala nunduk). saya kira saya hrs banyak belajar dari pak
wadehel. jenaka, menggelitik tp tetep bermutu (menurut ukuran saya). heh.. kok
jd muji2 ya ? jangan GR, Bro! :)
oh ya, sebaiknya emang tidak diteruskan disini. itu hanya mengingatkan
saja, bahwa terkadang yang kita anggap suci bisa memiliki sisi kehinaan yang
sehina hinanya. makanya jangan terlalu membuta. pake otak.
he..he..he.. poligami, isu lama yg diblow-up kembali gara-gara Aa Gym…
Ah…sudahlah, manusia punya pilihan hidup. Untuk apa menyakiti hati orang
lain jika kita sendiri tidak mampu untuk berlaku adil. Hanya Tuhan yang bisa
adil, di surga dan di dunia, dan dimana saja.
Preferensi pribadi saya adalah : TIDAK. Dan punya pilihan sendiri lebih
enak daripada berlindung dibalik topeng ajaran agama sambil mengaku diri orang
yg baik dan adil.
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami
daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah
masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW
bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama
28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah,
Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari
sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak
beralasan pernyataan “poligami itu sunah”.
Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi’i (w. 204 H),
adalah penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus
poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai
perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri
kitab Jami’ al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam
Ibn al-Atsir (544-606H), kita dapat menemukan bukti bahwa poligami
Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu,
ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.
Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial
bisa dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan
perkawinan-perkawinan Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati,
kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.
@ Kw Iya deh, ga di hapus. You junk, i junk. Asal jangan parah2
aja, nanti kalo saya tergoda setan rajin, akan saya hapus semua.
@ Budi Gpp Pak, punya blog bukan salah satu syarat masuk syurga
kok. :P Terimakasih juga sudah sering membaca dan mengomentari. Terimakasih
juga sudah mengingatkan, bisa jadi bahan tulisan itu.
@ Edratna Terimakasih untuk permanya, sekarang kan jadi bisa
dicatet di del.icio.us saya.
@ Fertobhades Hehe, benar itu, andai saja semua orang bisa
seperti anda, tidak bertopeng dan tidak ingin saling menyakiti, ini dunia
pasti jadi surga.
@ SENSOR Udah skimming :P nanti saya baca lagi deh
@ Bebex Aduh, jangan sebut nama itu dong! Masa AA G disamakan
dengan begituan? Hehe, dulu saya akan keberatan seperti itu, sekarang sih…
ternyata mereka memang sama aja. Dasar pemuka agama.
@ Luna_unet Yakin? Jangan-jangan sejarah yang anda dapat itu
versi rekayasa? :P Kenapa dengan Aisyah RA? Bikin blog ttg itu dong.
@ om7ack Iya nih, blm sempet nulis lagi nih. Idenya blm ada.
Nanti saya cari inspirasi dari blog anda aaah…
@ Ramot Jangan malas dong, seperti kata Om Kw, malas itu hasutan
setan, nanti nyemplung neraka lho. Sayang kan, pesan bagus2 tapi kalo cara
menyampaikannya rumit, kasihan orang-orang harusnya dapat pesan itu jadi sulit
memenuhi takdirnya :P
Polygami hemh… tak seindah yang di bayangkan.. bisa bayangi AA gym lagi
main ama istri barunya.. koyo opo yo bentuk nya.. teh nini di sebelah…
menangis. sedih sambl mengucapkan ,,” seperti saya dulu.waktu AA sering kalah
hik hik” makan tu pelycily ?! Polygami di jama sekarang yang di lakukan para
Kyiayi sangat menjijikan krena orientasinya hanya keSEX aja. jangan bilang
istri barunya AA lebih jelek dari teh NINI, jangan bilang istri barunya AA
anaknya lebih banyak dari teh nini… saya yakin ,, kalo AA sudah merasakan
service dari istri barunya pasti.. teh nini akan terlupakan,, saya bisa
bayangkan,,, bangaimana degan Wadehel bisa… hemh pasti dah pengalaman.. gak
mungkinlah kalo kita ada Roti makan singkong gosong he he, AA juga manusia!
punya hati punya rasa,, ya gak.. tulisan Wadahel itu sangat jelas.. mendukung
polygami..secara terbalik he hek.. tiwas aq serius bacane.. sebelum di catet
malaikat saya ucapkan astagfirrullah….
Memangnya anda siapa? Memangnya sudah setinggi apa ilmu anda dibanding para
poligamis itu? Apa yang sudah anda sumbangkan untuk umat beragama? Anda bisa
apa? Kalau bukan apa-apa, kalau belum punya banyak restoran, kalau belum jadi
dai kondang, kalau belum jadi pemuka agama hebat, tak perlu lah
menganjing-anjingkan mereka. Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda
dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena
mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.
…..
wah wah… saya sama kok dengan pemuka agama hebat, dengan orang yang
punya banyak franchise, semua punya porsinya masing-masing. saya sendiri orang
yang suka ke dugem ampir tiap malam. tapi urusan nilai menilai, biar tuhan
yang memutuskan
ketika anda tanya saya bisa apa, saya punya kebisaan yang ngga dapat
dibuktikan para poligamer. saya bisa menjaga kesetiaan.
ngga perlu membangga-banggakan apa yang bisa lo lakuin pada semua orang,
tapi akhirnya justru menyakiti orang terdekat yang menyayangi kita tanpa
syarat.
jadi dengan segala kelebihan dan kekurangan, saya sama dengan mereka.
pernah ngga berpikir hujatan pada pelaku poligami itu adalah ihwal dari
perbuatan mereka sendiri. jadi kalau mau menyalahkan, salahkan saja poligami
itu karena melakukan tindakan yang bikin orang marah. sama ketika anda
menyalahkan saya (dan orang-orang) karena tidak bisa menjaga mulut.
menikah untuk mendapat ridha allah tapi lebih dari itu, menikah adalah
pilihan tuhan ngga menyarankan kita menikah, semata-mata karena surga
seorang pria bisa jadi melakukan dosa ketika pertama kali tertarik dengan
wanita selain istrinya
tapi alih-alih menghilangkan perasaan itu Edia malah meneruskan dan
memutuskan untuk memadu istrinya sendiri
biji yang ditanam di tanah yang rusak, ngga akan menghasilkan kebaikan.
beda ama cerita rasul jaman dulu, yang menikah lagi demi janda korban
perang. istri baru gymnastiar meski janda, masih sanggup bekerja, masih muda,
urusan jodoh, tentunya masih banyak yang berminat.
bukannya nyariin suami yg baik, malah diembat sendiri.
kaum pria seakan ga pernah mau disalahkan, membela diri dengan alasan
naluri. well, tuhan juga ngasih kita pikiran. itu yang paling membedakan kita
dengan binatang.
kasus poligami seakan lebih menjadi permasalahan bagi kaum wanita untuk
memandang fenomena ’satu batang rame-rame’ dari sudut sebelah mana.
kalo disebut MELATIH KESABARAN…
whoaaa… sampe sebatas mana dulu yang dilakukan teh ninih udah sabar
banget biarin suaminya menikah lagi tapi akhirnya dia udah mengingkari
janjinya sendiri dia ga lagi menikah atas nama cintanya ama
pasangan terus dimana letak kebahagiaannya
IKHLAS dan BELAJAR BERBAGI
hueee.. ngga bisa dengan cara istri membagi-bagikan suaminya dong. bahkan
tuhan aja membatasi dalam hal berbagi. 2,5 persen
intinya adalah, berbagi.. tapi jangan sampai kamu merugi. ngga bisa ketika
suami minta kawin, terus kita diingatkan untuk berbagi.
MEMBUAT DIRI LEBIH MENCINTAI ALLAH
ketika suami punya istri lagi, sang istri mengalihkan cintanya pada tuhan.
trus dimana kesetiaan cinta kamu ama suami? (atau bertanya pada suami, dimana
kesetiaan cinta kamu pada istri)
tuhan emang layak dicintai nomor satu. tapi bukan itu alasan awal kenapa
kita mau menikah dengan seseorang. tapi karena kita bener-bener mencintai
orang yang mau kita nikahi.
kalo ingin hidupnya sempurna. kita ngga cuman dituntut untuk melakukan
perbuatan surgawi, tapi juga melakukan perbuatan duniawi dengan
sebaik-baiknya. termasuk memilih pasangan.
MELATIH HIDUP BERSIH DAN SEHAT
bukankah sejak lahir kita udah diajarkan untuk hidup bersih dan sehat. ngga
perlu macem-macem dengan membiarkan suami menikah lagi dan menikmati sex
dengan wanita berbeda. cuman gara-gara kita pengen mempraktekkan safe sex.
pliss dey!
MELATIH DIRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS
suami jatuh pada pelukan cewek lain karena ada standar kualitas yang tidak
dapat dipenuhi istri. dengan membiarkan suami kawin lagi, berarti kita udah
menyerah. kita udah kalah. barang reject, sampe-sampe suami nyari
komplementarinya
kalo kita disuruh meningkatkan kualitas, bagus sih. tapi berarti kita juga
harus menaikkan harga tawar dong. masa barang bagus dihargai murah. pake
alasan pengen kawin lagi
MELATIH UNTUK TIDAK DENGKI
iyah jangan mendengki. nggak baik. makanya daripada suami kawin lagi terus
jadi dengki, stress, dan mendadak gila. mending jangan boleh dia kawin lagi.
atau minta cerai. toh MELARANG SUAMI KAWIN LAGI BUKAN DOSA.
aku cm mau nimbrung..tapi mau sedikit share mengenai ilmu yg pernah
diajarkan guru mengenai ‘kepemilikan’ manusia… utk poligami, there’s nothing i
cant say bout it… suatu hukum yang aku hormati… kembali kepada masalah
kepemilikan berkenaan dgn tauhiditas kita dengan pencipta.. satu hal yang
jelas, Allah ‘memberikan’ manusia kehendak..karena apa? karena sebnrnya
manusia tuh gak punya apa-apa khan? bukan cm yg nyata di mata aja yg titipan…
tapi jg hal2 yg gak keliatan seperti perasaan (cinta, sedih, senang, marah),
keinginan/kehendak… jadi setiap manusia itu bebas berkehendak dan setiap yang
terjadi akibat kehendak manusia, itulah kehendak Allah… bukan berarti kita
tidak boleh berkehendak, justru udah sunatullah kita punya kehendak…
dalam hal poligami aa gym, ada 2 kehendak yang hadir, yaitu kehendak aa gym
untuk menikah lagi n kehendak teh ninih (yang mungkin) tidak mau dimadu….(tapi
inget, 2-2nya itu ‘kehendak’ kepunyaan Allah, lho…)
tapi segala hasil itu adalah hasil perjangan tiap2 manusia, kan? nah,
saat aa gym gol menikah lagi, maka sebenarnya kita melihat kehendak siapa yang
menang…(krn pasti aa gym sudah memperjuangkannya, bukan?)
n artinya, kehendak siapa pun yg menang, maka sebenarnya itu adalah
kehendak Allah jg (krn manusia sebenarnya tidak akan punya kehendak kalau
bukan dianugerahi Allah, yg notabene itu punyanya Allah)…
walhasil, sbg cewek, aku cm mau bilang bahwa teh ninih dipersilakan untuk
memperjuangkan kehendaknya…mau menerima, atau minta cerai, atau tidak mau
dimadu (dulu..) tidak ada yg bilang bahwa kalau wanita minta cerai itu
tidak akan dapat pahala di kemudian hari, kan?
aku sih lbh baik cari ladang pahala yang lain… membesarkan anakku sendirian
aku rasa bukan hal yang kecil pahalanya….tapi yg jelas aku memberikan hadiah
kepada anak2ku yaitu perhatian yang tulus dan penuh kebahagiaan (bukan dalam
keadaan tertekan) selama mebesarkan mereka krn tidak dimadu…n it’s priceless…
n yg jelas, itu adalah kehendakku yg aku perjuangkan…
jadi kpd para suami, silakan pilih jalan terbaik menuju surga, n para
wanita, tentu juga punya dong cara terbaik menuju surga….janda ditinggal mati
n janda ditinggal suami kawin lagi gak punya perbedaan derajat kok…
@ Dani Postingan sejenis? hmmm. Bisa aja, daripada ga ada yang
ditulis, akan selalu ada pembenaran untuk apa saja :)
@ Herman Saksono Brilian!! Harusnya itu dibuat blog
tersendiri!
@ Amd Wow, udah 100 ternyata. Berarti saya yang ke… 104? hey!
SPAM itu!
@ MbahKeman Makanya mbah, kalo mbaca jangan sambil emosi, nggak
baik buat jantung.
@ Bram Duh, saya baru kepikir sekarang. Suwer! Mohon dimaafkan.
Dan Terimakasih atas pencerahannya :) Pssst, sebenernya saya juga tidak
setuju poligami kok. Ini tulisan hanya usaha aja bikin sebel para istri, para
perempuan, siapa tahu bisa membangunkan mereka dari tidur panjang yang
bodoh. *emang siapa elu Hel!!* Hehe.
@ Si Tike Betulll, saya setuju sekali. Terimakasih sudah memberi
komentar yang “cewe” dan “ibu” banget, dan mandiri pula. Semoga semakin banyak
Ibu di Indonesia bisa seperti anda.
ini ada tulisan menarik, gw copy - paste ajah, semoga ngga dianggap
pelanggaran hak cipta, krn gw jg ngga tau siapa yg nulis. tp swear, argumennya
boleh juga, meski ada kekurangan yg mendasar : ngga pake ngutip2 ayat
suci….
——————
Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek yang rencananya mau nikah
bulan2 ini … sampe akhirnya ngomongin tentang poligami …. komentarnya memang
agak nyebrang … malahan jadi ngebahas poliandri katanya gini nih …
“Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang anak bukanlah siapakah lelaki
yang menyumbangkan seciprat sperma untuk membuat dirinya, tapi siapakah yang
berperan sebagai sosok seorang ayah sesungguhnya dalam pertumbuhannya. Justru
dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak diuntungkan karena lebih banyak yang
melindungi mereka jika ada apa-apa. Bahkan mungkin ada baiknya jika ke-empat
ayah tersebut mengatur shift kerja mereka sehingga setidaknya ada 1 ayah yang
selalu berjaga di rumah setiap saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal:
Kalau ada perampok yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang
akan melindungi ibu dan anak-anaknya)
Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang punggung keluarga. (EMPAT
saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau 3, tapi EMPAT sumber
pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan, kesejahteraan keluarga menjadi
lebih baik.
Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang 1 terkena PHK, masih ada
3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena PHK itu juga akan merasa gengsi
dan malu terhadap 3 suami lainnya, sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja
secepatnya.
Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab, walaupun ada 4
pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik anaknya cuma 1!! Jadinya ya dalam
jangka panjang akan mengurangi jumlah penduduk dan anak-anak yang dibuat pun
diharapkan lebih “berkualitas” . (Ya itulah, karena biaya perawatan anak
datang dari 4 sumber pemasukan) Intinya: turunkan kuantitas, naikkan
kualitas!!
Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di antara para istri dan
anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan efek perdamaian. Sebab pada
saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya (Pokoknya di antara 4 itu! Eh,
diluar 4 itu juga bisa ding), maka para ayah akan tetap memberikan perhatian
kepada si anak. Masing-masing ayah akan menganggap anak tersebut adalah
anaknya. (Kalau di poligamikan, bisa ada resiko setiap anak
membangga-banggakan ibunya doang dan menjelekkan ibu dari anak yang lain)
Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman untuk main
catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat turnamen kecil-kecilan) ataupun
main kartu (Pas 4 orang! Cocok buat maen capsa, maen mahjong juga bisa).
Nonton bola di rumah pun menjadi lebih semarak!
Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar menekan rasa egoisnya
dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar. Ingat, Tuhan suka orang
sabar.
Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang. Bayangkan jika seorang suami
punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang istri yang berpotensi untuk
mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi JIKA 4 suami 1 istri, maka
rata-rata kemungkinan masing-masing suami di-rese- in istri adalah maksimal 6
jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa sang istri mengomel selama 24 jam
non-stop)
Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur harapan hidup pria lebih
pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati, sang istri tidak akan
langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami yang menemani. Sementara jika
sang istri yang mati, maka para suami bisa memilih untuk segera kawin lagi
atau menjomblo. (Point bebek di sini: Kalau seorang wanita menjadi janda, maka
ia lebih sulit untuk mencari suami daripada seorang duda mencari istri)
Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas. Sudah menjadi keluhan
umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita gagal mencapai orgasme karena
suami cepat selesai atau tidur begitu saja setelah mencapai puncak. Padahal
pada umumnya, wanita itu lebih lambat panas daripada pria.
Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami tersebut bisa ber- estafet
ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas juga, maka jangan kuatir,
masih ada rekan anda yang akan meneruskan perjuangan membawa istri menuju ke
puncak kenikmatan. (Menuju puncak, gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA
RASA.. Kyaaaaaaa.!! )
Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat seks manusia. Laki-laki
pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu keabisan tenaga, sementara wanita
bisa orgasme berkali-kali, bahkan organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan
persiapan terlalu banyak seperti halnya laki-laki. ( Kan harus nungguin
Joy-sticknya berdiri dulu.)
Jika wanita berhalangan pun (Entah apapun alasannya.), laki-laki bisa
dengan mudah swalayan karena organ seksnya terbuka dan menggantung di luar
tubuh. (Tidak seperti perempuan yang organnya lebih tersembunyi, jadi lebih
ribet kalau mau swalayan)
Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara SEPIHAK bahwa poliandri
“lebih baik” daripada poligami.” Nah loh …………/
Ada pepatah mengatakan ;
” Laki2 seperti botol coca cola : biar isi berceceran dimana2 yang penting
botol dipulangin”. ” Perempuan seperti kulkas : biarpun gak kemana2, tapi
dpt menyimpan beberapa botol sekaligus di dalam nya”.
Sebagai sesama muslim, ane pengen ikut komentar nih…
Efek negatif kalo ‘merasa’ ilmu agama paling tinggi adalah “meng-klaim
bahwa pikirannya sudah sesuai dengan keinginan Allah, sesuai Al-Quran”. Orang
lain yg tidak sepaham dianggap belum mengerti Al-Quran. Itulah yg namanya
“KEBLINGER”.
Poligami harus dipandang secara mendalam, bukan hanya mengutip SEBAGIAN
ayat dalam Al-Quran saja. Pemahaman secara dangkal seperti ini sangat
berbahaya! Manusia yg picik akan cenderung menganggap dirinya sudah sesuai
dengan ajaran Allah/Al-Quran. Termasuk dalam menyikapi suatu kejadian sebagai
“KEHENDAK ALLAH”, padahal kejadian tsb adalah “KEHENDAK MANUSIA” itu
sendiri. Itulah yg namanya “AGAMA DIPAKAI SEBAGAI KEDOK” pembenaran atas
perbuatan maksiat. Berbahaya sekali! Contohnya nggak usah jauh2, semua
teroris/pengebom azahari/noordin m. top, semuanya merasa melakukan perintah
Allah/Al-Quran. Wow… Allah tidak bisa di-klaim serendah itu.
Demikian Nabi Muhammad tidak bisa dianggap rendah dengan melakukan
poligami, karena setting waktu & tempat yang berbeda dengan keadaan
sekarang. Intinya Nabi justru melakukan kebaikan dengan poligami-Nya. Nah kita
semua ‘manusia biasa’, janganlah sok-sok an dengan menyetarakan diri seperti
Nabi, berpikiran seperti Nabi. Itu namanya KEBLINGER!.
Apalagi sebagai pemimpin sebuah pesantren yg ‘dulu’ ngetop (sejak poligami
langsung gak ngetop lagi deh, kawatir jadi “pesantren poligami”). Mengatakan
“aa ingin memberikan contoh poligami yang baik” Wah.. kebablasan bener nih.
Bagaimana contoh yg baik, bisa muncul dari tindakan yang ‘buruk’, disebut
buruk karena: 1. ternyata aa tidak melakukan prosedur yg benar menurut
Al-Quran. 2. ijin poligami aa, baru diurus kemarin, setelah berita “istri
simpanan’ terekpos oleh media masa. (saya lebih cenderung menyebut rini sbg
istri simpanan) 3. perselingkuhan sudah terjadi 3-5 tahun yang lalu tapi
ijin poligami baru kemarin. 4. prasayarat poligami tidak dipenuhi oleh aa
(istri tidak mampu punya keturunan, istri sakit, istri meninggal, ijin dari
istri pertama yg terlambat) 5. istri kedua ternyata bukan janda yg
memerlukan banyak bantuan (janda2 korban perang, janda bencana tsunami, janda
korban gempa, dll). 6. tidak ada manusia biasa yg bisa adil terhadap
istri-istrinya. (kalo MERASA bisa adil mah banyak… ) 7. poligami aa
ternyata ‘nafsu syahwat’ belaka jadi nggak pantas untuk ditiru, apalagi ingin
jadi panutan… keblinger banget…
Demikian sedikit pendapat saya, semoga menjadi jernih dan jelas.
Kalangan NU dan Muhamadiyah pun sudah sejak tahun 1928 tidak melakukan
praktek poligami lagi.
@ Ivie Saya juga udah bosen bin mual, tapi bukan berarti tidak akan
mbahas lagi :P
Artikel2 di komen emang banyak yang bagus, sayang ya, harusnya mereka tulis
di blog tuh biar lebih kelihatan sama orang.
Satu batang rame2 = pelacuran terselubung? Pelacuran itu kan
dilakukannya kegiatan seksual dengan mengharapkan kompensasi, biasanya berupa
materi. jadi tidak harus satu batang rame-rame, satu batang dimakan sendiri
juga kalau dilakukan karena mengharapkan kompensasi (berupa jaminan ekonomi
atau lainnya) berarti termasuk melacur juga :P Entahlah, mungkin
definisinya yang salah.
wuih…baru kali ini baca soal poligami yang segamblang ini… ada positif
negatifnya lagi..yang lain mah cuma mengkritisi trus mengecam trus kebalikan
membela mati2an… hebat euy tulisannya…netral! tapi, klo saya mah simple
aja… itu kan urusan rumah tangganya si AA..kita gak berhak nentuin jalan
hidupnya dia bukan…klo emang dah keputusannya terserah dia lah…wong Aa Gym
bukan anak kecil lagi… Aa pasti tau untung-rugi dan resiko yang ada dari
keputusannya dia bukan… besok2 mau mampir lagi aah…baca tulisannya
lain…
Sebenarnya poligami adalah masalah agama. Komentar2 mestinya didasarkan
pada dalil agama. Pun komentar yang dilihat dari sudut sosial. Harus dilatar
belakangi ilmu agama. Masalahnya, sejauh mana pemahaman kita terhadap agama
kita ? Siapa guru kita ? Dimana kita menuntut ilmu ? (Carilah guru yang benar,
Insya Allah akan benar pula ilham yang kau dapatkan…)
@ Nono Itu pendapat anda. Pendapat saya poligami sebenarnya
masalah nurani. Tapi bisa juga masalah rasa kemanusiaan (eh, sama aja ya?).
Dan tentu ini masalah sosial juga. Kalau dilihat dari pelakunya yang seorang
panutan, malahan bisa jadi masalah pendidikan juga. Menurut saya, bebas saja
orang mau melihat dari mana. Pembenaran kan bisa didapat dari mana saja, dan
paling mudah ya pakai pembenaran agama.
Dan soal guru, mungkin kapan-kapan saya akan berguru ke DT, disana kan
banyak jilbaber cantik mendengarkan dakwah sang guru, pasti cewe-cewe itu
tidak keberatan berbagi cinta dengan wanita lain :D
Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan
penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan
rela disamakan dengan mereka.
Sebagai pencinta binatang, saya sangat setuju… ini serius, sumpah… eh kalo
sumpah gak masuk surga ya?
Mmhh..capek juga baca semua artikel dan comment di tulisan ini, mas
hel.. Ini mah namanya Debat Kusir (uda pada tau kalee!):0 banyak orang
KEBLINGER yah disini, SALUT.. SALUT.. Salam Kenal All
@ Nono Nambahin: Amiiin, amiiin ya Allah ya Rabbal Alamiiiin.
@ Flowerydress Yah, maklum lah. Namanya juga semua ingin
menyuarakan pendapatnya. Daripada diam dan membebek buta aja? Btw, mbak
Novi setuju poligami? Kalo iya, sukanya jadi istri nomer berapa? :)
dari beberapa penjelasan saya bisa sedikit memahami bahwa laki2 minta
diistimewakan dari perempuan sementara perempuan menjadi masyarakat kelas-2
dalam strata sosial mungkin ada yg berkata justru dgn begitu perempuan
dimuliakan (banyak rujukan & silahkan saja)
tapi pemahaman saya begini (ilustrasi): ada 2 org di depan saya, laki
& perempuan keduanya kelaparan & meminta makan kepada saya saya
punya 3 nasi bungkus saya mesti bagaimana: 1. nasi bungkus-1 saya beri
ke si laki, nasi bungkus-2 saya beri ke si perempuan, nasi bungkus-3 saya
makan sendiri/buang (?) 2. 2 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi
bungkus saya beri ke si perempuan 3. 1 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1
nasi bungkus saya beri ke si perempuan, 1 nasi bungkus terakhir saya bagi
menjadi 2…1/2 untuk si laki, 1/2 untuk si perempuan dll
pertanyaannya bukan saya mesti bagaimana ? pertanyaannya mana yg
adil/bijak ? kalian jawab sendiri disertai alasan masing2 (tentunya dalam
hati saja)
anda bisa mengatakan begitu karena anda tidak di posisi poligami andai
ayah anda yg melakukan poligami apa mungkin hati ibu anda tidak hancur
? atau berusaha menerima dgn ikhlas seperti teh ninih ? atau malah
bercerai ? coba setelah membaca email ini bertanya ke ayah: kenapa tidak
poligami ? ke ibu : bagaimana kalau ayah poligami ? yg paling penting
adalah jawaban dari ibu karena beliaulah korban utama yg
merasakan/mengalami anak mungkin dapat berbagi bapak tetapi istri
relakah berbagi suami ?
anda bisa menjawab seperti itu karena anda laki2 kalau anda perempuan
bagaimana jawaban mu anda ingin tahu jawaban perempuan tanyalah langsung
ke perempuan atau ibu mu sendiri jangan hanya mendapat jawaban dari laki2
saja gunakan metode berimbang
anda pernah gak bayangkan hidup sebagai anak yg ayahnya poligami ? anda
ingin tahu jawabannya tanya kepada mereka yg ayahnya poligami tapi ingat
! bertanya bukan berarti merasakan anda hanya tahu jawabannya, merekalah
yg merasakan
nb: saya tidak ada masalah dgn poligami, poliandri…tetapi saya lebih
mendukung polipantai :P
setuju tidak setuju tergantung dari mana cara memandangnya dan
membandingkannya. kalo semua sisi menangkan alibinya dengan berbagai alasan
perasaan dan alibinya saya rasa tidak akan dapat di temuin titik
tengahnya.
Beruntunglah wanita-wanita muslimah yang di lindungi oleh hukum Allah,
bahwa poligami termasuk diatur dalam Al Qur’an.
Mbak,Bu … poligami bukan hal baru dari dulu dan dapat menjadi lebih parah
serta selalu dipertentangkan tetapi islam ada di dalamnya dan ikut mengaturnya
agar mas, bapak2, dan kakek ini tidak seenak udelnya sendiri menaruh
“burung”
syukurlah anda, jika bapak,mas,kakek anda dengan jujur melakukan poligami,
mereka adalah seorang yang gentlemen mau mengungkapkan dan berani bertanggung
jawab, jadi di pandu/ditolong donk…. jangan di musuhi.
percaya saya dech, pria yg anda kenal adalah orang yg pandai menyembunyikan
perasaan terhadap anda adalah orang yg jago berbohong dan munafik ketika
matanya jelalatan ke kanan dan ke kiri. jika ada kesempatan buat naruh
“burung” pastilah terjerumus juga.
tinggal menurut mbak, ibu, nenek2 sekalian suka cara kasar atau halus.
bukankah lebih baik sesuai aturan agama.
manusia yang diciptakan Allah serta di kasih buku manual cara pakainya
yaitu al Qur’an, jika ada yg tidak sesuai tanyakan ke pada Allah (istiharah)
dan teguklah ilmu sebanyak-banyaknya. ketidak tahuan kita hanya karena akal
kita terbatas.
semoga kita menjadi orang soleh yang mendapat Ridlo Allah
Apa sebenarnya yang paling membahagiakan bagi seorang pria yang memiliki
istri lebih dari satu……?
Dalam kehidupan berpoligami yang di highlight hanyalah masalah sexual atau
hubungan kelamin, harta dunia dan masalah duniawi lainnya. Alangkah dangkalnya
pikiran para pengkritik ini….mengapa dan mengapa sampai seperti itu.
