Anda tidak salah baca judul, saudari-saudariku, ini serius. Sebenarnya, semula saya ingin pakai judul satu batang rame-rame, tapi sepertinya tidak sesuai dengan tulisan yang sangat serius ini.
Ok, langsung saja, poligami sebenarnya bisa membuat kita mendapat banyak sekali pahala, yang otomatis akan memperbesar peluang kita masuk ke surga yang selalu kita dambakan. Siapa sih yang tidak mau masuk surga? Teh Nini yang suaminya baru nambah istri pun menyatakan hal yang kurang lebih sama, demi surga di akhirat kelak, beliau rela dimadu oleh AA Gym.
Teteh yang sama juga berkata: “Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.” Beliau benar, dengan menyikapinya secara arif, poligami malah bisa jadi ladang amal yang menjanjikan pahala berlimpah. Beliau juga mengatakan bahwa kita harus belajar berbagi kebahagiaan.
Berikut ini saya sampaikan beberapa manfaat positif lain dari poligami…
Melatih Sabar
Setelah bertahun-tahun setia menemani
suami, sejak nol sampai sekarang jadi orang, kaya raya dan dihormati, eh,
sekarang tiba-tiba harus rela dipoligami, harus mau berbagi dengan wanita
lain!?! Kecewa, marah, luka hati itu manusiawi. Tapi jangan larut, ini adalah
kesempatan emas untuk menjadikannya sebagai ladang amal tempat melatih
kesabaran. Mengendalikan nafsu itu sangatlah sulit, konon bahkan lebih sulit
dari perang Badr-nya Sang Rasul dulu. Sudah pasti pahalanya juga tidak
sembarangan dong.
Melatih Ikhlas dalam Berbagi
Betapa serakahnya kita, bila
kebahagiaan hanya dinikmati seorang diri. Begitu juga dengan
penis suami. Berbagi kenikmatan dengan penuh keikhlasan tentu
mendapat nilai spesial di mata Alloh.
Membuat diri lebih mencintai Alloh
Dengan merelakan suami
menambah istri, wanita akan lebih sadar, siapa yang seharusnya lebih dicintai.
Suami yang hanya untuk di dunia, atau Alloh yang akan memberinya kebahagiaan
kekal di surga kelak? Sudah sepantasnya istri lebih mencintai Alloh dari apapun
di dunia ini.
Melatih Hidup Sehat dan Bersih
Hubungan sex dengan multi
pasangan harus dilakukan dengan hati-hati. Karena berpindahnya penis antar
vagina berpotensi menularkan penyakit ke vagina semua istri. Penyakit dari satu
kelamin bisa dengan mudah menulari kelamin-kelamin yang lain. Kesadaran akan hal
ini, mau tidak mau akan memaksa suami dan semua istrinya untuk selalu saling
menjaga kesehatan. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman, menjaganya sudah
pasti dapat pahala juga dong.
Melatih diri untuk selalu meningkatkan kualitas.
Dengan
poligami, setiap istri akan termotivasi untuk selalu menjaga kualitas diri, bila
kualitas dirinya buruk, maka sang suami akan cenderung menghindar, dan cenderung
mendekat ke istri yang lain. Atau lebih parah, bila quota-nya belum habis,
mungkin malah memutuskan untuk menambah istri lagi. Tapi ini persaingan positif.
Memperbaiki diri juga berarti pahala lagi :D
Melatih untuk tidak dengki
Berbagi suami, bagi seorang
istri yang pendengki akan membuatnya selalu makan hati, depresi, mungkin juga
tekanan darah tinggi. Selain itu, istri yang pendengki cenderung lebih cepat
keriput, akhirnya tak lagi seksi, aura yang dipancarkan pun bikin orang
menyingkir pergi. Dan suami tercinta pasti beralih ke lain hati. Poligami akan
mendorong para istri untuk tidak lagi jadi pendengki. Lagi-lagi, ini berarti
pahala.
Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal positif yang bisa
dicari-cari diungkapkan, sayangnya tidak mungkin bila semua
diceritakan disini, nanti kepanjangan. Pokoknya, inget saja lah kata AA Gym,
bahwa “wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan
baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan dimanapun
dia berada.“
WTF!! Kenapa semua latihan di ladang amal yang penuh pahala itu hanya memberatkan perempuan?!?!
(Pertanyaan beberapa wanita yg sok kritis)
Lho… siapa bilang? Ini juga hal yang sangat berat bagi para suami.
Bila seseorang yang dicintai sakit, sang pencinta pastilah ikut tersakiti. Begitu pula dengan suami, pasti ikut pedih bila istrinya sakit hati akibat dipoligami. Tapi mau gimana lagi? Demi segala kebaikan poligami, dan demi surga bagi sang istri di akhirat kelak, sang suami harus rela menanggung segala kepedihan itu… Dan harus dicatat, kepedihan yang sama mungkin saja harus ditanggung sampai 4 (empat) kali! Itu pun dengan efek kepedihan yang berlipat!! Sangat amat berat sekali bukan?
Memang laki-laki punya naluri, “keinginan” untuk poligami. namun ketika tak bisa menaklukkan keinginan itu, apa bedanya dengan anjing?
(komentar seorang teman)
Memangnya anda siapa? Memangnya sudah setinggi apa ilmu anda dibanding para poligamis itu? Apa yang sudah anda sumbangkan untuk umat beragama? Anda bisa apa? Kalau bukan apa-apa, kalau belum punya banyak restoran, kalau belum jadi dai kondang, kalau belum jadi pemuka agama hebat, tak perlu lah menganjing-anjingkan mereka. Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka.
Semoga setelah membaca tulisan ini, para istri, dan saudari-saudari sekalian bisa memahami bahwa poligami itu sangat amat bermanfaat sekali bagi perkembangan jiwa para wanita. Lebih jauh lagi, poligami juga bisa menjadi ladang amal yang memberi anda banyak sekali pahala, yang pada gilirannya akan memastikan anda masuk kedalam surga yang kekal di akhirat kelak. Insyallah.
Sambil menyelam minum susu. Sambil mengabdi pada suami, kita kumpulkan pahala demi akhirat. Satu batang rame-rame… demi surga, kenapa tidak?
Semoga anda semua cepat masuk surga…
amin… amin ya Alloh ya rabbal
alamiiiin.
Wassalamualaikum warrahmatullohi wabarakatuh