Rambut

Biasanya rambut kepala adalah bagian dari tubuh manusia yang di bangga-banggakan oleh pemiliknya, kurang lebih mendekati kepada mahkota tubuh.


Banyak sekali orang-orang yang merawat rambutnya kepalanya sedemikian rupa sehingga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dengan harapan rambutnya tersebut dapat menjadi kebanggaan dirinya.

 

Tanpa kita sadari bahwa segala sesuatu yang dilebihkan, akan menimbulkan beban cobaan yang lebih besar pula, demikian juga dengan rambut yang dianggap mahkota kita tersebut dapat menyeret kita kedalam berbangga diri bahkan miungkin kedalam keriyaan.

 

Hal rambut kepala tersebut bagi orang muslim, mungkin tidaklah terlalu menjadi masalah lagi, sebab bagi perempuan Allah yang Maha Tahu telah memerintahkan menutupinya dikarenakan termasuk kedalam auratnya, hanya suaminyalah yang berhak untuk memandang mahkota ratu sang istri tersebut, juga bagi laki-laki memang di sarankan juga untuk menutup rambutnya demi ciri seorang hamba yang tawadhu.

 

Bila kebanggaan akan rambut dibiarkan menjajah diri kita, maka dapat kita lihat akibatnya pada orang-orang yang mewarnai rambutnya dengan berbagai macam warna agar menarik perhatian orang lain, potongan yang aneh-aneh yang juga bermahksud agar dilihat, dipuji serta lain sebagainya harapan.

 

Sedangkan aturan Allah melarang kita mencabut uban serta mewarnainya dengan warna hitam, agar kita tidak sampai melupakan umur yang terus berjalan menuju kematian, yang seharusnya kita isi dengan segala macam amal kebaikan serta kebijakan berfikir, bukannya dicabut serta dihitamkan yang menjadikan kita lupa diri, lupa usia serta lupa bahwa kematian senantiasa menunggu dengan waktu yang tidak kita diketahui kedatangannya.

 

Aturan perlakuan terhadap rambut ketiak yang harus di cabut dan bukannya di cukur, mungkin membuat kita berfikir kenapa harus bersakit-sakit mencabuti rambut ketiak dan bukan mencukurnya saja lebih cepat dan nyaman, memang yang nyaman-nyaman ataupun enak-enak itu hasilnya biasanya kurang baik, ketiak bagi laki-laki yang pada saat sujud sangat besar kemungkinannya untuk terlihat, tentunya memerlukan penampilan keindahan tersendiri, kehalusan kulit ketiak yang di cabut rambutnya sangat berbeda dengan bila dicukur, belum lagi kelenjar keringat di ketiak yang bila dicukur akan tetap memproduksi keringat serta bau yang banyak, akan sangat berkurang produksinya bila dicabut rambutnya tersebut.

 

Ditambah lagi bila kita dengar pendapat ilmuwan dimasa sekarang ini yang telah menemukan kenyataan bahwa mencukur rambut dagu ataupun mencukur rambut ketiak, dapat menimbulkan resiko kanker yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memelihara janggut, adapun masalah rambut ketiak barangkali dapat kita ibaratkan sebagai ilmu refleksi yang dapat menyehatkan organ-organ dalam tubuh kita, sehingga lebih rendah lagi kemungkinan terkena kanker pada organ dalam tubuh kita, Maha suci Allah yang Maha Tahu.

 

Rambut kemaluan yang harus dicukur dan bukannya di cabut, rasanya lebih kepada kebersihan serta kenyamanan dan perhatian kita terhadap kemaluan kita, juga sebagai santun serta saling menghargai bagi yang sudah menikah, dengan cara mencukur rambut kemaluan, cara tersebut dapat menjadikan rambut tersebut tumbuh lagi dengan cepat, sehingga terasa menggangunya rambut yang baru tumbuh tersebut akan membuat kita lebih intensif dalam memperhatikan bagian tubuh tersebut.

 

Pada awalnya memang terasa aneh bila kita memikirkan aturan perlakuan terhadap rambut yang menurut akal kita kurang praktis, dengan diharuskannya memotong rambut kepala, mencabut rambut ketiak serta mencukur rambut kemaluan tersebut, memang Allah Maha Tahu, jauh lebih baik bila kita mengutamakan taat saja kepada aturan Allah serta melaksanakannya, daripada kita di ganggu oleh keraguan yang diumpankan oleh akal kita sendiri, kecuali memang Allah berkenan memberikan kepada kita pengetahuannya tentang hal tersebut.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1