Dusta
|
Nikmat tuhanmu yang mana lagi yang akan engkau dustakan, demikian Allah yang Maha Pengasih berulang-ulang menegur manusia yang mudah lupa serta lalai. |
|
Dusta dengan bohong sama atau tidak?, didalam bahasa indonesia mungkin sama artinya, tetapi melihat didalam al Qur'an ataupun hadist sangatlah berbeda artinya, walaupun berkaitan sangat erat. |
|
Berbohong biasanya dipakai manusia untuk membohongi manusia lainnya, ataupun dirinya sendiri, demi menutupi sesuatu yang dirasakannya memalukan ataupun menyinggung harga dirinya, kebohongan dapat mengakibatkan kebodohan, sebab sifatnya menutup diri baik dari maupun ke luar, menutup sama dengan menolak, menolak masukan dari luar sama saja dengan tidak mau belajar. |
|
Demi menjaga silaturahmi serta kebaikan berbohong dapat di terima walaupun tentunya dengan banyak sekali persyaratan sebagai pelindung dari bergesernya kebohongan tersebut menjadi kebohongan yang merugikan. |
|
Bila kebohongan sudah menjadi kebiasaan, maka akan sulitlah bagi orang tersebut untuk dapat maju, bahkan kebohongan tersebut akan mulai berubah menjadi kedustaan, dusta ini sangat berbahaya dikarenakan bersifat menafikan pemberian Allah, serta dapat menyeret kita kepada kufur nikmat juga kemunafikan. |
|
Dusta merupakan kerak yang dapat menempel dengan sangat kuat pada hati kecil kita, sehingga menghalangi cahaya kebenaran yang seharusnya masuk menerangi jiwa kita, hati kita akan menjadi keras serta perasaan menjadi bebal, akal sehat menjadi tumpul. |
|
Dusta dapat menjadikan kita rendah serta hina dimata Allah, walaupun mungkin penampilan dunianya terlihat mewah ataupun berwibawa, namun tidak akan dapat menutupi wajahnya yang kehilangan cahaya tentram, juga menjadi suram penuh resah. |
|
Kaum munafik adalah orang-orang yang dipenuhi dusta kepada Allah, serta kebohongan kepada dirinya sendiri, sehingga menjadi kaum yang menebar dusta, kebohongan, fitnah serta dengki kepada orang lain, bahkan kebodohannya mampu mendzolimi dirinya sendiri sedemikian kejinya dengan berani memfitnah Allah serta Rasulnya. |
|
Waspadailah dusta yang dapat membuat kita menafikan atau menghilangkan segala pemberian Allah kepada kita, sehingga kita akan kehilangan segalanya kecuali siksa dunia dengan keluh, kesah, resah, gelisah serta akhirat yang sangat pahit dan pedih. |
|
Agar kita dapat selamat dari penyakit dusta, akan baiklah kiranya jika kita banyak belajar bersyukur serta mensyukuri segala pemberian Allah, yang dibarengi dengan tawadhu kepada Allah. |
|
-=*=- |