ISLAM

Ada yang mengeja huruf-huruf ISLAM menjadi Isya, Subuh, Lohor, Ashar serta Maghrib, bagaimana kalau kita mencoba memahami kaitan penguraian kata ISLAM tersebut, walaupun lohor sebenarnya adalah Dzuhur, tetapi anggap saja penguraian ini sebagai penguraian ala bahasa indonesia.


Didalam pertanggalan islam selewatnya maghrib adalah sudah memasuki hari baru atau besok, berbeda dengan tanggalan masehi yang perpindahan harinya pada saat tengah malam.

 

Jika kita bandingkan dengan kehidupan kita, yang biasanya sering dipersamakan dengan subuh sebagai kelahiran dan maghrib sebagai akhir usia, maka akan menjadi dua gambaran yang berbeda.

 

Pertama, isya yang berupa malam hari sebagai masa dalam kandungan, kita belum dapat melihat ataupun belum juga mempunyai pengetahuan ataupun ilmu sebagai penerangan.

 

Subuh sebagai masa kelahiran, kita baru mulai belajar melihat, merasakan serta menjadi awal perjalanan kita dalam mencari ilmu serta bekal untuk mendapatkan penerangan serta jalan yang benar arah serta  tujuan perjalanan tersebut.

 

Lohor adalah saat paling terang, yang seharusnya menjadi ukuran penuhnya bahan-bahan ilmu serta bekal untuk dicari kebenarannya di masa kemudian.

 

Ashar adalah sore hari yang merupakan masa kebijakan kehidupan dengan penuhnya kebenaran yang ditemukan dari ilmu serta bekal yang telah dikumpulkan, sehingga memasuki masa pengenalan kepada Penciptnya sebagaimana kebenaran ilmu yang terkumpul tersebut menjadikan kita lebih mengenal siapa pemilik ilmu tersebut.

 

Maghrib sebagai pergantian hari, juga menjadi masa pergantian alam kehidupan dunia ke alam kehidupan selanjutnya, dengan berbekal ilmu serta pengenalan kepada Tuhannya sebagai tujuan akhir perjalanan di alam akhirat.

 

Kedua, Jika kita tambah Isya lagi setelah Maghrib maka akan menjadi ISLAMI, masa perjalanan malam yang bila cukup ilmu, bekal serta pengenalan alam akhirati serta Pemiliknya, maka perjalanan malam tersebut akan dipenuhi dengan cahaya bulan purnama serta berjuta bintang-bintang

 

Jika kita hanya islam saja tetapi tidak islami, mungkin perjalanan malam nya tidaklah seindah yang islami, apalagi yang bukan islam mungkin gelap-gulita, tanpa cahaya samasekali.

 

-=*=-

Hosted by www.Geocities.ws

1