Sufisme

Niat baik sebaiknya jangan ditunda-tunda, begitu kita sering mendengar nasihat, namun bagi orang yang ingin ataupun bertekad untuk menjalani kehidupa ala sufi, nasihatnya adalah lebih baik ditunda-tunda.


Akhir kesufian adalah awal dari kenabian, demikianlah pada umumnya kesufian tersebut dikenal serta dihayati oleh orang-orang yang menjalaninya.

 

Namun sangat banyak sekali orang yang mencoba untuk menjalaninya dan hasilnya adalah gagal, kegagalan ini disebabkan oleh begitu sulitnya menjalani kehidupan kesufian tersebut.

 

Benar-benar dibutuhkan kematangan ilmu, kematangan kebijaksanaan serta kematangan kedewasaan kita untuk dapat menjalaninya.

 

Untuk dapat mematangkan ilmu, kebijakan serta kedewasaan ini tentu saja akan sangat memakan waktu yang lama serta dibutuhkan pula usia yang memadai.

 

Bahkan jika kita sudah mampu menjalaninyapun, akhir jaman seperti sekarang ini banyak sekali orang yang sanagat membutuhkan pertanggungan, terutama para perempuan dan wanita, juga anak-anak.

 

Tentunya tidak sekali-kali bermaksud menyalahkan ataupun memburukan, apalagi melarang cara hidup seorang sufi yang penuh dengan kezuhudan, jujur diri serta suci hati dengan jaga pandang dan dengar juga lidah, namun cara hidup sufi yang terkesan egois tersebut, rasanya kurang pas dengan kehidupan masa akhir jaman seperti sekarang ini.

 

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak berguna bagi manusia lain, rasanya akan sulit untuk memenuhi himbauan manusia yang baik tersebut bila harus menjalani kehidupan kesufian.

 

Oleh karenanya sebaiknya cara hidup kesufian tersebut di tunda hingga beban serta tanggungjawab kita berkurang dengan alih generasi kepada anak-cucu kita.

 

Mungkin untuk dapat mengobati kerinduan kita kepada kehidupan zuhud kesufian tersebut selama penantian waktu berkurangnya beban duniawi tersebut, ramuan perekat akhirat* dapat sedikit menghibur lara hati kita sehingga sabar serta tabah dalam penantian.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1