Dalam kehidupan ini yang sehari terdiri dari 24 jam kan tidak hanya
berkutat di tempat tidur, tentu banyak aktivitas lainya yang harus dilakukan
oleh manusia.
Dan apa sebenarnya yang paling membuat laki2 berpoligami bahagia, bersyukur
hingga meneteskan air mata?…dan ternyata jawabannya adalah ketika melihat
istri-istri dan anak2nya bercengkerama dalam kehangatan serta pada saat mereka
berjamaah dalam mnjalankan sholat wajib.
Suasana itulah yang akan membawa terhembusnya angin sorga dalam hati dan
kehidupan mereka.
Bukan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan kehidupan seperti itu, sangat
berat bagi semua anggota keluarga poligami Baik itu suami, istri maupun
anak-anaknya. Oleh karena itu keberhasilan sebuah keluarga poligami adalah
tergantung kepada mereka itu, bukan salah satu dari mereka.
Masing2 pihak akan memiliki kontribusi yang proporsional, dan jangan
coba-coba melakukan poligami tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang
dalam dan luas, dan jangan semata-mata berpoligami krn alasan
sexual.
Oh, gitu toh? Pertanyaan yang sering saya ajukan belum pernah terjawab
dengan pleg, gitu lho. Mungkin dalam blog ini ada yang ahli dan bisa
menjawab: Bagaimana seandainya ada seorang wanita yang kuat (kuat
finansial, kuat fisiknya sebagai pelindung, kuat apa saja deh) dan dia mau
poliandri. Boleh, nggak sih? Kenapa yang dibolehkan hanya poligini? Kalau
polandri nggak boleh, apa di mana hukumnya yang melarang? Kalau boleh, di mana
hukumnya yang membolehkan? Seperti ditulis bung Arul: “poligami is the
choise… terserah deh… masak mau di paksain gak boleh poligami atau poligami
itu wajib,gak kan>?” Ya, seharusnya poliandri juga choise masing-masing,
kan? (kalau yang andri-andrinya mau dan yang gininya mampu). Ada yang bisa
lihat pincangnya, nggak (kalau diterapkan untuk jaman sekarang)? Atau agama
itu suatu yang statis dan harus diintestinasi (walah, sok istilah asing nih)
ya gitu seaslinya? (sambil malu-malu karena ngotot mengajukan pertanyaan
yang bloon ini).
Perkawinan bukan masalah guyonan, karena dari sebuah perkawinan akan
terselamatkan kejelasan keturunan umat manusia di bumi ini.
Bagaimana seandainya ada seorang wanita yang kuat (kuat finansial, kuat
fisiknya sebagai pelindung, kuat apa saja deh) dan dia mau poliandri. Boleh,
nggak sih? Kenapa yang dibolehkan hanya poligini?
Poliandri yang berarti satu perempuan bersuami lebih dari satu, sebuah
pertanyaan bila nanti lahir anak dari perkawinan ini maka siapa
ayahnya?….karena wanita tersebut telah melakukan hubungan sexual dengan lebih
dari satu laki2..sel sperma siapa yang berhasil membuahi sel telur wanita
tersebut???
“Seorang perempuan menanyakan kepada seorang bijak tentang permasalahan
ini, pertanyaan tersebut tidak dijawab akan tetapi perempuan tersebut diminta
menyediakan mangkuk besar dan kemudian di panggilnya beberapa orang yang
masing-masing diminta membawa segelas air, kemudian satu persatu mereka
diminta menuangkan segelas air tersebut kedalam mangkuk yang di bawa perempuan
tersebut. Setelah mangkuk tersebut penuh maka Sang bijak meminta orang-orang
yang tadi menuangkan air ke dalam mangkuk untuk mengambil kembali air miliknya
yang tadi di tuangkan kedalam mangkuk…dan mereka semua tidak sanggup.
Tapi saya dan istri saya sepakat tidak melarang orang lain berpoligami
ataupun menentang poligami, karena poligami itu halal. Toh hal itu merupakan
tanggung jawab pihak2 yang melakukan poligami, bukan kami…
Poligami bersumber dari dalil naqli. Rasanya tak pantas jika divonis dengan
hukum aqli. Apalagi aqli / filsafat dari barat yang sekuler. Bahwa ia tidak
sesuai dengan aqli, it’s not a big deal ! wong aqli manusia (apalagi manusia
jahiliyah) memang sangat terbatas…
purwo, “Poliandri yang berarti satu perempuan bersuami lebih dari satu,
sebuah pertanyaan bila nanti lahir anak dari perkawinan ini maka siapa
ayahnya?….karena wanita tersebut telah melakukan hubungan sexual dengan lebih
dari satu laki2..sel sperma siapa yang berhasil membuahi sel telur wanita
tersebut???” Kalau semua ikhlas dan rela (kalau ….) kan yang itu mungkin
nggak akan dimasalahkan lagi, kan? Pertanyaan itu akan jadi nggak berarti
lagi, kan? Kalau nggak ikhlas ya jangan ikutan poliandri. Gampang toh? Saya
kok nggak mudeng/ngerti maksud ilustrasinya mas Purwo itu. Kalau sepuluh orang
menuangkan air ke dalam sebuah mangkuk, kan logis, bahwa semuanya akan
bercampur nggak akan bisa dipisahkan, iya to? Lalu buat apa mau diambil
lagi? Kalau masalah anak dari sepuluh bapak, kan gampang: kalau ada yang
nggak mau tanggung jawab ya nggak usah ikut poliandri. Kalau ada yang mau
ikut dan toh ngeyel mau tahu siapa bapaknya anak itu, lho, kan ada kemungkinan
periksa darahnya (RNA, HLA , golongan darah). Lain dong dengan air, kan air
nggak ada RNA-nya atau golongan darahnya. Perbandingannya agak pincang, nggih
mas? Saya sih, nggak menentang poligami asal semua pihak ikhlas
(bener-bener ikhlas) dan nggak ada yang ditelantarkan. Monggo saja. Cuma kan
nggak adil kalau cuma laki-laki boleh punya beberapa istri, sedang wanita
kalau gitu dimaki-maki. Kenapa? Pertanyaan saya belum terjawab: hukum agama
yang melarang itu bisa saya baca di mana???? Di mana, ayo? (sambil
mencureng, kriat-kriut giginya, mikir-mikir. :))
“wong aqli manusia (apalagi manusia jahiliyah) memang sangat
terbatas…” Oh, gitu to, jadi kalau aqli seorang manusia yang bukan
jahiliyah itu nggak terbatas? Weleh, weleh, jadi semua orang barat itu
jahiliyah to? :)
Tambah informasi: Sampai jaman sekarang poliandri masih dipraktekkan
oleh masyarakat Hindu yang hidup di bagian barat peg. Himalaya karena alasan
sosial. Biasanya beberapa saudara laki-laki (sekandung) menikahi satu
wanita. Dalam hal ini kapasitas reproduksi keluarga yang melakukan poliandri
ini hanya terbatas pada kapasitas reproduksi sang istri. Jadi terjadi
penyesuaian potensial tenaga kerja terhadap tersedianya tanah yang harus/bisa
dikerjakan. Oh, ya, di masyarakat tsb. juga ditemui keluarga yang poligami
dan monogami. Poliandri bisa ditemui juga di Marquesas Archipelago, Tibet.
Kashmir, Da-La, Sri Langka (Kandy) dsb. Macam-macamnya poliandri: P.
fraternal, P. korporatif (hak dan kewajiban sebagai ayah ditanggung oleh semua
suami. Contoh: masy. Irava di India Selatan), P. non-korporatif(hak dan
kewajiban sebagai ayah ditanggung oleh satu suami saja yang dianggap mampu
oleh sang istri, tidak tergantung dari sperma siapa sebenarnya yang menerobos
sang telur, contohnya bisa dijumpai di masy. Todas di India
Selatan).
Beberapa kasus poliandri di dunia ini sifatnya sangat “kasuistis”, dimana
memiliki alasan tertentu, dan tentunya tidak lagi mempermasalahkan “keturunan
siapa” secara biologis, walaupun ikhlas tapi kan tetep ada “bapak
biologisnya”
Dan juga menurut pemahaman saya perkawinan salah satunya adalah berfungsi
sebagai sarana reproduksi makhluk hidup, dan antara laki-laki dan perempuan
sudah memiliki fungsinya masing2. Dan salah satu yang nyata kita lihat bahwa
wanita memiliki rentang waktu tertentu dalam melaksanakan fungsinya sedangkan
laki2 tetap dapat membuahi sampai dia mati (kecuali mengidap penyakit
tertentu)
Dan naluri dasarnya semua makhluk hidup akan selalu memperbanyak
keturunannya, akan tetapi manusia adalah makhluk hidup yang berakal sehingga
mereka diberikan aturan2 yang mengatur kehidupannya dengan tidak menentang
sifat2 dasar dari makhluk hidup itu sendiri. Jadi itulah alasan mengapa
poliandri tidak diperbolehkan dalam agama yang saya anut.
Dan saya berharap bahwa jangan sampai menganalogi-kan bahwa poligami itu
legalitas pelacuran dan poliandri legalitas dari gigolo, dan kemudian
menghalalkan semuanya, dan jangan pula ini kemudian di hubungkan dengan
kesetaraan gender.
Saya seneng ada forum seperti ini sehingga kita dapat banyak tambahan
ilmu.
Purwo: Maaf Pak Purwo, kalau menurut saya itu bukan kasuistis.
Mungkin lebih cocok kalau disebut kebudayaan yang jarang ditemui. Pada
jaman dahulupun poliandri sudah dikenal. Saya bukan penganjur atau
penyetujui poliandri, lho. Tapi karena satu alasan yang sederhana saja. saya
itu orangnya cemburuan sekali. :) Dan saya tetap merasa, bahwa aturan-aturan
agama kadang tidak adil. Mungkin kalau pada waktu agama itu muncul hal ini
bisa dimengerti, karena situasinya lain. Tapi kalau ditinjau jaman sekarang,
kan posisi wanita setara dengan pria. Iya, toh? Maaf kalau saya ndesek
sekali lagi: “Jadi itulah alasan mengapa poliandri tidak diperbolehkan
dalam agama yang saya anut.” Kalau saya boleh tanya sekali lagi, kalau di
Al Qur’an tertulis larangan itu, di mana (Sura/ayat), kalau di injil di mana
juga? Maaf nengkel dikit, karena saya serius pingin baca itu lho. Bukan mau
menyudutkan anda atau bagaimana.
Dalil Poligami dan Poliandri dalam Al-Qur’an hasil terjemahan, kalo masih
penasaran konsultasi saja dengan Quraishihab (Tafsir Al-Misbah yg pas Ramadhan
di MetroTV).
Pendapat pribadi jangan sampai bertentangan dengan dalil yang ada. Yang
MUTLAK BENAR adalah Allah semata. Jangan sampai kita memberikan pendapat
pribadi yang menjadikan diri kita tidak mampu mengaplikasikan Al-Quran dalam
kehidupan kita dan menjadi fitnah bagi orang lain. Sebagai muslim, jangan
menentang sesuatu yang memang diperbolehkan dalam Islam. Untuk yang
non-muslim, agama anda yang mengatur.
Secara pribadi, kita boleh untuk tidak melakukan poligami, jika merasa
tidak mampu untuk adil. Jikapun merasa mampu adil, harus dilihat kadar
keimanan kita, apakah kita termasuk orang yang telah dekat dengan Allah, mampu
mengendalikan diri kita sendiri, mampu menerima segala keburukan yang terjadi
pada diri kita dengan melihatnya sebagai suatu ladang amal.
Poligami adalah sesuatu yang mubah(boleh) bagi yang mampu melaksanakannya,
namun dapat menjadi haram bagi yang tidak mampu melaksanakannya. Dalam kasus
ini, saya yakin Aa Gym memiliki kemampuan (sejauh pengetahuan saya) untuk
memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.
Demikian jiga istri pertamanya merupakan istri yang solehah. Meski saya tidak
tahu persis alasan yang menyebabkan Aa Gym berpoligami.
QS 4:34 Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta
mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah
memelihara (mereka)[290]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291],
maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu
mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi
lagi Maha Besar.
[289]. Maksudnya: Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta
suaminya.
[290]. Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli
isterinya dengan baik.
[291]. Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari
pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[292]. Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan
pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak
bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat
juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan
bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang
lain dan seterusnya.
Logika yang menguatkan dalil poligami adalah bahwa dalam poligami terdapat
4 istri dan beberapa anak-anak, yang memiliki seorang pemimpin, seorang
pelindung, seorang pengambil keputusan. Organisasi ini solid, sebuah lokomotif
yang memimpin dengan dukungan 4 gerbong pengangkut penumpang, kesemuanya
diberikan hak yang sama, walaupun memiliki diri mereka masing-masing.
Logika yang melemahkan poliandri: Ketika seorang istri (dalam islam, suami
adalah pemimpin) mempunyai 4 orang suami. Maka organisasi yang ada bukanlah
organisasi lagi, karena pemimpin teringgi mereka berjumlah 4. Dan tentu
masing-masing memiliki keinginan untuk membawa kereta berjalan (naluri seorang
suami). 4 loko akan berebut mencari jalur masing-masing. Sehingga yang kuat
yang akan menang, yang lemah akan terseret mengikuti loko yang kuat atau akan
keluar dari sistem (tergantung bahan bakar/kocek)
Saran saya, jika ingin diskusi panjang lebar tentang hal ini, carilah ulama
yang memang benar-benar faham tentang hal ini. Jangan sampai kita berdebat
dengan menggunakan pendapat masing-masing yang hanya meng-”akali” sesuatu yang
kita anggap benar agar menjadi benar di mata orang lain. Karena pendapat yang
kita kemukakan belum tentu pendapat yang selaras dengan hukum ilahi.
QS 2:216 Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah
sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Dalil Poligami diperbolehkan
QS 4:3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak)
perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah
wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika
kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang
saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih
dekat kepada tidak berbuat aniaya.
[265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti
pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum
turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi
sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang
saja.
Dalil Poliandri Tidak Diperbolehkan
QS 4:24 Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali
budak-budak yang kamu miliki[282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai
ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian[283]
(yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk
berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara
mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu
kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah
saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu[284]. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[282]. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut
tertawan bersama-samanya.
[283]. Ialah: selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam surat An
Nisaa’ ayat 23 dan 24.
[284]. Ialah: menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali maskawin
yang telah ditetapkan.
Istri saya kebetulan tidak mau kalau saya menikah lagi (bukan tidak setuju
dengan konsep poligami), namun dia tetap dapat menerima alasan mengapa
diperbolehkan poligami. Dia bahkan kagum dengan perempuan yang dengan lapang
dada menerima untuk dimadu.
Hati setiap perempuan pasti menolak jika suami akan menikah lagi. Namun
keyakinan bahwa aturan yang telah ditetapkan oleh Allah pasti akan membawa
kemaslahatan itu yang terpenting. Bahkan segala sesuatu yang tercipta dan
terjadi di dunia ini tidak akan menjadi sia-sia. Akan menjadi pelajaran bagi
orang lain.
Dua hal yang menjadi pembicaraan di berbagai media menimpa dua orang tokoh
masyarakat. Poligami yang dilakukan seorang Da’i; dan video kasus skandal
seorang wakil rakyat di DPR dengan seorang biduanita dangdut.
Masyarakat seakan-akan terbuai dengan teganya seorang laki-laki menduakan
istrinya dengan jalan yang dihalalkan agama (poligami). Padahal sang istri
Da’i sudah mengatakan bahwa dia ikhlas menerimanya. Kecaman datang dari
berbagai kalangan.
Bahkan pemerintah langsung memberikan respon dengan akan direvisinya UU
pernikahan, yang dinilai harus diperbaiki. Secara tidak langsung pemerintah
mengatakan Al-Qur’an juga harus diperbaiki.
Poligami sudah digariskan dalam Al-Qur’an, pemerintah seharusnya cukup
memberikan regulasi yang mengatur secara baik. Jangan sampai seseorang yang
kaya mampu menyuap pengadilan agama untuk mengeluarkan ijin berpoligami.
Logikanya jika jumlah kecelakaan di jalan raya besar, buat aturan yang
memfasilitasi bagi orang yang memang telah mampu menyetir saja yang akan
mendapat SIM. Jangan malah ga boleh naik mobil. Ya ga?
Tentang kasus kedua tentang skandal terlarang tersebut, pemerintah seakan
menutupinya dengan munculnya kasus poligami. Dan masyarakat juga merasa “biasa
saja”.
Memang aneh negeri ini, sesuatu yang sesuai aturan dianggap “aneh”. Sesuatu
yang melanggar aturan dianggap “biasa”.
Bahkan Permadi (Wakil Rakyat dari PDIP) mengatakan di DPR banyak kasus
serupa hanya saja YZ lagi apes (terekspos). Bahkan lanjutnya, skandal intern
juga ada (ha…).
Bupati pekalongan juga tetap eksis walau skandal dengan wakilnya terkuak.
Pemerintah juga seakan menganggap hal seperti itu biasa (tidak ada konsekuensi
hukum yang dijatuhkan)
Apakah sesuatu yang dilakukan oleh para pemimpin kita merupakan cerminan
kehidupan masyarakat kita? Merupakan hal yang wajar jika mempunyai simpanan,
berselingkuh dan malah menolak poligami, tak bersuami tapi memiliki anak.
INDONESIA MEMILIH….
Manakah yang akan anda pilih? 1. Poligami (Sesuai dengan ajaran
agama) 2. Selingkuh (Tidak sesuai dengan ajaran agama)
Dua hal tersebut bukanlah suatu kebetulan, semua sudah digariskan. Dari
pilihan kita akan tercermin diri kita. Apakah kita seorang yang taat atau
tidak. Jika anda seorang muslim, kita bisa membuka Alquran.
Allah berfirman, ”Dan tidak patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula
bagi wanita yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu
ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan
barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
tersesat, sesat yang nyata” (QS Al-Ahzab: 33-36).
Mari kita camkan pula sabda Nabi SAW, ”Tidak beriman seorang dari pada kamu
sehingga hawa nafsunya tunduk (sesuai) dengan apa yang telah aku datang
dengannya (sesuai dengan sunnahku)” (HR Nawawi dalam Hadist Arba’in).
Dua dalil di atas menerangkan tentang ciri-ciri mukmin haqqan (sejati) yang
tidak ada rasa berat di dalam hatinya untuk menerima hukum Allah dan
Rasul-Nya, baik ia suka maupun tidak suka, dalam keadaan berat atau
ringan.
Maaf bila ada yang berbeda pendapat. Saya cuma berusaha memberi gambaran
saja. Semoga bisa membantu sebatas pengetahuan saya yang dangkal ini.
Maaf juga buat Pak Wadehel, karena ngisi comentnya terlalu
panjang.
@wong Indonesia (moga2 tidak terinspitrasi dari si juragan poligami itu
yah.:))
pak, kalo poligaminya cuman mau ‘memuaskan k*nt*l aja gimanah? (niru
tulisan oom Wadehel). Janganlah kita berbicara soal ayat2 Qur’an, hadist and
whatsoever dulu lah…bagaimana kalau laki2 tersebut hanya membuat poligami itu
sebagai easy legal exit dari perselingkuhan seperti yang dilakukan pak YZ?
Kenapa juga hampir semua orang yang menyetujui poligami itu selalu membawa
dalil bahwa org2 yang mengkritisi poligami yang dilakukan oleh manusia2 jaman
sekarang yang kebanyakan jahanam ini, sebagai orang yang tidak mengerti agama?
saya juga muslim sejati lho, saya juga ngerti Rasul juga melakukan poligami
seperti apa. Kalo mo bener2 seperti Rasul, jangan hanya niru poligaminya saja,
coba tindak-tanduk, hafal kitab suci dan lain sebagainya juga dipraktekkan
dong! Kalo kami2 ini yang ‘mengkritik’ poligami yang dilakukan manusia jahanam
jaman sekarang disarankan untuk membuka Al Qur’an, coba tolong perluas lagi
wawasan Anda tentang hakikat ttg perkawinan yang terdapat di dalam kitab suci
yah!
Wong Indonesia, terima kasih atasan ulasan yang puanjang lebar tentang
hal ini Tapi biarpun saya baca beberapa kali, kok nggak saya temui dari
ayat-ayat yang anda kutip itu, bahwa poliandri dilarang. Dilarang mengawini
seorang istri yang telah bersuami dalam hal ini menurut saya dalam arti:
jangan merebut istri orang lain atau jangan membujuk istri orang lain yang
sedang tidak ada (berperang atau sedang ikut kafilah). Loh, kok budak-budak
yang suaminya tertawan dikecualikan? Apakah perkawinan mereka nggak sama
nilainya dengan perkawinan yang lain? Jadi kalau budak-budak wanita itu
suaminya ikut tertawan, mereka nggak boleh ikut dikawini?
“Ketika seorang istri (dalam islam, suami adalah pemimpin) mempunyai 4
orang suami. Maka organisasi yang ada bukanlah organisasi lagi, karena
pemimpin teringgi mereka berjumlah 4.” Jaman sekarang haruskah seorang
lelaki selalu lebih kuat dari pada seorang wanita? Apakah betul lelaki
ditakdirkan jadi pemimpin, sedang wanita kodratnya sebagai pengikut saja?
Berapa banyak laki-laki yang tidak mampu memimpin (jangankan negara, bahkan
cuma keluarga sendiri), sebaliknya banyak wanita yang “kuat” dan berkemampuan
memimpin. Ini bukan logika saja, lho, ini kenyataan. Membaca tulisan anda
tentang logika (?) yang melemahkan poliandri, kok saya jadi
mikir: Bagaimana kalau suami yang empat itu rukun dan bersatu? Apakah
secara logika hal ini nggak mungkin? Ada lho suami yang nurutan istri dan
nggak setiap laki-laki memiliki “naluri” mau mimpin, seperti yang anda
ulaskan. terus: bagaimana kalau istrinya ternyata lebih kuat dan bisa
memimpin? Kalau menurut logika yang anda paparkan, kan poliandri nggak akan
bisa berfungsi, lho, kok di negara-negara/daerah-daerah yang saya sebut di
atas bisa berjalan? Kalau nggak kan mereka sudah beratus tahun yang lalu
meninggalkan praktek ini. Iya toh? (ini cuma percobaan kecil dari saya untuk
memikir secara logis, lho! :)).
“INDONESIA MEMILIH….
Manakah yang akan anda pilih? 1. Poligami (Sesuai dengan ajaran
agama) 2. Selingkuh (Tidak sesuai dengan ajaran agama)” Kenapa Indonesia
harus memilih? Nggak ngerti saya. Kalau saya pribadi nggak milih
dua-duanya. Boleh, nggak?
1. Kebebasan anda untuk memilih cara yang legal atau tidak secara agama.
Dalam islam sudah jelas ada cara yang legal, kenapa tidak dipilih. Mungkin
yang terjadi di kamar sepasang pengantin sama dengan yang terjadi di dalam
kamar seorang yang berselingkuh (hubungan antara sepasang manusia dengan jenis
kelamin yang berbeda). Namun, dimata agama (bagi yang percaya akan agama,
surga dan neraka) ada dua perbedaan yang sangat besar. Transaksi sebelum
terjadi hubungan tersebut sangatlah berbeda. Ijab kabul pernikahan adalah
transaksi yang sah untuk melegalkan hubungan seksual. Sedangkan transaksi
seorang pria dengan perempuan yang bukan haknya (selingkuhan, pelacur, dsb)
adalah transaksi yang ilegal menurut agama. 1001 alasan untuk membuat sesuatu
yang benar menjadi samar, lalu menjadi salah.
2. Jangan menghakimi apa yang dilakukan sesorang, tanpa kita memiliki dasar
yang kuat. Kebebasan berpendapat memang tidak dilarang. Tapi alangkah baiknya
kalau kita tidak memberikan statement yang berujung pada fitnah. Saya rasa
bukti yang anda miliki tidak cukup kuat untuk memberikan pernyataan bahwa
orang yang berpoligami hanya karena seks semata. Kecuali memang anda seorang
psikiater yang telah menelaah dan sempat mendalami kondisi psikologis pasien
poligami anda. Saya lebih cenderung mengedepankan huznudzon saja (azas praduga
tak bersalah).
3. Maaf saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, ilmu yang saya
miliki memang sangat jauh dari kemampuan anda. Tafsir tentang ayat-ayat yang
saya sampaikan lebih baik anda diskusikan dengan beberapa Ahli Tafsir. Jika
ingin tahu lebih lanjut, tak ada salahnya anda melakukan penelitian tentang
poligami. Dan jika Anda mengatakan “….sebagai orang yang tidak mengerti agama?
saya juga muslim sejati lho,…”, maka saya sarankan anda belajar agama lebih
dalam (kaffah).
@Tukangkomentar
1. Dalam Islam, prosesi ijab kabul poligami tidak dilakukan serentak 4
orang istri. Jika merunut pada hal di atas, maka poliandri yang dilakukan
seorang juga berurutan, suami I, suami II, suami III, lalu suami IV. Jika anda
menafsirkan sebagai merebut itu hak anda. Tafsir ayat itu adalah seorang
laki-laki diharamkan menikahi seorang perempuan bersuami, entah menjadi
(1)suami kedua ataupun (2)merebut istri tanpa ada proses perceraian (2 status
pernikahan). Keduanya poliandri bukan?
2. Saya memberikan logika tersebut karena hingga saat ini banyak orang
besar yang memiliki istri lebih dari satu. Mantan Wapres kita juga memilki
istri lebih dari satu. Namun hingga saat ini saya belum menemukan wanita
sukses dengan kehidupan pernikahan poliandri. Dan poliandri belum pernah saya
dengar terjadi di negara maju. Aquino dan Megawati kan presiden, tapi suaminya
juga tetap satu.
3. Tingkat kemampuan untuk memimpin dari orang satu dengan orang yang lain
pasti berbeda. Anda pun tak akan mau bukan jika ternyata istri anda adalah
kepala rumah tangga anda. Idealnya dalam suatu pernikahan, suami mampu menjadi
pemimpin rumah tangga. Saya pikir, ayah seorang perwira tetap akan menjadi
kepala keluarga bagi istri dan sang perwira. Harus dibedakan antara menjadi
pimpinan organisasi riil dengan pemimpin keluarga. Dalam rumah tangga seorang
Presiden Wanita, suami tetap menjadi kepala keluarga bukan. DALAM ISLAM (entah
agama yang lain), yang menjadi kepala keluarga adalah suami tanpa proses
voting ataupun pemilihan umum.
Ketika proses ijab kabul yang diucapkan adalah janji (sighat taqlik)
seorang suami untuk memberikan perlindungan dan nafkah bagi istrinya serta
hak-hak istrinya. Artinya selemah apapun seorang laki-laki ia harus mampu
memenuhi kewajiban tersebut jika ingin berumah tangga, jangan mangandalkan
sang istri.
Banyak sekali perawan tua yang notabene wanita karir sukses, belum menikah.
Saat sudah tua, mereka baru berfikir untuk menikah. Kenyataan nantinya bahwa
Laki-laki tua tetap lebih banyak diminati wanita muda (entah alsannya),
dibanding minat laki-laki muda terhadap perempuan tua bukan? Atau lebih
jelasnya Duda atau Perjaka tua lebih laku dibanding Perawan tua.
Karena konsep seperti di atas, maka jangan sampai terjadi ketimpangan dalam
rumah tangga. Suami tidak mempunyai kemampuan memimpin rumah tangga. Ada dua
pilihan baginya, menjadi lebih baik (meningkatkan memampuan dalam memimpin),
atau mempertimbangkan lagi hubungan rumah tangganya.
Jika belum menikah, pilihlah perempuan yang bisa anda pimpin. Memimpin
bukan menyuruh, bukan diktator, bukan bos. Salah satu hal yang dilakukan
pemimpin adalah melayani. Namun melayani bukan berarti memimpin. Pelayan bukan
pimpinan, pimpinan juga bukan pelayan.
Saat ini mungkin ada belum tepat untuk memilih, karena satu pasangan bagi
anda sudah cukup. Suatu saat jika karena suatu hal, anda harus memilih,
barulah tentukan pilihan anda.
@all moslem Saya rasa diskusi seperti ini sangat menarik. Namun perlu
dibatasi, fiqih agama jangan sampai membuat kita terpecah. Perbedaan tafsir
sah-sah saja, namun masing-masing pihak juga harus belajar untuk mengkaji
lebih lanjut tentang hal yang didiskusikan kepada orang yang lebih tahu.
@non moslem Saya sangat apreciate karena anda tertarik membahas hal ini,
artinya ada sesuatu yang harus dipelajari dari ISLAM. Ada hal yang menjadi
perhatian bahwa, benar atau salah ajaran agama lain, bukan anda yang
menentukan (saya yakin anda toleran terhadap agama lain). Umat islam pun bisa
menghargai kebolehan mengkonsumsi daging babi yang dalam islam diharamkan.
