Agama
|
Arti dari agama itu sendiri adalah benar, berarti mempunyai agama dapat diartikan dengan memiliki kebenaran, atau patokan kebenaran, bisa juga panduan kebenaran. |
|
Semua agama merasa agamanya adalah yang paling benar, tentu saja itu dapat dianggap benar jika yang dimaksudkan adalah bahwa arti agama adalah benar, lalu yang mana sebenarnya yang benar-benar benar itu?, hmmm... ng..ng..ng.... |
|
Supaya lebih mudah, lebih baik jika kita memahami dahulu bagaimana cara berfikirnya orang-orang secara umum dalam memilih agamanya. |
|
Yang paling banyak kita dengar ternyata umumnya orang-orang cenderung memilih agama yang paling cocok dengan gaya hidup mereka, rasanya mirip dengan orang mencari jodoh atau pasangan hidup, yaitu mencari yang paling cocok sifat serta hobinya, yang paling sesuai dengan idamannya atau keinginannya. |
|
Rasa-rasanya kakek pernah menasihati tentang pasangan hidup ini, katanya... sesuai dengan perbedaannya laki-laki dan perempuan, jangan mencari pasangan yang sehati, akan jauh lebih baik bila sifat-sifatnya bertentangan dengan kita, lho?... ( tidak pakai kenapa begitu ), sebab... lanjutnya, bila sehati tentu akan sulit untuk saling mengingatkan, sebab satu hati itulah, sehinga bila yang satunya menuju jurang pasangannya pun akan turut kesana, karena satu hati, jadi begitu kejeblos jurang sekaligus dua-duanya, karena satu hati. |
|
Agama atau kebenaran yang hakiki datangnya dari Tuhannya manusia, yang Membuat manusia itu, kebenaran adalah suatu aturan, kita yang harus patuh mengikuti aturan ataukah aturan yang harus sesuai dengan keinginan kita?, sejuta manusia dengan sejuta keinginannya yang berbeda-beda, apakah harus ada sejuta peraturan yang berbeda untuk masing-masing dari sejuta manusia tersebut yang artinya menjadi tidak ada aturan alias semaunya masing-masing orang tersebut. |
|
Umumnya manusia senang sekali melanggar aturan, tentunya secara naluriahnya tidak ingin diatur, apalagi aturan tentang kebenaran, tentu saja sangat tidak menyenangkan, membatasi banyak sekali keinginan syahwat yang senantiasa mengajak untuk dipuaskan. |
|
Agama yang paling banyak membebaskan hasrat syahwat manusia, tentu saja adalah agama yang paling sedikit aturannya yang otomatis juga menjadi paling sedikit kebenarannya, biasanya yang beginilah yang paling dicari orang, yaitu yang paling sedikit larangannya. |
|
Sedangkan agama yang paling banyak larangannya disebabkan begitu sulitnya mengendalikan nafsu syahwat serta emosi manusia, adalah agama yang paling banyak orang menghidarinya, walaupun sebenarnya adalah yang paling banyak kebenarannya serta hadiahnya, tetapi dianggap terlalu menghalangi keinginan mengumbar nafsu serta emosi, padahal banyak itu belum tentu berarti berat aturannya, mungkin berat menjalankannya karena banyaknya tetapi pasti dapat dijalankan bila ada kemauan melatihnya, lain halnya dengan yang sedikit tetapi sangat berat aturannya sehingga tidak banyak yang mampu untuk melaksanakannya. |
|
Memang kebanyakan orang mencari kesenangan menjadi prioritas utama dalam hidupnya, tanpa mengerti apa itu bahagia, apalagi bahagia dunia akhirat, sehingga pilihannya akan selalu sangat dipengaruhi oleh jumlah kesenangan yang akan didapatkan ataupun terhalangi, bukannya kepada kebenaran yang sesungguhnya yang tanpa disadari sangatlah dibutuhkan oleh jiwanya.. |
|
-=*=- |