Kita

Kita... siapa kita ini?, tergantung, apakah kita dalam satu ikatan ataukah hanya sekedar kita yang sedang bersama ataupun kita-kita yang lainnya.


Bisa saja kita ini hanyalah sekumpulan orang yang saling tidak mengenal, tetapi biasanya kita ini adalah sekumpulan orang-orang yang saling mengenal, akrab, bahkan sangat dekat serta akrab, yang dapat berupa negara, organisasi, golongan, kaum, bahkan suatu keluarga.

 

Tetapi yang paling pasti apapun kaitannya kita ini, kita adalah orang-orang yang benar-benar merugi.

 

Hanya sedikit perkecualiannya, yaitu bagi yang beriman, mengerjakan amal soleh, saling menasihati dalam ketaatan, kebenaran serta dalam menetapi kesabaran.

 

Memang waktu kita banyak sekali yang terbuang, tidur yang menghabiskan enam jam lebih, ber lelet-lelet atau belambat-lambat, melamun sana-sini, berkhayal ini-itu, menunggu sesuatu yang terlalu jauh bahkan mungkin tidak akan pernah datang  serta lain sebagainya pemborosan waktu yang seringkali kita lakukan.

 

Sedangkan untuk dapat beriman kita harus belajar serta mencari banyak ilmu-ilmu yang bermanfaat, juga dibarengi dengan do'a agar dihindarkan dari ilmu yang tidak bermanfaat yang hanya akan menambah borosnya waktu.

 

Untuk mengerjakan amal soleh pun kita memerlukan waktu yang tidak sedikit, sebab untuk mendapatkan hasil dari amal tersebut kita harus mengerjakannya dengan sungguh-sungguh serta telaten, sebab jika kita mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan sehingga tidak mendapatkan hasilkan yang mencukupi, tentu juga kita akan menjadi memboroskan waktu yang banyak dengan hasil yang sedikit.

 

Saling menasihati tentunya yang menasihati harus mengerti betul apa yang dinasihatkan, untuk dapat mengerti tentunya harus juga belajar yang mengambil banyak waktu, belum lagi bila menasihati tanpa hasil menjadi membuang-buang waktu juga, sehingga kita bisa kehilangan banyak waktu baik pada saat belajar juga pada saat memberi nasihat yang tidak berhasil, sebab untuk mengetahui hasil nasihat kita, kita harus menunggu sampai terlihat bagaimana kenyataannya hasil yang terjadi pada orang yang kita nasihati tersebut.

 

Kita banyak sekali kehilangan waktu pada saat menjalani kehidupan kita, yang sudah barang tentu akan menimbulkan kerugian yang banyak bagi kita, sedangkangkan disisi lainnya segala perkecualian bagi kerugian tersebutpun sangat membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan serta mengerjakannya.

 

Padahal dihari akhir atau hari perhitungan nanti, waktu akan bersaksi tentang bagaimana kita telah memperlakukan waktu tersebut, apakah banyak terbuang sia-sia ataukah efisien memanfaatkannya.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1