Agama anda juga bisa menghargai bukan dilarangnya memakan daging sapi bagi
salah satu umat beragama atau sebaliknya.
Maaf terlalu panjang lebar. Berfikirlah dengan otak, berhukumlah dengan
hukum yang sudah ditetapkan.
@ SEMUA Sebelum berpanjang lebar sekali, terutama bagi anda yang
pro poligami, sebaiknya kita membaca dulu yang satu ini, tentang Jebakan SESAT PIKIR, Sandungan Daya Kritis, gimanaaaa?
:P
Begini mas/mbak/pak/bu Jika Surga dan Neraka ternyata tidak ada…..apakah
kita masih bersujud kepada-Nya…????
Tetapi karena kekuatan iman yang ada pada kita tentunya kita tetap akan
bersujud dan taat kepada semua perintah dan laranganNya.
Agama diturunkan adalah sebagai “manual book” bagi makhluk hidup di alam
semesta ini. Dan yang memiliki kemampuan untuk memahami “manual book” tersebut
adalah manusia (sebagai ciptaan paling sempurna).
Al-Qur’an adalah panduan hidup kita, Allah begitu mencintai ciptaanNya,
sehingga semua langkah hidup kita-pun diatur-Nya. Dia tahu dan sangat paham
tentang manusia dengan segala sifatnya (karena Dia yang menciptakan) maka
sudah pasti bila kita ikuti semua yang ada di al’quran ya hidup kita pasti
memperoleh ketenangan dunia dan khirat nanti. Memang bila dirasakan berlaku
hidup sesuai dengan ‘manual book” tadi bukan sesuatu yang mudah, jujur saja
sholat 5 x tepat waktu (…hmmm), puasa ramadan (…lemes juga), pergi haji
(…..mahal, hrs cuti), jujur (….apa bisa) dsb, dsb.
Manusia diragukan kemampuannya bisa menjalani hidup sempurna seperti apa
yang disyariatkan dalam al quran, dan hanya ada satu manusia mulia yang mampu
melakukannya yaitu junjungan kita nabi Muhammad SAW. Walau kita tidak akan
pernah sempurna, tetapi kita harus terus berusaha untuk sempurna (berproses
menuju kesempurnaan) dengan niat yang lillahitaala, dan bila dalam perjalanan
kita menuju kesempurnaan kontrak kita tlah habis (alias mati), maka dengan
penuh keyakinan bahwa tujuan kita tidak salah hanya nggak sampai saja.
Poligami hanyalah masalah kecil dari romantika kehidupan manusia di alam
semesta ini dan bukan merupakan ancaman untuk siapapun. Dan tentunya sebagai
kitab suci yang diturunkan terakhir kali ini berlaku hingga akhir zaman, tidak
perlu direvisi lagi, semua ayatnya akan berlaku pula hingga akhir zaman.
Dan tentunya dalm forum ini kita sedang berproses menuju kesempurnaan itu,
walaupun surga dan neraka ternyata tidak ada
Mas Wong Indonesia: “Saya memberikan logika tersebut karena hingga saat
ini banyak orang besar yang memiliki istri lebih dari satu. Mantan Wapres kita
juga memilki istri lebih dari satu. Namun hingga saat ini saya belum menemukan
wanita sukses dengan kehidupan pernikahan poliandri. Dan poliandri belum
pernah saya dengar terjadi di negara maju. Aquino dan Megawati kan presiden,
tapi suaminya juga tetap satu.” pertanyaan yang seharusnya kita ajukan kan:
Kenapa di negara maju tidak ada poliandri? Jawabannya: karena poliandri,
seperti juga poligini atau poliginandri dilarang dalam undang-undang mereka
dan mungkin: para wanita itu nggak merasa memerlukan beberapa suami (lain dari
beberapa “orang besar”, kan?). Tapi hal ini kan tidak automatis membetulkan
logika mas WI toh? :) “Tingkat kemampuan untuk memimpin dari orang satu
dengan orang yang lain pasti berbeda. Anda pun tak akan mau bukan jika
ternyata istri anda adalah kepala rumah tangga anda.” Apakah itu betul
penting. Kalau saya pribadi tidak mementingkan siapa yang memimpin, mas.
Kebetulan dalam keluarga saya tidak ada yang “memimpin”, kami berdua hidup
bergandengan dalam segala hal dan hampir semua hal kami musyawarahkan.
Demokrasi, gitu, lho. Kembali kepada kenyataannya: saya banyak melihat
laki-laki yang tidak mempunyai kemampuan sedikitpun untuk memimpin keluarga.
Kalau dilingkungen tempat saya hidup dulu ada beberapa kemungkinan (ini yang
saya lihat lho, bukan berdasarkan logika): 1. keluarganya kalang
kabut. 2. Sang istri (mungkin sang istri tua/pertama atau kedua, jarang
nomor selanjutnya) jadi yang memimpin, bahkan cari makan untuk keluarga. 3.
kalau sang istri (menurut ukuran setempat) “bijaksana”, kelihatannya si suami
yang mimpin, padahal semua tahu, bahwa ia tidak punya hak bicara apa-apa.
“Saya sangat apreciate karena anda tertarik membahas hal ini, artinya ada
sesuatu yang harus dipelajari dari ISLAM.” Ada juga yang bisa/harus
dipelajari dari pandangan lain yang non-islam, bukan? :) Mempelajari, kan
bukan berarti melakukan? Iya, toh?
Pak Purwo, Iman bukan berarti juga, bahwa kita harus berpikir, kan?
:) Betul, saya setuju 1000%, bahwa Al Qur’an (juga Injil dll) itu panduan
hidup kita. Tapi kadang ada panduan yang harus dipertimbangkan, kan? Karena
mungkin agak kontradiksi dengan kenyataan saat ini? Atau mungkin karena sulit
dimengerti, hingga interpretasinya kadang berbeda-beda.
Tambahan (saking kesusu mau berangkat kerja, maaf): Maksud saya tentu
bukan “Iman bukan berarti juga, bahwa kita harus berpikir, kan?”
tapi “Iman bukankah berarti, bahwa kita harus berpikir juga, kan?” matur
nuwun.
Benar mas TKK, kita harus berpikir akan tetapi kita tidak perlu
mempertimbangkan lagi karena semua ayat tersebut begitu adanya, yang bisa kita
lakukan adalah memahaminya. Memang isi dari panduan itu kontradiksi dengan
kenyataan dan itulah sebabnya mengapa ayat2 tersebut diturunkan, yaitu agar
manusia selalu kembali kepada rel-rel yang sudah ditetapkan oleh
Penciptanya.
Banyak jalan ke surga… Tapi banyak juga jalan ke neraka… Meskipun antara
yang hak dan bathil itu jelas batasnya, halal - haram juga sudah jelas. Tapi
mengapa banyak yang lebih suka berdiri di perbatasan, di daerah abu-abu? (Eh,
poligami itu abu-abu juga kah?) Yang haram, selamanya tetap haram. Yang mubah,
ya tergantung maunya apa, bisa jadi haram, bisa jadi halal, bisa jadi makruh,
bisa jadi BINGUNG… Silahkan yang mau poligami, aku sih mau tapi sangat sadar
kalau saat ini aku tak mampu (sehingga hukumnya saat ini masih haram bagiku) …
hel, tulisanmu enak dibaca dan gak bikin eneg
Pak Purwo: “Jika Surga dan Neraka ternyata tidak ada…..apakah kita masih
bersujud kepada-Nya…????” Saya pernah kenal seorang yang soleh dan beliau
berkata: “Saya sujud ke Allah karena anugerahnya kepada saya.” Saya tanya
kembali: “Anugerah apa sih, mas?” Jawabnya: “Lihatlah sekelilingmu.
Batu kecil di depan ujung jari kakimu itupun anugerahnya, juga lalat yang
sedang hinggap di atas nasi gorengmu itu.” (tentu bahasanya agak saya ubah
dikit, supaya lebih keren kalau dibaca) :)
Nono: ada juga 2 kata lain: biarpun demikian …….. (artinya?)
:)
Bagus pak TKK, bersyukur, bersujud dan berharaplah menyongsong negeri
akhirat kita yang tak lama lagi kta akan disana….gak lama lagi.
Agar ajal dan perjalanan kita menuju negeri itu mulus-mulus aja, saya kira
tidak ada lainnya kecuali bagaimana kita meng-iya-kan semua apa yang sudah
ditetapkan-NYA, dan meyakini bahwa semua kejadian yang ada pada kita dan diri
kita masing2 adalah atas kehendak-NYA, sehingga tiada kata lain kecuali
bersyukur dan berterimakasih kepadaNYA
Monggo mas, saya ini sudah uzur jadi merasa sudah cukup lama hidup, dan
setelah saya review perjalanan hidup saya ya jadi seperti inilah…..
Pada waktu masih muda pada usia peak saya memang terkadang keras dan
menentang semua yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan mencoba untuk mencari
solusi terbaik yang saya anggap sesuai dengan keinginan hati….tetapi ternyata
saya tak pernah puas, dan pada ke-senja-an saya ini maka saya ingin berbagi
pada teman2 bahwa apa yang kita perjuangkan terkadang salah, dan ternyata
ketenteraman hati ini bisa terpenuhi bila kita kembalikan semua kepada dari
mana asal kehidupan ini.
Monggo mas TK, sebagai generasi yang sudah menyusut ini saya mencoba
mengajak untuk memperoleh kehidupan tenteram dan melanjutkannya di perjalanan
hidup selanjutnya nanti.
Terimakasih atas semua pendapatnya, semua menjadi referensi yang sangat
berharga bagi saya.
Sepertinya semua pria dimuka bumi ini yang mengaku muslim harus mengkaji
dan mencoba belajar lagi sejarah nabi Muhammad dan istri-istrinya… pelajari
isinya…bukan kulitnya saja… pahami…kenapa nabi berpoligami….dan sipa
wanita2 yg dipoligami nabi…dan tanyakan pada diri kalian masing-masing para
pria…apakah kalian sanggup melakukan hal yang sama dengan Beliau….bukan hanya
meniru judulnya saja “POLIGAMI” tapi melupakan esensinya…..berkoar2
menatasnamakan “SUNAH RASUL” tapi tidak menyeluruh…MENYEDIHKAN KALIAN ITU!
melegalkan nafsu dengan dalih agama..padahal kalian ( PRIA ) tahu pasti bahwa
tidak ada yg bisa adil dalam membagi cinta…itulah kenapa ALLAH hanya
menciptakan satu HATI untuk kita…. So….kalo kalian pengen
berPOLIGAMI…lakukan dengan jantan…jangan bawa agama sebagai dalih…apalagi
bawa2 SUNAH RASUL lah….sedang yang kalian lakukan DANGKAL. Seandainya harus
ke SOrga…takkan kupih jalan POLIGAMI…. HIDUP MONOGAMI……HIDUP
PEREMPUAN….
Pakai Rasio aja deh kalo 1 pria vs 5 wanita punya anak bapaknya
siapa? kalo 1 wanita vs 5 wanita punya anak bapaknya siapa?
kalo orang hidup gak ada masalah apa mungkin? apa mungkin kita tidak
perlu penyelesaian dalam menghadapi satu permasalahan? lalu apakah poligami
bisa dijadikan sebuah solusi?
ga bakalan ada ujungnya, biarin aja yg poligami juga si aa, yg dipoligamiin
juga si teteh tinggal kita aja menyikapi dan mengambil hikmahnya dari apa yng
telah si aa dan si teteh contohkan, bukan berarti meniru tetapi ambil
hikmahnya misalnya nilai2 kesabaran dan keluasan hati si teteh dalaam
menghadapi masalah ini dan ketagaran siaa dalam menghadapi sebuah
kontroversi….itukan lebih baik walaupun keluar dari topik pembicaraan
juga..he..he..he…
toh yg akan menilai dan memberikan pahala dan dosa bukan kita …
kenapa poliandri gak boleh??????? al-quran ayat berapa dan mohon
penjelasan……Dalam konteks ikatan POLIANDRI :takut kalo ada anak lahir gak tau
bapaknya siapa ya…???!! sekarang kalo wanita yang udah menopouse (katanya ga
bisa hamil) tapi tetep cantik boleh gak dipersuami 4 orang???ya….(niatnya)
ibadah…atau kalo ceweknya masih bisa hamil… paling… ya terikat suami 4 istri 1
gak sampe hubungn suami istri (atau) pake kondom atau.. biasalah gimana kalo
pasangan suami istri mencegah kehamilan… any comment?????menurut gw yang
penting NURANI !!!!!!
Saya belum punya blog, jadi numpang dikit yah. Kebetulan ayah saya
poligami. Jadi tahu dikitlah perasaan orang yg terlibat di poligami. Buat
saya yg beragama ISLAM dan menggunakan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sandaran
HUKUM AGAMA, poligami itu suatu TAKDIR. Sekalipun kita menghindar, kalo udah
takdir, banyak cara 4JJ menggiring kita berhadapan pada keadaan yg mengarah ke
kejadian poligami.Karena itu termasuk bagian dari PERJODOHAN. Soal setuju
atau tidak setuju, buat saya sebagai anak (laki2) bukan hak saya melarang ayah
menikah lagi. KEWAJIBAN saya sebagai anak (laki2) terutama MENJAGA kehidupan
IBU. dan dalam hadist2 yg menyangkut kewajiban anak terhadap ibu tidak pernah
menyebut ibu tiri ato kandung. Perlu diketahui, dulu waktu ayah sy berumur
40-an thn ada gadis yg dilamar Ibu saya untuk jd istri ke2 ayah, tapi ayah
menolak dan mencarikan seorang perjaka (dibelani memberi modal nikah ke pemuda
tsb) utk jadi suami si gadis yg insinyur , priyayi pula. Tapi ketika ayah
menikah lagi di umur 60 th dengan seorang janda berumur 59 th (ibu saya saat
itu umur 57 th), ibu malah goncang dan marah-marah. Karena apa: karena
cerita-cerita yg dihembuskan org lain sebelum ibu sy ketemu sendiri dengan ibu
tiri saya. Dari kejadian itu, buat kasus saya ada 2 hal yg saya simpulkan
(..terserah pembaca setuju apa tidak): 1. Benar hadist yg menyatakan
bahwa: - ketika seorang menikah (karena menghindari maksiat) maka
terjagalah 2/3 keimanannya dari godaan syetan. (khusus bagi
perjaka/gadis) 2. Pantas menikah (pertama, kedua …keempat) punya banyak
halangan, rintangan terutama dari syetan, ada hadist yg
menceritakan: -syetan berkumpul dan setiap prajurit syetan melaporkan
kegiatannya: - ada yg melaporkan telah membuat dua orang sahabat bertengkar,
dijawab oleh raja syetan, itu biasa, krn nanti ke2nya bisa berbaikan.- ada yg
telah membuat suami-istri bercerai, dijawab raja syetan, itu biasa, karena
nanti mereka bisa rujuk atau menikah lagi, - satu syetan berkata “aku telah
membuat seorang laki-laki berbuat zina dengan perempuan (yg disenanginya)”,
seketika itu si raja Syetan memberi mahkota kepada prajuritnya itu.
Saran saya buat pembaca: 1. Kalo anda muslim ya yg penting belajar
AlQur-an dan Hadist, menerima sebagai sandaran hukum dalam kehidupan. 2.
Kalau anda non-Muslim, ya saya tidak bisa kasih saran, karena saya bukan se
Agama dengan anda, jadi tidak tau apa yang anda yakini. 3. Buat yang maunya
semua masuk akal (anda sendiri) ya silahkan bikin sandaran sendiri. Buat
AAgym sih terserah AA dan teh nini, perahu ANDA berdua (sekarang bertiga
yah..) Buat perempuan yg lain, yg nggak mau dinikah jadi istri ke2, ke 3
ato ke 4, berdoa yg banyak dapat laki-laki yg bisa menjaga dirinya tanpa
ngelirik cw lain,
Buat anak-anak saya: - saya hanya bisa mendidik dengan apa yang ada di
Alqur-an dan Hadist, yg perempuan bukan tidak mungkin jadi istri bukan yg
pertama, yg laki2 bukan tidak mungkin jadi suami beristri lebih dari
satu, -pesan saya : berikan hak mereka seperti apa yg diajarkan
Rasullullah, dan jangan kalahkan IBUmu demi istrimu.
Bagi saya POLIGAMI itu halal, soal senang atau tidak, setuju atau tidak ,
itu tergantung siapa yang menjalani. Tidak perlu berkoar tidak setuju karena
membela perempuan, atau setuju karena bikin enak. Jadi kalo berpendapat jangan
atas nama. Sampai saat ini, walau saya mau nikah lagi, belum ada tuh yang
mau, walau yg saya lamar teman istri dari remaja dan masih single (usia udah
masuk 35) dan dia dulu seneng ama saya (dan istri juga setuju), ya namanya
nggak JODOH. Soal Syahwat, benar memang harus dikendalikan, itu pula
dikatakan buat pemuda yg belummampu (belum berani) menikah agar berpuasa. Tapi
ketika kehendak (kemauan/hasrat) meningkat dan sampai pada batasnya
(masing-masing orang yg bisa menilai dirinya sendiri, orang lain hanya melihat
luarnya) maka pilihannya ada 2: menikah (halal) atau zina(harom:termasuk
onani,masturbasi,sesama jenis). Orang yg berteriak pd orang lain bahwa
Poligami = selingkuh, kalo dia beragam islam, pasti tidak bersandar pada AlQur
an dan Hadist, jadi tidak tahu mana pahala, mana dosa, mana halal, mana harom,
mana surga mana neraka, mana kebaikan mana kemaksiatan. Soal motivasi, ya
jg menilai dari luarnya, karena ayah saya, saya maupun anak saya nantinya,
bisa berbeda, apalagi orang lain. Kalo seorang muslim/muslimah tidak mau
terlibat dalam poligami, maka tidak perlu menyebarkan fitnah
(kerusakan). Cukup berdoa saja. Beramal yg banyak agar lebih dekat pada
Alloh, kan mestinya orang yang lebih dekat padaNYA doanya akan terkabul, kalo
perlu ya berdoa saja sekalian agar tidak ada laki2 yg mau poligami, dan jangan
lupa mendoakan agar semua wanita ingin menikah baik gadis maupun janda
berjodoh dengan lelaki yg tak beristri .
Mas Nano, sebagai seorang non muslim yang mempunyai buanyak teman muslim
(yang juga mengucapkan selamat natal kepada saya, biarpun saya bukan
kristen!!), memang saya tidak akan mengritik “peraturan” poligami itu
sendiri. Mungkin ada beberapa pertanyaan yang bisa di inti sarikan dari
komentar-komentar di atas: 1. Apakah sesuatu yang dihalalkan di Al Qur’an,
maka hal itu jadi mutlak halal dan nggak boleh dipertanyakan lagi? 2.
Bagaimana kalau hal yang sebetulnya halal (kalau dijalankan dengan memenuhi
semua syarat) dijalankan dengan dasar/alasan yang lain dan syarat-syarat yang
disebut di Al Qur’an itu tidak (bisa) dipenuhi semua? Apakah hal ini tetap
halal? Bukankah keikhlasan istri pertama menjadi salah satu syarat? 3.
Apakah “peraturan” yang tertera dalam Al Qur’an dan dibuat berdasarkan situasi
dan kondisi yang tertentu pada jaman itu masih tetap mutlak berlaku juga pada
jaman sekarang, ataukah ada kemungkinan sedikit modifikasi? 4. Bukankah
para perempuan yang dimadu itu (kebanyakan) sudah dewasa dan bisa memutuskan
sendiri? Jadi masalahnya bukan mau membela perempuan (ini kan berarti
pelecehan perempuan juga kalau kita menganggap mereka nggak bisa membela diri
sendiri, atau?). Pertanyaannya ialah apakah mereka betul ikhlas? (ikhlas dan
bukan nerima).
Anda beruntung menjadi seorang muslim yang taat dan telah menghayati ajaran
agama anda, dan ikhlas bila putri-putri anda dimadu nantinya. Tetapi kan
banyak saudara-saudara kita yang ilmunya belum sedalam anda, jadi mereka kan
harus belajar terus. Nah, belajar berarti kan harus juga mengenal yang “nggak”
atau “kurang” betul. Iya, toh? Seingat saya dulu waktu sekolah guru selain
mengajar cara yang betul juga memberitahu cara yang salah agar kita para murid
itu mengenalnya dan tidak melakukannya. Contohnya: seorang muslim
diperbolehkan tidak berpuasa kalau sedang dalam perjalanan. Setahu saya
peraturan ini didasarkan atas situasi jaman dulu, bahwa para pengikut kafilah
sering harus melakukan perjalanan yang buerat sekali di bawah terik matahari
yang membakar. Nah, di sini kita bisa lihat logisnya Al Qur’an: kalau kaum
pedagang itu harus puasa, kan mereka bisa-bisa mati kehausan. Nah dalam jaman
sekarang, kan kita nggak perlu lagi melakukan perjalanan yang seberat itu,
jadi pengcualian ini kan nggak berlaku lagi, iya toh? Tapi yang mulia Wk.
presiden kita kan pernah argumentasi dengan alasan ini, waktu kunjungan ke
Eropa dan sedang makan siang (di bulan puasa). Betul dia atau nggak? Boleh
nggak? Ataukah pengecualian ini suatu hal yang mutlak dan tidak tergantung
situasi dan kondisi? Terima kasih kalau anda bisa membuka mata saya dengan
jawaban anda. Selamat tahun baru.
“Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi
secara positif malah akan membawa kebaikan”….(kata Teh Ninih..) so…secara
implisit..(ato eksplisit) beliau juga tetep menyatakan…dimadu itu
sakit…
Wew,klo aq c,tetep aj g stuju.. Syapa yg bsa 100% adil klo bukan Tuhan
alias Allah SWT? Jangan jadi takabur d mentang2 kita udah jadi
ulama(contohnya:aa’ gym),padahal mestinya kita sadar klo kita tuh udah jadi
panutan masyarakat…Jangan poligami dijadikan alasan untuk menghindari
zinah…Lagipula,hati manusia siapa sih yang tau?Mungkin aja di mulut dia bilang
rela/ikhlas dimadu sama suaminya,tapi gimana dengan lubuk hatinya yang
terdalam?Manusia tuh ga da yg sempurna,walaupun dia baik banged,tapi pasti
masih ada terselip kekhilafan dan sifat2 manusiawinya kayak iri ataw
dengki,jadi daripada nambah dosa dengan bo’ong klo kita rela dimadu,-dosa udah
numpuk- mending tolak!
ass.. setelah sya baca situs ini sampe bokek,akhirnya say coba tarik
kesimp0ulan: 1.di Al-Qur’an semua telah jelas dan tidak perlu diragukan
lagi kasahannya(bagi seorang moeslem)bahwa dalam agama memang boleh..tetapi
dengan syarat2 yg harus dipenuhi, klo gak bisa jgn dicoba,krn hukumnya
haram. masalah seperti apa ketentuannya anda bisa baca Al-Qur’an sendiri
kan? 2.jika anda temui seorang laki2 yg berpoligami namun mjd masalah..ada
beberapa hal yg harus anda perhatikan, 1.apa anda pernah temui kluarga
tanpa masalah?apa anda pikir,klo ga poligami ga kan da masalah psikologi pada
anak / ibu / bahkan suami?manusia diciptakan dgn kesusahan,hanya di surga ia
tiada temui sakit.(bknkh entar disurga bagi istri akan dipoligami smpe 72
bidadari?dan anda tentu pernah dengar dan tidk ragu dgn kecantikan
bidadari.jadi intinya masalah akan anda temui dimana saja anda hidup
bukan? 2.jika anda temui suami yg beristri lbh dari 4 / bntk planggaran
lain seperti tdk adil dan lain sebagainya, jgn slhkan hukum agama yg memblhkan
poligami..tapi slhkan suami2 yg tlh salah..sekali lagi,jgn hukum agama krn
hukum agama adalah sangat tdk bkh diragukan oleh pengikutnya,atau jika
diragukan,maka hukumnya anda telah murtad(urusan pindah/pilih agama adalah
urusan diri sendiri dgn Tuhan,nothing else..) 2.jika seorang moeslem aja
meragukan ajaran islam,apalgi orang kafir?bagai mana mungkin merka menghargai
& bahkan pecaya dgn islam? 3.jika seorang istri menolak untuk
dipoligami,maka telah haram bagi suami untuk poligami,dan istri berhak dalam
agama untuk itu. 4.jika anda tidak ingin berpoligami,saya sarankan jgn
dengan alasan tidak setuju krn bla..bla..bla..krn keraguan anada kpd apa yg
ada dlm Al-Qur’an akan membuat anada mjd kafir..jadi akan lbh baik jika anda
setuju,tetapi krn merasa tdk mampu untuk brbagi/adil/secara
psikologi,moril,tanggung jawab atau sejenisnya saya pikir itu lebih aman buat
anda dari pada menolak krn tdk percaya akan hal itu.. 5.untuk anda yg non.
saya harap anda juga bisa menghargai kami,krn kami tdk mlarang sec.hukum klo
anada makan babi/minum yg beralkolhol bukan?jadi anda jgn menghalangi jika ada
orang moeslem ygingin melakukan apa yg memang dibolehkan dalam agama kami(asal
kan sesuai aturan agama kami(poligami))krn itu adalah hak kami sebagai seorang
moeslem,skalipun anda berbeda pendapat dgn agama kami,tapi itu adalah mutlak
HAK kami. 6.akhir kata hanya 1 hal yg ingin saya ingatkan sebuah kalimat yg
insya Allah bisa menguatkan iman seorang muslim: Katakanlah”aku rela..Allah
menjadi Tuhanku,akupun rela Rasulullah mjd rasulku&PANUTANKU,maka..akupun
rela..dengan ketentuan Allah..”
sekian dari saya,bila ada slh2 itu wajar krn tiada manusia sempurna &
tanpa pernah slh..(he..^_^a)dan kebaikan itu hanya dari hidayah Allah.maka
sori2 aja nie.. was..
ass.. wah..maaf..kliatan masih pake nhasa sms&jarang
ngetik(he…^0^a) maaf..klo bhsnya juga kliatan gak dewasa..krn memang saya
masih kecil..eh,muda..(he..^^V) was..
@Ard: Mbak/Mas, itu kolom situs, diisi dengan alamat situs anda,
kalau ga ada silahkan dikosongi aja. Jangan diisi dengan alamat saya :P Ga
masalah kok dengan dewasa atau tidak. Justru dengan mengakui ketidakdewasaan,
anda malah terlihat dewasa :)
ass.. wah..terimakasih atas sarannya & balasannya.saya senang
sekali.. maaf mas,klo salah tulis.^^a maklum,masih beginer.. he…moga
aja..yg nanti terjadi membuat dunia ini jadi lebih
baik.. ‘_
Jadi kesimpulannya boleh ngga`nya poligami itu apa tergantung izin istri
yach..?kl istri Ridho …. baru boleh poligami…! masalahnya nich …dari semua
pendapat mempunyai landasan pemikiran masing masing n dalil. Agama memang
membolehkan poligami…tapi kan dengan catatan …… kalo ngga mampu n ga bisa
adil …why… gt loh melakukan poligami,tapi kalo mampu n dapat izin ya
apasalahnya … So…kita sikapi aja dengan arif dan bijaksana . :) ya
namanya juga urun rembug ..perbedaan pendapat itu wajar n lumrah
Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai
dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya
yang janda.
Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan
melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai
hidup fakir miskin.
Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat
Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena
salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga
membuka jalan bagi usaha emansipasi.
Dari penuturan sdr Dade diatas, saya jadi berpikir mungkin dalam amademen
UUD 45 berikutnya bukan hanya ‘fakir miskin dan anak terlantar’ yang
dipelihara negara tapi juga ‘janda berikut putra-putrinya’
gw juga setuju bgt, gak kalo gak ada sakit mana ada enak, kalo gak ada neraka mana ada surga. obat pahit kalo menyembuhkan ditelen aja…
permasalahannya, mental kita memang belum siap hidup plural.. standarisasi kita masih subjektif, masih
berkacamengacu pada diri sendiri, ketika para calon tamtama dilatih dengan sangat ’sadis’ kita tidak protes apalagi mengkait-kaitkan dengan ham, malah terselip rasa bangga. ketika para model dilatih berlenggak-lenggok dengan pakaian ’seadanya’ yang jelas-jelas katanya bisa meningkatkan potensi perkosaan, kita malah mencemooh yg protes dan kita bilang : otak lu aja yg ngeres!coba ketika, ada yang poligami
yg menurut agama si pelaku diperbolehkan, lelaki yg ‘laki banget’ pun tiba2 sangat ‘mengerti’ sekali perasaan wanita. duh… memang perlu difahami, sedikit sulit untuk menilai jika berkaca pada cermin cembung atau cekung..thanx hel… gw numpang nge-blog lagi…
benar2 mengagumkan ….. :-)
wah mencengangkan baca ini… nice post and nice reasons….
