Kerinduan
|
Kerinduan yang menyayat, menggores serta menoreh hati kita saat mengingat segala yang berkaitan dengan akhirat, adalah gejala datangnya khusyu, sehingga pada saat airmata mengalir dengan deras, tentunya kita telah berada dalam kekhusyuan. |
|
Rindu kepada Rasulullah SAW. yang diutus oleh Allah, sering juga membawa kita kedalam kekhusyuan, sebab jelas sebagai utusan Allah sangat berkaitan dengan masalah akhirat. |
|
Mengingat sangat eratnya kaitan antara kerinduan dengan kekhusyuan, tentunya akan sangat baik bila kita senantiasa melatih kerinduan akhirat kita dengan lebih serius. |
|
Rasa tersayat, tergores serta tertoreh tersebut adalah proses pembersihan kerak yang menempel kuat pada hati kecil kita, sedangkan bila sudah ada bagian yang cukup bersih hingga menjadi lebih kuat tarikan rasa kerinduannya membuat kita tidak akan dapat menahan cucuran airmata yang semakin deras, pada saat tersebut kita telah memasuki keadaan yang relatif khusyu. |
|
Semakin sering dan banyak kita melatihnya tentu akan semakin dalam kerinduan serta kekhusyuan kita, bersamaan dengan semua itu maka akan semakin berkuranglah kerak yang menutupi hati kecil kita. |
|
Dengan semakin terlatihnya kerinduan serta kekhusyuan tersebut maka akan semakin terjaga serta semakin terpeliharalah kebersihan hati kita dari kerak yang membawa kepada kegelapan. |
|
Menumpuknya dendam kerinduan kepada Allah serta akhirat, kiranya dapat kita jadikan sebagai bekal untuk melontarkan jiwa kita saat kita telah terbebas dari penjara dunia, menuju kebebasan akhirat yang kekal, tentunya dengan kerinduan yang besar akan mudahlah ruh serta jiwa kita meninggalkan tubuh pada saat sakratul maut nanti, tidak seperti orang yang terlalu cinta serta rindu dunia, yang harus dicabut bagaikan pohon yang tercabut hingga akarnya. |
|
Namun penumpukan dendam rindu yang keterlaluan haruslah dikendalikan, sebab walau bagaimanapun yang keterlaluan keterlaluan biasanya menjadi kurang baik, janganlah kita menjadi enggan mengurusi urusan dunia yang menjadi kewajiban kita dikarenakan kerinduan yang berlebihan, masih sangat banyak kewajiban dunia kita yang harus kita jalani, bersabar, ikhlas serta tawadhu adalah lebih baik dalam menjalani ketentuan Allah didunia ini. |
|
Kadang kala, kerinduan pembawa kekhusyuan tersebut dapat menarik jiwa kita ke suatu tempat yang terasa sangat nikmat serta nyaman, yang belum pernah dirasakan selama hidup, hal tersebut seringkali menjadikan kita sangat egois, hingga semakin enggan mengurusi urusan dunia kita, jika sudah begini kita tentunya harus melipat gandakan kesadaran kita akan segala kewajiban duniawi kita agar tidak terlalaikan. |
|
Aneh memang hidup ini, bahkan khusyu yang merupakan hal yang baik pun harus diwaspadai serta dibatasi, apalagi hal-hal buruk jebakan dari syaitan, memang islam sangat membutuhkan kesadaran yang sangat tinggi dalam melaksanakannya, hal tersebutlah kiranya yang menjadikan jenis khamr sangat dilarang, serta lain-lain hal yang memabukan, mabuk judi, mabuk wanita, mabuk dunia, mabuk-mabukan, apakah mabuk akhirat juga termasuk?. |
|
-=*=- |