Sabar

Sering kita mendengar bahkan mungkin mengalami habis kesabaran, dikarenakan sudah keterlaluan sekali maka menjadi habislah kesabaran, juga pada saat menanti sesuatu yang tidak tentu berapa lama waktunya.


Sebenarnya kesabaran memang tidak ada batasannya, tergantung seberapa pandai kita dapat menetralisir permasalahan yang menyinggung perasaan kita tersebut, sebab bila kita hanya menahannya saja, lama-lama akan menumpuk menjadi dendam yang hanya tinggal menunggu pemicu yang akan meledakkannya, mirip dengan bom waktu.

 

Memang ada cara melatih kesabaran dengan cara menahan marah kita satu menit, bila dapat bertahan satu menit maka tambah lagi satu menit, demikian seterusnya hingga kita dapat mengendalikannya.

 

Namun cara yang paling baik adalah dengan berprasangka baik kepada Allah yang digabung dengan ilmu serta hukum terkait yang dapat menetralkan penyebab amarah ataupun kesal tersebut.

 

Mengingat rujukan masalah silaturahmi dapat membantu menetralkan penyebab amarah kita, kita akan senantiasa berusaha untuk menghindari keributan, dikarenakan Allah sangat menganjurkan menjalin serta merawat silaturahmi, sehingga kita dapat menghidarkan perselisihan atau keributan bahkan perkelahian, yang akan merusak silaturahmi serta Allah tidak menyukainya, sedangkan bila kita dapat menghidarkannya karena Allah, kita akan mendapatkan banyak keuntungan dan kemudahan  yang akan dihadiahkan Allah, sebab kita telah menjaga serta merawat hubungan silahturahmi tersebut.

 

Rasa sakit perasaan kita dikarenakan ketersinggungan oleh tingkah ataupun kedzoliman orang lain, tentunya akan digantikan oleh Allah dengan penambahan kemuliaan kita, sedangkan bila kita didzolimi oleh orang lain dan bersabar, kita akan mendapatkan amal baik orang tersebut, sedangkan orang tersebut menanggung dosa kita, sesuai dengan seberapa berat kedzolimannya.

 

Sedangkan pada saat menunggu sesuatu, bila kita tidak sabar maka perasaan resah, gelisah serta kesal kita akan membuat kita merasa menunggu dua kali lebih lama, akan tetapi bila kita bersabar serta mengisi waktu menunggu tersebut dengan merenung dalam mengingat Allah, selain kita akan merasa waktu menjadi dua kali lebih cepat, bahkan mungkin empat kali, ditambah lagi dengan pahala yang besar dalam mengingat serta merenungkan tentang Allah, apalagi jika perenungan kita tersebut menghasilkan hadiah seribu rakaat shalat, dapat kita bayangkan akan menghabiskan waktu berapa lama jika kita harus melakukan shalat seribu rakaat.

 

Orang yang sabar disayang oleh Allah, sebab dapatnya ia menjaga kesabarannya tentunya disebabkan oleh peduli serta taat kepada Allah, senantiasa mengingat Allah serta penuh dengan prasangka baik kepada Allah, juga orang sabar akan tawakal dalam menjalani ketentuan Allah yang harus dijalaninya, sehingga Allah menjadi ridho kepadanya.

 

Sabar menjalani kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat yang abadi, menjadikan kita dapat memetik banyak sekali manfaat, ilmu, pahala serta berkah yang telah Allah sediakan sebagai bekal dalam perjalanan tersebut, tentunya Allah akan menjadi sangat senang sekali jika kita dapat mengambil sebanyak mungkin dengan cara yang benar apa yang telah disediakan tersebut.

 

Ketergesa-gesaan yang termasuk jurus faforit syaitan dalam menjerumuskan manusia, kedalam kelalaian yang sangat berbahaya dikarenakan kita sulit untuk menyadari serta merasakan serangan kelalaian tersebut, perisai yang paling baik untuk menahan hembusan ketergesaan ini adalah kesadaran yang tinggi serta kesabaran.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1