Polygami = nge”Poly” Gagang Minul
Yah itu semua hanya menunjukkan kalo yg poligami ngga bisa menjaga perasaannya untuk 1 orang wanita aja. Kalo cowo bole poligami knapa ngga skalian 1 wanita banyak suami. Poligami adalah bentuk keegoisan pria yang MENGHALALKAN MENYELEWENG. Menurut gwa poligami sangat tidak pantas bwat di jalankan. Kasian istri pertama dia uda kerja keras supaya baik di mata suami eh si suami yg ngga pernah puas malah kawin ma wanita laen . Intinya POLIGAMI lebih sadis drpd menyeleweng yang diem2 di blakang sedangkan poligami itu = nyeleweng tepat di depan muka istri dan menginjak harga diri para istri. Sungguh ngga masuk akal tindakan poligami tsb.
@ Passya
Makanya, orang-orang yang tidak siap hidup plural itu harus dikasih agama, ditakuti dengan neraka, diimingi dengan surga, supaya semua seragam dan jadi seirama.
Btw, adanya mahluk-mahluk yang subyektif, mengacu pada diri sendiri, dan bercermin pada cermin bergelombang itu pun sebuah bentuk ke-plural-an. Ketidaksiapan untuk menerima kenyataan ini pun termasuk salah satu sisinya.
@ Luthfi
Anda sudah baca belum sih, kok bisa-bisanya terkagum2.
@ Anang
Terimakasih. Jadi kapan mau poligami ? :P
@ Neb
Begitulah. Menyakitkan memang. Tapi kalau anda lebih rajin lagi belajar agama, dan mendalami segala janji surga bagi istri yang mengabdi pada suami, mungkin sakit itu akan sedikit terkurangi.
Ahhh AA, khutbahnya ttg moral akhirnya kagak kuat juga liat kulit kinclong dan badan bohay (maklum bekas model bo!), bukan karena sunnah rasul lho. Gimana umatnya? pada ngikut poligami? biar belon bisa adil juga, mana tahaaan!
apapun alesan si aa.. dan segala bentuk surga.. saya masih gak percaya Aa Gym berpoligami.. :(
seandainya surga tidak pernah ada? apakah para perempuan itu mau?
“Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka”
wakakakkakk…
ini orang bernama wadehel perlu dapat pendidikan di wong solo neh…
Kalo banyak yang komentarin beliau seperti brarti memang banyak yang sayang yah ^^
Ada hadistnya ga? atau ayat Qur’an yang menyatakan Poligami itu jalan menuju surga? pasti banyak wanita2 milih jalan pintas biar ke surga dengan mau dipoligami saya mo nanyak gmn para wanita????….. hmmmm kalo menurut saya sih wanita masih dijadikan obyek obyek egoisme para pria hehehe
Yang penting sama janda, perkara cantik apa ndaknya itu relatif! Kalo sama janda kan tetap mengikuti sunnah Rasul?
Aku termasuk wanita yang (sok) kritis loohhhh ….
Dan aku tetep ANTI POLIGAMI!!!!. Biarpun ada yang ceramah bla bla bla ke aku soal bagaimana menjadi wanita solehah tapi aku tetep say NO to POLIGAMI. Sama kerasnya seperti aku say NO to DRUGS.
Itu hak-ku toh? Kalaupun karena menentang poligami trus konon kabarnya aku berarti tidak menjalankan syariat islam dan kelak aku akan berakhir di “Neraka” yo wissss nggak apa2. Sing penting daku punya sikap. Dan aku yakin di neraka temennya banyak kok karena pasti banyak wanita (sok) kritis di Indonesia yang juga tak rela dimadu hehehe. Lagian aku yakin “TUHAN” ku MAHA BIJAKSANA tuh.
Bukan apa2 yaaaa … soale kan akyu manusia biasa yang tak mampu berbagi (suami). Sama dong seperti Pak Gym juga yang (selama ini selalu dibela bahwa bliauw) hanyalah “manusia biasa” yang tak tahan untuk tak membagi cinta (jiyehhh kaya lagu dangdut) … . Bukan begitu???
*heran gue kok getol banget sih komen soal ini (sigh)*
Berarti istri2 yg ingin masuk surga harus mendukung suaminya poligami ya?
(** kabur **)
Dukung AA. Jalan Jalan teruss!!
Ini merupakan da’wahnya AA dan Teteh untuk menjelaskan bahwa kecintaan yang paling besar seharusnya hanyalah ke pada ALLAH SWT.
Wanita2 yang tidak mendukung Polygami yang syah berarti ia lebih suka suaminya punya wanita simpanan
Anti Polygami = mengijinkan suwami punya wanita simpanan.
Ary:
Gak ada quran atau hadits yang menyatakan secara langsung bahwa menerima poligami masuk surga. Paling banter mereka pakai dalil-dalil gak langsung seperti istri harus menurut suami.
Di Quran sendiri, poligami bersifat sosial bukan seksual. Lihatlah bagian awalnya (dan jangan lihat terjemahan Indonesia.. itu sudah dicampuri pemahaman tertentu.. Coba lihat di situs http://www.islamawakened.com/Quran . Tahu ayatnya, kan? 4:3 .. dan lihat ayat-ayat sebelum dan sesudahnya)
tulisan menarik
http://khairulu.blogsome.com/2006/12/03/poligami-dan-problem-sosial/
Oh ya..
pernah di sebuah debat poligami di forum AK, ada member yang copy-paste sebuah link berisi sensus jumlah penduduk di seluruh dunia, dan perbandingannya nyaris 1:1..
Artinya, daripada poligami, mbok kasihkan wanitanya ke orang-orang yang masih jomblo.. :p
Kalo ga ada dalil yang kuat bagaimana Rasul bisa menikahi istri2nya??
Rasul adalah Al’Quran yang berjalan kata istrinya.
nyaris 1:1 kan?
ahh.. masih nyaris. berarti masih belum kan?
gapapa toh..
1 batang rame-rame =)) gila lo hel =)) salut
-=|[bersilaturahmi denGan komentar]|=-
-=|[gretong bilang:budayakan berkomentar]|=-
Standard hidup pernikahan yang tertinggi menurut saya adalah ketika seorang suami membangun kesetiaan untuk hidup bersama seorang istri seumur hidupnya. Pilihan ada di kita mau pakai standard yang paling tinggi or standard yang lain….poligami tentu bukan standar hidup pernikahan yang paling tinggi.Seorang AA punya tanggung jawab yang besar untuk menjadi panutan umat…..di tengah kehidupan keluarga - keluarga yang diterpa badai perselingkuhan sepertinya keputusan AA untuk menikah lagi kurang tepat…
hidup nabi baru!
nabi w a d e h e l
eh, emang poligami tu sunah rosul ya?
emang setiap apa yg dilakukan rosul menjadi suatu sunah?
klo emang gitu, mudah-mudahan rosul dulu hobi ngupil sehingga saiya yg hobi ngupil ini dapat pahala.
setahu saya sih dulu rosul menikahi wanita lain karena ingin menjaga wanita tsb dari hinaan orang2 yg memusuhinya. setahu saya lho ya…
Dasar blogger sesat.
Pantas saya sering tersesat dan nyasar mbaca blog ini tiap hari. Ha ha ha.
wedeheelll…wedehell…
jan tenan… koe ki
memang sungguh wedhehel sekali dikow…
heibat heibat …. plok plok plok
:D
Aduh Teteh berarti dimadu emang MENYAKITKAN ya?
Kalo gitu coba gugat cerai aja tuh si Aa. Cerai juga menyakitkan kan. Tapi seperti Teteh bilang, “setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.”
Teteh kan bisa kawin lagi juga cari Aa yang lebih oke. Aa Gym kan bukan nabi pasti ada lah yang lebih dari dia.
@anonim
maksud lo?
nabi WDH?
@ GP
Jangan gitu, kalau anda yang ada di posisi beliau, mungkin malah sudah gonta-ganti istri untuk menjaga quota tetep 4.
@ Ardho
Masa masih ga percaya? Gak mungkin lah AA Gym bohong, dia mengakuinya sendiri kok di konpers kemarin.
@ Manusiasuper
Duhh, yang dibaca malah bagian itunya. Pesan surgawinya aja kenapa?
@ Neeya
Bakri lapindo juga banyak yang komentar, Hitler dan Amrozi juga, Nietzche malah sampe sekarang masih komentarin dan jadi bahan diskusi, pasti karena banyak yang sayang juga tuh!
@ Ary
Ga perlu hadis lah, itu kan udah dijelaskan di tulisan, poligami membawa akibat-akibat yang bila disikapi sesuai nasihat teh nini akan menghasilkan berton-ton pahala.
@ Amd
Oooh, jadi intinya di janda nya ya :P
*lirik2 janda kembangs demi sekapling surga*
@ Neng Indie
Ga ada salahnya getol mengkritisi masalah ginian. Kalo bungkam terus, ya ditindas terus, seneng ya ditindas terus?
@ Dewo
Ya tidak juga sih, tapi kalau mau pahalanya mengalir lebih deras, dukung saja suami untuk poligami :D
@ Irwan
Karena tidak diijinkan poligami terus punya simpanan? Ya gak semua lelaki seperti anda pak!!
@ Kunderemp
Masalahnya si wanitanya gimana? Mau tidak? Lha mbak siti nurhaliza aja lebih milih make batangnya suami orang je.
@ Irwan
Benar, Rasul adalah Al Qur’an berjalan, mungkin karena itu Istrinya banyak. Dan AA Gym sedang menuju ke arah sana :P
@ Om7ack
SABAME, satu batang rame-rame, hihihi.
*ngebayangin threesomenya AA Gym*
@ Samuelkris
Doh, puitis amat itu komentar :P Welcome to wordpress Pak :)
@ Aryani
Nabi baru? Hmmm, nanti saya akan hapus tuh komentar. Saya kan tidak berpoligami, kok dituduh sebagai nabi sih.
@ Sandal
Sunah pak, sunaaaaah. Menikahi janda adalah sunah! Doh, harus belajar agama lagi tuh!
@ Paijo
Hehe, jangan gampang tersesat pak, nanti eksperimennya terganggu loh.
@ Shirathmustaqim
Welcome to wordpress Pak/Mbak :D
@ Anonim
Seperti siapa? Suaminya Mbak Aryani? Hehehe
*Lirik2 Mbak Aryani*
Wuih… serasa ngeblog *ngelap keringet ama iler*
@Irwan
Anda menghina nabi!! Masak rasul dulu berpoligami alasannya karena daripada punya simpenan/selingkuh. Nabi tidak serendah yg anda pikirkan, tujuannya jauuh lebih mulya dari sekedar pelampiasan nafsu belaka.
@wadehel
ampun ampun deh
kalo yang itu gak lah
klo istrinya dah setuju tinggal diliat ntar efek buat anak2.
setau gw sih dr sekian temen gw yg dfr keluarga 1 batang rame2… anak2nya bnyak yg gak beres…..
selalu ngerasa ngiri klo liat sodara yg laen ibu dibeliin sesuatu, dan dia biasanya ngarepin dibeliin sesuatu yg lebih dr sodara tirinya itu….
dan banyak lg efek jeleknya, apalagi klo anakny tuh anak perempuan….
Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..
begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan tertentu….
@irwan:
Baca lagi pertanyaan dari Ary.
Pertanyaannya adalah dalil ‘istri harus menerima poligami’ bukan dalil ‘berbuat poligami’.
@wadehel:
Iyah.. masalahnya bagaimana dengan hati perempuannya?
Justru aku sering gak suka mendengar pembela poligami yang ngancam istrinya “kamu nanti gak masuk surga” padahal kalau menurutku itu hak istri. Kalau istri sampai gak rela, maka si pria sudah gagal berbuat adil dan tidak sah untuk poligami.
Poligami sendiri di Quran bersifat sosial, bukan untuk memuaskan nafsu seksual, dan itupun benar-benar menuntut kemampuan berbuat adil untuk istri-istrinya. Bagaimana dia mau berbuat adil kalau istrinya saja sudah menolak.
Hanya laki-laki tidak peka dan tega yang mengatakan tidak ada kewajiban dari suami untuk mempertimbangkan kerelaan istri yang sudah dimilikinya.
@ Ary
Top deh kamyuuuuu …. *wink wink* Tuh kan masih banyak kok laki2 model Ary yang sangat menghargai dan menghormati wanita.
Tidak semua laki2 yang nggak mendukung poligami lantas punya simpenan!!!!! Intinya itu ya adek2 .. “hormati dan hargai orang lain” including perasaannya tentyunya kalau kamu mau dihormati dan dihargai sebagai seorang manusia.
Lagian daku anti poligami bukan berarti daku mendukung orang (baca: suami) punya simpenan. Logika kok ngawur gitu sehhh … huhhh!!!
Dan sampe sekarang daku bener2 nggak ngerti/muak/enek/sebel sama pembelaan seperti ini nih ..
“Daripada punya selingkuhan/TTM/TTD/TTU whatever .. lebih baik kan poligami. Dan ini sebagai emergency exit … bla bla bla”
Grhhhhhhhh!!! Lha kenapa coba harus berpikir untuk selingkuh. Nggak bisa setia? Kegedean napsu? Nggak mampu menahan gejolak gairahhh?? Iiiihhhhh memalukan. Soal alasan ingin menolong orang dan mengangkat derajat janda dan bla bla bla yang lain, buat daku itu bullshit-lah !!!! Kasihan janda selalu dijadiin alasan terusszzz … *hiks*
Ntar jawabannya klise .. “Karena agama bla bla bla … kalo nggak mendukuh berarti bla bla bla …. Nabi juga bla bla bla bla .. Allah kan bla bla bla” Duuuuhhh Gustiiiiiii !!!!!
Tapi tetep kok daku akan bernyanyi ..
“Tidak semua laki lakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ….. ” (dangdut skali yah)
*gile masih komen jugakkkkkk gue … ck ck ck. Ngeblog kok di comment blog-nya orang hihihihi. Piss Mas Wedehel!!!*
Padet padet… tulisannya ;)
Masalahnya Wanita dan Laki laki itu Berbeda… wanita main perasaan lebih kental sedangkan logikanya/pikirannya kurang (pasti nanti banyak yang protes :D )
Tapi kenyataanya demikian… bahkan ada istilah
wanita:
9 = perasaan
1 = pikiran
laki-laki:
9 = pikiran
1 = perasaan
Peace……
Jauhary Says :
Masalahnya Wanita dan Laki laki itu Berbeda… wanita main perasaan lebih kental sedangkan logikanya/pikirannya kurang (pasti nanti banyak yang protes )
Tapi kenyataanya demikian… bahkan ada istilah
wanita:
9 = perasaan
1 = pikiran
laki-laki:
9 = pikiran
1 = perasaan
namun … seringkali ke-9 akal yg dimiliki laki2 itu hanya digunakan utk men”dukung” nafsu2nya termasuk pengumbaran nafsu hewani, spt poligami itu. belum pernah di jaman sekarang ini, laki2 yg mapan mau berpoligami dgn janda2 tua atau yg jauh lebih tua umurnya dan kondisi fisik yg biasa2 saja… katanya mo spt Rasulullah SAW.. tapi malah nyari yg kinclong2 buat dilindungi, termasuk wong solo itu juga. saya pernah ketemu dia dgn istri terbarunya, waw kinclong sekali dan masih amat sgt muda, mungkin sbaya anak2nya hehehehe…. jan… dunia sudah mo ambruk.. nafsu2 diumbar dgn berselimut dalil2 agama..
tulisan ini aku comot dari blog http://mumualoha.blogspot.com/
Manajemen Syahwat
Bangsa ini ternyata lebih membutuhkan manajemen syahwat ketimbang manajemen hati. Aa Gym adalah sebuah ironi sekaligus kesalahan besar yang baru tersadari hari-hari ini dan harus ditanggung renteng oleh bangsa keledai ini: ya masyarakat yang memujanya, ya media massa yang mengangkatnya. Ini memang watak ndablek dan membingungkan dari fenomena idola: kita tak pernah benar-benar tahu siapa dia karena dia yang kita kagumi tak lebih dari sekumpulan citra yang dibentuk oleh koran dan televisi.
Kita tak pernah tahu makna airmata seorang artis yang baru saja cerai dari suaminya dan sedang berusaha mendapatkan hak asuh atas anak mereka. Demikian pula, kita sebenarnya tak pernah bisa dan boleh benar-benar percaya jika ada seorang ustad muda tampil dengan tutur kata yang begitu lembut, pembawaan yang serba tenang dan kearifan yang menembus batas perbedaan agama. Karena media massa tak pernah bertanggung jawab dengan segala yang telah dan pernah mereka lahirkan. Dia bisa siapa saja, namanya bisa Aa Gym atau yang lain, tapi hanya satu yang menjelaskan kenapa media massa memilih dia: karena dia layak dan laku dijual, karena dia bisa jadi alat untuk mendongkrak rating dan mendulang uang.
Sejak awal, bagi saya, Aa Gym adalah sebuah kebetulan. Sebagaimana Arifin Ilham, Jefry al Bukhori dan ustad-ustad muda lain anak emas televisi. Tak ada yang istimewa pada mereka selain ilusi yang tiap hari terus-menerus dibentuk dan dijejalkan kepada masyarakat. Televisi bisa “menutup matanya” lalu secara acak men-cengkiwing seseorang bernama Klowor, didandani sedemikian rupa dan tampilkan tiap hari lewat berbagai acara. Dalam waktu singkat dia bisa terkenal, punya nama besar dan jadi idola yang dikangeni, dikagumi dan dipuja-puja bangsa. Oleh karenanya, saya tak pernah mengidolakan siapapun sejauh dia makluk yang lahir dan besar oleh televisi. Saya juga tak pernah mengidolakan Aa Gym.
Tapi, saya cukup rajin mengikuti acara-acara dia di televisi karena “tertarik” dan “pengen tahu”, seperti dilakukan juga oleh ayah saya. Bukan hanya non-muslim, ayah saya punya trauma politis terhadap segala sesuatu yang berbau Islam, tapi dia dengan objektif memuji Aa Gym sebagai tokoh yang menyejukkan (tentu saja dalam perbandingan dengan orang-orang Islam lain yang ditokohkan dan gemar teriak-teriak mengkafirkan orang sambil merusak tempat-tempat hiburan malam). Dan, jujur, saya bisa begitu terlena dan menikmati gaya tutur Aa Gym yang santun, rendah hari dan tak jarang lucu.
“Hadirin teh setuju tidak…” itu salah satu ungkapan khas dia yang selalu terngiang di telinga saya, dan kalau ingat itu, saya bisa tersenyum-senyum sendiri. Dan, pada saat tampil bersama dengan istrinya, saya selalu menunggu bagian ketika Aa Gym berkata, “Kalau menurut mama gimana?” O, anggunya, o, mesranya!
Ketika tersiar kabar bahwa Aa Gym menikah lagi, pikiran yang segera menclok ke kepala saya adalah, apakah Aa Gym bertanya dulu pada istri(pertama)nya dengan kesabaran yang sama: menurut mama gimana? Saya membayangkan, si istri yang alim pastilah tak bisa berkata lain kecuali setuju, tapi dalam hati menangis sejadi-jadinya. Banyak perempuan di luar sana, saya kira, juga menangis untuk alasan yang sama: idola kita yang lembut itu ternyata bisa juga melukai hati orang. Dan, tiba-tiba kita pun mendapat pemahaman baru tentang segala yang pernah dia katakan.
Dia yang menganjurkan “mulailah dari diri sendiri”, ternyata telah memulai sebuah tindakan yang menyakiti hati semua perempuan. Dia yang pernah mengecam film Buruan Cium Gue dan menyindirnya sebagai seruan untuk berzina, ternyata kini mencontohi “umat”-nya untuk buruan kawin lagi. Persis buku-buku fiksi Islam karya penulis-penulis muda yang dengan gagah menyuarakan ajakan moral untuk menikah dini. Rejeki? Ah, sebatang rumput pun diurus kok oleh Tuhan, apalagi manusia yang mencoba mendeketkan diri kepada-Nya!
Aa Gym, juga fiksi Islami itu, adalah satu sisi wajah baru generasi Islam Indonesia yang dibangun dan ditegakkan dengan poligami dan pernikahan dini. Mereka tak pernah benar-benar mengaji kitabnya, tapi lebih gemar grudak-gruduk memadati tablik akbar dan doa bersama. Di tengah acara tunduk kusuk mendengarkan kutbah sambil sesekali meneteskan airmata pertanda takut neraka, tapi sampai di rumah sudah lupa apa tadi pesan Pak Kiai di atas mimbar.
Giliran nonton TV, ketemu pelawak yang kini menjadi anggota DPR, diwawancarai infotainment tentang poligami dan dengan cengengesan menjawab, “Masak ada sunah yang enak kok nggak mau!” Ketika sampai pada kata ‘enak’, wajahnya menampakkan ekspresi yang luar biasa mesum. O, kelak, bangsa ini harus membayar sangat mahal untuk kegagalan kaum laki-lakinya mengendalikan syahwat mereka. Makan tuh, manajemen kalbu!
whe.. he.. bingung juga dengan sunnah. kalo nabi menikahi aisyah yang baru berumur 9 tahun, kenapa sekarang tidak di praktekkan ? sunnah tho ??
poligami kok demi masuk sorga.. ono ono wae..
ngebom kok demi masuk sorga… eling mas.. elinggg….
dalil mah bisa dibuat-buat, lidah ngga bertulang tho ?? sampe mulut berbusa busa, monggo mas, digoyanggg…..
Subhannallah ga kebayang banyaknya pahala mengalir ke AA dan Teteh.
Ladang pahalanya Aa yaitu rela di cemooh dihina dandirendahkan oleh umat yang tak paham akan hidup sesaat didunia.
Ladang pahalanya Teteh udah ga usah di jelasin lagi semua pasti ud tau. :)>-
@ Kw
Artikel yang del.icio.us :) Saya harap sebentar lagi beliau mendakwahkan itu manajemen syahwat. Selain itu bagus juga juga kalau mengajarkan Manajemen Istri dan Manajemen Anak. Trus program khusus buat poligamis, Manajemen Sex, biarpun saya bukan poligamis, saya pasti tertarik ikut tuh!
@ Budi
Ya ga semua dong bang. Kalo caranya gitu, naik unta, pake pedang, hidup di padang pasir juga jadi sunah dong. Sunah mbok ya pilih-pilih, yang enak-enak aja knapa.
@ Irwan
Nambahin pak, selain pahala yang menguyur deras si AA dan Teteh. Ada juga sisi lain.
Konon jumlah pengunjung Da’arut menyusut drastis, para pedagang mulai gelisah karena menurunnya penghasilan, karyawan-karyawannya yang nyambi dagang buku mungkin juga mulai resah. Ada juga tukang parkir. Belum lagi orang-orang yang rumahnya biasa disewakan untuk diinapi pengunjung yang selalu membludak.
Mereka semua akan ikut prihatin, dan ini tentu saja ladang amal untuk belajar bersabar. Ini berarti PAHALA juga!!! Bener-bener emang poligami, menghasilkan hujan pahala dimana-mana! Subhanallah!
@ Ary
# Ary Says:
Gmn kalo dibalik ajah kita punya istri nah istri kita mo berpoligami pengin punya suami lagi tapi tetep dia ga mo menceraikan kita nah gmn perasaan kita? JUJUR pasti kecewa khan…..
begitu juga wanita yang dipoligami, Justru dengan saya menolak Poligami karena saya sangat menghormati wanita….mengharap surga kalau hati kecewa itu kayaknya ga sempurna, mengharap surga itu dengan menjalankan perintahNYA menjauhi LaranganNYA… agama ga boleh dijadikan dalil keinginan tertentu….
Ary .. ary .. klo istrinya poliandri ya bukan poligami namanya tapi dalam ISLAM itu dilarang .. mengapa demikian karena nanti benih yang ada dirahim perempuan itu siapa bapaknya .. trus klo anaknya perempuan siapa nanti walinya .. he he he bukankah ISLAM sudah sedemikian komplitnya, trus sekarang ini prosentase perempuan didunia jauh lebih banyak dibanding laki2x (ini perawan dan janda). Bagaimana nasib mereka ? ISLAM telah memperkirakan hal2x yang seperti ini .. bukan hanya berdasar napsu syahwat saja. Makane Ry perempuan banyak gini gak nikah2x :)) Jangan takut dengan poligami .. kamu masih kebagian kok jatahnya :D
Bagaimana dengan virus HIV/AIDS yang penularannya salah satunya dari hubungan sex .. ini disebabkan tidak ada selain ISLAM yang mengatur tentang hal ini sebaik ISLAM.
ISLAM sudah mengatur semuanya, jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari ISLAM beres to .. mengapa dibikin susah mikirin surga dan neraka dan perandaian yang lainnya.
Setuju ama yg di katakan Andi!!
ISLAM itu emang ud sempurna, jangan deh di akal2 in ntar jadinya bid’ah lo…
Jangan keasyikan berdebat terus, … nanti ditinggal kawin lagi sama bapakmu.
@irwan dan ikhwan akhwat sebangsanya,
Cara berpikir seperti kalian yang bikin bangsa ini makin bodoh.
Jangan pernah tabu dengan akal.
Tuhan mencipta akal, lantas kenapa tidak dimaksimalkan?
Islam diturunkan untuk KEMASLAHATAN
Jangan belum apa-apa sudah menutup pintu tafsir.
Pake pake pake tuh amanat Tuhan berupa akal kalian.
Oo ternyata ada orang JIL (Jaringan Islam Liberal) disini.
Saya tunggu komen dari Mas Wadehel aja deh.
he he he .. JIL = kebenaran nisbi .. kebenaran versi siapa .. tidak ada kebenaran hakiki, yang ada kebenaran versi si A, si B, si G :))
Klo masalah akal, kan sudah ada rulenya trus sudah ada contohnya trus mo diapakan lagi .. mau di plesetkan jadi pornografi dan pornoaksi .. trus akhirnya Qur’an jadi kitab porno :)) baca http://andieko.web.id/iseng/wawancara-gus-dur-dan-jil/
Jangan pernah mengakali aturan Tuhan dan jangan pernah menTuhankan akal.
Setuju ama GODRIN ANDI ;)
Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita mensikapinya ingat KENDALIKAN NAFSUMU kalau tidak akan di KENDALIKAN YANG LAIN….
Nabi Muhammad S.A.W sendiri sudah berpesan bahwa semua RULE OF LIFE sudah selesai di Turunkan dan silahkan berpegang teguh pada Qur’an dan Hadist yang syahih…….
Dan ingat akan adanya Debat kusir, yang tidak ada hasilnya tapi malah memupuk permusuhan yang tidak perlu….
mari bangkitkan bangsa… jangan mau di setir ama PEMERINTAH yang BELUM bener… dan cara melempar berita TREND SESA[A]T untuk menutupi PRnya yang belum selesai…
Mari berubah kawan….. mari menjadi lebih baik
bersama sama tentunya :)
Poligami itu boleh wong ad dasarnya kok di Alquran, knapa pd ngeyel sih…………!!!!!!!
@wadehel :
yah, kl gitu setuju deh. yang enak diikutin, yg kaga enak dibuang ajah. hi..hi.. murtad deh gw..
@andi :
kenapa dinosaurus yang memiliki kekuatan 1000 kali lipat dibanding manusia bisa punah, sementara manusia eksis hingga hari ini ?
jawabannya hanya satu : manusia menggunakan akalnya dengan lebih baik drpd ituh dinosaurus.
kenapa kita tau bahwa bumi ini bulat ? jelas bukan karena kitab suci, tp krn akal.
dulu saat penangkal petir ditemukan, tokoh agama pada protes, konon itu menantang Tuhan, karena petir dipercaya alat Tuhan untuk menghukum manusia. Hari ini kita tahu, bahwa tempat suci yang tanpa penangkal petir jauh lebih potensial disambar petir ketimbang tempat prostitusi yang dilengkapi penangkal petir. Galileo bilang : kalau tuhan tidak menghendaki aku memakainya, lalu kenapa dia memberikan aku otak ??
mau tetep tidak pake otak ?
siap2 punah kayak dinosaurus!!
Menurut saya, manusia lebih baik bergantung kepada Sang Pencipta dibandingkan bergantung kepada manusia lainnya. Apapun yg dibuat or dikatakan oleh manusia, masih mungkin bias karena kita memang tdk pernah tahu niat sesungguhnya.
