KeMatian
|
Setiap yang hidup pasti akan menghadapi maut, tidak ada yang hidup serta bernafas dapat terlepas dari maut yang akan menjemputnya, hanya saja waktunya yang tidak diketahui kapan datangnya. |
|
Dapat kita bayangkan bila kita tahu waktu kematian kita, betapa tidak akan bergunanya hidup kita ini, tidak akan dapat memetik pelajaran apapun didunia ini, sebab orang akan merusak habis-habisan dirinya hingga mendekati batas akhir yang telah diketahuinya tersebut, barulah saat itu ia akan mencoba untuk meminta ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun, dan sebagaimana kebiasaan menunda-nunda, sedikit lagi terus menerus hingga akhirnya terlambat, hal demikian akan menjadikan rancangan rencana Allah berupa takdir menjadi tidak sempurna, manusia menjadi merasa bisa merencanakan hidupnya walaupun sebenarnya tidak akan mampu dikarenakan menunda-nunda. |
|
Kebanyakan orang sangat takut kepada datangnya sakratul maut yang luarbiasa sakitnya, hanya Allah saja yang memberi penawaran kepada hambanya untuk menggantikan sekecil apapun rasa sakit dengan kemuliaan. |
|
Kerinduan kepada Allah yang didapatkan didalam kekhusyuan, akan dapat membantu cepatnya proses sakratul maut kita, oleh karenanya perbanyaklah khusyu dalam kehidupan serta ibadah kita. |
|
Allah memanggil jiwa yang tentram untuk pulang, kita harus meraih ketentraman jiwa kita dengan petunjuk yang telah Allah berikan. |
|
Dunia adalah syurga bagi orang kafir, sedangkan bagi orang islam dunia adalah penjara bagi jiwanya yang rindu kepada Allah, tentunya hari kematian bagi orang islam adalah hari kebebasan jiwa yang rindu dapat segera bertemu dengan yang dirindukannya yaitu Allah Tuhan Penciptanya. |
|
Kematian tidak boleh diminta maupun dipaksakan, tetapi juga tidak dapat diundurkan walau sesaat, kematian hanya Allah saja yang menentukan kapan waktu yang terbaik bagi kita untuk pulang memenuhi panggilan Allah menuju keharibaanNya. |
|
Bagi yang rindu kepada Allah haruslah bersabar serta tawadhu menunggu hari panggilan pulang, sedangkan bagi yang takut akan kematian, sakratul maut akan datang tepat waktu, tidak akan terlambat sesaatpun, jika belum siap akan dicabut bagaikan pohon yang tercabut hingga akarnya. |
|
Saat kematian yang tidak diketahui dapat membuat manusia menjadi pandai mengatur waktu dalam hidupnya serta giat belajar dan berusaha agar bila tiba kapanpun saatnya selalu dalam keadaan siap pulang serta rindu kepada Allah. |
|
Berusaha seakan hidup seribu tahun, beribadah seakan besok mati, memang jurus yang paling tepat untuk menghadapi umur yang telah dijatahkan kepada kita |
|
-=*=- |