Kanan

Kanan adalah perlambang kebaikan, sedangkan kiri biasanya dijadikan perlambang keburukan, begitulah islam mengajari kita untuk tetap dalam kesadaran yang tinggi, selama menjalani kegiatan harian kita.


Kesadaran yang tinggi sangatlah penting bagi kita dalam menghadapi kelalaian yang senantiasa mengintai kita.

 

Pola melatih kepedulian dalam hal kanan dan kiri dalam keseharian kita, adalah pola pelatihan yang sangat bermanfaat untuk melatih kesadaran serta kesabaran kita.

 

Yang makan menggunakan tangan kiri adalah syaitan, begitu kita diperingatkan tentang adab makan yang harus kita perhatikan, sebab makan serta minum merupakan sarana penunjang kehidupan kita yang vital, bila sumber tenaga kita didapatkan melalui syaitan tentunya akan menjadikan kegiatan kita pun akan cenderung terdorong kearah keburukan, daging yang tumbuh darinya pun akan menjadi daging yang buruk, kehilangan berkah makanan, minuman, tenaga serta daging bahkan darah.

 

Kita dapat melihat disekitar kita adanya pola atau cara makan impor yang mengunakan pisau serta garpu, tentunya akan sulit jika memotong dengan pisau memakai tanagan kiri, maka cara makan seperti tersebut akan melatih kita menjadi makan menggunakan garpu di tangan kiri, yang tentu saja menjadikan kita  makan dengan tangan kiri.

 

Sejalan dengan majunya jaman ternyata terjadi kemunduran akhlak, sekarang ini sudah banyak sekali orang yang tidak memerdulikan lagi masalah kanan dan kiri tersebut, bahkan seorang anak dengan tenang saja memberikan sesuatu kepada ibunya memakai tangan kirinya, dan si ibu maupun ayahnyapun tidak perduli dengan hal tersebut.

 

Jika masalah makan, minum, serta memberikan sesuatu sudah tidak memakai adab lagi tentunya hal-hal lainnya yang dianggap lebih ringanpun akan sama juga, misalnya memakai baju, celana, masuk kamar kecil serta lain lain contoh.

 

Apa yang akan terjadi bila hampir seluruh kagiatan keseharian kita lebih banyak menggunakan tangan kiri?, apakah kita akan menjadi manusia yang buruk atau bahkan mungkin saja menjadi syaitan yang berbentuk manusia.

 

Mungkin kita merasa banyak sekali keburukan yang terjadi disekitar kita, lalu kita bertanya-tanya apakah gerangan penyebab semua ini?, sebelum kita mempermasalahkan lebih jauh masalah yang terjadi disekitar kita tersebut, ada baiknya jika kita menelaah diri kita sendiri terlebih dahulu, siapa tahu kita sendiri termasuk salah satu penyebabnya, apakah kita masih peduli dengan adab kanan dan kiri?, apakah kita masih sempat mengucap Basmallah dengan sadar dalam banyak kegiatan kita?, serta adab kehidupan islami lainnya?.

 

Kita sering mendengar tentang beradab ataupun tidak beradab secara umum, namun banyak adab non islam yang sebenarnya menurut islam tidaklah beradab, walaupun kelihatannya mungkin saja sangat santun serta beradabkan peradaban yang dianggap tinggi.

 

Melatih kesadaran tinggi serta kesabaran dapat kita harapkan sebagai pelindung kita dari berubah menjadi syaitan yang berbentuk manusia serta tidak turut serta menjadi salah satu penyebab kekacauan besar.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1