Idola mungkin berbeda dari berhala, tapi bila kita tidak pintar mengendalikan diri, ada kemungkinan perbedaan itu menjadi tipis. Daripada membicarakan org lain, mari kita lihat diri sendiri, mari mencoba dialog dgn Sang Pencipta, agar kita tahu tujuan hidup kita ini. Perjalanan hidup orang lain dapat dijadikan pelajaran, tapi pasti perjalanan hidup setiap manusia berbeda2. Mari kita kenali diri sendiri dulu sebelum mengomentari diri orang lain atau perjalanan hidup orang lain.
Mohon maaf bagi yg tidak berkenan.
Wassalam
a, musim hujan gini enak ya kawin lagi?
ho ho ho ho bisa ajah si ibu mah
a, ndak takut nanti anak2 merasa mendapat ketidakadilan dr aa?
perusahaan saya kan ada 27 buah, tdk ada yg perlu dikhawatirkan
dengan kekayaan yang saya miliki nambah 15 harem lagi juga tak masalah
a, kok di sesi tanya jawab ceramah aa skrg yang nanya cuma satu orang?
masalah itu akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya
a, sumber masalahnya apa sih sampai kawin lagi?
tidak tidak..tidak ada masalah kok
wajar toh saya ingin menikah lagi
coba tanya sama mas-mas di perkantoran sana
insting setiap laki-laki itu bukan pornografi tapi poligami
saya juga heran ini adik-adik di blognya mas wadehel
kok lugu sekali terutama neng indie
begini neng, neng nanti merasakan jika sudah menikah
terutama jika sudah bertahun-tahun apalagi 20 tahun
pasangan kita nanti bukan lagi seperti kekasih tapi teman
ingat? t e m a n
betul tidak ibu-ibu?
halo?
halo?
kok jadi pada ngelamun beginih?
ho ho ho ho
Imannya sih kuat…
Tapi “amin”nya itu lho………
hi…hi…hi…busyeeet………….
Kalo pingin masuk surga ga usah susah-susah poligami, cukup bikin blog “wadeheaven” :B
@irwan
Gue nulis gitu gak ada hubungannya dengan kelompok Islam
tertentu mau JIL kek mau Islam DT kek gak ada!
Dan gue menurut gue pribadi gak menuhankan akal.
Terserah ada orang yg mau menuhankan dalil buat ngelegalisir nafsu kawin lagi dan lagi dan lagi. Yg jelas kalo yg berbuat begitu pemuka ayat-ayat Tuhan, masyarakat berhak teriak.
Peace buat Irwan
Mas, artikel yang menarik (ya saya sudah baca kok hehe)
Jujur saja, saya masih terganggu walaupun surga sudah dijanjikan.. Mungkin saya belum tercerahkan benar..
POligami itu halal kata agama. Insya Allah saya percaya bahwa semua itu ada tujuannya, ada maknanya.
Yang saya takutkah adalah ketika kita manusia yang serba kekurangan ini cenderung menafsirkan kehalalan poligami itu sebagai bentuk pembenaran dari sebuah tindakan ketimbang menjadikannya sebagai tuntunan. Masya Allah mudah2an saya salah..
Makasih atas pencerahannya..
Nabi Muhammad SAW, menikah lagi setelah Siti Khadijah meninggal, jadi tidak menyakiti istri pertama, ini kalo memang ingin mengikuti Rosul, bukan mengikuti nafsu
“ISLAM sudah mengatur semuanya, jika tidak mau ikut aturan ISLAM silahkan keluar saja dari ISLAM beres to .. mengapa dibikin susah mikirin surga dan neraka dan perandaian yang lainnya.” (komentar Andi tgl. 6 Desember).
Numpang tanya: setahu saya sekali masuk Islam nggak boleh keluar lagi seumur-umur. Mana yang betul? Kan ada yang nekat keluar malah diancam, bahkan ada yang dibunuh.
Kalo menggabungkan pendapat beberapa ulama/guru spt AA Gym (poligami) dan KH Noer Iskandar SQ (nikah semalam, halal)…wah kalo dipraktekkan ternyata mantab sekali baik nikmat dan pahalanya. Mungkin ini perlu disebarluaskan ke para calon mujahid/amrozi cs, ternyata nggak perlu ke ampe sorga utk ketemu 72 bidadari, di dunia ternyata kalo mau nyicil ngerasain sorga dikit2x juga bisa..yg penting kuat ama tebel dompet aja.
Huh ! Munafik ! Pakai sunah-sunah Rasul untuk bisa nyeleweng dengan resmi. Munafik. Mengiming-imingi surga bagi wanita yang mau di poligami.
Kapan orang indonesia bisa pinter ya ?
wadehel maaf numpang nyerocos lagi neh,
BUAT KAUM PEREMPUAN
mari siapkan daya tawar kalian
ortu banting tulang utk pendidikan tinggi kalian
jangan mau setelah nikah malah diam,
tidak bekerja, tidak berpenghasilan.
jangan malas bekerja
jangan pula mau disuruh suami berdiam diri
ayo kerja, bikin usaha, cari penghasilan
persiapkan,
apapun dlm pernikahan bisa sj terjadi
kalau pun terjadi suami macam2
jangan takut bercerai
do not afraid to be single!
meski kini byk kaum perempuan lebih mampu
dlm ekonomi drpd kaum lelaki
tunjukkan pada mereka bhw kita sejatinya
adalah ibu pertiwi
memiliki segudang kasih sayang
tidak memiliki hasrat utk jadi kadal darat
jika ada hasrat dan mental berpoliandri
apa bedanya kita dengan anjing dan monyet purba
kita mampu menjadi ibu yang mengajarkan
anak laki-laki kita menjadi manusia sesungguhnya
bukan hewan
tunjukkan pula bahwa kita istri yang hebat dan berbudi
ayo perempuan
ubah paradigma kalian ttg tubuh
berdayakan otak dan keterampilan kalian
jangan kalian hanya mengandalkan tubuh
dan merasa cukup dengannya
tidak terhormat kalian jika punya mental
ingin jadi istri/selir/simpanan kedua kelima dst
meski kalian berharta
jgn pula punya mental priyayi yg rakus dunia
hingga bangga merebut suami orang
@Tukangkomentar
Tidak ada pemaksaan dalam ISLAM. ISLAM adalah Rahmatan lil Alamiin yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.
@n/a
ISLAM tidak merendahkan derajat kaum wanita. Rasulullah sangat menjunjung tinggi derajat wanita saat itu, dimana wanita hanya menjadi pelengkap penderita. Bahkan jika ada bayi perempuan lahir bisa - bisa dibunuh oleh orang tuanya. Mungkin komentar terakhir dari n/a adalah aksi ketidakpuasan para wanita yang tersakiti, tapi jangan khawatir ISLAM selalu memberikan jalan yang baik. Mungkin n/a bisa baca2x kembali alQur’an nya atau Hadist2x yang berhubungan dengan perempuan sehingga bisa lebih paham bagaimana menyikapi hidup didunia ini yang hanya “SEKEDAR MAMPIR”. Seorang Mukmin sejati akan menggap dunia ini adalah penjara dan KIAMAT adalah sebagai pintu gerbang kebebasan.
si wadehel pinter…
lebih pinter dari aa gym sendiri :D
SALUT
#budi
Agama yang mana menentang ALAT PETIR?? jangan samakan AGAMA A dengan AGAMA ISLAM…. seperti kita tau EROPA pernah bermasalah dengan AGAMA… yang kebijkannya TENDENDSIUS… dan AGAMA tersebut bukan AGAMA ISLAM… jadi jangan samakan semua AGAMA dengan AGAMA ISLAM ;)
Dan ingat AGAMA ISLAM juga tidak MELARANG penggunaan akal.. bahkan disuruh menggunakannya… dan ISLAM Allah sudah berjanji akan MENGANGKAT KAUM yang menggunakan AKALnya tidak peduli agamanya apa. Tapi INGAT ada batasan penggunaannya…. bahkan sampai dipaksa seperti apapun tidak akan menembusnya….
*wah kok jadi ikutan debat kusir yaa …..
@Andi
Andi says:
ISLAM tidak merendahkan derajat kaum wanita.
>BETUL. Maka muslim yang membawa amanat dakwah, berilah TELADAN yang baik.
Saran saya: tolong Andi kalau mau ngomentarin ini kembalilah pada konteksnya tentang poligami jangan dibuyarkan dengan yang lain.
Andi again:
Mungkin komentar terakhir dari n/a adalah aksi ketidakpuasan para wanita yang tersakiti,
>SEGALA PUJI BAGI ALLAH
saya tidak tersakiti atau tertindas
masa’ saya mau mengumbar emosi
aksi saya adalah aksi motivasi dan solidaritas
Saran saya: belajar lah untuk berani menentang penindasan dan ketidakadilan
Finally, Andi says:
Mungkin n/a bisa baca2x kembali alQur’an nya atau Hadist2x yang berhubungan dengan perempuan sehingga bisa lebih paham bagaimana menyikapi hidup didunia ini yang hanya “SEKEDAR MAMPIR”. Seorang Mukmin sejati akan menggap dunia ini adalah penjara dan KIAMAT adalah sebagai pintu gerbang kebebasan.
>Nah, kalau sudah tau begitu kenapa tidak dipraktekkan?
Sudah tahu sekedar mampir, masih juga gak puas nahan nafsu dan syahwat poligami dengan alasan daripada TTM atau selingkuh.
Poligami=TTM=Selingkuh sama saja!!!
Ok. cukup komentar saya.
SAVE THE CHILDREN!!!
Agama untuk pembenaran diri atau mencari kebenaran?
Emangnya kalau melihat & menolong anak2 yatim terus bisa terangsang untuk menikahi ibunya?? ( Matakuliah biologi gak laku!)
mau beragama yg benar jangan tergantung satu dua orang Kiai
Aneh masyarakat Indonesia ini emang aneh. :-?
Giliran Pornografi dan Porno Aksi mereka berdalih itu seni dan para kiyai aja yang berpikiran kotor, sehingga pelakunya dibela mati2 an hingga semua media membelanya.
Tapi ini yang jelas2 Syah tidak melanggar hukum, norma dan Agama malah dipermasalahkan.
Yang berfikiran kotor itu siapasih??
Sekarang coba aja lihat kasus ME dan YZ bagai mana kita menyikapinya apakah itu termasuk SENI ??
@ n/a
Cihuyyyy daku dibiliang polossss dan lugu ihhhh ….
*kedipkedip*
Smalem ada Petinggi Poligami Endonesah yang juragan ayam itu lohhh di tipi. Katanya bliaw melakukan poligami itu buat pembelajaran kepada kaum wanita, supaya wanita2 itu bisa berbagi dan menyadari bahwa poligami itu indah dan renyah … cuihhhhh kok bisa2nya ya ngomong gituuuu !!!
Pokoknya mas n/a, daku yang lugu dan polos ini nggak bakalan mau dipoligami. Lha sekolah tinggi2 (direwangi banting tulang orang tuaku) kok nantinya cuma disuruh pake baju kembaran rame2 dan berjalan di belakang “suami bersama” nya .. ihhhhh sorry yeeee …. trus digilir pula lagiii .. hiiiiiiiiiii
(hueheheh malah surat2an sama Mas n/a)
Pisss Mas Wadehel!!
*kenapaaaa juga gue masih betah disini yahhh .. *sigh*
Manusiawi jika orang memilih hukum atau aturan yang paling mengenakkan dirinya.
@ Neng Indie
Yang benar digilir apa menggilir nih ???
ikutan ahhh
setelah aq pikir-pikir.
ada 2 masalah besar yang sekarang sedang beredar
yaitu video porno dpr (baca :perselingkuhan) dan poligami AAGym
sepertinya Tuhan telah menunjukan secara tidak langusng kepada kita
bahwa poligami itu merupakan salah satu solusi dari berbagai masalah perseligkuhan yang ada di indonesia
mungkin dengan poligami kita akan lebih terhormat dibanding kita disebut orang sebagai tukang selingkuh
demikian renungan saya.
trimss
Solusi selingkuh = poligami
Solusi korupsi, pencurian, penjarahan, perampokan, etc = ikhlaskan / berikan saja
Enak bener ya … hukum lu pilih.
Irwan:
“Giliran Pornografi dan Porno Aksi mereka berdalih itu seni dan para kiyai aja yang berpikiran kotor, sehingga pelakunya dibela mati2 an hingga semua media membelanya.”
Apa sih pornografi itu? Apakah semua yang telanjang? Apakah lukisan Picaso itu juga pornografi?
Andi:
Terima kasih atas penjelasannya, jadi yang terjadi itu (jadi moslem yang berganti agama dan dikejar/dibunuh itu cuma karena salah interpretasi yang ngejar/ngebunuh saja?).
@Neb:
setuju bang Neb. poligami itu sadis. tanyalah pada perempuan gimana sakitnya.
kalau mau bersakit-sakit dengan imbalan surga, masih banyak cara.
@Wadehel pada komen Neb:
kayaknya, ada anggapan di masyarakat, semakin beriman seseorang semakin bisa memahami poligami. kasiannn
@Neeya:
komentar yang kayak gimana dulu ndhuk. boleh aja ngefans cuman tak perlulah membabi buta.
@Ary:
ya celakanya banyak perempuan yang rela menerima nasibnya dengan memakai alasan-alasan pembenaran yang menguntungkan pihak lelaki.
@amd:
poligami itu sunah? hmm mana ayatnya mannn? nabi berpoligami motivasinya bukan seks semata, itu yang pernah aku baca
@irwan:
kamu bodoh! silakan dukung AA tak ada yang melarang. cuman kesimpulan Anti Polygami = mengijinkan suwami punya wanita simpanan. memangnya manusia sama dengan binatang yang tak bisa memanaj sahwat?
satu lagi komentar anehmu, mencampurasukan poligami dengan pornografi.
@redwar:
benar. membagi benda-benda yang bisa diukur, ditimbang danditakar aja blum bisa adil. bagaimana membagi cinta, kasih sayang dan seks secara adil. gimana ngukurnya coba?
@n/a :
setuju dengan anda. kita harus memakai akal setiap menafsirkan ayat Quran. karena teks Quran turun sesuai dengan konteksnya. jadi kalau akal tak dipakai sama aja dengan meremehkan Tuhan yang menciptakanya.
@CR:
kamu bijak. tapi penakut, tak punya sikap mannn :)
bagi wadehel, selamat pesannya sampai.
@Jauhari
He.. he.. saya ngga nyebut2 agama A ato B. saya hanya ngasih contoh salah satu ketololan pengikut agama. Tapi kl saya nyebut ketololan pengikut agama A, mereka akan bilang, ITU KAN OKNUM YANG KAGA NGERTI AJARANNYA!! he.. he.. kayak die udah paling ngerti aje…
Batasannya apa ya mas/mbak jauhari ?
Apakah batasan yang diterapkan untuk mbak/mas, sama dengan batasan yang diterapkan terhadap saya, misalnya ?
walah.. ini juga jd surat2an…. muah muah aja deh…
@ Ary
Justru mereka itu gak mau keluar karena tidak rela bila Islam ditunggangi seenaknya oleh orang-orang yang pandai menggunakan agama untuk membenarkan segala keinginannya. Tapi mungkin benar juga seperti kata Tukang Komentar, beberapa mungkin bertahan hanya karena takut dibantai bila memilih keluar.
@ n/a
Saya lihat justru pihak-pihak yang mengaku suka menggunakan akal, malah kalah akal, kalah cerdik dengan mereka yang seakan-akan mengharamkan penggunaan akal :P Mereka yang terkesan anti akal itu justru lebih pandai dalam mengakali agama untuk membenarkan segala yang mereka inginkan.
Btw, puisinya bagus sekali, jangan sampai dibaca istrinya AA Gym tuh :D
@ Irwan
Hmm… menurut anda gimana, supaya blog ini lebih Islami, apa sebaiknya JIL dilarang masuk?
*ikutan oot*
@ Andi
Terimakasih untuk contoh trackback yang tidak baik.
@ Jauhari
Kalau menurut saya, kalimat yang lebih sesuai kenyataan itu begini:
Islam sudah lengkap, tinggal bagaimana kita menyikapinya, KENDALIKAN NAFSUMU, kalau sulit, ya KENDALIKAN PIHAK LAIN SAJA, tentunya dengan menggunakan dalil-dalil yang lengkap itu.
@ Budi
Wukikikik, jangan murtad atuh. Nanti masuk neraka lho.
@ NolBuku
Haaaah??? Nyindiiirrr… harusnya saya hapus tuh komennya.
@ JaF
Waaaaaaw, terimakasih sudah sudi mampir. Sungguh sebuah kehormatan bisa dikunjungi seorang senior seperti Pak JaF :)
Sebenarnya saya juga sangat terganggu dengan kasusnya AA, makanya itu saya berusaha melihat dari sudut pandang AA dan mencari pembenaran untuk
membungkammenentramkan nurani saya.@ Darmawali
Husss, fakta itu tidak untuk umum. Kalo kedengaran AA Gym gimana?
*dah rahasia umum kale*
@ GP
Benar sekali, sekilas saja sudah ketahuan bahwa pahalanya memang mantab dan luar biasa. Mungkin kalau ada yang jago programming bisa bikin semacam kalkulator pahala untuk poligami? Mungkin bisa meyakinkan mereka yang masih ragu.
@ Nemo
Kalau mau menolong janda itu ya memang harus dengan mengawininya, coba anda pikir, apa pantas kita membiayai makan dan sekolah anak-anaknya sedangkan ibunya hanya kita beri dildo/vibrator? Kasian kan?
@ Neng Indie Yang Lugu
Wuih, untungnya Tuhan cukup adil dan tidak membiarkan semua cewe sepintar anda. Btw, soal gilir menggilir, justru si suami yang digilir kan? Ini harus ditanyakan pada AA, pake wirid apa biar batangnya cukup buat memuaskan berdua.
@ Paijo
Lha itu kan salah satu gunanya akal Pak, untuk mengakali agama supaya bisa jadi pembenaran. Mau ikut coba bereksperimen? Masa tentang alat2 saja, sekali2 tentang agama juga dong :P
@ Tukang Komentar
Mungkin diskusi tentang pornografi bisa dipersingkat dengan langsung memberikan definisi atau linknya saja Pak, tentunya definisi menurut MUI/DPR. Betul tidak Pak Irwan Yth?
@kw
Kok situ jd sewot sih..
Jangan2…….
Kamu ini ME…. atau
Bapakmu itu YZ Yaaaaa………….
:)
@ Irwan & Pak Kw
Sudah lah, jangan saling menyerang pribadi gitu. Sudah impas itu satu sama. Semua juga tahu kok kalau anda berdua itu bersaudara, sama-sama keturunan Adam kan?
Saya malas nih kalau harus memoderasinya, koneksi disini tidak secepat anda-anda tauk.
Terimakasih untuk pengertiannya.
dulu perang itu halal asal untuk kebaikan atau memerangi suatu kejahatan. kultur zaman dahulu kala itu memang begitu, perang,laki2 beristri puluhan bahkan ratusan!!dan saat rasul turun ke tengah2 masyarakat beristri banyak,nabi hanya punya 1 istri,Khadijah. saat khadijah meninggal barulah nabi berpoligami,DGN WANITA2 TUA YG SUAMINYA MENINGGAL SAAT PERANG. WANITA2 YANG TAK AKAN MUNGKIN DINIKAHI OLEH LAKI2 MANAPUN DISAAT ITU.APA YANG AKAN TERJADI PADA MEREKA TANPA SUAMI?MEREKA BUKAN PEREMPUAN2 ZAMAN SEKARANG YANG BISA KERJA KANTORAN,BISA LAMAR DI MODEL AGENCY.JADI NABI MENIKAHI MEREKA BETUL2 KARENA INGIN MEMBERI PERLINDUNGAN PADA MEREKA, MENGANGKAT DERAJAT MEREKA. pada saat itu cuma itu cara yang wajar dilakukan karena peradaban membolehkan beristri lebih dari 1. dan permpuan2 saat itu juga menganggap lumrah dimadu karena bagian dari kultur. misal, nenek2 kita yang menganggap lumrah ngurusin anak n masak n ga boleh kerja.
SEKARANG,kita liat peradaban sekarang. perbudakan sudah dihapuskan, perdamaian sudah dijunjung, perang sudah dikutuk. semua orang benci perang karena mereka sudah menemukan cara yang lebih baik dalam bersosialisasi, yaitu perundingan. poligami juga udah nggak jaman karena masih banyak cara untuk melindungi wanita2 lemah. bahkan wanita juga sudah bisa mengangkat sendiri martabatnya dengan bekerja(yang halal tentunya). Agama islam itu agama yang mengusung perdamaian. tidak mungkin Allah meridhai suatu perbuatan yang menyakiti fisik maupun perasaan orang lain.LOGISnya…kalo poligami itu menyakiti istri, HARAM hukumnya. karena pekerjaan yang sakit2i orang itu dilaknat Allah. seadil2nya suami,istri tetap tersakiti karena harus berbagi. memang kita bisa duduk dengan sebelah pantat kita, tapi apa itu menyenangkan?secenter apapun kita duduk dengan sebelah pantat,rasanya tetap tidak enak kan?
SATU LAGI, jangan deh pake bilang, yang halal dihujat yang selingkuh dibolehin.SHUT UP! siapa bilang selingkuh dibolehin??pa selama ni masyarakat kita kurang mengadili skandal2 artis yang selingkuh?pa artis yang selingkuh ga dipandang sebelah mata bahkan dicibir? sebenarnya orang2 yang berpoligami karena menghindari selingkuh sama buruknya dengan mereka yang selingkuh.SAMA2 TIDAK PUAS. N APA GUNANYA IMAN KALO TIDAK BISA MENGENDALIKAN KETIDAKPUASAN?saya memang bukan ahli agama, tapi jangan dibeda2in deh..yang udah ulama sekalipun belum tentu surga. soal gitu2an biarin Allah yang ngurusin.
Maaf mas Wadehel dan Pak Kw yang pinter.
Disini kita kan seharusnya saling menghargai pendapat oranglain karena tak mungkin kita memaksakan kehendak ke orang lain karena itu bisa jadi melanggar hak asasi berpendapat.
Mengenai JIL bukannya ga boleh gabung boleh aja, toh ini bukan blognya saya, cuma saya sepertinnya ga bisa nandingi bicaranya orang JIL yang main filsafat, saya belum sanggup belajar filsafat.
Peace buat semua.
:)>-
salam kenal :)
[…]hmm… gini neh kalo gag semangat ngoding.. yang ada ngisi blog :D
jadi, seperti judulnya, dan terinspirasi juga dengan blog mas wadehel saya (iya tau ini udah telat banget tapi gapapa lah) mau mengomentari tentang 2 hal, pertama tentang poligami dan kedua tentang salah satu tokoh masyarakat kita, Aa Gym[…]
Maaf nana…
Anda menghina istri Nabi.
Anda mengatakan:
> WANITA2 YANG TAK AKAN MUNGKIN DINIKAHI OLEH LAKI2 MANAPUN DISAAT ITU.
Sekali lagi istri nabi itu semuanya cantik2.
@ Irwan
Iiiiiihhh situ sensitip banget dehh. Baca lagi dong ah baik2 tulisan Mbak Nana. Daku kok nggak ngeliat sih kalo tulisan Mbak Nana itu mengina Nabi.
Maksudnyaaa .. Nabi kan nggak nikah lagi sama mantan model yang masih semok montok yang walaupun jande tapinye kaya, punya duit banyak .. getoohhh.
Niat poligami Nabi pasti beda lah dengan niat poligami cowok2/bapak2/engkong2 jaman sekarang … Jadi nggak bisa disama2in.
*sambil ngemil kacang kulit*
Trus tentang istri yang suaminya dibunuh, diperangi.. trus istrinya ditiduri gimanah ? Pengesahan terhadap meniduri budak2 wanita gimanah ? eit, saya tidak sedang menghina loh, cuman nanyak… :p
*tuing..tuing*
@Irwan,
ok dimaafkan. aku juga minta maaf. aku tak pernah mengklaim pinter kok.
entah kalau pak wadehel?
:)
@ Nana
Bagus sekali pendapatnya :) kalau AA Gym baca, kira-kira gimana ya pembelaannya? Harusnya anda tulis di blog anda tuh, kirim ke sini cukup trackbacknya saja. Kalo berdiri sendiri kan bisa dijadiin referensi orang, dan bisa dimasukin delicious :D
@ Irwan
Setuju Pak Irwan Yth, kita memang harus selalu menghargai pendapat orang lain, bahkan meski menurut kita pendapat itu sama sekali tidak berharga.
Untuk disadari, sebenarnya di blog ini hak asasi berpendapat sama sekali tidak ada, saya bisa saja menghapus komentar anda atau siapapun bila saya anggap tidak berharga, disini kuasa saya hampir seperti Tuhan, bwaaaahahahahahaha… hehe.. ehem. Tentunya dengan kekuasaan yang dibawah si Matt dan kru admin wordpress.com yg lain. Saya tidak menghapus hanya karena komentar anda semua masih berharga.
Soal istri nabi yang cantik2, emangnya anda sudah melihat kah? Punya foto-fotonya? Upload dong di blog anda. Btw, alamat blog anda dimana ya?
Peace juga untuk semua.
@ Ramot
Salam kenal, konten blog anda sangat bagus, apalagi pernyataan pendapat tentang poly polyan itu. Tapiiii… themenya tidak idiotfriendly tuh. Saya susah menavigasi, apalagi mengomentari. Mencari permanent link untuk dilink juga saya tidak berhasil.
@ Bud
Emang siapa yang melakukan hal sebejad itu? Eh, tapi jangan dibahas disini, di blog anda saja yaaa…. terlalu gimanaaaa gitu. Alamat blognya dong?
@ Kw
Saya juga minta maaf. Saya juga tidak pernah mengklaim diri saya pintar. Ini kan Pak Irwan aja yang asal nuduh bahwa kita pintar. Sudah lah, Pak Irwan dan Pak Kw, jangan diperpanjang disini. Suwer, saya malas memoderasi. Maaf yaaa.
ye. gitu aja malas. jangan malas dong. punya kekuasaan seperti Tuhan, tapi punya rasa malas. malas itu kan pekerjaan setan katanya.
gak matching kan?
oh ya jangan dihapus ya komen ini
hua hua hua
mahap pak wadehel, saya ngga punya blog. sedih ngga sih ?? hare gene gitu loh ?? yah.. saya blm beruntung punya cukup waktu utk bikin blog. mangkanya saya mo ngucapin makasih bisa ikut cawe2 disini.. makasih pak wadehel (tangan tercangkup di dada, pala nunduk). saya kira saya hrs banyak belajar dari pak wadehel. jenaka, menggelitik tp tetep bermutu (menurut ukuran saya). heh.. kok jd muji2 ya ? jangan GR, Bro! :)
oh ya, sebaiknya emang tidak diteruskan disini. itu hanya mengingatkan saja, bahwa terkadang yang kita anggap suci bisa memiliki sisi kehinaan yang sehina hinanya. makanya jangan terlalu membuta. pake otak.
@wadehel dan ramot
Permalink untuk ramot adalah
http://stevansainsuno.blogspot.com/2006/12/about-polly-polly-thing.html
idiotfriendly.. baru dengar. Biasanya dari anak saya, yang ada userfriendly. hihihihi
he..he..he.. poligami, isu lama yg diblow-up kembali gara-gara Aa Gym…
Ah…sudahlah, manusia punya pilihan hidup. Untuk apa menyakiti hati orang lain jika kita sendiri tidak mampu untuk berlaku adil. Hanya Tuhan yang bisa adil, di surga dan di dunia, dan dimana saja.
Preferensi pribadi saya adalah : TIDAK. Dan punya pilihan sendiri lebih enak daripada berlindung dibalik topeng ajaran agama sambil mengaku diri orang yg baik dan adil.
terimakasih… :-)
Wah, koment yang ke-90!! (Ga ada hubungannya ya??)
Baca juga : Benarkah Poligami Sunnah ?
http://servocenter.wordpress.com/2006/12/04/poligami-aa-gym/
om dehel…
brati abang oma udah lega yah,,udah ada temennya dy..
kan sama2 pemuka agama bukan :D
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada
berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat
yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama
istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28
tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi
berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa
hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan
pernyataan “poligami itu sunah”.
Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi’i (w. 204 H), adalah
penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami
Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan
terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri kitab Jami’
al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam Ibn
al-Atsir (544-606H), kita dapat menemukan bukti bahwa poligami Nabi
adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika
lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.
Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa
dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawinan
Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.
masih yang kemarin :-?
@luna_unet:
benar sekali. beda kan dengan motivasi poligamer sekarang? silakan berargumen lagi yang masih mendukung poligami.
pissss mannn.
(sapi pipis dimana mann?
ya, maaf kalau tidak idiotfriendly, memang sudah lama theme nya itu mau diubah tapi apa daya kopi paste theme dari internet saja saya malas :p
@ Kw
Iya deh, ga di hapus. You junk, i junk. Asal jangan parah2 aja, nanti kalo saya tergoda setan rajin, akan saya hapus semua.
