Ragu
|
Keragu-raguan adalah bibit bingung yang dihembus-hembuskan oleh syaitan kedalam dada manusia, agar manusia tersebut kehilangan keyakinan serta ketertibannya. |
|
Ragu adalah penggerogot iman paling berbahaya, juga ragu adalah pembuang waktu yang sangat ampuh, oleh karenanya sebaiknya kita senantiasa untuk membuang jauh-jauh keraguan dari dalam hati kita. |
|
Bila kita meragukan sesuatu hal maka kita akan terhenti disana hingga waktu yang sulit untuk diperkirakan, kita terhenti sedangkan waktu berjalan terus dengan cepatnya, hanya bila kita telah dapat menentukan salah-satu dari hal yang diragukan tersebut, barulah kita terlepas dari keraguan serta waktu kita pun dapat mulai berjalan lagi. |
|
Allah mengingatkan kita khusus tentang ragu tersebut bersama dengan was-was, keduanya ditiupkan oleh syaitan baik yang tidak terlihat maupun yang berbentuk manusia. |
|
Sekarang-sekarang ini banyak isme ataupun ideologi asing yang dihembuskan dengan paksa ke seluruh dunia yang dapat menimbulkan keraguan bagi ummat manusia dalam menentukan aturan main kehidupan, dari mulai isme banyak orang, atau menurut orang terbanyak, atau dipilih orang terbanyak, atau mungkin juga menjadi yang paling populer, sampai dengan pribadi setiap orang juga kebebasan pribadi. |
|
Sebenarnya bila kita amati, bebas itu sama saja artinya dengan tidak ada aturan, kebebasan seseorang tentunya akan melanggar kebebasan orang lain, bila seorang perempuan bebas bertelanjang di tempat umum yang tentunya akan mengundang birahi semua laki-laki yang melihatnya, tetapi hanya ingin dilihat serta dikagumi saja dan hanya boleh disentuh oleh laki-laki yang dia inginkan saja, memang secara akal manusia yang dangkal adalah masuk akal sebagai kebebasan pribadi si perempuan tersebut, tanpa perduli semua laki-laki lain yang tidak diharapkannya tersebut harus membuang birahinya kemana, bahkan si perempuan tersebut ingin dipuji keindahan badannya oleh semua orang dengan aman, tanpa resiko dari laki-laki yang terprofokasi syahwat birahinya akibat perbuatannya tersebut. |
|
Begitu pula bagi orang yang berpamer kekayaan ataupun kemewahan dihadapan orang-orang fakir serta miskin, tentu saja harus mau menerima resiko terjadinya suatu akibat dari orang yang tergoda ataupun terprofokasi oleh pertunjukan tersebut sehingga mendadak berniat berbuat jahat dikarenakan ia sangat membutuhkan sedikit uang, juga hal tersebut dapat terjadi pada anggota tertentu dari suatu negara kaya yang bermewah-mewah bahkan berlaku sewenang-wenang di negara miskin yang telah di hancurkannya tersebut. |
|
Ukuran kepopuleran atau hasil dari banyak orang, tentu saja tidaklah dapat dijadikan tolok ukur bahwa hasil tersebut dapat dijamin kebenarannya, sebab dengan kekuatan uang maupun kekuatan senjata, akan mudah saja memaksa orang banyak untuk melakukan kesepakatan terhadap hal yang tidak benar, bahkan hal yang bertentangan pun dapat saja dipaksakan untuk disepakati orang banyak yang lemah, yang terhutangi serta banyak hal lagi yang dapat dipakai untuk menekan banyak orang, bahkan negara sekalipun. |
|
Memang dalam hal menghadapi keragu-raguan ini banyak orang yang menjadi korban disebabkan sulitnya untuk menghindarinya, tentunya jika pilihan yang tersedia adalah antara benar dan salah, maka akan mudah saja kita memilihnya, yaitu memilih yang benar, namun bila kenyataannya pilihannya adalah kedua-duanya salah mungkin kita akan menjadi bingung serta ragu untuk memilihnya, sebab dibutuhkan ilmu yang cukup untuk memilihnya mana yang paling sedikit kesalahannya. |
|
Kehidupan ini memang sulit, penuh dengan dilema yang didalamnya kita sering dipojokan kepada pilihan yang sangat sulit, baik itu pilihan benar dan benar, benar dan salah ataupun pilihan salah dan salah, yang manapun pilihannya, kita tetap harus memilih yang paling tepat atau bahkan salah sekalipun, sebab tidak memilih adalah pilihan yang lebih salah, kita akan terperangkap dalam keraguan yang panjang serta waktu dapat terhenti hingga bertahun-tahun, sedangkan jika kita berani memilih walaupun yang salah maka waktu akan tetap berjalan dimana kita mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dari pilihan kita ataupun kita sampai kepada pilihan lainnya yang lebih baik ataupun lebih mudah atau bahkan sama beratnya sekalipun, akan tetapi kita dapat terus berjalan dan tidak terhenti dalam keraguan yang lama dengan sangat banyak waktu yang terbuang percuma. |
|
Banyak dari kita yang tidak berani mengambil pilihan salah yang kecil sehingga terkena sakit keraguan yang lama, padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana, tidaklah mungkin manusia dapat menjalani kehidupan didunia yang terbuat dari tanah ini yang bila hujan menjadi lumpur, namun ingin bersih tanpa terkena lumpur ataupun tanah sedikitpun, wudlu sehari lima kali pun memberitahu kita bahwa kita akan senantiasa terkena kotoran dalam kehidupan, bahkan memperbaiki wudlu walaupun belum batal cukup disarankan. |
|
Sebagai contoh lain, kita dapat mengambil dari masalah perkawinan, menurut rujukannya dalam hal perkawinan, disana dikatakan bahwa yang demikian itu dapat mendekatkan kepada tidak berbuat aniaya, dan bukannya dapat menghindarkan, dengan demikian dapat diartikan bahwa didalam pernikahan, pastilah setidaknya akan terjadi perbuatan aniaya, namun bila dibandingkan dengan hubungan tanpa aturan yang dapat menimbulkan aniaya yang sangat besar bahkan dapat berubah menjadi kekejian, aniaya perasaan yang berubah bentuk menjadi pengorbanan didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban untuk mengisi perkawinan yang dimuliakan Allah, adalah jenis aniaya kecil yang masih dapat diterima ataupun masih masuk dalam batasan toleransi kewajaran sebagai modal berdagang dengan Allah yang senantiasa menguntungkan kita.. |
|
Sekedar untuk diingat oleh kita, dalam menjalani kehidupan masa akhir jaman ini, kita haruslah pandai menentukan pilihan kita, agar dapat memilih dengan bijak antara pilihan kebenaran islami dengan pilihan kebenaran secara umum atau kebenaran menurut orang banyak, sebab seringkali kebenaran umum yang merupakan kebenaran import produk asing lebih diutamakan dibandingkan kebenaran yang hakiki dari Allah, sehingga tanpa sengaja kita menentang ketentuan ataupun aturan Allah dengan beralasankan aturan atau kebenaran secara umum. |
|
-=*=- |