Jodoh

Jodoh termasuk salahsatu hak mutlak bagi Allah saja, tetapi begitu banyak orang yang sampai-sampai meminta kepada orang pintar agar mendapatkan jodoh atau dipercepat kedatangan jodohnya, dan ada juga orang yang tidak perduli dengan jodohnya sehingga disia-siakan begitu saja.


Segala hal yang menjadi hak mutlak bagi Allah di dunia ini, terutama jodoh, adalah hal yang Allah dengan langsung menyaksikan, menghitung serta menentukannya, sehingga Allah dapat mengubahnya setiap saat sesuai dengan keadaan orang yang akan mendapatkan jodoh tersebut.

 

Menurut rujukannya, setiap orang akan mendapatkan jodoh yang setimbang dengan dirinya, kesetimbangan disini tentu saja hanya Allah saja yang dapat mengukurnya, sebab kita tidak dapat mengetahui bagaimana serta seperti apa orang pada setiap saatnya, bahkan terhadap diri sendirinyapun tidak banyak pengetahuannya.

 

Dalam menghadapi masalah jodoh ini, prasangka baik kita kepada Allah akan sangatlah menolong kita, sebab kita sama sekali tidak mempunyai pengetahuan perhitungannya, tentunya hanya Allah saja yang mengetahuinya dengan persis.

 

Sebenarnya bentuk jodoh sangatlah beragam, mulai dari jodoh pekerjaan, rumah, teman, guru hingga jodoh teman hidup kita, semua jodoh tersebut Allah lah yang menghitung serta mempertemukan kita dengannya, yang menjadi bagian kita adalah bagaimana atau apa yang akan kita lakukan setelah dipertemukan dengan jodohnya itu, apakah akan kita rawat serta kita syukuri ataukah akan kita sia-siakan atau bahkan dapat saja kita rusakan.

 

Allah memberikan beragam jodoh kepada kita sebagai pelengkap keperluan kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini, seharusnya dapat menambah kedekatan kita kepada yang memberikannya kepada kita, dapat menyenangkan hati yang meberikan serta mengaturkannya untuk kita dengan cara kita merawatnya dengan sebaik-baik serta sebenar-benar cara serta senantiasa mengingatkan kita kepada yang memberikannya yaitu Allah.

 

Rasulullah SAW senantiasa menghadap kepada istri-istrinya saat di tempat tidur, hal ini disebabkan Rasulullah SAW senantiasa menghadap kepada sebaik-baik Pemberi jodoh, yang telah memberikan jodoh berupa teman hidup yang sempurna dari makhluk sejenis berbeda kelamin atau dari tulang iganya laki-laki berupa wanita, agar laki-laki tentram hidupnya.

 

Sebagaimana Allah menghitung serta mempertemukan jodoh dengan kita, maka dalam hal perjodohan ini sudah barang tentu seharusnya kitalah yang mempersiapkan diri kita sendiri sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan jodoh seperti apa yang ingin kita dapatkan, sebab Allah akan menghitungnya sesuai dengan keadaan diri kita sendiri, jadi seperti apapun jodoh kita pasti itu adalah gambaran dari diri kita sendiri.

 

Jadi masalah jodoh ini kuncinya adalah diri kita sendiri,  tidak ada makhluk lain apapun yang berhak tentang jodoh, kecuali diri kita sendiri dan Allah yang menghitungkannya untuk kita.

 

Ternyata masalah jodoh inipun tidaklah terlepas dari hukum bahwa kita hanya akan mendapatkan apa yang telah kita usahakan sendiri, lalu Allah menghitungkan serta mempertemukannya dengan kita.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1