@ Budi
Gpp Pak, punya blog bukan salah satu syarat masuk syurga kok. :P Terimakasih juga sudah sering membaca dan mengomentari. Terimakasih juga sudah mengingatkan, bisa jadi bahan tulisan itu.
@ Edratna
Terimakasih untuk permanya, sekarang kan jadi bisa dicatet di del.icio.us saya.
@ Fertobhades
Hehe, benar itu, andai saja semua orang bisa seperti anda, tidak bertopeng dan tidak ingin saling menyakiti, ini dunia pasti jadi surga.
@ SENSOR
Udah skimming :P nanti saya baca lagi deh
@ Bebex
Aduh, jangan sebut nama itu dong! Masa AA G disamakan dengan begituan?
Hehe, dulu saya akan keberatan seperti itu, sekarang sih… ternyata mereka memang sama aja. Dasar pemuka agama.
@ Luna_unet
Yakin? Jangan-jangan sejarah yang anda dapat itu versi rekayasa? :P
Kenapa dengan Aisyah RA? Bikin blog ttg itu dong.
@ om7ack
Iya nih, blm sempet nulis lagi nih. Idenya blm ada. Nanti saya cari inspirasi dari blog anda aaah…
@ Ramot
Jangan malas dong, seperti kata Om Kw, malas itu hasutan setan, nanti nyemplung neraka lho. Sayang kan, pesan bagus2 tapi kalo cara menyampaikannya rumit, kasihan orang-orang harusnya dapat pesan itu jadi sulit memenuhi takdirnya :P
kl panjang gini, berarti poligami memang [masih] menimbulkan konflik..yah namanya juga poli..
siapa ya tokoh yg poligami berikutnya..
kira2 pak Guh bikin postingan sejenis gak ya.. :)
Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan
Ada 6 keutungan membunuh orang yang kita benci:
1. Mengurangi populasi manusia
Membunuh satu orang sangat membantu menekan populasi manusia di bumi yang akan mencapai ambang batas
2. Mencegah fitnah
Karena yang akan difitnah sudah tidak ada.
3. Melatih diri untuk jujur
Dengan membunuh orang kita benci, kita telah bersikap jujur dalam menunjukkan rasa benci kita.
4. Mempercepat masuk surga
Karena semakin sedikit orang yang membenci anda, semakin sedikit orang yang mendoakan anda buruk-buruk.
5. Melatih kecerdasan
Supaya pembunuhan yang anda lakukan tidak ketahuan polisi, anda harus melatih logika anda.
6. Melatih ikhlas
Membunuh sesama manusa itu membutuhkan keikhlasan untuk tidak masuk surga.
Promosi posting: http://hermansaksono.blogspot.com/2006/12/argumen-pro-poligami.html
Ke 100!!
(Gak Penting Banget Ya?)
Polygami hemh… tak seindah yang di bayangkan.. bisa bayangi AA gym lagi main ama istri barunya.. koyo opo yo bentuk nya.. teh nini di sebelah… menangis. sedih sambl mengucapkan ,,” seperti saya dulu.waktu AA sering kalah hik hik” makan tu pelycily ?! Polygami di jama sekarang yang di lakukan para Kyiayi sangat menjijikan krena orientasinya hanya keSEX aja. jangan bilang istri barunya AA lebih jelek dari teh NINI, jangan bilang istri barunya AA anaknya lebih banyak dari teh nini… saya yakin ,, kalo AA sudah merasakan service dari istri barunya pasti.. teh nini akan terlupakan,, saya bisa bayangkan,,, bangaimana degan Wadehel bisa… hemh pasti dah pengalaman.. gak mungkinlah kalo kita ada Roti makan singkong gosong he he, AA juga manusia! punya hati punya rasa,, ya gak.. tulisan Wadahel itu sangat jelas.. mendukung polygami..secara terbalik he hek.. tiwas aq serius bacane.. sebelum di catet malaikat saya ucapkan astagfirrullah….
Memangnya anda siapa? Memangnya sudah setinggi apa ilmu anda dibanding para poligamis itu? Apa yang sudah anda sumbangkan untuk umat beragama? Anda bisa apa? Kalau bukan apa-apa, kalau belum punya banyak restoran, kalau belum jadi dai kondang, kalau belum jadi pemuka agama hebat, tak perlu lah menganjing-anjingkan mereka. Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.
…..
wah wah…
saya sama kok dengan pemuka agama hebat, dengan orang yang punya banyak franchise, semua punya porsinya masing-masing. saya sendiri orang yang suka ke dugem ampir tiap malam. tapi urusan nilai menilai, biar tuhan yang memutuskan
ketika anda tanya saya bisa apa, saya punya kebisaan yang ngga dapat dibuktikan para poligamer. saya bisa menjaga kesetiaan.
ngga perlu membangga-banggakan apa yang bisa lo lakuin pada semua orang, tapi akhirnya justru menyakiti orang terdekat yang menyayangi kita tanpa syarat.
jadi dengan segala kelebihan dan kekurangan, saya sama dengan mereka.
pernah ngga berpikir hujatan pada pelaku poligami itu adalah ihwal dari perbuatan mereka sendiri. jadi kalau mau menyalahkan, salahkan saja poligami itu karena melakukan tindakan yang bikin orang marah. sama ketika anda menyalahkan saya (dan orang-orang) karena tidak bisa menjaga mulut.
menikah untuk mendapat ridha allah
tapi lebih dari itu, menikah adalah pilihan
tuhan ngga menyarankan kita menikah, semata-mata karena surga
seorang pria bisa jadi melakukan dosa ketika pertama kali tertarik dengan wanita selain istrinya
tapi alih-alih menghilangkan perasaan itu
Edia malah meneruskan dan memutuskan untuk memadu istrinya sendiri
biji yang ditanam di tanah yang rusak, ngga akan menghasilkan kebaikan.
beda ama cerita rasul jaman dulu, yang menikah lagi demi janda korban perang. istri baru gymnastiar meski janda, masih sanggup bekerja, masih muda, urusan jodoh, tentunya masih banyak yang berminat.
bukannya nyariin suami yg baik, malah diembat sendiri.
kaum pria seakan ga pernah mau disalahkan, membela diri dengan alasan naluri. well, tuhan juga ngasih kita pikiran. itu yang paling membedakan kita dengan binatang.
kasus poligami seakan lebih menjadi permasalahan bagi kaum wanita untuk memandang fenomena ’satu batang rame-rame’ dari sudut sebelah mana.
kalo disebut MELATIH KESABARAN…
whoaaa… sampe sebatas mana dulu
yang dilakukan teh ninih
udah sabar banget biarin suaminya menikah lagi
tapi akhirnya dia udah mengingkari janjinya sendiri
dia ga lagi menikah atas nama cintanya ama pasangan
terus dimana letak kebahagiaannya
IKHLAS dan BELAJAR BERBAGI
hueee.. ngga bisa dengan cara istri membagi-bagikan suaminya dong. bahkan tuhan aja membatasi dalam hal berbagi. 2,5 persen
intinya adalah, berbagi.. tapi jangan sampai kamu merugi. ngga bisa ketika suami minta kawin, terus kita diingatkan untuk berbagi.
MEMBUAT DIRI LEBIH MENCINTAI ALLAH
ketika suami punya istri lagi, sang istri mengalihkan cintanya pada tuhan. trus dimana kesetiaan cinta kamu ama suami? (atau bertanya pada suami, dimana kesetiaan cinta kamu pada istri)
tuhan emang layak dicintai nomor satu. tapi bukan itu alasan awal kenapa kita mau menikah dengan seseorang. tapi karena kita bener-bener mencintai orang yang mau kita nikahi.
kalo ingin hidupnya sempurna. kita ngga cuman dituntut untuk melakukan perbuatan surgawi, tapi juga melakukan perbuatan duniawi dengan sebaik-baiknya. termasuk memilih pasangan.
MELATIH HIDUP BERSIH DAN SEHAT
bukankah sejak lahir kita udah diajarkan untuk hidup bersih dan sehat. ngga perlu macem-macem dengan membiarkan suami menikah lagi dan menikmati sex dengan wanita berbeda. cuman gara-gara kita pengen mempraktekkan safe sex.
pliss dey!
MELATIH DIRI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS
suami jatuh pada pelukan cewek lain karena ada standar kualitas yang tidak dapat dipenuhi istri. dengan membiarkan suami kawin lagi, berarti kita udah menyerah. kita udah kalah. barang reject, sampe-sampe suami nyari komplementarinya
kalo kita disuruh meningkatkan kualitas, bagus sih. tapi berarti kita juga harus menaikkan harga tawar dong. masa barang bagus dihargai murah. pake alasan pengen kawin lagi
MELATIH UNTUK TIDAK DENGKI
iyah jangan mendengki. nggak baik. makanya daripada suami kawin lagi terus jadi dengki, stress, dan mendadak gila. mending jangan boleh dia kawin lagi. atau minta cerai. toh MELARANG SUAMI KAWIN LAGI BUKAN DOSA.
aku cm mau nimbrung..tapi mau sedikit share mengenai ilmu yg pernah diajarkan guru mengenai ‘kepemilikan’ manusia… utk poligami, there’s nothing i cant say bout it… suatu hukum yang aku hormati… kembali kepada masalah kepemilikan berkenaan dgn tauhiditas kita dengan pencipta.. satu hal yang jelas, Allah ‘memberikan’ manusia kehendak..karena apa? karena sebnrnya manusia tuh gak punya apa-apa khan? bukan cm yg nyata di mata aja yg titipan… tapi jg hal2 yg gak keliatan seperti perasaan (cinta, sedih, senang, marah), keinginan/kehendak… jadi setiap manusia itu bebas berkehendak dan setiap yang terjadi akibat kehendak manusia, itulah kehendak Allah…
bukan berarti kita tidak boleh berkehendak, justru udah sunatullah kita punya kehendak…
dalam hal poligami aa gym, ada 2 kehendak yang hadir, yaitu kehendak aa gym untuk menikah lagi n kehendak teh ninih (yang mungkin) tidak mau dimadu….(tapi inget, 2-2nya itu ‘kehendak’ kepunyaan Allah, lho…)
tapi segala hasil itu adalah hasil perjangan tiap2 manusia, kan?
nah, saat aa gym gol menikah lagi, maka sebenarnya kita melihat kehendak siapa yang menang…(krn pasti aa gym sudah memperjuangkannya, bukan?)
n artinya, kehendak siapa pun yg menang, maka sebenarnya itu adalah kehendak Allah jg (krn manusia sebenarnya tidak akan punya kehendak kalau bukan dianugerahi Allah, yg notabene itu punyanya Allah)…
walhasil, sbg cewek, aku cm mau bilang bahwa teh ninih dipersilakan untuk memperjuangkan kehendaknya…mau menerima, atau minta cerai, atau tidak mau dimadu (dulu..)
tidak ada yg bilang bahwa kalau wanita minta cerai itu tidak akan dapat pahala di kemudian hari, kan?
aku sih lbh baik cari ladang pahala yang lain… membesarkan anakku sendirian aku rasa bukan hal yang kecil pahalanya….tapi yg jelas aku memberikan hadiah kepada anak2ku yaitu perhatian yang tulus dan penuh kebahagiaan (bukan dalam keadaan tertekan) selama mebesarkan mereka krn tidak dimadu…n it’s priceless… n yg jelas, itu adalah kehendakku yg aku perjuangkan…
jadi kpd para suami, silakan pilih jalan terbaik menuju surga, n para wanita, tentu juga punya dong cara terbaik menuju surga….janda ditinggal mati n janda ditinggal suami kawin lagi gak punya perbedaan derajat kok…
@ Dani
Postingan sejenis? hmmm. Bisa aja, daripada ga ada yang ditulis, akan selalu ada pembenaran untuk apa saja :)
@ Herman Saksono
Brilian!! Harusnya itu dibuat blog tersendiri!
@ Amd
Wow, udah 100 ternyata. Berarti saya yang ke… 104?
hey! SPAM itu!
@ MbahKeman
Makanya mbah, kalo mbaca jangan sambil emosi, nggak baik buat jantung.
@ Bram
Duh, saya baru kepikir sekarang. Suwer! Mohon dimaafkan. Dan Terimakasih atas pencerahannya :)
Pssst, sebenernya saya juga tidak setuju poligami kok. Ini tulisan hanya usaha aja bikin sebel para istri, para perempuan, siapa tahu bisa membangunkan mereka dari tidur panjang yang bodoh.
*emang siapa elu Hel!!* Hehe.
@ Si Tike
Betulll, saya setuju sekali. Terimakasih sudah memberi komentar yang “cewe” dan “ibu” banget, dan mandiri pula. Semoga semakin banyak Ibu di Indonesia bisa seperti anda.
ini ada tulisan menarik, gw copy - paste ajah, semoga ngga dianggap pelanggaran hak cipta, krn gw jg ngga tau siapa yg nulis. tp swear, argumennya boleh juga, meski ada kekurangan yg mendasar : ngga pake ngutip2 ayat suci….
——————
Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek yang rencananya mau nikah bulan2 ini … sampe akhirnya ngomongin tentang poligami …. komentarnya memang agak nyebrang … malahan jadi ngebahas poliandri katanya gini nih …
“Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang anak bukanlah siapakah lelaki yang menyumbangkan seciprat sperma untuk membuat dirinya, tapi siapakah yang berperan sebagai sosok seorang ayah sesungguhnya dalam pertumbuhannya. Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak diuntungkan karena lebih banyak yang melindungi mereka jika ada apa-apa. Bahkan mungkin ada baiknya jika ke-empat ayah tersebut mengatur shift kerja mereka sehingga setidaknya ada 1 ayah yang selalu berjaga di rumah setiap saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal: Kalau ada perampok yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang akan melindungi ibu dan anak-anaknya)
Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang punggung keluarga. (EMPAT saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau 3, tapi EMPAT sumber pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan, kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.
Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang 1 terkena PHK, masih ada 3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena PHK itu juga akan merasa gengsi dan malu terhadap 3 suami lainnya, sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.
Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab, walaupun ada 4 pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik anaknya cuma 1!! Jadinya ya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah penduduk dan anak-anak yang dibuat pun diharapkan lebih “berkualitas” . (Ya itulah, karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber pemasukan) Intinya: turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!
Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di antara para istri dan anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan efek perdamaian. Sebab pada saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya (Pokoknya di antara 4 itu! Eh, diluar 4 itu juga bisa ding), maka para ayah akan tetap memberikan perhatian kepada si anak. Masing-masing ayah akan menganggap anak tersebut adalah anaknya. (Kalau di poligamikan, bisa ada resiko setiap anak membangga-banggakan ibunya doang dan menjelekkan ibu dari anak yang lain)
Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman untuk main catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat turnamen kecil-kecilan) ataupun main kartu (Pas 4 orang! Cocok buat maen capsa, maen mahjong juga bisa). Nonton bola di rumah pun menjadi lebih semarak!
Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar menekan rasa egoisnya dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar. Ingat, Tuhan suka orang sabar.
Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang. Bayangkan jika seorang suami punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang istri yang berpotensi untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi JIKA 4 suami 1 istri, maka rata-rata kemungkinan masing-masing suami di-rese- in istri adalah maksimal 6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa sang istri mengomel selama 24 jam non-stop)
Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur harapan hidup pria lebih pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati, sang istri tidak akan langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami yang menemani. Sementara jika sang istri yang mati, maka para suami bisa memilih untuk segera kawin lagi atau menjomblo. (Point bebek di sini: Kalau seorang wanita menjadi janda, maka ia lebih sulit untuk mencari suami daripada seorang duda mencari istri)
Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas. Sudah menjadi keluhan umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita gagal mencapai orgasme karena suami cepat selesai atau tidur begitu saja setelah mencapai puncak. Padahal pada umumnya, wanita itu lebih lambat panas daripada pria.
Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami tersebut bisa ber- estafet ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas juga, maka jangan kuatir, masih ada rekan anda yang akan meneruskan perjuangan membawa istri menuju ke puncak kenikmatan. (Menuju puncak, gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA RASA.. Kyaaaaaaa.!! )
Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat seks manusia. Laki-laki pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu keabisan tenaga, sementara wanita bisa orgasme berkali-kali, bahkan organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan persiapan terlalu banyak seperti halnya laki-laki. ( Kan harus nungguin Joy-sticknya berdiri dulu.)
Jika wanita berhalangan pun (Entah apapun alasannya.), laki-laki bisa dengan mudah swalayan karena organ seksnya terbuka dan menggantung di luar tubuh. (Tidak seperti perempuan yang organnya lebih tersembunyi, jadi lebih ribet kalau mau swalayan)
Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara SEPIHAK bahwa poliandri “lebih baik” daripada poligami.”
Nah loh …………/
Ada pepatah mengatakan ;
” Laki2 seperti botol coca cola : biar isi berceceran dimana2 yang penting botol dipulangin”.
” Perempuan seperti kulkas : biarpun gak kemana2, tapi dpt menyimpan beberapa botol sekaligus di dalam nya”.
Sebagai sesama muslim, ane pengen ikut komentar nih…
Efek negatif kalo ‘merasa’ ilmu agama paling tinggi adalah “meng-klaim bahwa pikirannya sudah sesuai dengan keinginan Allah, sesuai Al-Quran”. Orang lain yg tidak sepaham dianggap belum mengerti Al-Quran. Itulah yg namanya “KEBLINGER”.
Poligami harus dipandang secara mendalam, bukan hanya mengutip SEBAGIAN ayat dalam Al-Quran saja. Pemahaman secara dangkal seperti ini sangat berbahaya! Manusia yg picik akan cenderung menganggap dirinya sudah sesuai dengan ajaran Allah/Al-Quran. Termasuk dalam menyikapi suatu kejadian sebagai “KEHENDAK ALLAH”, padahal kejadian tsb adalah “KEHENDAK MANUSIA” itu sendiri.
Itulah yg namanya “AGAMA DIPAKAI SEBAGAI KEDOK” pembenaran atas perbuatan maksiat. Berbahaya sekali! Contohnya nggak usah jauh2, semua teroris/pengebom azahari/noordin m. top, semuanya merasa melakukan perintah Allah/Al-Quran. Wow… Allah tidak bisa di-klaim serendah itu.
Demikian Nabi Muhammad tidak bisa dianggap rendah dengan melakukan poligami, karena setting waktu & tempat yang berbeda dengan keadaan sekarang. Intinya Nabi justru melakukan kebaikan dengan poligami-Nya. Nah kita semua ‘manusia biasa’, janganlah sok-sok an dengan menyetarakan diri seperti Nabi, berpikiran seperti Nabi. Itu namanya KEBLINGER!.
Apalagi sebagai pemimpin sebuah pesantren yg ‘dulu’ ngetop (sejak poligami langsung gak ngetop lagi deh, kawatir jadi “pesantren poligami”). Mengatakan “aa ingin memberikan contoh poligami yang baik” Wah.. kebablasan bener nih. Bagaimana contoh yg baik, bisa muncul dari tindakan yang ‘buruk’, disebut buruk karena:
1. ternyata aa tidak melakukan prosedur yg benar menurut Al-Quran.
2. ijin poligami aa, baru diurus kemarin, setelah berita “istri simpanan’ terekpos oleh media masa. (saya lebih cenderung menyebut rini sbg istri simpanan)
3. perselingkuhan sudah terjadi 3-5 tahun yang lalu tapi ijin poligami baru kemarin.
4. prasayarat poligami tidak dipenuhi oleh aa (istri tidak mampu punya keturunan, istri sakit, istri meninggal, ijin dari istri pertama yg terlambat)
5. istri kedua ternyata bukan janda yg memerlukan banyak bantuan (janda2 korban perang, janda bencana tsunami, janda korban gempa, dll).
6. tidak ada manusia biasa yg bisa adil terhadap istri-istrinya. (kalo MERASA bisa adil mah banyak… )
7. poligami aa ternyata ‘nafsu syahwat’ belaka jadi nggak pantas untuk ditiru, apalagi ingin jadi panutan… keblinger banget…
Demikian sedikit pendapat saya, semoga menjadi jernih dan jelas.
Kalangan NU dan Muhamadiyah pun sudah sejak tahun 1928 tidak melakukan praktek poligami lagi.
Komentar Pak Hasan oke banget! Semoga AA Gym bisa membaca dan insyaf atas kelakukannya.
Tapi nasi sudah jadi basi, euy!
@ Siti
Sudah jadi basi apa jadi tahi? :P
@ Hasan
Tadi Mahmud, sekarang Hasan?
@ Budi
itu tulisannya bebek ya?
hmmm polygami… gue jd bosen dnegernya belakangan ini. btw mas wadehel.. disini banyak blog tambahan yah.. artikel di komentarnya keren2 hehehehe.
sory gue jangan digebukin yah… kalo mas hel bilang istilahnya satu batang rame2.. hmm apa bisa dibilang juga ini pelacuran terselubung?
@ Ivie
Saya juga udah bosen bin mual, tapi bukan berarti tidak akan mbahas lagi :P
Artikel2 di komen emang banyak yang bagus, sayang ya, harusnya mereka tulis di blog tuh biar lebih kelihatan sama orang.
Satu batang rame2 = pelacuran terselubung?
Pelacuran itu kan dilakukannya kegiatan seksual dengan mengharapkan kompensasi, biasanya berupa materi. jadi tidak harus satu batang rame-rame, satu batang dimakan sendiri juga kalau dilakukan karena mengharapkan kompensasi (berupa jaminan ekonomi atau lainnya) berarti termasuk melacur juga :P
Entahlah, mungkin definisinya yang salah.
wuih…baru kali ini baca soal poligami yang segamblang ini…
ada positif negatifnya lagi..yang lain mah cuma mengkritisi trus mengecam trus kebalikan membela mati2an…
hebat euy tulisannya…netral!
tapi, klo saya mah simple aja…
itu kan urusan rumah tangganya si AA..kita gak berhak nentuin jalan hidupnya dia bukan…klo emang dah keputusannya terserah dia lah…wong Aa Gym bukan anak kecil lagi…
Aa pasti tau untung-rugi dan resiko yang ada dari keputusannya dia bukan…
besok2 mau mampir lagi aah…baca tulisannya lain…
‘lam kenal
erika
Sebenarnya poligami adalah masalah agama. Komentar2 mestinya didasarkan pada dalil agama. Pun komentar yang dilihat dari sudut sosial. Harus dilatar belakangi ilmu agama. Masalahnya, sejauh mana pemahaman kita terhadap agama kita ? Siapa guru kita ? Dimana kita menuntut ilmu ? (Carilah guru yang benar, Insya Allah akan benar pula ilham yang kau dapatkan…)
@ Erika
Salam kenal juga Erika :)
@ Nono
Itu pendapat anda. Pendapat saya poligami sebenarnya masalah nurani. Tapi bisa juga masalah rasa kemanusiaan (eh, sama aja ya?). Dan tentu ini masalah sosial juga. Kalau dilihat dari pelakunya yang seorang panutan, malahan bisa jadi masalah pendidikan juga. Menurut saya, bebas saja orang mau melihat dari mana. Pembenaran kan bisa didapat dari mana saja, dan paling mudah ya pakai pembenaran agama.
Dan soal guru, mungkin kapan-kapan saya akan berguru ke DT, disana kan banyak jilbaber cantik mendengarkan dakwah sang guru, pasti cewe-cewe itu tidak keberatan berbagi cinta dengan wanita lain :D
Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.
Sebagai pencinta binatang, saya sangat setuju… ini serius, sumpah… eh kalo sumpah gak masuk surga ya?
(smile)..Amiiin…amiiiin…
Mmhh..capek juga baca semua artikel dan comment di tulisan ini, mas hel..
Ini mah namanya Debat Kusir (uda pada tau kalee!):0
banyak orang KEBLINGER yah disini, SALUT.. SALUT..
Salam Kenal All
@ Felina
Coba aja, ga ada ruginya kok.
@ Nono
Nambahin: Amiiin, amiiin ya Allah ya Rabbal Alamiiiin.
@ Flowerydress
Yah, maklum lah. Namanya juga semua ingin menyuarakan pendapatnya. Daripada diam dan membebek buta aja?
Btw, mbak Novi setuju poligami? Kalo iya, sukanya jadi istri nomer berapa? :)
Makanya, klo mo kawin … tanya dulu, mo poligami nggak?
klo setia, buru2 nikah !!!
dari beberapa penjelasan saya bisa sedikit memahami
bahwa laki2 minta diistimewakan dari perempuan
sementara perempuan menjadi masyarakat kelas-2 dalam strata sosial
mungkin ada yg berkata
justru dgn begitu perempuan dimuliakan (banyak rujukan & silahkan saja)
tapi pemahaman saya begini (ilustrasi):
ada 2 org di depan saya, laki & perempuan
keduanya kelaparan & meminta makan kepada saya
saya punya 3 nasi bungkus
saya mesti bagaimana:
1. nasi bungkus-1 saya beri ke si laki, nasi bungkus-2 saya beri ke si perempuan, nasi bungkus-3 saya makan sendiri/buang (?)
2. 2 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi bungkus saya beri ke si perempuan
3. 1 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi bungkus saya beri ke si perempuan, 1 nasi bungkus terakhir saya bagi menjadi 2…1/2 untuk si laki, 1/2 untuk si perempuan
dll
pertanyaannya bukan saya mesti bagaimana ?
pertanyaannya mana yg adil/bijak ?
kalian jawab sendiri disertai alasan masing2 (tentunya dalam hati saja)
anda bisa mengatakan begitu karena anda tidak di posisi poligami
andai ayah anda yg melakukan poligami
apa mungkin hati ibu anda tidak hancur ?
atau berusaha menerima dgn ikhlas seperti teh ninih ?
atau malah bercerai ?
coba setelah membaca email ini bertanya
ke ayah: kenapa tidak poligami ?
ke ibu : bagaimana kalau ayah poligami ?
yg paling penting adalah jawaban dari ibu
karena beliaulah korban utama yg merasakan/mengalami
anak mungkin dapat berbagi bapak
tetapi istri relakah berbagi suami ?
anda bisa menjawab seperti itu karena anda laki2
kalau anda perempuan bagaimana jawaban mu
anda ingin tahu jawaban perempuan
tanyalah langsung ke perempuan atau ibu mu sendiri
jangan hanya mendapat jawaban dari laki2 saja
gunakan metode berimbang
anda pernah gak bayangkan hidup sebagai anak yg ayahnya poligami ?
anda ingin tahu jawabannya
tanya kepada mereka yg ayahnya poligami
tapi ingat !
bertanya bukan berarti merasakan
anda hanya tahu jawabannya, merekalah yg merasakan
nb:
saya tidak ada masalah dgn poligami, poliandri…tetapi saya lebih mendukung polipantai :P
ada link yang menarik nich.
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/5/cn/2339
setuju tidak setuju tergantung dari mana cara memandangnya dan membandingkannya. kalo semua sisi menangkan alibinya dengan berbagai alasan perasaan dan alibinya saya rasa tidak akan dapat di temuin titik tengahnya.
Beruntunglah wanita-wanita muslimah yang di lindungi oleh hukum Allah, bahwa poligami termasuk diatur dalam Al Qur’an.
Mbak,Bu … poligami bukan hal baru dari dulu dan dapat menjadi lebih parah serta selalu dipertentangkan tetapi islam ada di dalamnya dan ikut mengaturnya agar mas, bapak2, dan kakek ini tidak seenak udelnya sendiri menaruh “burung”
syukurlah anda, jika bapak,mas,kakek anda dengan jujur melakukan poligami, mereka adalah seorang yang gentlemen mau mengungkapkan dan berani bertanggung jawab, jadi di pandu/ditolong donk…. jangan di musuhi.
percaya saya dech, pria yg anda kenal adalah orang yg pandai menyembunyikan perasaan terhadap anda adalah orang yg jago berbohong dan munafik ketika matanya jelalatan ke kanan dan ke kiri. jika ada kesempatan buat naruh “burung” pastilah terjerumus juga.
tinggal menurut mbak, ibu, nenek2 sekalian suka cara kasar atau halus. bukankah lebih baik sesuai aturan agama.
manusia yang diciptakan Allah serta di kasih buku manual cara pakainya yaitu al Qur’an, jika ada yg tidak sesuai tanyakan ke pada Allah (istiharah) dan teguklah ilmu sebanyak-banyaknya. ketidak tahuan kita hanya karena akal kita terbatas.
semoga kita menjadi orang soleh yang mendapat Ridlo Allah
Apa sebenarnya yang paling membahagiakan bagi seorang pria yang memiliki istri lebih dari satu……?
Dalam kehidupan berpoligami yang di highlight hanyalah masalah sexual atau hubungan kelamin, harta dunia dan masalah duniawi lainnya. Alangkah dangkalnya pikiran para pengkritik ini….mengapa dan mengapa sampai seperti itu.
Dalam kehidupan ini yang sehari terdiri dari 24 jam kan tidak hanya berkutat di tempat tidur, tentu banyak aktivitas lainya yang harus dilakukan oleh manusia.
Dan apa sebenarnya yang paling membuat laki2 berpoligami bahagia, bersyukur hingga meneteskan air mata?…dan ternyata jawabannya adalah ketika melihat istri-istri dan anak2nya bercengkerama dalam kehangatan serta pada saat mereka berjamaah dalam mnjalankan sholat wajib.
Suasana itulah yang akan membawa terhembusnya angin sorga dalam hati dan kehidupan mereka.
Bukan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan kehidupan seperti itu, sangat berat bagi semua anggota keluarga poligami Baik itu suami, istri maupun anak-anaknya. Oleh karena itu keberhasilan sebuah keluarga poligami adalah tergantung kepada mereka itu, bukan salah satu dari mereka.
Masing2 pihak akan memiliki kontribusi yang proporsional, dan jangan coba-coba melakukan poligami tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang dalam dan luas, dan jangan semata-mata berpoligami krn alasan sexual.
Speechless… :D
poligami is the choise… terserah deh…
masak mau di paksain gak boleh poligami atau poligami itu wajib,gak kan>?
Oh, gitu toh?
Pertanyaan yang sering saya ajukan belum pernah terjawab dengan pleg, gitu lho.
Mungkin dalam blog ini ada yang ahli dan bisa menjawab:
Bagaimana seandainya ada seorang wanita yang kuat (kuat finansial, kuat fisiknya sebagai pelindung, kuat apa saja deh) dan dia mau poliandri. Boleh, nggak sih? Kenapa yang dibolehkan hanya poligini?
Kalau polandri nggak boleh, apa di mana hukumnya yang melarang? Kalau boleh, di mana hukumnya yang membolehkan?
Seperti ditulis bung Arul:
“poligami is the choise… terserah deh…
masak mau di paksain gak boleh poligami atau poligami itu wajib,gak kan>?”
Ya, seharusnya poliandri juga choise masing-masing, kan? (kalau yang andri-andrinya mau dan yang gininya mampu).
Ada yang bisa lihat pincangnya, nggak (kalau diterapkan untuk jaman sekarang)? Atau agama itu suatu yang statis dan harus diintestinasi (walah, sok istilah asing nih) ya gitu seaslinya?
(sambil malu-malu karena ngotot mengajukan pertanyaan yang bloon ini).
Perkawinan bukan masalah guyonan, karena dari sebuah perkawinan akan terselamatkan kejelasan keturunan umat manusia di bumi ini.
Bagaimana seandainya ada seorang wanita yang kuat (kuat finansial, kuat fisiknya sebagai pelindung, kuat apa saja deh) dan dia mau poliandri. Boleh, nggak sih? Kenapa yang dibolehkan hanya poligini?
Poliandri yang berarti satu perempuan bersuami lebih dari satu, sebuah pertanyaan bila nanti lahir anak dari perkawinan ini maka siapa ayahnya?….karena wanita tersebut telah melakukan hubungan sexual dengan lebih dari satu laki2..sel sperma siapa yang berhasil membuahi sel telur wanita tersebut???
“Seorang perempuan menanyakan kepada seorang bijak tentang permasalahan ini, pertanyaan tersebut tidak dijawab akan tetapi perempuan tersebut diminta menyediakan mangkuk besar dan kemudian di panggilnya beberapa orang yang masing-masing diminta membawa segelas air, kemudian satu persatu mereka diminta menuangkan segelas air tersebut kedalam mangkuk yang di bawa perempuan tersebut. Setelah mangkuk tersebut penuh maka Sang bijak meminta orang-orang yang tadi menuangkan air ke dalam mangkuk untuk mengambil kembali air miliknya yang tadi di tuangkan kedalam mangkuk…dan mereka semua tidak sanggup.
Demikian sekedar ilustrasi
Kalau saya Insya Allah gak akan poligami.
Tapi saya dan istri saya sepakat tidak melarang orang lain berpoligami ataupun menentang poligami, karena poligami itu halal. Toh hal itu merupakan tanggung jawab pihak2 yang melakukan poligami, bukan kami…
percuma memperdebatkan poligami….
karena semua akan berlandaskan pada pemikiran masing-masing…
kalo mau merunut kisah Aa Gym…. who knows …..
alasan dia apa??
kita taunya cuman berkomentar deh….. padahal Aa Gym punya tujuan tertentu ….
Poligami bersumber dari dalil naqli. Rasanya tak pantas jika divonis dengan hukum aqli. Apalagi aqli / filsafat dari barat yang sekuler. Bahwa ia tidak sesuai dengan aqli, it’s not a big deal ! wong aqli manusia (apalagi manusia jahiliyah) memang sangat terbatas…
purwo,
“Poliandri yang berarti satu perempuan bersuami lebih dari satu, sebuah pertanyaan bila nanti lahir anak dari perkawinan ini maka siapa ayahnya?….karena wanita tersebut telah melakukan hubungan sexual dengan lebih dari satu laki2..sel sperma siapa yang berhasil membuahi sel telur wanita tersebut???”
Kalau semua ikhlas dan rela (kalau ….) kan yang itu mungkin nggak akan dimasalahkan lagi, kan? Pertanyaan itu akan jadi nggak berarti lagi, kan? Kalau nggak ikhlas ya jangan ikutan poliandri. Gampang toh?
Saya kok nggak mudeng/ngerti maksud ilustrasinya mas Purwo itu. Kalau sepuluh orang menuangkan air ke dalam sebuah mangkuk, kan logis, bahwa semuanya akan bercampur nggak akan bisa dipisahkan, iya to? Lalu buat apa mau diambil lagi?
Kalau masalah anak dari sepuluh bapak, kan gampang:
kalau ada yang nggak mau tanggung jawab ya nggak usah ikut poliandri.
Kalau ada yang mau ikut dan toh ngeyel mau tahu siapa bapaknya anak itu, lho, kan ada kemungkinan periksa darahnya (RNA, HLA , golongan darah). Lain dong dengan air, kan air nggak ada RNA-nya atau golongan darahnya. Perbandingannya agak pincang, nggih mas?
Saya sih, nggak menentang poligami asal semua pihak ikhlas (bener-bener ikhlas) dan nggak ada yang ditelantarkan. Monggo saja. Cuma kan nggak adil kalau cuma laki-laki boleh punya beberapa istri, sedang wanita kalau gitu dimaki-maki. Kenapa?
Pertanyaan saya belum terjawab: hukum agama yang melarang itu bisa saya baca di mana???? Di mana, ayo?
(sambil mencureng, kriat-kriut giginya, mikir-mikir. :))
Nono:
tolong mohon diterjemahkan “dalil naqli” dan “aqli”, betul nggak ngerti lho. Matur nuwun.
“wong aqli manusia (apalagi manusia jahiliyah) memang sangat terbatas…”
Oh, gitu to, jadi kalau aqli seorang manusia yang bukan jahiliyah itu nggak terbatas?
Weleh, weleh, jadi semua orang barat itu jahiliyah to? :)
@ Tukangkomentar
Jangan nyureng-nyureng pak, nanti permanen lho. *ketawa guling guling*
Giginya juga ituuuh, berisik ah. *nyodorin papan buat digigitin Tukangkomentar*
Soal Om Nono, mungkin dalam agamanya Nono, penggunaan akal itu diharamkan. Betul tidak Om Nono?
Tambah informasi:
Sampai jaman sekarang poliandri masih dipraktekkan oleh masyarakat Hindu yang hidup di bagian barat peg. Himalaya karena alasan sosial.
Biasanya beberapa saudara laki-laki (sekandung) menikahi satu wanita. Dalam hal ini kapasitas reproduksi keluarga yang melakukan poliandri ini hanya terbatas pada kapasitas reproduksi sang istri. Jadi terjadi penyesuaian potensial tenaga kerja terhadap tersedianya tanah yang harus/bisa dikerjakan.
Oh, ya, di masyarakat tsb. juga ditemui keluarga yang poligami dan monogami.
Poliandri bisa ditemui juga di Marquesas Archipelago, Tibet. Kashmir, Da-La, Sri Langka (Kandy) dsb.
Macam-macamnya poliandri:
P. fraternal, P. korporatif (hak dan kewajiban sebagai ayah ditanggung oleh semua suami. Contoh: masy. Irava di India Selatan), P. non-korporatif(hak dan kewajiban sebagai ayah ditanggung oleh satu suami saja yang dianggap mampu oleh sang istri, tidak tergantung dari sperma siapa sebenarnya yang menerobos sang telur, contohnya bisa dijumpai di masy. Todas di India Selatan).
Beberapa kasus poliandri di dunia ini sifatnya sangat “kasuistis”, dimana memiliki alasan tertentu, dan tentunya tidak lagi mempermasalahkan “keturunan siapa” secara biologis, walaupun ikhlas tapi kan tetep ada “bapak biologisnya”
Dan juga menurut pemahaman saya perkawinan salah satunya adalah berfungsi sebagai sarana reproduksi makhluk hidup, dan antara laki-laki dan perempuan sudah memiliki fungsinya masing2. Dan salah satu yang nyata kita lihat bahwa wanita memiliki rentang waktu tertentu dalam melaksanakan fungsinya sedangkan laki2 tetap dapat membuahi sampai dia mati (kecuali mengidap penyakit tertentu)
Dan naluri dasarnya semua makhluk hidup akan selalu memperbanyak keturunannya, akan tetapi manusia adalah makhluk hidup yang berakal sehingga mereka diberikan aturan2 yang mengatur kehidupannya dengan tidak menentang sifat2 dasar dari makhluk hidup itu sendiri.
Jadi itulah alasan mengapa poliandri tidak diperbolehkan dalam agama yang saya anut.
Dan saya berharap bahwa jangan sampai menganalogi-kan bahwa poligami itu legalitas pelacuran dan poliandri legalitas dari gigolo, dan kemudian menghalalkan semuanya, dan jangan pula ini kemudian di hubungkan dengan kesetaraan gender.
Saya seneng ada forum seperti ini sehingga kita dapat banyak tambahan ilmu.
Purwo:
Maaf Pak Purwo,
kalau menurut saya itu bukan kasuistis. Mungkin lebih cocok kalau disebut kebudayaan yang jarang ditemui.
Pada jaman dahulupun poliandri sudah dikenal.
Saya bukan penganjur atau penyetujui poliandri, lho. Tapi karena satu alasan yang sederhana saja. saya itu orangnya cemburuan sekali. :) Dan saya tetap merasa, bahwa aturan-aturan agama kadang tidak adil. Mungkin kalau pada waktu agama itu muncul hal ini bisa dimengerti, karena situasinya lain. Tapi kalau ditinjau jaman sekarang, kan posisi wanita setara dengan pria. Iya, toh?
Maaf kalau saya ndesek sekali lagi:
“Jadi itulah alasan mengapa poliandri tidak diperbolehkan dalam agama yang saya anut.”
Kalau saya boleh tanya sekali lagi, kalau di Al Qur’an tertulis larangan itu, di mana (Sura/ayat), kalau di injil di mana juga?
Maaf nengkel dikit, karena saya serius pingin baca itu lho. Bukan mau menyudutkan anda atau bagaimana.
Dalil Poligami dan Poliandri dalam Al-Qur’an hasil terjemahan, kalo masih penasaran konsultasi saja dengan Quraishihab (Tafsir Al-Misbah yg pas Ramadhan di MetroTV).
Pendapat pribadi jangan sampai bertentangan dengan dalil yang ada. Yang MUTLAK BENAR adalah Allah semata. Jangan sampai kita memberikan pendapat pribadi yang menjadikan diri kita tidak mampu mengaplikasikan Al-Quran dalam kehidupan kita dan menjadi fitnah bagi orang lain. Sebagai muslim, jangan menentang sesuatu yang memang diperbolehkan dalam Islam. Untuk yang non-muslim, agama anda yang mengatur.
Secara pribadi, kita boleh untuk tidak melakukan poligami, jika merasa tidak mampu untuk adil. Jikapun merasa mampu adil, harus dilihat kadar keimanan kita, apakah kita termasuk orang yang telah dekat dengan Allah, mampu mengendalikan diri kita sendiri, mampu menerima segala keburukan yang terjadi pada diri kita dengan melihatnya sebagai suatu ladang amal.
Poligami adalah sesuatu yang mubah(boleh) bagi yang mampu melaksanakannya, namun dapat menjadi haram bagi yang tidak mampu melaksanakannya. Dalam kasus ini, saya yakin Aa Gym memiliki kemampuan (sejauh pengetahuan saya) untuk memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Demikian jiga istri pertamanya merupakan istri yang solehah. Meski saya tidak tahu persis alasan yang menyebabkan Aa Gym berpoligami.
QS 4:34 Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
[289]. Maksudnya: Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[290]. Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[291]. Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[292]. Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.
Logika yang menguatkan dalil poligami adalah bahwa dalam poligami terdapat 4 istri dan beberapa anak-anak, yang memiliki seorang pemimpin, seorang pelindung, seorang pengambil keputusan. Organisasi ini solid, sebuah lokomotif yang memimpin dengan dukungan 4 gerbong pengangkut penumpang, kesemuanya diberikan hak yang sama, walaupun memiliki diri mereka masing-masing.
Logika yang melemahkan poliandri: Ketika seorang istri (dalam islam, suami adalah pemimpin) mempunyai 4 orang suami. Maka organisasi yang ada bukanlah organisasi lagi, karena pemimpin teringgi mereka berjumlah 4. Dan tentu masing-masing memiliki keinginan untuk membawa kereta berjalan (naluri seorang suami). 4 loko akan berebut mencari jalur masing-masing. Sehingga yang kuat yang akan menang, yang lemah akan terseret mengikuti loko yang kuat atau akan keluar dari sistem (tergantung bahan bakar/kocek)
Saran saya, jika ingin diskusi panjang lebar tentang hal ini, carilah ulama yang memang benar-benar faham tentang hal ini. Jangan sampai kita berdebat dengan menggunakan pendapat masing-masing yang hanya meng-”akali” sesuatu yang kita anggap benar agar menjadi benar di mata orang lain. Karena pendapat yang kita kemukakan belum tentu pendapat yang selaras dengan hukum ilahi.
QS 2:216 Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Dalil Poligami diperbolehkan
QS 4:3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
[265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.
Dalil Poliandri Tidak Diperbolehkan
QS 4:24 Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki[282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian[283] (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu[284]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[282]. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
[283]. Ialah: selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam surat An Nisaa’ ayat 23 dan 24.
[284]. Ialah: menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali maskawin yang telah ditetapkan.
Istri saya kebetulan tidak mau kalau saya menikah lagi (bukan tidak setuju dengan konsep poligami), namun dia tetap dapat menerima alasan mengapa diperbolehkan poligami. Dia bahkan kagum dengan perempuan yang dengan lapang dada menerima untuk dimadu.
Hati setiap perempuan pasti menolak jika suami akan menikah lagi. Namun keyakinan bahwa aturan yang telah ditetapkan oleh Allah pasti akan membawa kemaslahatan itu yang terpenting. Bahkan segala sesuatu yang tercipta dan terjadi di dunia ini tidak akan menjadi sia-sia. Akan menjadi pelajaran bagi orang lain.
Dua hal yang menjadi pembicaraan di berbagai media menimpa dua orang tokoh masyarakat. Poligami yang dilakukan seorang Da’i; dan video kasus skandal seorang wakil rakyat di DPR dengan seorang biduanita dangdut.
Masyarakat seakan-akan terbuai dengan teganya seorang laki-laki menduakan istrinya dengan jalan yang dihalalkan agama (poligami). Padahal sang istri Da’i sudah mengatakan bahwa dia ikhlas menerimanya. Kecaman datang dari berbagai kalangan.
Bahkan pemerintah langsung memberikan respon dengan akan direvisinya UU pernikahan, yang dinilai harus diperbaiki. Secara tidak langsung pemerintah mengatakan Al-Qur’an juga harus diperbaiki.
Poligami sudah digariskan dalam Al-Qur’an, pemerintah seharusnya cukup memberikan regulasi yang mengatur secara baik. Jangan sampai seseorang yang kaya mampu menyuap pengadilan agama untuk mengeluarkan ijin berpoligami.
Logikanya jika jumlah kecelakaan di jalan raya besar, buat aturan yang memfasilitasi bagi orang yang memang telah mampu menyetir saja yang akan mendapat SIM. Jangan malah ga boleh naik mobil. Ya ga?
Tentang kasus kedua tentang skandal terlarang tersebut, pemerintah seakan menutupinya dengan munculnya kasus poligami. Dan masyarakat juga merasa “biasa saja”.
Memang aneh negeri ini, sesuatu yang sesuai aturan dianggap “aneh”. Sesuatu yang melanggar aturan dianggap “biasa”.
Bahkan Permadi (Wakil Rakyat dari PDIP) mengatakan di DPR banyak kasus serupa hanya saja YZ lagi apes (terekspos). Bahkan lanjutnya, skandal intern juga ada (ha…).
Bupati pekalongan juga tetap eksis walau skandal dengan wakilnya terkuak. Pemerintah juga seakan menganggap hal seperti itu biasa (tidak ada konsekuensi hukum yang dijatuhkan)
Apakah sesuatu yang dilakukan oleh para pemimpin kita merupakan cerminan kehidupan masyarakat kita? Merupakan hal yang wajar jika mempunyai simpanan, berselingkuh dan malah menolak poligami, tak bersuami tapi memiliki anak.
INDONESIA MEMILIH….
Manakah yang akan anda pilih?
1. Poligami (Sesuai dengan ajaran agama)
2. Selingkuh (Tidak sesuai dengan ajaran agama)
Dua hal tersebut bukanlah suatu kebetulan, semua sudah digariskan. Dari pilihan kita akan tercermin diri kita. Apakah kita seorang yang taat atau tidak. Jika anda seorang muslim, kita bisa membuka Alquran.
Allah berfirman, ”Dan tidak patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi wanita yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah tersesat, sesat yang nyata” (QS Al-Ahzab: 33-36).
Mari kita camkan pula sabda Nabi SAW, ”Tidak beriman seorang dari pada kamu sehingga hawa nafsunya tunduk (sesuai) dengan apa yang telah aku datang dengannya (sesuai dengan sunnahku)” (HR Nawawi dalam Hadist Arba’in).
Dua dalil di atas menerangkan tentang ciri-ciri mukmin haqqan (sejati) yang tidak ada rasa berat di dalam hatinya untuk menerima hukum Allah dan Rasul-Nya, baik ia suka maupun tidak suka, dalam keadaan berat atau ringan.
Maaf bila ada yang berbeda pendapat. Saya cuma berusaha memberi gambaran saja. Semoga bisa membantu sebatas pengetahuan saya yang dangkal ini.
Maaf juga buat Pak Wadehel, karena ngisi comentnya terlalu panjang.
@wong Indonesia (moga2 tidak terinspitrasi dari si juragan poligami itu yah.:))
pak, kalo poligaminya cuman mau ‘memuaskan k*nt*l aja gimanah? (niru tulisan oom Wadehel). Janganlah kita berbicara soal ayat2 Qur’an, hadist and whatsoever dulu lah…bagaimana kalau laki2 tersebut hanya membuat poligami itu sebagai easy legal exit dari perselingkuhan seperti yang dilakukan pak YZ? Kenapa juga hampir semua orang yang menyetujui poligami itu selalu membawa dalil bahwa org2 yang mengkritisi poligami yang dilakukan oleh manusia2 jaman sekarang yang kebanyakan jahanam ini, sebagai orang yang tidak mengerti agama? saya juga muslim sejati lho, saya juga ngerti Rasul juga melakukan poligami seperti apa. Kalo mo bener2 seperti Rasul, jangan hanya niru poligaminya saja, coba tindak-tanduk, hafal kitab suci dan lain sebagainya juga dipraktekkan dong! Kalo kami2 ini yang ‘mengkritik’ poligami yang dilakukan manusia jahanam jaman sekarang disarankan untuk membuka Al Qur’an, coba tolong perluas lagi wawasan Anda tentang hakikat ttg perkawinan yang terdapat di dalam kitab suci yah!
Wong Indonesia,
terima kasih atasan ulasan yang puanjang lebar tentang hal ini
Tapi biarpun saya baca beberapa kali, kok nggak saya temui dari ayat-ayat yang anda kutip itu, bahwa poliandri dilarang. Dilarang mengawini seorang istri yang telah bersuami dalam hal ini menurut saya dalam arti: jangan merebut istri orang lain atau jangan membujuk istri orang lain yang sedang tidak ada (berperang atau sedang ikut kafilah). Loh, kok budak-budak yang suaminya tertawan dikecualikan? Apakah perkawinan mereka nggak sama nilainya dengan perkawinan yang lain? Jadi kalau budak-budak wanita itu suaminya ikut tertawan, mereka nggak boleh ikut dikawini?
“Ketika seorang istri (dalam islam, suami adalah pemimpin) mempunyai 4 orang suami. Maka organisasi yang ada bukanlah organisasi lagi, karena pemimpin teringgi mereka berjumlah 4.”
Jaman sekarang haruskah seorang lelaki selalu lebih kuat dari pada seorang wanita? Apakah betul lelaki ditakdirkan jadi pemimpin, sedang wanita kodratnya sebagai pengikut saja? Berapa banyak laki-laki yang tidak mampu memimpin (jangankan negara, bahkan cuma keluarga sendiri), sebaliknya banyak wanita yang “kuat” dan berkemampuan memimpin. Ini bukan logika saja, lho, ini kenyataan.
Membaca tulisan anda tentang logika (?) yang melemahkan poliandri, kok saya jadi mikir:
Bagaimana kalau suami yang empat itu rukun dan bersatu? Apakah secara logika hal ini nggak mungkin? Ada lho suami yang nurutan istri dan nggak setiap laki-laki memiliki “naluri” mau mimpin, seperti yang anda ulaskan.
terus: bagaimana kalau istrinya ternyata lebih kuat dan bisa memimpin?
Kalau menurut logika yang anda paparkan, kan poliandri nggak akan bisa berfungsi, lho, kok di negara-negara/daerah-daerah yang saya sebut di atas bisa berjalan? Kalau nggak kan mereka sudah beratus tahun yang lalu meninggalkan praktek ini. Iya toh? (ini cuma percobaan kecil dari saya untuk memikir secara logis, lho! :)).
“INDONESIA MEMILIH….
Manakah yang akan anda pilih?
1. Poligami (Sesuai dengan ajaran agama)
2. Selingkuh (Tidak sesuai dengan ajaran agama)”
Kenapa Indonesia harus memilih? Nggak ngerti saya.
Kalau saya pribadi nggak milih dua-duanya. Boleh, nggak?
@vergie
1. Kebebasan anda untuk memilih cara yang legal atau tidak secara agama. Dalam islam sudah jelas ada cara yang legal, kenapa tidak dipilih. Mungkin yang terjadi di kamar sepasang pengantin sama dengan yang terjadi di dalam kamar seorang yang berselingkuh (hubungan antara sepasang manusia dengan jenis kelamin yang berbeda). Namun, dimata agama (bagi yang percaya akan agama, surga dan neraka) ada dua perbedaan yang sangat besar. Transaksi sebelum terjadi hubungan tersebut sangatlah berbeda. Ijab kabul pernikahan adalah transaksi yang sah untuk melegalkan hubungan seksual. Sedangkan transaksi seorang pria dengan perempuan yang bukan haknya (selingkuhan, pelacur, dsb) adalah transaksi yang ilegal menurut agama. 1001 alasan untuk membuat sesuatu yang benar menjadi samar, lalu menjadi salah.
2. Jangan menghakimi apa yang dilakukan sesorang, tanpa kita memiliki dasar yang kuat. Kebebasan berpendapat memang tidak dilarang. Tapi alangkah baiknya kalau kita tidak memberikan statement yang berujung pada fitnah. Saya rasa bukti yang anda miliki tidak cukup kuat untuk memberikan pernyataan bahwa orang yang berpoligami hanya karena seks semata. Kecuali memang anda seorang psikiater yang telah menelaah dan sempat mendalami kondisi psikologis pasien poligami anda. Saya lebih cenderung mengedepankan huznudzon saja (azas praduga tak bersalah).
3. Maaf saya tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, ilmu yang saya miliki memang sangat jauh dari kemampuan anda. Tafsir tentang ayat-ayat yang saya sampaikan lebih baik anda diskusikan dengan beberapa Ahli Tafsir. Jika ingin tahu lebih lanjut, tak ada salahnya anda melakukan penelitian tentang poligami. Dan jika Anda mengatakan “….sebagai orang yang tidak mengerti agama? saya juga muslim sejati lho,…”, maka saya sarankan anda belajar agama lebih dalam (kaffah).
@Tukangkomentar
1. Dalam Islam, prosesi ijab kabul poligami tidak dilakukan serentak 4 orang istri. Jika merunut pada hal di atas, maka poliandri yang dilakukan seorang juga berurutan, suami I, suami II, suami III, lalu suami IV. Jika anda menafsirkan sebagai merebut itu hak anda. Tafsir ayat itu adalah seorang laki-laki diharamkan menikahi seorang perempuan bersuami, entah menjadi (1)suami kedua ataupun (2)merebut istri tanpa ada proses perceraian (2 status pernikahan). Keduanya poliandri bukan?
2. Saya memberikan logika tersebut karena hingga saat ini banyak orang besar yang memiliki istri lebih dari satu. Mantan Wapres kita juga memilki istri lebih dari satu. Namun hingga saat ini saya belum menemukan wanita sukses dengan kehidupan pernikahan poliandri. Dan poliandri belum pernah saya dengar terjadi di negara maju. Aquino dan Megawati kan presiden, tapi suaminya juga tetap satu.
3. Tingkat kemampuan untuk memimpin dari orang satu dengan orang yang lain pasti berbeda. Anda pun tak akan mau bukan jika ternyata istri anda adalah kepala rumah tangga anda. Idealnya dalam suatu pernikahan, suami mampu menjadi pemimpin rumah tangga. Saya pikir, ayah seorang perwira tetap akan menjadi kepala keluarga bagi istri dan sang perwira. Harus dibedakan antara menjadi pimpinan organisasi riil dengan pemimpin keluarga. Dalam rumah tangga seorang Presiden Wanita, suami tetap menjadi kepala keluarga bukan. DALAM ISLAM (entah agama yang lain), yang menjadi kepala keluarga adalah suami tanpa proses voting ataupun pemilihan umum.
Ketika proses ijab kabul yang diucapkan adalah janji (sighat taqlik) seorang suami untuk memberikan perlindungan dan nafkah bagi istrinya serta hak-hak istrinya. Artinya selemah apapun seorang laki-laki ia harus mampu memenuhi kewajiban tersebut jika ingin berumah tangga, jangan mangandalkan sang istri.
Banyak sekali perawan tua yang notabene wanita karir sukses, belum menikah. Saat sudah tua, mereka baru berfikir untuk menikah. Kenyataan nantinya bahwa Laki-laki tua tetap lebih banyak diminati wanita muda (entah alsannya), dibanding minat laki-laki muda terhadap perempuan tua bukan? Atau lebih jelasnya Duda atau Perjaka tua lebih laku dibanding Perawan tua.
Karena konsep seperti di atas, maka jangan sampai terjadi ketimpangan dalam rumah tangga. Suami tidak mempunyai kemampuan memimpin rumah tangga. Ada dua pilihan baginya, menjadi lebih baik (meningkatkan memampuan dalam memimpin), atau mempertimbangkan lagi hubungan rumah tangganya.
Jika belum menikah, pilihlah perempuan yang bisa anda pimpin. Memimpin bukan menyuruh, bukan diktator, bukan bos. Salah satu hal yang dilakukan pemimpin adalah melayani. Namun melayani bukan berarti memimpin. Pelayan bukan pimpinan, pimpinan juga bukan pelayan.
Saat ini mungkin ada belum tepat untuk memilih, karena satu pasangan bagi anda sudah cukup. Suatu saat jika karena suatu hal, anda harus memilih, barulah tentukan pilihan anda.
@all moslem
Saya rasa diskusi seperti ini sangat menarik.
Namun perlu dibatasi, fiqih agama jangan sampai membuat kita terpecah. Perbedaan tafsir sah-sah saja, namun masing-masing pihak juga harus belajar untuk mengkaji lebih lanjut tentang hal yang didiskusikan kepada orang yang lebih tahu.
@non moslem
Saya sangat apreciate karena anda tertarik membahas hal ini, artinya ada sesuatu yang harus dipelajari dari ISLAM. Ada hal yang menjadi perhatian bahwa, benar atau salah ajaran agama lain, bukan anda yang menentukan (saya yakin anda toleran terhadap agama lain). Umat islam pun bisa menghargai kebolehan mengkonsumsi daging babi yang dalam islam diharamkan. Agama anda juga bisa menghargai bukan dilarangnya memakan daging sapi bagi salah satu umat beragama atau sebaliknya.
Maaf terlalu panjang lebar.
Berfikirlah dengan otak, berhukumlah dengan hukum yang sudah ditetapkan.
@ SEMUA
Sebelum berpanjang lebar sekali, terutama bagi anda yang pro poligami, sebaiknya kita membaca dulu yang satu ini, tentang Jebakan SESAT PIKIR, Sandungan Daya Kritis, gimanaaaa? :P
Begini mas/mbak/pak/bu
Jika Surga dan Neraka ternyata tidak ada…..apakah kita masih bersujud kepada-Nya…????
Tetapi karena kekuatan iman yang ada pada kita tentunya kita tetap akan bersujud dan taat kepada semua perintah dan laranganNya.
Agama diturunkan adalah sebagai “manual book” bagi makhluk hidup di alam semesta ini. Dan yang memiliki kemampuan untuk memahami “manual book” tersebut adalah manusia (sebagai ciptaan paling sempurna).
Al-Qur’an adalah panduan hidup kita, Allah begitu mencintai ciptaanNya, sehingga semua langkah hidup kita-pun diatur-Nya. Dia tahu dan sangat paham tentang manusia dengan segala sifatnya (karena Dia yang menciptakan) maka sudah pasti bila kita ikuti semua yang ada di al’quran ya hidup kita pasti memperoleh ketenangan dunia dan khirat nanti. Memang bila dirasakan berlaku hidup sesuai dengan ‘manual book” tadi bukan sesuatu yang mudah, jujur saja sholat 5 x tepat waktu (…hmmm), puasa ramadan (…lemes juga), pergi haji (…..mahal, hrs cuti), jujur (….apa bisa) dsb, dsb.
Manusia diragukan kemampuannya bisa menjalani hidup sempurna seperti apa yang disyariatkan dalam al quran, dan hanya ada satu manusia mulia yang mampu melakukannya yaitu junjungan kita nabi Muhammad SAW. Walau kita tidak akan pernah sempurna, tetapi kita harus terus berusaha untuk sempurna (berproses menuju kesempurnaan) dengan niat yang lillahitaala, dan bila dalam perjalanan kita menuju kesempurnaan kontrak kita tlah habis (alias mati), maka dengan penuh keyakinan bahwa tujuan kita tidak salah hanya nggak sampai saja.
Poligami hanyalah masalah kecil dari romantika kehidupan manusia di alam semesta ini dan bukan merupakan ancaman untuk siapapun. Dan tentunya sebagai kitab suci yang diturunkan terakhir kali ini berlaku hingga akhir zaman, tidak perlu direvisi lagi, semua ayatnya akan berlaku pula hingga akhir zaman.
Dan tentunya dalm forum ini kita sedang berproses menuju kesempurnaan itu, walaupun surga dan neraka ternyata tidak ada
Ada 2 kata “apalagi”. Artinya…
Mas Wong Indonesia:
“Saya memberikan logika tersebut karena hingga saat ini banyak orang besar yang memiliki istri lebih dari satu. Mantan Wapres kita juga memilki istri lebih dari satu. Namun hingga saat ini saya belum menemukan wanita sukses dengan kehidupan pernikahan poliandri. Dan poliandri belum pernah saya dengar terjadi di negara maju. Aquino dan Megawati kan presiden, tapi suaminya juga tetap satu.”
pertanyaan yang seharusnya kita ajukan kan: Kenapa di negara maju tidak ada poliandri?
Jawabannya: karena poliandri, seperti juga poligini atau poliginandri dilarang dalam undang-undang mereka dan mungkin: para wanita itu nggak merasa memerlukan beberapa suami (lain dari beberapa “orang besar”, kan?).
Tapi hal ini kan tidak automatis membetulkan logika mas WI toh? :)
“Tingkat kemampuan untuk memimpin dari orang satu dengan orang yang lain pasti berbeda. Anda pun tak akan mau bukan jika ternyata istri anda adalah kepala rumah tangga anda.”
Apakah itu betul penting. Kalau saya pribadi tidak mementingkan siapa yang memimpin, mas. Kebetulan dalam keluarga saya tidak ada yang “memimpin”, kami berdua hidup bergandengan dalam segala hal dan hampir semua hal kami musyawarahkan. Demokrasi, gitu, lho.
Kembali kepada kenyataannya: saya banyak melihat laki-laki yang tidak mempunyai kemampuan sedikitpun untuk memimpin keluarga. Kalau dilingkungen tempat saya hidup dulu ada beberapa kemungkinan (ini yang saya lihat lho, bukan berdasarkan logika):
1. keluarganya kalang kabut.
2. Sang istri (mungkin sang istri tua/pertama atau kedua, jarang nomor selanjutnya) jadi yang memimpin, bahkan cari makan untuk keluarga.
3. kalau sang istri (menurut ukuran setempat) “bijaksana”, kelihatannya si suami yang mimpin, padahal semua tahu, bahwa ia tidak punya hak bicara apa-apa.
“Saya sangat apreciate karena anda tertarik membahas hal ini, artinya ada sesuatu yang harus dipelajari dari ISLAM.”
Ada juga yang bisa/harus dipelajari dari pandangan lain yang non-islam, bukan? :)
Mempelajari, kan bukan berarti melakukan? Iya, toh?
Pak Purwo,
Iman bukan berarti juga, bahwa kita harus berpikir, kan? :)
Betul, saya setuju 1000%, bahwa Al Qur’an (juga Injil dll) itu panduan hidup kita. Tapi kadang ada panduan yang harus dipertimbangkan, kan? Karena mungkin agak kontradiksi dengan kenyataan saat ini? Atau mungkin karena sulit dimengerti, hingga interpretasinya kadang berbeda-beda.
Salam dari rantau untuk Saudara-saudari semua.
Tambahan (saking kesusu mau berangkat kerja, maaf):
Maksud saya tentu bukan
“Iman bukan berarti juga, bahwa kita harus berpikir, kan?” tapi
“Iman bukankah berarti, bahwa kita harus berpikir juga, kan?”
matur nuwun.
Benar mas TKK, kita harus berpikir akan tetapi kita tidak perlu mempertimbangkan lagi karena semua ayat tersebut begitu adanya, yang bisa kita lakukan adalah memahaminya. Memang isi dari panduan itu kontradiksi dengan kenyataan dan itulah sebabnya mengapa ayat2 tersebut diturunkan, yaitu agar manusia selalu kembali kepada rel-rel yang sudah ditetapkan oleh Penciptanya.
Banyak jalan ke surga… Tapi banyak juga jalan ke neraka… Meskipun antara yang hak dan bathil itu jelas batasnya, halal - haram juga sudah jelas. Tapi mengapa banyak yang lebih suka berdiri di perbatasan, di daerah abu-abu? (Eh, poligami itu abu-abu juga kah?) Yang haram, selamanya tetap haram. Yang mubah, ya tergantung maunya apa, bisa jadi haram, bisa jadi halal, bisa jadi makruh, bisa jadi BINGUNG… Silahkan yang mau poligami, aku sih mau tapi sangat sadar kalau saat ini aku tak mampu (sehingga hukumnya saat ini masih haram bagiku) … hel, tulisanmu enak dibaca dan gak bikin eneg
Pak Purwo:
“Jika Surga dan Neraka ternyata tidak ada…..apakah kita masih bersujud kepada-Nya…????”
Saya pernah kenal seorang yang soleh dan beliau berkata: “Saya sujud ke Allah karena anugerahnya kepada saya.”
Saya tanya kembali:
“Anugerah apa sih, mas?”
Jawabnya:
“Lihatlah sekelilingmu. Batu kecil di depan ujung jari kakimu itupun anugerahnya, juga lalat yang sedang hinggap di atas nasi gorengmu itu.”
(tentu bahasanya agak saya ubah dikit, supaya lebih keren kalau dibaca) :)
Nono:
ada juga 2 kata lain: biarpun demikian …….. (artinya?) :)
Bagus pak TKK, bersyukur, bersujud dan berharaplah menyongsong negeri akhirat kita yang tak lama lagi kta akan disana….gak lama lagi.
Agar ajal dan perjalanan kita menuju negeri itu mulus-mulus aja, saya kira tidak ada lainnya kecuali bagaimana kita meng-iya-kan semua apa yang sudah ditetapkan-NYA, dan meyakini bahwa semua kejadian yang ada pada kita dan diri kita masing2 adalah atas kehendak-NYA, sehingga tiada kata lain kecuali bersyukur dan berterimakasih kepadaNYA
Pak Purwo,
monggo sareng dan selama menunggu itu marilah kita hidup bersama-sama dengan penuh kedamaian dan saling bahu-membahu.
Monggo mas, saya ini sudah uzur jadi merasa sudah cukup lama hidup, dan setelah saya review perjalanan hidup saya ya jadi seperti inilah…..
Pada waktu masih muda pada usia peak saya memang terkadang keras dan menentang semua yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan mencoba untuk mencari solusi terbaik yang saya anggap sesuai dengan keinginan hati….tetapi ternyata saya tak pernah puas, dan pada ke-senja-an saya ini maka saya ingin berbagi pada teman2 bahwa apa yang kita perjuangkan terkadang salah, dan ternyata ketenteraman hati ini bisa terpenuhi bila kita kembalikan semua kepada dari mana asal kehidupan ini.
Monggo mas TK, sebagai generasi yang sudah menyusut ini saya mencoba mengajak untuk memperoleh kehidupan tenteram dan melanjutkannya di perjalanan hidup selanjutnya nanti.
Terimakasih atas semua pendapatnya, semua menjadi referensi yang sangat berharga bagi saya.
Sepertinya semua pria dimuka bumi ini yang mengaku muslim harus mengkaji dan mencoba belajar lagi sejarah nabi Muhammad dan istri-istrinya…
pelajari isinya…bukan kulitnya saja…
pahami…kenapa nabi berpoligami….dan sipa wanita2 yg dipoligami nabi…dan tanyakan pada diri kalian masing-masing para pria…apakah kalian sanggup melakukan hal yang sama dengan Beliau….bukan hanya meniru judulnya saja “POLIGAMI” tapi melupakan esensinya…..berkoar2 menatasnamakan “SUNAH RASUL” tapi tidak menyeluruh…MENYEDIHKAN KALIAN ITU! melegalkan nafsu dengan dalih agama..padahal kalian ( PRIA ) tahu pasti bahwa tidak ada yg bisa adil dalam membagi cinta…itulah kenapa ALLAH hanya menciptakan satu HATI untuk kita….
So….kalo kalian pengen berPOLIGAMI…lakukan dengan jantan…jangan bawa agama sebagai dalih…apalagi bawa2 SUNAH RASUL lah….sedang yang kalian lakukan DANGKAL.
Seandainya harus ke SOrga…takkan kupih jalan POLIGAMI….
HIDUP MONOGAMI……HIDUP PEREMPUAN….
Pakai Rasio aja deh
kalo 1 pria vs 5 wanita punya anak bapaknya siapa?
kalo 1 wanita vs 5 wanita punya anak bapaknya siapa?
kalo orang hidup gak ada masalah apa mungkin?
apa mungkin kita tidak perlu penyelesaian dalam menghadapi satu permasalahan?
lalu apakah poligami bisa dijadikan sebuah solusi?
ga bakalan ada ujungnya, biarin aja yg poligami juga si aa, yg dipoligamiin juga si teteh tinggal kita aja menyikapi dan mengambil hikmahnya dari apa yng telah si aa dan si teteh contohkan, bukan berarti meniru tetapi ambil hikmahnya misalnya nilai2 kesabaran dan keluasan hati si teteh dalaam menghadapi masalah ini dan ketagaran siaa dalam menghadapi sebuah kontroversi….itukan lebih baik walaupun keluar dari topik pembicaraan juga..he..he..he…
toh yg akan menilai dan memberikan pahala dan dosa bukan kita …
saya mah salut sama pasangan itu….hebat euy…
Hanya orang Murtad kepada Allah yang mendukung poligami
Hanya orang Murtad kepada Allah yang mendukung poligami, selamat masuk neraka para praktisi poligami
kenapa poliandri gak boleh??????? al-quran ayat berapa dan mohon penjelasan……Dalam konteks ikatan POLIANDRI :takut kalo ada anak lahir gak tau bapaknya siapa ya…???!! sekarang kalo wanita yang udah menopouse (katanya ga bisa hamil) tapi tetep cantik boleh gak dipersuami 4 orang???ya….(niatnya) ibadah…atau kalo ceweknya masih bisa hamil… paling… ya terikat suami 4 istri 1 gak sampe hubungn suami istri (atau) pake kondom atau.. biasalah gimana kalo pasangan suami istri mencegah kehamilan… any comment?????menurut gw yang penting NURANI !!!!!!
Saya belum punya blog, jadi numpang dikit yah.
Kebetulan ayah saya poligami. Jadi tahu dikitlah perasaan orang yg terlibat di poligami.
Buat saya yg beragama ISLAM dan menggunakan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sandaran HUKUM AGAMA, poligami itu suatu TAKDIR. Sekalipun kita menghindar, kalo udah takdir, banyak cara 4JJ menggiring kita berhadapan pada keadaan yg mengarah ke kejadian poligami.Karena itu termasuk bagian dari PERJODOHAN.
Soal setuju atau tidak setuju, buat saya sebagai anak (laki2) bukan hak saya melarang ayah menikah lagi. KEWAJIBAN saya sebagai anak (laki2) terutama MENJAGA kehidupan IBU. dan dalam hadist2 yg menyangkut kewajiban anak terhadap ibu tidak pernah menyebut ibu tiri ato kandung.
Perlu diketahui, dulu waktu ayah sy berumur 40-an thn ada gadis yg dilamar Ibu saya untuk jd istri ke2 ayah, tapi ayah menolak dan mencarikan seorang perjaka (dibelani memberi modal nikah ke pemuda tsb) utk jadi suami si gadis yg insinyur , priyayi pula.
Tapi ketika ayah menikah lagi di umur 60 th dengan seorang janda berumur 59 th (ibu saya saat itu umur 57 th), ibu malah goncang dan marah-marah. Karena apa: karena cerita-cerita yg dihembuskan org lain sebelum ibu sy ketemu sendiri dengan ibu tiri saya.
Dari kejadian itu, buat kasus saya ada 2 hal yg saya simpulkan (..terserah pembaca setuju apa tidak):
1. Benar hadist yg menyatakan bahwa:
- ketika seorang menikah (karena menghindari maksiat) maka terjagalah 2/3 keimanannya dari godaan syetan. (khusus bagi perjaka/gadis)
2. Pantas menikah (pertama, kedua …keempat) punya banyak halangan, rintangan terutama dari syetan, ada hadist yg menceritakan:
-syetan berkumpul dan setiap prajurit syetan melaporkan kegiatannya: - ada yg melaporkan telah membuat dua orang sahabat bertengkar, dijawab oleh raja syetan, itu biasa, krn nanti ke2nya bisa berbaikan.- ada yg telah membuat suami-istri bercerai, dijawab raja syetan, itu biasa, karena nanti mereka bisa rujuk atau menikah lagi, - satu syetan berkata “aku telah membuat seorang laki-laki berbuat zina dengan perempuan (yg disenanginya)”, seketika itu si raja Syetan memberi mahkota kepada prajuritnya itu.
Saran saya buat pembaca:
1. Kalo anda muslim ya yg penting belajar AlQur-an dan Hadist, menerima sebagai sandaran hukum dalam kehidupan.
2. Kalau anda non-Muslim, ya saya tidak bisa kasih saran, karena saya bukan se Agama dengan anda, jadi tidak tau apa yang anda yakini.
3. Buat yang maunya semua masuk akal (anda sendiri) ya silahkan bikin sandaran sendiri.
Buat AAgym sih terserah AA dan teh nini, perahu ANDA berdua (sekarang bertiga yah..)
Buat perempuan yg lain, yg nggak mau dinikah jadi istri ke2, ke 3 ato ke 4, berdoa yg banyak dapat laki-laki yg bisa menjaga dirinya tanpa ngelirik cw lain,
Buat anak-anak saya:
- saya hanya bisa mendidik dengan apa yang ada di Alqur-an dan Hadist, yg perempuan bukan tidak mungkin jadi istri bukan yg pertama, yg laki2 bukan tidak mungkin jadi suami beristri lebih dari satu,
-pesan saya : berikan hak mereka seperti apa yg diajarkan Rasullullah, dan jangan kalahkan IBUmu demi istrimu.
Bagi saya POLIGAMI itu halal, soal senang atau tidak, setuju atau tidak , itu tergantung siapa yang menjalani. Tidak perlu berkoar tidak setuju karena membela perempuan, atau setuju karena bikin enak. Jadi kalo berpendapat jangan atas nama.
Sampai saat ini, walau saya mau nikah lagi, belum ada tuh yang mau, walau yg saya lamar teman istri dari remaja dan masih single (usia udah masuk 35) dan dia dulu seneng ama saya (dan istri juga setuju), ya namanya nggak JODOH.
Soal Syahwat, benar memang harus dikendalikan, itu pula dikatakan buat pemuda yg belummampu (belum berani) menikah agar berpuasa. Tapi ketika kehendak (kemauan/hasrat) meningkat dan sampai pada batasnya (masing-masing orang yg bisa menilai dirinya sendiri, orang lain hanya melihat luarnya) maka pilihannya ada 2: menikah (halal) atau zina(harom:termasuk onani,masturbasi,sesama jenis).
Orang yg berteriak pd orang lain bahwa Poligami = selingkuh, kalo dia beragam islam, pasti tidak bersandar pada AlQur an dan Hadist, jadi tidak tahu mana pahala, mana dosa, mana halal, mana harom, mana surga mana neraka, mana kebaikan mana kemaksiatan.
Soal motivasi, ya jg menilai dari luarnya, karena ayah saya, saya maupun anak saya nantinya, bisa berbeda, apalagi orang lain.
Kalo seorang muslim/muslimah tidak mau terlibat dalam poligami, maka tidak perlu menyebarkan fitnah (kerusakan).
Cukup berdoa saja. Beramal yg banyak agar lebih dekat pada Alloh, kan mestinya orang yang lebih dekat padaNYA doanya akan terkabul, kalo perlu ya berdoa saja sekalian agar tidak ada laki2 yg mau poligami, dan jangan lupa mendoakan agar semua wanita ingin menikah baik gadis maupun janda berjodoh dengan lelaki yg tak beristri .
Mas Nano,
sebagai seorang non muslim yang mempunyai buanyak teman muslim (yang juga mengucapkan selamat natal kepada saya, biarpun saya bukan kristen!!), memang saya tidak akan mengritik “peraturan” poligami itu sendiri.
Mungkin ada beberapa pertanyaan yang bisa di inti sarikan dari komentar-komentar di atas:
1. Apakah sesuatu yang dihalalkan di Al Qur’an, maka hal itu jadi mutlak halal dan nggak boleh dipertanyakan lagi?
2. Bagaimana kalau hal yang sebetulnya halal (kalau dijalankan dengan memenuhi semua syarat) dijalankan dengan dasar/alasan yang lain dan syarat-syarat yang disebut di Al Qur’an itu tidak (bisa) dipenuhi semua? Apakah hal ini tetap halal? Bukankah keikhlasan istri pertama menjadi salah satu syarat?
3. Apakah “peraturan” yang tertera dalam Al Qur’an dan dibuat berdasarkan situasi dan kondisi yang tertentu pada jaman itu masih tetap mutlak berlaku juga pada jaman sekarang, ataukah ada kemungkinan sedikit modifikasi?
4. Bukankah para perempuan yang dimadu itu (kebanyakan) sudah dewasa dan bisa memutuskan sendiri? Jadi masalahnya bukan mau membela perempuan (ini kan berarti pelecehan perempuan juga kalau kita menganggap mereka nggak bisa membela diri sendiri, atau?). Pertanyaannya ialah apakah mereka betul ikhlas? (ikhlas dan bukan nerima).
Anda beruntung menjadi seorang muslim yang taat dan telah menghayati ajaran agama anda, dan ikhlas bila putri-putri anda dimadu nantinya. Tetapi kan banyak saudara-saudara kita yang ilmunya belum sedalam anda, jadi mereka kan harus belajar terus. Nah, belajar berarti kan harus juga mengenal yang “nggak” atau “kurang” betul. Iya, toh? Seingat saya dulu waktu sekolah guru selain mengajar cara yang betul juga memberitahu cara yang salah agar kita para murid itu mengenalnya dan tidak melakukannya.
Contohnya: seorang muslim diperbolehkan tidak berpuasa kalau sedang dalam perjalanan. Setahu saya peraturan ini didasarkan atas situasi jaman dulu, bahwa para pengikut kafilah sering harus melakukan perjalanan yang buerat sekali di bawah terik matahari yang membakar. Nah, di sini kita bisa lihat logisnya Al Qur’an: kalau kaum pedagang itu harus puasa, kan mereka bisa-bisa mati kehausan. Nah dalam jaman sekarang, kan kita nggak perlu lagi melakukan perjalanan yang seberat itu, jadi pengcualian ini kan nggak berlaku lagi, iya toh? Tapi yang mulia Wk. presiden kita kan pernah argumentasi dengan alasan ini, waktu kunjungan ke Eropa dan sedang makan siang (di bulan puasa). Betul dia atau nggak? Boleh nggak? Ataukah pengecualian ini suatu hal yang mutlak dan tidak tergantung situasi dan kondisi?
Terima kasih kalau anda bisa membuka mata saya dengan jawaban anda.
Selamat tahun baru.
poligami jalan menuju surga..?????
BANYAK JALAN MENUJU SURGA……….
bila Ibu kalian yg dsakiti oleh Ayah kalian krn poligami, apakah kalian para pendukung poligami akan terus mendukung poligami..?
“Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan”….(kata Teh Ninih..)
so…secara implisit..(ato eksplisit) beliau juga tetep menyatakan…dimadu itu sakit…
…andai Rosul masih hidup…
pasti kita tinggal tanya yah…?
…hmmmh….
Wew,klo aq c,tetep aj g stuju..
Syapa yg bsa 100% adil klo bukan Tuhan alias Allah SWT?
Jangan jadi takabur d mentang2 kita udah jadi ulama(contohnya:aa’ gym),padahal mestinya kita sadar klo kita tuh udah jadi panutan masyarakat…Jangan poligami dijadikan alasan untuk menghindari zinah…Lagipula,hati manusia siapa sih yang tau?Mungkin aja di mulut dia bilang rela/ikhlas dimadu sama suaminya,tapi gimana dengan lubuk hatinya yang terdalam?Manusia tuh ga da yg sempurna,walaupun dia baik banged,tapi pasti masih ada terselip kekhilafan dan sifat2 manusiawinya kayak iri ataw dengki,jadi daripada nambah dosa dengan bo’ong klo kita rela dimadu,-dosa udah numpuk- mending tolak!
ass..
setelah sya baca situs ini sampe bokek,akhirnya say coba tarik kesimp0ulan:
1.di Al-Qur’an semua telah jelas dan tidak perlu diragukan lagi kasahannya(bagi seorang moeslem)bahwa dalam agama memang boleh..tetapi dengan syarat2 yg harus dipenuhi, klo gak bisa jgn dicoba,krn hukumnya haram.
masalah seperti apa ketentuannya anda bisa baca Al-Qur’an sendiri kan?
2.jika anda temui seorang laki2 yg berpoligami namun mjd masalah..ada beberapa hal yg harus anda perhatikan,
1.apa anda pernah temui kluarga tanpa masalah?apa anda pikir,klo ga poligami ga kan da masalah psikologi pada anak / ibu / bahkan suami?manusia diciptakan dgn kesusahan,hanya di surga ia tiada temui sakit.(bknkh entar disurga bagi istri akan dipoligami smpe 72 bidadari?dan anda tentu pernah dengar dan tidk ragu dgn kecantikan bidadari.jadi intinya masalah akan anda temui dimana saja anda hidup bukan?
2.jika anda temui suami yg beristri lbh dari 4 / bntk planggaran lain seperti tdk adil dan lain sebagainya, jgn slhkan hukum agama yg memblhkan poligami..tapi slhkan suami2 yg tlh salah..sekali lagi,jgn hukum agama krn hukum agama adalah sangat tdk bkh diragukan oleh pengikutnya,atau jika diragukan,maka hukumnya anda telah murtad(urusan pindah/pilih agama adalah urusan diri sendiri dgn Tuhan,nothing else..)
2.jika seorang moeslem aja meragukan ajaran islam,apalgi orang kafir?bagai mana mungkin merka menghargai & bahkan pecaya dgn islam?
3.jika seorang istri menolak untuk dipoligami,maka telah haram bagi suami untuk poligami,dan istri berhak dalam agama untuk itu.
4.jika anda tidak ingin berpoligami,saya sarankan jgn dengan alasan tidak setuju krn bla..bla..bla..krn keraguan anada kpd apa yg ada dlm Al-Qur’an akan membuat anada mjd kafir..jadi akan lbh baik jika anda setuju,tetapi krn merasa tdk mampu untuk brbagi/adil/secara psikologi,moril,tanggung jawab atau sejenisnya saya pikir itu lebih aman buat anda dari pada menolak krn tdk percaya akan hal itu..
5.untuk anda yg non. saya harap anda juga bisa menghargai kami,krn kami tdk mlarang sec.hukum klo anada makan babi/minum yg beralkolhol bukan?jadi anda jgn menghalangi jika ada orang moeslem ygingin melakukan apa yg memang dibolehkan dalam agama kami(asal kan sesuai aturan agama kami(poligami))krn itu adalah hak kami sebagai seorang moeslem,skalipun anda berbeda pendapat dgn agama kami,tapi itu adalah mutlak HAK kami.
6.akhir kata hanya 1 hal yg ingin saya ingatkan sebuah kalimat yg insya Allah bisa menguatkan iman seorang muslim:
Katakanlah”aku rela..Allah menjadi Tuhanku,akupun rela Rasulullah mjd rasulku&PANUTANKU,maka..akupun rela..dengan ketentuan Allah..”
sekian dari saya,bila ada slh2 itu wajar krn tiada manusia sempurna & tanpa pernah slh..(he..^_^a)dan kebaikan itu hanya dari hidayah Allah.maka sori2 aja nie..
was..
ass..
wah..maaf..kliatan masih pake nhasa sms&jarang ngetik(he…^0^a)
maaf..klo bhsnya juga kliatan gak dewasa..krn memang saya masih kecil..eh,muda..(he..^^V)
was..
@Ard:
Mbak/Mas, itu kolom situs, diisi dengan alamat situs anda, kalau ga ada silahkan dikosongi aja. Jangan diisi dengan alamat saya :P
Ga masalah kok dengan dewasa atau tidak. Justru dengan mengakui ketidakdewasaan, anda malah terlihat dewasa :)
pernah denger ga ada lagu baguuuuus bgt..(nyanyikan dengan nada JAGALAH HATI)
jagalah tit*t jangan kau nodai
jagalah tit*t jangan kau kotori
bila tit*t sudah ga bisa nahan
boleh nambah satu istri….
ass..
wah..terimakasih atas sarannya & balasannya.saya senang sekali..
maaf mas,klo salah tulis.^^a
maklum,masih beginer..
he…moga aja..yg nanti terjadi membuat dunia ini jadi lebih baik..
‘_
sebagian text lari..
he..
maaf..
was..
Jadi kesimpulannya boleh ngga`nya poligami itu apa tergantung izin istri yach..?kl istri Ridho …. baru boleh poligami…!
masalahnya nich …dari semua pendapat mempunyai landasan pemikiran masing masing n dalil.
Agama memang membolehkan poligami…tapi kan dengan catatan ……
kalo ngga mampu n ga bisa adil …why… gt loh melakukan poligami,tapi kalo mampu n dapat izin ya apasalahnya …
So…kita sikapi aja dengan arif dan bijaksana . :)
ya namanya juga urun rembug ..perbedaan pendapat itu wajar n lumrah
ass..
mas tiger..
magsud ane juga gitu..
^^a
tapi ngomongnya susah..
^O^a
tenx yo mas!!
was..
Stop ngomongin poligami never ending story. Bahas yang lain yuk
Jangankan di akhirat…
Di dunia aja teh Nini udah dapat ngerasain syurga lagi bersama AA Gym…
POLIGAMI= Nikahi Janda beranak Yatim
Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya yang janda.
Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai hidup fakir miskin.
Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga membuka jalan bagi usaha emansipasi.
Selengkapnya klik di bawah:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,11911.0.html
Dari penuturan sdr Dade diatas, saya jadi berpikir mungkin dalam amademen UUD 45 berikutnya bukan hanya ‘fakir miskin dan anak terlantar’ yang dipelihara negara tapi juga ‘janda berikut putra-putrinya’